Kesehatan Umum

21 Oktober 2021

Bibir Bayi Putih seperti Sariawan, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bibir bayi putih dan pecah-pecah adalah kondisi yang umum terjadi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Debora

Moms mungkin pernah mendapati bibir bayi putih yang terlihat seperti sariawan.

Kondisi bibir bayi putih ini terbilang cukup umum khususnya di masa awal kehidupan.

Bayi yang baru lahir terkadang mengalami kulit kering yang menyebabkan bibir pecah-pecah.

Kondisi ini terjadi akibat kulit sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim.

Beberapa pengobatan rumahan dapat membantu mengatasi bibir bayi putih dan meredakan ketidaknyamanannya.

Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini, ya, Moms!

Baca juga: Mengenal Sianosis, Kondisi Bibir Bayi Hitam yang Berbahaya

Penyebab Bibir Bayi Putih seperti Sariawan

penyebab bibir bayi putih

Foto: Medical News Today

Bibir bayi putih merupakan kondisi yang umum terjadi, sehingga Moms tidak perlu mengkhawatirkannya.

Namun, ada beberapa penyebab yang membuat bibir bayi pecah-pecah dan menjadi putih.

1. Dehidrasi

Bayi baru lahir dapat mengalami dehidrasi jika mereka tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula.

Pada hari-hari dengan cuaca yang sangat panas, bayi mungkin memerlukan makanan tambahan untuk mencegah dehidrasi.

Jumlah popok basah yang harus dimiliki bayi dalam periode 24 jam tergantung pada usianya.

Bayi baru lahir cenderung menghasilkan sekitar empat atau lebih tinja per hari di minggu-minggu awal.

Jumlah ini kemungkinan akan menurun setelah 6 minggu.

Tanda-tanda dehidrasi lainnya pada bayi meliputi:

  • Ubun-ubun cekung, yang merupakan "titik lemah" di kepala bayi
  • Mata cekung
  • Menangis tanpa air mata
  • Kulit kering
  • Tangan atau kaki yang dingin dan bernoda
  • Kantuk
  • Detak jantung yang cepat

2. Skin Shedding

Bayi yang baru lahir biasanya akan kehilangan beberapa lapisan kulit setelah lahir, karena kulit mereka menyesuaikan diri dengan dunia luar.

Ini adalah proses yang normal, dan dapat menyebabkan kulit mengelupas dan bibir kering.

Bayi baru lahir memiliki insting mengisap yang kuat, sehingga mereka dapat terus mengisap atau menjilat bibirnya bahkan saat mereka tidak sedang menyusu.

Hal ini dapat menyebabkan bibir menjadi kering karena air liur pada bibir menguap dan membuat bibir lebih dehidrasi dari sebelumnya.

3. Kulit Sensitif

Bayi baru lahir dengan kulit sensitif lebih tinggi risiko mengalami bibir pecah-pecah atau bibir bayi putih sebagai reaksi terhadap iritasi.

Beberapa bayi baru lahir sensitif terhadap kosmetik, misalnya, sehingga mencium bayi saat memakai riasan bisa memicu ruam dan menyebabkan munculnya retakan di bibir.

Kain, tisu, losion, dan krim juga bisa memicu reaksi pada beberapa bayi.

4. Pengobatan

Bibir bayi putih dapat terjadi karena efek samping dari obat-obatan tertentu.

Moms harus mendiskusikan kemungkinan efek samping dari obat apa pun dengan dokter atau dokter anak sebelum memberikannya kepada bayi yang baru lahir.

Baca juga: 4 Cara Mengatasi Bibir Kering pada Bayi

5. Perubahan Cuaca

Panas, dingin, dan angin dapat menyebabkan bibir bayi putih saat mereka baru lahir.

Cuaca yang berfluktuasi bisa menarik kelembapan dari kulit dan dapat membuat bibir bayi kering dan bibir pecah-pecah.

6. Kekurangan Gizi

Bibir bayi putih bisa menjadi tanda bahwa bayi baru lahir kekurangan nutrisi tertentu, tetapi kondisi ini jarang terjadi.

Tanpa keseimbangan nutrisi yang tepat, bibir mungkin tidak terlihat sehat.

Moms yang menduga bahwa bayi mereka yang baru lahir memiliki kekurangan gizi harus berbicara dengan dokter.

7. Penyakit Kawasaki

Penyakit Kawasaki adalah kondisi langka yang menyerang bayi dan anak-anak.

Kondisi ini menyebabkan demam berkepanjangan dan radang pembuluh darah.

Korean Journals of Pediatric menjelaskan penyakit Kawasaki biasanya muncul antara usia 6 bulan dan 2 tahun.

Kejadiannya sangat rendah pada bayi di bawah 3 bulan.

Selain merah, bibir pecah-pecah, penyakit Kawasaki dapat menyebabkan demam, ruam merah, serta lengan dan kaki bengkak.

Baca juga: Penyakit Kawasaki pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Pengobatan Rumahan untuk Bibir Bayi Putih

Pengobatan bibir bayi putih

Foto: Orami Photo Stock

Bibir bayi putih dapat diatasi dengan pengoabtan rumahan.

Namun, saat kondisinya semakin parah atau kronis sebaiknya Moms segera menghubungi dokter ya.

Berikut pengobatan rumahan yang dapat mengatasi bibir putih, jangan ragu untuk dicobanya.

1. Gosokkan Lalonin pada Bibir Bayi

Saat menyusui, banyak orang menggunakan krim lanolin untuk membantu menenangkan puting yang pecah-pecah.

Krim ini aman digunakan pada bibir kering bayi baru lahir dan dapat membantu menenangkan dan menghidrasi dengan baik.

2. Oleskan ASI

ASI mengandung antibodi yang dapat membantu melawan penyakit.

Pada hari-hari pertama setelah melahirkan, air susu ibu mengandung kolostrum, yang dapat melindungi bayi baru lahir dari bakteri dan virus.

Pediatric Clinics of North America menyebutkan, ASI mengandung ratusan hingga ribuan molekul bioaktif berbeda yang melindungi terhadap infeksi dan peradangan dan berkontribusi pada pematangan kekebalan, perkembangan organ, dan kolonisasi mikroba yang sehat.

Menerapkan beberapa tetes ASI ke bibir yang kering dan pecah-pecah dapat membantu menenangkan dan melembabkannya.

Selain itu, ASI juga dapat menurunkan risiko infeksi.

3. Oleskan Minyak atau Petroleum Jelly

Minyak alami, seperti minyak zaitun dan minyak kelapa, memiliki sifat melembapkan.

Mengoleskan sejumlah kecil minyak ini ke bibir bayi yang baru lahir dapat melembutkan kulit dan mengurangi kekeringan.

Petroleum jelly dapat membantu mengunci kelembapan.

Menerapkan lapisan tipis petroleum jelly sebelum tidur akan melindungi bibir dari air liur yang bisa mengeringkannya dalam semalam.

Moms harus menggunakan petroleum jelly dengan hati-hati, karena bisa menyebabkan diare, sakit perut, atau batuk jika bayi menelannya.

Baca juga: Perhatikan Jika Bibir Bayi Biru, Waspadai Sianosis!

4. Beri Makan Bayi Lebih Teratur

Bayi yang baru lahir dapat dengan cepat mengalami dehidrasi kecuali jika mereka menyusu secara berkala.

Bibir pecah-pecah dapat menjadi tanda dehidrasi pada bayi yang kurang makan atau sedang sakit atau muntah.

Center for Disease Control and Prevention menjelaskan, setiap bayi memiliki jadwal makan yang berbeda.

Selama beberapa minggu pertama hingga bulan kehidupan, bayi yang disusui biasanya menginginkan susu setiap 1-3 jam, atau sekitar delapan hingga 12 kali selama 24 jam.

Jika bayi yang mengalami bibir pecah-pecah tampaknya makan lebih sedikit dari biasanya atau memiliki lebih sedikit popok basah, mereka mungkin mengalami dehidrasi.

Saat Moms mencurigai bahwa bayinya mengalami dehidrasi, mereka harus segera mencari perhatian medis.

5. Gunakan Pelembap Udara

Menjaga kelembapan udara dapat membantu mencegah kulit bayi yang baru lahir mengering.

Humidifier membantu meningkatkan tingkat kelembapan di atmosfer, dan menggunakannya di kamar bayi dapat membantu menjaga kulit dan bibir mereka tetap terhidrasi.

6. Gunakan Lip Balm yang Aman untuk Bayi

Pengasuh harus menghindari penggunaan lip balm dewasa pada bayi baru lahir dan hanya menggunakan produk yang telah lulus uji keamanan untuk bayi.

Lip balm yang cocok untuk bayi dan bayi biasanya mengandung bahan-bahan alami, dan tidak boleh mengandung bahan kimia yang sama dengan lip balm dewasa.

Namun, sebelum menggunakan produk baru pada bayi baru lahir, Moms harus berbicara dengan dokter atau dokter anak mereka tentang segala kemungkinan risiko.

Baca juga: 5 Rekomendasi Lip Balm Bayi Terbaik, Menjaga Bibir Si Kecil Tetap Lembap

Cara Mencegah Bibir Bayi Putih

Mencegah bibir bayi putih

Foto: Orami Photo Stock

Moms dapat mengambil tindakan pencegahan tertentu untuk menurunkan risiko bayi baru lahir mengalami bibir pecah-pecah, termasuk:

1. Jaga Suhu Lingkungan Rumah

Menjaga rumah pada suhu lingkungan yang konsisten dan menggunakan pelembap udara membantu mencegah udara menjadi terlalu kering.

2. Gunakan Pakaian Bayi yang Sesuai

Memastikan bahwa bayi mengenakan pakaian yang sesuai dengan cuaca saat berada di luar ruangan dapat melindunginya dari dingin, matahari, dan angin.

3. Hindari Penggunaan Krim

Menyadari bahwa kulit bayi lebih tipis dan lebih sensitif daripada kulit orang dewasa dan menghindari penggunaan losion atau krim apa pun kecuali aman untuk bayi dapat mengurangi risiko bibir kering.

4. Beri Makan Bayi secara Teratur

Memberi makan bayi baru lahir secara teratur dan meningkatkan pemberian makan dalam cuaca panas dapat membantu menjaga bayi tetap terhidrasi.

Demikian penjelasan mengenai penyebab dan cara mengatasi bibir bayi putih seperti sariawan.

Semoga artikelnya bermanfaat untuk kesehatan Si Kecil yang baru lahir.

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/323179#prevention
  • https://www.healthline.com/health/baby/blister-on-baby-lip#takeaway
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait