Kesehatan

KESEHATAN
16 Oktober 2020

Mengenal Panic Disorder, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selain terapi, gaya hidup sehat bisa membantu meredakan panic disorder
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Amelia Puteri

Tidak mudah menjalani aktivitas keseharian bagi orang dengan panic disorder atau gangguan panik. Karena serangan panik yang berupa gelombang dari rasa takut yang intens secara tiba-tiba bahkan berlangsung beberapa menit, bisa datang kapan saja dan di mana saja.

Menurut The National Institute of Mental Health, para pengidap gangguan panik hidup dalam ketakutan akan serangan panik.

Jika Moms mengidap gangguan ini, kita mungkin mengalami serangan panik ketika kita tiba-tiba merasa mendapatkan teror yang luar biasa, namun tidak memiliki penyebab yang jelas.

Selain itu, kita juga mungkin mengalami gejala fisik, seperti jantung berdetak kencang, kesulitan bernapas, dan berkeringat.

Nah, jika kita mengalami gejala serangan panik, kita disarankan mencari perawatan medis darurat. Karena kebanyakan orang yang mengalami serangan panik untuk pertama kalinya, akan mengira bahwa mereka mengalami serangan jantung.

Mereka juga tidak tahu cara meredakan kondisi yang ternyata mereka derita.

Pada saat kondisi ini terjadi, mungkin jantung ikut berdegup kencang, berkeringat, dan Moms merasa seperti tidak bisa bernapas atau berpikir. Kemudian, serangan ini tidak dapat diprediksi kapan datangnya bahkan tanpa pemicu yang jelas.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dan bertanya tentang riwayat kesehatan kita untuk memastikan bahwa masalah fisik yang tidak berhubungan dan tidak menyebabkan gejala serangan panik yang kita alami.

Selanjutnya, dokter mungkin merujuk kita pada seorang spesialis kesehatan mental, seperti psikiater atau psikolog.

Jangan dibiarkan ya Moms, karena panic disorder yang tidak diobati dapat menurunkan kualitas hidup kita.

Karena ini dapat menyebabkan ketakutan dan gangguan kesehatan mental lainnya, termasuk masalah di tempat kerja atau sekolah, dan juga memicu isolasi sosial.

Lalu, seperti apa kondisi panic disorder yang bisa terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya? Cari tahu jawabannya berikut ini, Moms.

Baca Juga: Perbedaan Serangan Panik dan Serangan Cemas

Pengertian Panic Disorder

pengertian panic disorder

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip The National Institute of Mental Health Information Resource Center, orang dengan panic disorder memiliki serangan ketakutan berulang dan tiba-tiba, yang berlangsung selama beberapa menit atau lebih lama. Ini disebut serangan panik.

Serangan panik atau panic attack ditandai oleh ketakutan akan bencana atau kehilangan kendali, bahkan ketika tidak ada bahaya yang nyata.

Seseorang mungkin juga memiliki reaksi fisik yang kuat selama serangan panik. Bahkan, bisa terasa seperti mengalami serangan jantung.

Serangan panik ini dapat terjadi kapan saja. Banyak pengidap kondisi ini khawatir dan takut akan kemungkinan mengalami serangan lain.

Seseorang dengan gangguan panik bisa jadi merasa putus asa dan malu karena dia tidak dapat melakukan rutinitas normal seperti pergi ke sekolah atau bekerja, pergi ke toko kelontong, atau mengemudi.

Berdasarkan Anxiety and Depression Association of America, serangan ini sering terjadi pada akhir fase remaja atau fase dewasa awal pada usia 18-25 tahun. Lebih banyak perempuan daripada pria yang memiliki kondisi ini.

Tetapi tidak semua orang yang mengalami serangan panik akan mengalami panic disorder.

Baca Juga: Benarkah Penderita Diabetes Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kecemasan?

Penyebab Panic Disorder

panic disorder

Foto: Orami Photo Stock

Ada dua hal yang jadi penyebab dan pemicu panic disorder. Berikut ulasannya.

1. Genetik

Penyebab panic disorder tidak dipahami dengan jelas. Namun, penelitian telah menunjukkan bahwa kondisi ini mungkin terkait secara genetik.

Karena itu, gangguan panik kadang-kadang terjadi dalam keluarga, tetapi tidak ada yang tahu pasti mengapa beberapa anggota keluarga memilikinya sementara yang lain tidak.

2. Transisi Kehidupan

Penyebab berikutnya dikaitkan dengan transisi signifikan yang terjadi dalam kehidupan.

Seperti meninggalkan kuliah, menikah, atau memiliki anak pertama, semua fase ini adalah transisi kehidupan utama, yang dapat membuat stres dan mengarah pada perkembangan panic disorder.

Para peneliti telah menemukan bahwa beberapa bagian otak, serta proses biologis, memainkan peran kunci dalam ketakutan dan kecemasan.

Beberapa peneliti berpikir bahwa pengidap kondisi ini salah mengartikan sensasi tubuh yang tidak berbahaya sebagai ancaman.

Dengan mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana fungsi otak dan tubuh pada orang dengan gangguan panik, para ilmuwan mungkin dapat menciptakan perawatan yang lebih baik.

Para peneliti juga mencari cara di mana stres dan faktor lingkungan dapat berperan sebagai penyebab panic disorder.

Baca Juga:

Gejala Panic Disorder

panic diorder

Foto: Orami Photo Stock

Orang dengan panic disorder mungkin memiliki gejala-gejala seperti serangan panik yang tiba-tiba dan berulang dari kecemasan dan ketakutan yang luar biasa.

Bisa juga perasaan berada di luar kendali, atau ketakutan akan kematian atau kehancuran yang akan datang selama serangan panik.

Gejala fisik selama serangan panik, seperti jantung berdebar atau berdetak kencang, berkeringat, menggigil, gemetar, masalah pernapasan, lemah atau pusing, tangan yang kesemutan atau kebas, nyeri dada, sakit perut, dan mual.

Kekhawatiran yang intens tentang kapan serangan panik berikutnya akan terjadi, serta ketakutan atau penghindaran tempat-tempat di mana serangan panik telah terjadi di masa lalu juga menjadi gejalanya.

Gejalanya sering terjadi tanpa alasan yang jelas. Biasanya, gejalanya tidak sebanding dengan tingkat bahaya yang ada di lingkungan.

Karena serangan ini tidak dapat diprediksi, mereka dapat secara signifikan memengaruhi fungsi tubuh. Karena itu, penderitanya harus segera mencari pengobatan dan selalu waspada ya Moms.

Baca Juga: Kenali 6 Tipe Gangguan Kecemasan pada Anak

Cara Meredakan Panic Disorder

cara mengatasi panic disorder

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan untuk gangguan panik berfokus pada mengurangi atau menghilangkan gejala yang kita alami. Ini bisa dicapai melalui terapi dengan seorang profesional yang memenuhi syarat.

Dalam beberapa kasus, obat-obatan juga termasuk dalam cara meredakan panic disorder. Terapi biasanya melibatkan terapi kognitif-perilaku (CBT).

Terapi ini mengajarkan kita untuk mengubah pikiran dan tindakan sehingga kita dapat memahami serangan Anda dan mengelola rasa takut.

1. Cara Meredakan Panic Disorder dengan Obat

Sementara obat yang digunakan untuk mengobati gangguan panik adalah selective serotonin reuptake inhibitor (SSRIs), kelas antidepresan. SSRI yang diresepkan untuk gangguan panik antara lain, fluoxetine, paroxetine dan sertraline.

Obat lain yang kadang digunakan untuk mengobati gangguan panik juga termasuk: inhibitor reuptake serotonin-norepinefrin (SNRI), kelas antidepresan lain, obat anti kejang,

Bisa juga dengan benzodiazepin (umumnya digunakan sebagai obat penenang) termasuk diazepam atau clonazepam, serta monoamine oxidease inhibitor (MAOIs), jenis antidepresan lain yang jarang digunakan karena efek samping yang jarang tetapi serius.

Jangan menyerah pada upaya perawatan terlalu cepat. Karena terapi dan pengobatan dapat membutuhkan waktu cukup lama untuk mampu meredakan panic disorder.

2. Cara Meredakan Panic Disorder Lainnya

Selain perawatan ini, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk meredakan panic disorder. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Beberapa cara meredakan kondisi ini yang bisa kita lakukan antara lain dengan memastikan cukup tidur dan berolahraga, makan makanan yang sehat, menghindari penggunaan stimulan seperti kafein.

Selain itu, penting juga agar Moms mulai beralih ke keluarga dan teman yang kita percayai untuk mendapatkan dukungan.

Cara Meredakan Panic Disorder dalam Jangka Panjang

cara meredakan panic disorder

Foto: Orami Photo Stock

Panic disorder biasanya merupakan kondisi kronis jangka panjang yang bisa sulit diobati. Beberapa orang dengan kelainan ini tidak merespon pengobatan dengan baik.

Orang lain mungkin memiliki periode ketika mereka tidak memiliki gejala dan periode ketika gejala mereka sangat intens. Sebagian besar orang dengan gangguan panik akan mengalami beberapa pengurangan gejala melalui perawatan.

Baca Juga: Ssstt, Ternyata Ini Alasan Pria Enggan Bicara soal Kesehatan Mental

Cara Mencegah Panic Disorder

Rumah Tangga Bermasalah, Perlukah Pergi ke Psikolog Pernikahan 01.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bisa jadi tidak mungkin untuk mencegah gangguan panik. Namun, kita dapat mengurangi gejala dengan menghindari alkohol dan stimulan seperti kafein serta obat-obatan terlarang.

Penting juga untuk memperhatikan jika kita mengalami gejala kecemasan setelah peristiwa dalam hidup yang cukup berat atau traumatis. Jika kita merasa terganggu oleh sesuatu yang dialami, diskusikan situasinya dengan psikolog atau psikiater kita.

Nah, itulah beberapa cara meredakan panic disorder dan cara mencegahnya. Selalu konsultasikan dengan dokter juga ya Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait