Newborn

14 Agustus 2021

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar Tidak Muntah, Ibu Baru Wajib Tahu!

Posisi menyusui yang salah bisa menyebabkan puting lecet sehingga Moms takut menyusui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Menyusui mungkin terlihat begitu mudah. Bahkan bisa dilakukan oleh seorang ibu sambil berbincang-bincang, atau sambil makan. Namun, apakah Moms tahu cara menyusui bayi yang benar?

Mudahnya, tinggal membuka kancing baju, lalu Si Kecil sudah bisa langsung menyusui dengan nyaman.

Namun, meskipun terlihat begitu alami dan mudah, sebenarnya menyusui merupakan hal yang sulit untuk dilakukan para ibu baru dan bayi.

Walaupun pertama kali menyusui terasa begitu tidak nyaman, banyak yang bisa dipelajari.

Baca Juga: 5 Masalah yang Akan Terjadi Bila Menggunakan Dot untuk Bayi Menyusui

Meskipun menyusui merupakan hal alami bagi para Moms, tidak jarang Moms mengalami kesulitan dalam menjalankan proses tersebut.

Tidak perlu langsung berkecil hati, Moms, kita bisa mempraktikkan beberapa cara menyusu bayi yang benar seperti di bawah ini.

Cara Menyusui Bayi yang Benar

Cara menyusui bayi yang benar, tergantung dari posisi kita dan Si Kecil. Posisi menyusui seperti di bawah ini bisa membantu proses menyusui menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Bukan hanya bagi Moms, tetapi juga bagi Si Kecil.

Berikut cara menyusui yang benar".

1. Menempelkan Bayi di Payudara

Hal pertama yang harus Moms lakukan sebagai cara menyusui bayi yang benar adalah menempatkan bayi pada posisi yang tepat, lalu dekatkan pada payudara Moms.

Penting bagi Moms untuk mengetahui cara menempelkan bayi yang tepat, karena tempelan yang tidak tepat adalah penyebab paling umum dari menyusui yang tidak nyaman.

Mulut bayi harus ditutupi dengan puting dan payudara Moms, sehingga mulut, lidah, dan bibir bayi bisa mengisap ASI agar keluar dengan tepat.

Mengisap puting susu saja tidak hanya membuat bayi kelaparan karena kelenjar yang mengeluarkan susu tidak akan tertekan, dan akan membuat puting susu Moms sakit dan pecah-pecah.

Inilah cara menempelkan bayi pada payudara yang tepat.

Baca Juga: Cegah Bingung Puting, Berikan ASIP dengan 3 Media ini

Pegang bayi

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Pegang bayi menghadap payudara Moms, dengan bagian depan tubuhnya menghadap kita juga, jadi perut bayi menempel ke perut Moms.

Kepalanya harus sejajar dengan seluruh tubuhnya, tidak menoleh, untuk membuat bayi menelan lebih mudah.

Cara menyusui bayi yang benar ini terlihat mudah, namun perlu berhati-hati.

ASI sendiri mengandung hingga 400 nutrisi sempurna guna memenuhi kebutuhan bayi.

Seiring dengan pertumbuhan Si Kecil, kandungan nutrisi yang ada di dalam ASI akan menyesuaikan kebutuhan bayi.

Oleh karena itu, memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan sangat bermanfaat dalam menekan risiko sakit seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi telinga, radang pencernaan (gastroenteritis), sekaligus mampu meningkatkan kecerdasan si kecil.

Menggelitik bayi

Cara menyusui bayi yang benar selanjutnya dengan gelitik bibir bayi dengan puting.

Teknik ini untuk mendorong bayi membuka sangat lebar mulutnya, seperti menguap.

Jika mulut bayi Moms tidak dapat membuka, coba peras beberapa kolostrum, dan kemudian susui ke bibir bayi

Agar Moms tidak kagok, sebaiknya mulai menyusui bayi sejak Si Kecil lahir atau saat Moms masih di rumah sakit segera setelah anak keluar, terutama dengan perawat atau konsultan laktasi di dekat kita.

Walaupun Si Kecil secara alami tahu bagaimana cara menyusui bayi yang benar, membuat bibir bayi dan puting Moms di tempat yang tepat tidak mudah.

Puting Moms mungkin akan tergelincir dari bibir bayi, dan akhirnya membuat bayi menangis.

Baca Juga: Membeli Sterilizer untuk Botol Susu Bayi, Perhatikan Dulu Hal Ini!

Jangan Biarkan Bayi Berpaling

cara menyusui bayi yang benar

Foto: breastfeedingmatters.blogspot.com

Jika bayi Moms memalingkan mukanya, usap lembut pipi di sisi terdekat kita. Refleks rooting akan membuat bayi memutar kepalanya ke arah payudara Moms.

Mengutip University of Rochester Medical Center, bayi baru lahir mungkin mengandalkan refleks rooting selama beberapa bulan pertama.

Setelah itu, sebagian besar bayi baru lahir akan menoleh secara alami dan dapat menggerakkan kepalanya ke posisi sebagai cara menyusui bayi yang benar.

Pada usia 4 bulan, rooting biasanya merupakan tindakan sukarela daripada refleks.

Dekatkan ke Payudara

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Bawa bayi maju ke arah payudara Moms begitu mulutnya terbuka lebar. Jangan membungkuk dan mendorong payudara kita ke mulut bayi, biarkan bayi Moms yang mengambil inisiatif sendiri.

Pegang payudara kita sampai bayi memegang erat-erat dan mengikuti cara menyusui bayi yang benar.

Moms bisa menambahkan sandaran bantal untuk membuat kepalanya nyaman ketika menyusu.

Pastikan bayi dalam posisi nyaman. Apa pun posisi ia saat ini, bayi harus stabil. Perhatikan kepala, leher, dan tulang punggungnya tidak boleh dipelintir.

Perhatikan Posisi Akhirnya

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Perhatikan bahwa cara menyusui bayi sudah benar atau belum.

Moms akan tahu bahwa Si Kecil memiliki kait yang tepat ketika dagu bayi dan ujung hidungnya menyentuh payudara Moms.

Bibir bayi akan melebar ke luar, seperti bibir ikan, bukan dimasukkan ke dalam.

Pastikan Si Kecil tidak mengisap bibir bawahnya sendiri atau lidah. Moms bisa melakukannya dengan menarik bibir bawahnya ke bawah saat menyusui.

Bayi baru lahir harus disusui setidaknya setiap 2 hingga 3 jam dan menyusui selama 10 hingga 15 menit di setiap sisi.

Rata-rata 20 hingga 30 menit setiap menyusui membantu memastikan bahwa bayi mendapatkan ASI yang cukup.

Baca Juga: Berat Badan Bayi Newborn yang Ideal Hingga 12 Bulan, Moms Perlu Tahu!

Cara Mengisap

cara menyusui bayi yang benar

Foto: babycentre.co.uk

Moms harus perhatikan cara menyusui bayi yang benar dari sisi Si Kecil. Apakah ia mengekstraksi kolostrum atau ASI dari payudara kita, bukan hanya mengisap atau mengencangkan puting susu saja.

Jika ikuti cara menyusui bayi yang benar, Moms akan melihat pola napas menelan yang kuat. Moms juga akan melihat gerakan ritmis di pipi, rahang, dan telinga bayi.

Begitu ASI sudah masuk, dengarkan suara menelan Si Kecil.

Lepaskan Perlekatan

Cara menyusui bayi yang benar satu ini juga tak kalah penting.

Saat Si Kecil menyusu tanpa muncul rasa nyeri pada payudara Moms, itu juga pertanda perlekatan sudah tepat.

Namun, jika Moms merasa nyeri, lepaskan perlekatan dengan memasukkan jari kelingking ke arah gusi Si Kecil dan puting payudara Moms.

Kemudian coba kembali untuk melakukan perlekatan yang lebih baik. Setelah perlekatan sudah tepat, cara menyusui bayi yang benar akan membuat ia nyaman.

Jadi, semakin Moms mengetahui cara menyusui bayi yang benar, tanda bahwa Si Kecil sudah mendapatkan cukup ASI, dan kapan Si Kecil sudah kenyang, Moms akan semakin percaya diri untuk menyusui.

Setelah Moms melewati masa trial and error untuk mendapatkan cara menyusui bayi yang benar, menyusui anak akan menjadi tugas Moms yang paling membanggakan dan penuh rasa bahagia.

Bukan hanya itu saja, menyusui juga memberikan banyak manfaat bagi Moms dan bayi. Memberikan awal untuk masa depan yang sehat.

Baca Juga: Ini 10 Bahan Kaos Terbaik untuk Anak dan Bayi, Jangan Salah Pilih!

2. Lama Waktu Bayi Menyusui

cara menyusui bayi yang benar

Foto: Orami Photo Stock

Langkah selanjutnya dalam cara menyusui bayi yang benar dengan memerhatikan lama waktu menyusui.

Meskipun Moms mungkin pernah mendengar bahwa pemberian ASI yang singkat akan mencegah rasa sakit dan pecah-pecah, hal ini sebenarnya terjadi karena posisi menyusui yang tidak tepat.

Waktu Menyusui Bayi

Mengutip Kids Health, cara menyusui bayi yang benar biasanya berlangsung 20 hingga 30 menit. Namun, perlu diingat, ini adalah waktu rata-rata. Bisa lebih lama atau lebih sebentar.

Jadi, daripada menetapkan batas waktu setiap menyusui bayi, biarkan Si Kecil menyusu hingga mendekati kenyang.

Setelah bayi selesai di satu sisi, cobalah sendawakan sebelum berganti payudara. Terkadang, gerakan saja sudah cukup untuk menyebabkan bayi bersendawa.

Jika bayi muntah setelah minum ASI, cobalah sendawakan lebih sering.

Meskipun normal bagi bayi untuk "meludah" sedikit setelah makan atau saat bersendawa, jangan sampai mengeluarkan ASI nya lagi.

Baca Juga: Penanganan Mastitis, Payudara Bengkak pada Ibu Menyusui

Gunakan Satu Payudara

Kuras satu payudara sepenuhnya. Idealnya, setidaknya satu payudara harus dikosongkan dengan baik setiap menyusui.

Cara menyusui bayi yang benar ini lebih penting daripada memastikan bayi menyusu dari kedua payudara, karena susu terakhir yang dikonsumsi bayi lebih kaya lemak dan kalori.

Jadi, jangan lepaskan bayi dari payudara seenaknya ya, Moms. Tunggu sampai bayi tampak siap untuk berhenti menyusui, lalu tawarkan payudara satunya, tetapi jangan dipaksa.

Jika bayi mengosongkan satu payudara dan tidak menginginkannya lagi, mulailah menyusui dengan payudara lainnya di waktu menyusui selanjutnya.

Tunggu Sinyal dari Bayi

Salah satu cara menyusui yang benar adalah dengan menunggu bayi memberi isyarat bahwa dia sudah selesai.

Akhiri menyusui dengan menunggu bayi melepaskan puting susu. Jika bayi tidak melakukannya, Moms akan tahu untuk mengakhiri menyusui ketika pola mengisap anak mulai melambat menjadi sekitar empat mengisap per satu kali menelan.

Sering kali, bayi akan tertidur di ujung payudara dan terbangun untuk menyusui dari yang kedua atau tidur sampai menyusui berikutnya.

Sekali lagi, lepas kancing, tekan payudara mendekat ke mulut bayi atau dengan hati-hati memasukkan jari yang bersih ke sudut mulut bayi.

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar Tidak Muntah

Muntah mungkin merupakan salah satu hal yang akan terjadi saat bayi menyusui. Nah, untuk satu hal ini, Moms perlu mencegahnya agar anak tidak muntah.

Berikut cara menyusui bayi yang benar agar tidak muntah, dicoba ya.

1. Jangan Menyusui sambil Tidur

5+ Tips Menyusu Bayi yang Benar Tanpa Muntah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengurus Si Kecil memang tugas yang cukup menantang dan menguras banyak tenaga serta pikiran orang tua.

Moms yang kelelahan terkadang memilih menyusui sambil merebahkan dirinya menyamping, sedangkan bayi menyusu sambil berbaring.

Hal ini justru akan membuat ASI masuk ke saluran pernapasan bagian atas, karena saluran pernapasan atas, mulut, dan tenggorokan saling bersambungan.

Hal ini akan memicu terjadinya muntah pada bayi melalui hidung. Jadi, cara menyusui bayi yang benar tanpa muntah, sebaiknya lakukan dengan posisi duduk.

Baca Juga: Bagaimana Posisi Menyusui Bayi Kembar yang Benar?

2. Mengatur Frekuensi Menyusui

Mengenal Relaktasi, Cara Menyusu Bayi yang Benar setelah Sempat Berhenti

Foto: Orami Photo Stock

Sering kali bayi sudah merasa kekenyangan saat menyusui. Namun, karena belum bisa berbicara dan Moms terus menyusuinya.

Akibatnya saat bayi kekenyangan dan perutnya penuh oleh ASI, ia akan mengalami gumoh.

Cara menyusui bayi yang benar tanpa muntah yakni dengan mengatur frekuensi menyusui.

Frekuensi menyusui yang sering dan sedikit-sedikit lebih baik daripada jarang tapi jumlah ASI yang diminum bayi banyak.

Hal ini untuk memngurangi penuhnya lambung bayi saat meminum ASI.

3. Sendawakan Bayi

Cara Menyusu Bayi yang Benar dengan Sendawakan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat bayi menyusu udara mungkin akan masuk ke dalam pencernaan ketika ia mengisap ASI. Udara yang masuk akan menyebabkan tekanan di dalam perut dan membuat bayi muntah setelah minum ASI.

Untuk mencegah agar bayi tidak muntah saat menyusui, usahakan selalu menyendawakan bayi setelah menyusu maupun di tengah-tengah waktu menyusui agar kelebihan udara dalam perut bisa keluar.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengurangi Sakit Punggung Saat Menyusui

4. Hindari Penggunaan Popok yang Sempit

Cara Menyusui Bayi yang Benar Tanpa Muntah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menyusui bayi yang benar tanpa muntah juga diperhatikan dari popok yang ia kenakan, lho.

Si Kecil bisa mengalami tekanan pada perutnya jika popok yang ia pakai terlalu sempit.

Oleh karena itu, jangan memakaikan popok yang terlalu sempit pada bayi agar pada saat disusui, tetap ada ruang di perut untuk ASI yang masuk.

Segera ganti apabila popok Si Kecil sudah penuh ya, Moms.

Tanda-tandanya adalah ia mudah menangis, rewel, ataupun menolak untuk menyusu. Perasaan tidak nyaman karena popok penuh juga bisa menjadi kesulitan Si Kecil menyusu dengan nyaman.

5. Jangan Sampai Anak Terlalu Kenyang

Cara Menyusu Bayi Kembar yang benar 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah beberapa kali menyusui bayi, orang tua akan terbiasa dan mengetahui kapan kira-kira bayi merasa kenyang.

Cara menyusui bayi yang benar adalah dengan tidak memaksakan Si Kecil menyusu terlalu sering.

Termasuk saat bayi memperlihatkan reaksi penolakan setelah beberapa saat menyusu seperti menghindari puting, itu pertanda bayi sudah merasa kenyang.

Jangan membuat perut bayi terlalu penuh agar tidak terjadi gumoh atau muntahan yang keluar.

6. Mengatur Posisi Nyaman

cara menyusu bayi yang benar dan posisi menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara menyusui bayi yang benar satu ini juga tak kalah ketinggalan. Mengatur posisi nyaman saat menyusui adalah kunci keberhasilannya.

Tenangkan diri dalam posisi yang nyaman untuk Moms dan bayi.

Pilihkan tempat menyusu yang nyaman, misalnya menyusui di sofa, kursi atau di tempat tidur, baik disandarkan atau berbaring.

Jika Moms menyusu sambil duduk, tambah bantal di pangkuan untuk membantu tubuh bayi lebih tinggi dan mencegah bayi tersedak.

Sangga juga lengan Moms agar tidak pegal, karena mencoba menopang bayi sendiri dapat menyebabkan kram dan nyeri lengan.

Baca Juga: Bayi Tidak Mau Menyusu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

7. Posisi Bayi yang Benar

cara menyusu bayi yang benar dan manfaatnya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selama menyusui, kemungkinan besar bayi akan menemukan posisi yang terbaik untuknya.

Perhatikan cara menyusui bayi yang benar agar ia tidak mudah muntah setelah menyusui.

Setiap bayi memiliki cara berbeda, tetapi ada beberapa pedoman umum yang dapat Moms gunakan untuk menemukan posisi yang cocok untuk buah hati, antara lain:

  • Bayi harus diposisikan mulutnya sejajar dengan puting susu.
  • Bayi seharusnya tidak perlu banyak menoleh.
  • Kepala harus sedikit dimiringkan ke belakang.
  • Jika memungkinkan, mulutnya mereka harus menempel di seluruh areola, bukan hanya pada puting.
  • Dagu harus tepat di atas payudara sehingga hidung tampak jelas.

Hal yang terpenting dalam cara menyusui bayi yang benar adalah dengan tidak memaksakan pedoman ini terpenuhi.

Si Kecil mungkin lebih menyukai posisi yang sedikit berbeda. Biarkan saja hal itu terjadi secara alami. Moms cukup memastikan bahwa bayi nyaman dan dapat bernapas saat menyusu.

8. Mengganti Sisi Payudara

10 Aturan untuk Ibu Menyusui Menurut Islam, Jangan Abaikan!

Foto: Orami Photo Stock

Cara menyusui bayi yang benar agar tidak muntah adalah dengan mengganti sisi payudara beberapa kali selama menyusui.

Ketika Moms menerapkan cara menyusui bayi yang benar ini, lakukan secara bertahap.

Susui beberapa menit pada satu payudara, berpindah ke payudara lainnya selama beberapa menit, kemudian kembali ke payudara pertama lagi dan seterusnya.

Jika Moms menyusui hanya dari satu payudara karena payudara yang lain perlu diistirahatkan, Moms harus terus memompa atau memeras ASI agar tetap menghasilkan ASI.

Pasokan ASI akan turun di payudara itu jika tidak mendapat stimulasi yang teratur.

Baca Juga: Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

Itu dia Moms beberapa cara menyusui bayi yang benar agar Si Kecil tidak muntah. Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Si Kecil akan mendapatkan ASI yang ia butuhkan.

Tetap semangat mengASIhi ya, Moms!

  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02630
  • https://kidshealth.org/en/parents/breastfeed-often.html#:~:text=How%20Long%20Does%20Nursing%20Take,10%20minutes%20on%20each%20side.
  • https://www.parents.com/baby/breastfeeding/basics/nursing-101-all-about-breastfeeding/
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/breastfeeding/basics/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait