Kesehatan

30 April 2021

Brain Fog, Lupa Sesaat Apa yang Ingin Dilakukan, Mengapa Bisa terjadi?

Kurang tidur pada malam hari dapat menjadi salah satu penyebab brain fog
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Intan Aprilia

Apakah Moms pernah tiba-tiba lupa apa yang ingin dilakukan atau dikatakan? Kejadian itu disebut dengan brain fog.

Melansir Frontiers in Neuroscience, brain fog adalah kumpulan gejala yang mencakup penurunan ingatan, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dan multitask, serta hilangnya memori jangka pendek dan panjang

Secara harfiah, braig fog dapat diartikan sebagai gejala yang menandakan menurunnya fungsi dan kapasitas otak.

Brain fog tak semata-mata disebabkan karena usia saja, karena pada kenyataannya hal ini dapat terjadi pada siapa saja termasuk pada usia 20an sekalipun.

Melansir National Institutes of Health, pasien COVID-19 melaporkan tanda-tanda brain fog atau kebingungan mental.

Banyak orang yang telah pulih dari COVID-19 melaporkan rasa kebingungan, mengalami kehilangan memori jangka pendek, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi, dan merasa berbeda dari sebelum tertular infeksi.

Gejala utamanya adalah mudah lupa dan kehilangan fokus, yang pada sebagian orang juga merasa lelah, sering lemas, dan sakit kepala. Penyebabnya beragam, bisa karena kurang tidur, stres hingga pengaruh dari pola makan dan kurangnya vitamin serta mineral.

Mari simak ulasan lengkapnya.

Penyebab Brain Fog

shutterstock 583460011

Foto: Orami Photo Stock

1. Makanan

Brain fog ternyata dapat disebabkan dari makanan yang kita konsumsi, seperti terlalu banyak konsumsi gula, MSG berlebihan, makanan cepat saji, dehidrasi, hingga kekurangan kafein bagi para pecandunya.

2. Vitamin

Selain makanan, kurangnya asupan vitamin B12, vitamin D hingga kurangnya konsumsi omega-3 juga menjadi penyebab terjadinya brain fog.

3. Kurang tidur

Kualitas tidur yang kurang saat malam hari membuat kita bisa saja mengalami brain fog. Hal ini disebabkan setiap hari manusia kehilangan sel otak dan setiap malam adalah waktu untuk menciptakan sel otak baru.

4. Stres

Stres yang berlebihan membuat kita merasa gelisah, sehingga kerap membuat keputusan yang salah, sulit tidur, hingga kehilangan sebagian ingatan. Tak hanya itu, stres dapat meningkatkan hormon kortisol yang meningkatkan radikal bebas, kurangnya molekul oksigen ke otak yang berujung pada kerusakan otak.

Baca Juga: Olahraga Boxing Saat Hamil, Ini Manfaat dan Peringatannya!

5. Pengobatan

Konsumsi obat-obat tertentu dapat menyebabkan brain fog. Salah satunya, yaitu obat perawatan kanker

Konsultasikan ke dokter tentang hal ini. Umumnya, dokter akan menurunkan dosis atau beralih ke obat lain sehingga dapat memperbaiki gejala tersebut.

6. Kondisi Medis

Kondisi medis yang terkait dengan peradangan, kelelahan, atau perubahan kadar glukosa darah juga dapat menyebabkan brain fog.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan brain fog meliputi:

  • Anemia
  • Depresi
  • Diabetes
  • Sindrom Sjogren
  • Migrain
  • Penyakit Alzheimer
  • Hipotiroidisme
  • Penyakit autoimun seperti lupus, arthritis, dan multiple sclerosis
  • Dehidrasi

7. Kecemasan

Kecemasan telah terbukti merusak fungsi kognitif, mempengaruhi fungsi eksekutif, perhatian, dan memori.

Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini dapat dikaitkan dengan hilangnya energi dan motivasi yang terkait dengan kondisi kesehatan mental, atau efek fisiologis pada otak yang membuatnya sulit berfungsi dengan baik.

8. Menopause

Melansir The North American Menopause Society, 60 persen wanita mengalami kesulitan berkonsentrasi selama menopause.

Dalam beberapa kasus, menopause dapat mengubah suasana hati atau kebiasaan tidur yang mempengaruhi konsentrasi.

Selain 8 hal di atas, kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan kurangnya endorfin dan glukosa serta oksigen ke otak.

Baca juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Cara Mengatasi Brain Fog

well 7 healthy habits 4p 3p 2p b web4

Foto: Orami Photo Stock

Dalam mengatasi brain fog bukanlah dengan pasrah dan menyerah, karena masih ada beberapa langkah yang membuat Moms mampu melawannya:

1. Hidup sehat

Langkah utama melawan brain fog adalah dengan pola hidup yang teratur dan seimbang. Dengan kata lain, cakupan nutrisi Moms harus cukup begitu pula dengan waktu istirahat. Jangan lupa pula untuk menghindari stres serta lakukan olahraga yang teratur.

2. Pengobatan

Segala penyakit tentu tak lepas dari pengobatan dokter, maka tetaplah jalani pengobatan dan peraturan kesehatan yang diberikan dokter. Dari mulai rutin meminum obat hingga jaga aktivitas agar penyakit Moms terkendali.

3. Sosialisasi

Salah satu penyebab brain fog adalah stres, makan ada baiknya bila Moms menikmati kehidupan sosial bersama teman-teman. Lakukanlah hal yang dapat menjauhkan Moms dari rasa tertekan. Jangan lupa pula untuk selalu menjaga mood agar tetap positif.

4. Cukup Tidur

Memiliki tidur yang cukup dan berkualitas akan meningkatkan konsentrasi tubuh ketika akan melakukan aktivitas.

Tak heran seseorang yang memiliki kualitas tidur yang buruk berisiko terkena brain fog.

Untuk mendapatkan tidur yang cukup, Moms disarankan untuk tidur selama 7-8 jam setiap malam.

Baca Juga: Kenali Amnesia, Penyakit yang Menghilangkan Memori Ingatan

5. Hindari Minum Kopi di Sore Hari

Kopi memang dipercaya dapat mengatasi kantuk dan meningkatkan konsentrasi.

Namun, minum kopi di sore hari berisiko terkena brain fog.

Efek samping kopi di sore hari dapat membuat usus menjadi lebih aktif, mual, cepat lelah, sulit konsentrasi.

6. Beraktivitas

Gangguan neurodegeneratif seperti demensia Alzheimer dan bahkan disfungsi kognitif ringan lebih umum terjadi pada seseorang yang tidak banyak bergerak.

Tingkat aktivitas dapat melatih ketajaman mental, ingatan memori yang lebih baik, dan suasana hati yang meningkat.

7. Perhatikan Asupan Gula

Mengurangi makanan kemasan dan olahan yang sarat dengan gula, selain banyak bahan buatan dan berbahaya lainnya merupakan langkah mengatasi brain fog.

Gula mungkin membuat Moms merasa energik dan lebih bahagia pada awalnya, tetapi pada akhirnya kecanduan gula dapat menghabiskan energi dan kelelahan sehingga sulit berkonsentrasi.

8. Suplemen

Konsumsi suplemen tertentu dapat membantu menjernihkan pikiran dan merupakan gaya hidup sehat.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen, Moms sebaiknya mencoba gaya hidup sehat terlebih dahulu. Kemudian, jika tidak ada perubahan, tak ada salah mempertimbangkan mengonsumsi suplemen untuk mempercepat proses penyembuhan.

  • Minyak ikan omega-3. Efektif membantu menurunkan peradangan, omega-3 juga menyeimbangkan rasio asam lemak dalam makanan dan mendukung kesehatan otak.
  • Vitamin B. Kekurangan berbagai vitamin B dapat membuat Moms merasa lesu dan murung. Vitamin B membantu mengubah nutrisi dari makanan yang dikonsumsi menjadi bahan bakar. Jadi, mengonsumsi suplemen B kompleks dapat memastikan otak Moms bekerja dengan baik.

Baca Juga: Benarkah Mengonsumsi Suplemen Testosteron Bisa Meningkatkan Kesuburan Pria?

9. Catatan kecil

Hal yang satu ini patutnya membantu untuk mengingat setiap hal yang hendak Moms lakukan.

Buatlah catatan-catatan kecil tentang aktivitas hari ini, agar tak ada yang terlupa. Hal ini sekaligus melatih otak Moms untuk tetap membaca dan menulis. Lakukan hal-hal itu ya supaya tidak tiba-tiba lupa!

Jika brain fog terus berlanjut dan mempengaruhi aktivitas sehari-hari, mungkin inilah saatnya untuk mendiskusikan masalah ini dengan dokter.

Dokter akan mengevaluasi lebih lanjut kemungkinan penyebabnya dan memberikan pengobatan.

Jangan abaikan gejala ini ya Moms. Jika tidak ditangani, brain fog dapat memengaruhi kualitas hidup.

  • https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnins.2015.00225/full
  • https://journals.lww.com/menopausejournal/Citation/2013/12000/Cognition_and_the_menopausal_transition___is.3.aspx
  • https://www.healthline.com/health/brain-fog
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7533666/
  • https://draxe.com/health/brain-fog/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait