29 Januari 2023

Ketahui Fungsi, Dosis, dan Efek Samping Budesonide Ini!

Biasa digunakan untuk meredakan asma

Pernahkah Moms mendengar budesonide untuk pengobatan? Yuk, cari tahu lebih lengkapnya melalui artikel ini.

Dikutip dari Web MD, budesonide adalah obat yang digunakan untuk mengontrol dan mencegah gejala (mengi dan sesak napas), yang disebabkan oleh asma.

Agar penggunaannya tepat dan dapat bekerja secara efektif, berikut informasi lebih lanjut mengenai fungsi, dosis, dan efek sampingnya.

Manfaat Budesonide

Budesonide untuk Asma
Foto: Budesonide untuk Asma (Shutterstock.com)

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, budesonide merupakan obat untuk membantu mencegah gejala asma.

Obat ini termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai kortikosteroid.

Budesonide bekerja langsung di paru-paru untuk membuat pernapasan lebih mudah dengan mengurangi iritasi dan pembengkakan saluran udara.

Dalam The Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa budesonide inhaler dapat mengurangi gejala asma dalam waktu 6 sampai 12 jam.

Bila digunakan secara teratur setiap hari, budesonide inhaler bisa membantu menurunkan jumlah dan tingkat keparahan serangan asma.

Meski demikian, obat tersebut tidak akan meredakan serangan asma yang sudah dimulai.

Selain mengatasi asma, budesonide juga dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti rhinitis alergi, croup, atau penyakit Crohn.

Baca Juga: Bedah Soal Kortikosteroid, dari Manfaat, Dosis, hingga Efek Sampingnya

Dosis Budesonide

Obat Budesonide
Foto: Obat Budesonide (Orami Photo Stock)

Budesonide terbagi menjadi beberapa bentuk, yakni inhaler, cairan nebulizer, semprotan hidung, dan kapsul. Tentu saja, cara penggunaannya berbeda tergantung pada kondisi pasien dan bentuk obatnya.

Berikut keterangan dosis penggunaan budesonide yang perlu Moms ketahui.

1. Asma

  • Inhaler: untuk orang dewasa sebanyak 0,2–0,8 mg per hari, yang dibagi ke dalam 1–2 jadwal penggunaan. Dengan dosis maksimal 0,8 mg per hari.
  • Cairan nebulizer: untuk orang dewasa sebanyak 1–2 mg, yang dibagi menjadi 2 kali sehari. Dengan dosis pemeliharaan 0,5–1 mg, 2 kali sehari.

2. Rhinitis Alergi

  • Semprotan hidung (nasal spray) untuk dewasa dan anak-anak usia ≥6 tahun: sebanyak 1–2 semprotan ke tiap lubang hidung, selama 2 kali sehari.

3. Croup

  • Cairan nebulizer: untuk anak-anak sebanyak 2 mg sebagai dosis tunggal. Jika diperlukan, obat dapat digunakan tiap 12 atau 36 jam sekali.

4. Penyakit Crohn

  • Kapsul untuk orang dewasa: sebanyak 9 mg, selama 1 kali sehari, sebelum sarapan pagi. Obat bisa dikonsumsi selama 8 minggu.

Baca Juga: 6 Pilihan Obat Asma untuk Bantu Kendalikan Gejala

Aturan Pakai Budesonide

Aturan Pakai Budesonide
Foto: Aturan Pakai Budesonide (IBDrelief)

Budesonide tergolong dalam obat keras sehingga harus menggunakan resep dokter.

Obat ini harus digunakan dengan mengikuti semua petunjuk pada label dan kemasan obat.

Beri tahu setiap penyedia layanan kesehatan Moms tentang semua kondisi medis, alergi, dan semua obat yang digunakan.

Jangan lupa untuk memberitahukan dokter jika Moms pernah mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

  • Tuberkulosis
  • Infeksi, termasuk cacar air atau campak
  • Tekanan darah tinggi
  • Sistem kekebalan yang lemah (disebabkan oleh penyakit atau dengan menggunakan obat-obatan tertentu)
  • Osteoporosis atau kepadatan mineral tulang yang rendah
  • Sakit maag
  • Penyakit hati
  • Eksim
  • Alergi apa pun
  • Diabetes, katarak, atau glaukoma, baik mengalaminya sendiri atau terdapat riwayat penyakit ini pada keluarga

Beri tahu juga pada dokter jika Moms sedang hamil atau berencana untuk hamil.

Kesimpulannya, selalu lakukan konsultasi pada dokter sebelum menggunakan obat agar penggunaannya tepat.

Jika Moms memiliki alergi terhadap obat ini, segera hentikan pemakaian.

Baca Juga: Manfaat, Dosis, hingga Efek Samping Epexol sebagai Obat Batuk

Cara Menggunakan Budesonide

Cara Menggunakan Budesonide (Orami Photo Stock)
Foto: Cara Menggunakan Budesonide (Orami Photo Stock)

Moms harus menggunakan budesonide dengan mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan dan sesuai anjuran dokter.

Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis karena berisiko berbahaya.

Apabila Moms mengonsumsi budesonide dalam bentuk kapsul, telanlah secara utuh dengan meminum air putih. Hindari untuk mengunyah, membelah, atau menghancurkan obat.

Jika Moms menggunakan budesonide dalam bentuk inhalasi, ikuti petunjuk yang diilustrasikan untuk penggunaan obat ini dengan benar.

Pastikan Moms memahami cara mengoperasikan mesin pernapasan (kompresi air jet nebulizer dengan masker wajah atau corong) dan cara membersihkannya dengan benar untuk mencegah infeksi.

Bila Moms memiliki pertanyaan, konsultasikan dengan dokter, apoteker, atau terapis pernapasan.

Jangan gunakan obat ini dalam nebulizer ultrasonik dan jangan mencampur suspensi budesonide dengan obat lain dalam nebulizer.

Kocoklah wadah dengan lembut sebelum digunakan. Dosis budesonide inhaler biasanya akan didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Maka, ikuti dosis yang telah diresepkan.

Budesonide inhalasi juga datang dalam kekuatan yang berbeda. Jadi, periksalah apakah Moms telah menggunakannya dengan kekuatan yang benar.

Hirup obat ini melalui mulut, biasanya sekali atau 2 kali sehari, atau seperti yang diarahkan oleh dokter.

Saat menghirup obat ini, bernapaslah dengan tenang dan dalam sampai kabut berhenti, biasanya selama 5 hingga 10 menit. Pastikan tidak mengenai mata.

Untuk mencegah mulut kering, suara serak, dan infeksi jamur mulut, berkumurlah dan bilas mulut dengan air setiap kali selesai digunakan. Jangan menelan air bilasan dan cucilah muka di bagian yang terkena masker/corong wajah untuk mencegah reaksi dan iritasi kulit.

Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal darinya. Gunakan pada waktu yang sama setiap hari agar Moms mudah mengingat kapan harus menggunakan obat ini.

Jangan menambah dosis, menggunakannya lebih sering, atau berhenti menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Pelajari juga inhaler/obat mana yang harus digunakan setiap hari (obat pengontrol) dan mana yang harus digunakan jika pernapasan Moms tiba-tiba memburuk (obat pelepas cepat).

Tanyakan kepada dokter sebelumnya apa yang harus Moms gunakan jika mengalami batuk atau sesak napas yang baru atau memburuk, mengi, peningkatan dahak.

Perhatikan juga jika terjadi memburuknya pembacaan peak flow meter, bangun di malam hari dengan kesulitan bernapas, jika menggunakan inhaler bantuan cepat lebih banyak sering (lebih dari 2 hari seminggu), atau jika inhaler bantuan cepat yang digunakan tampaknya tidak bekerja dengan baik.

Pastikan mempelajari kapan Moms dapat menangani sendiri masalah pernapasan mendadak dan kapan harus segera mendapatkan bantuan medis.

Baca Juga: 6 Pilihan Obat Alergi, Pertimbangkan Sesuai Kebutuhan, ya!

Efek Samping Budesonide

Kepala Terasa Pusing
Foto: Kepala Terasa Pusing (Orami Photo Stock)

Hubungi dokter jika gejala Moms tidak membaik, atau bahkan jika memburuk saat menggunakan budesonide.

Efek samping yang paling umum timbul setelah penggunaan budesonide, meliputi:

Budesonide juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Moms. Jadi, beri tahu dokter jika Moms memiliki tanda-tanda infeksi seperti:

Moms juga membutuhkan bantuan medis segera apabila mengalami salah satu efek samping berikut:

  • Reaksi alergi berupa gatal-gatal, sulit bernafas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Penipisan kulit, mudah memar, peningkatan jerawat atau rambut wajah
  • Pembengkakan di pergelangan kaki
  • Kelemahan, kelelahan, atau perasaan pusing, seperti akan pingsan
  • Mual, muntah, pendarahan dubur
  • Rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil
  • Masalah menstruasi (pada wanita), impotensi atau kehilangan minat pada seks (pada pria)

Baca Juga: Suntik Steroid: Manfaatnya untuk Kesehatan dan Efek Sampingnya Bila Digunakan Berlebih

Itu dia manfaat, dosis, aturan pakai, dan kemungkinan efek samping penggunaan budesonide.

Penting juga bagi Moms untuk memerhatikan obat lain apa yang akan mempengaruhi budesonide.

Hal ini karena ada banyak obat dapat mempengaruhi budesonide, termasuk obat resep dan obat bebas, vitamin, dan produk herbal.

Jadi, selalu lakukan konsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya, ya.

  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-75132-6245/budesonide-inhalation/budesonide-suspension-for-nebulizer-inhalation/details
  • https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(01)42708-9/fulltext
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/budesonide-inhalation-route/description/drg-20071233
  • https://www.drugs.com/mtm/budesonide.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.