Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
07 Juni 2022

Moms, Sadari 5 Ciri-Ciri Kehamilan Ektopik Terganggu Lebih Dini

Jadi masalah serius di awal kehamilan
Moms, Sadari 5 Ciri-Ciri Kehamilan Ektopik Terganggu Lebih Dini

Kehamilan ektopik terganggu menjadi salah satu penyakit yang kerap mengancam di awal kehamilan.

Kondisi ini terjadi ketika telur yang dibuahi tumbuh di luar rongga utama uterus.

Sederhananya Moms memiliki anak di luar rahim dan biasa disebut kehamilan anggur.

Normalnya telur yang dibuahi terjadi di dalam rahim.

Namun, dalam hal ini kehamilan ektopik terganggu terjadi di daerah lain dari tubuh seperti indung telur, rongga perut, atau bagian bawah rahim.

Kondisi ini tak bisa dianggap enteng sebab bisa berisiko pada keguguran.

Baca Juga: Serba-Serbi Wisata Mangrove PIK, Menikmati Keindahan Hutan di Tengah Kota!

Ciri Kehamilan Ektopik Terganggu

begini cara mencegah kehamilan ektopik 01

Foto: begini cara mencegah kehamilan ektopik 01

Foto: Orami Photo Stock

Pada awalnya, kehamilan ektopik terganggu cenderung tidak menimbulkan gejala yang khas.

Tanda-tanda kehamilan ini mirip dengan kehamilan normal.

Biasanya, kehamilan ektopik terdeteksi pada usia kehamilan 4 minggu sampai 10 minggu.

Gejalanya baru akan terasa sekitar dua minggu setelah Moms terlambat haid.

Pada kasus kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan), kecil kemungkinan janin yang dikandung bisa bertahan hidup.

Namun, setelah usia kehamilan sudah lebih besar, akan muncul gejala lain yang mengindikasikan kehamilan ektopik terganggu, seperti:

1. Nyeri Perut

Nyeri perut adalah tanda khusus kehamilan ektopik terganggu.

Nyeri itu sangat hebat sehingga membuat wanita seperti merasakan perutnya terasa diremas-remas.

Nyeri ada di perut bagian bawah, nyeri tersebut sangat tajam saat awal muncul, perlahan-lahan nyeri tersebut bisa melebar ke seluruh bagian perut.

Jika digunakan untuk bergerak dan untuk beraktivitas, nyeri tersebut akan terasa semakin hebat.

2. Pendarahan Vagina

Bila mengalami perdarahan yang berwarna merah kecoklatan atau hitam dan berair, ada baiknya Moms memeriksakan diri ke dokter.

Perdarahan ini mungkin terjadi lebih ringan atau lebih berat dari biasanya.

Munculnya perdarahan ringan atau berat sangat erat dengan kondisi kehamilan ektopik terganggu.

Dan bila Moms telah diketahui positif hamil, segeralah kunjungi dokter kandungan.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Mengatasi Anak Susah Makan serta Panduan Berat Badan Anak Berdasarkan Usia

3. Nyeri pada Ujung Bahu

Ciri-ciri kehamilan ektopik lainnya adalah rasa nyeri tepat di ujung bahu. Bukan leher ataupun punggung.

Rasa sakit pada ujung bahu ini umumnya disertai gejala lain seperti tidak enak badan, sakit perut, pendarahan vagina, pingsan, atau perut terasa kembung.

Rasa nyeri pada ujung bahu ini disebabkan oleh perdarahan internal yang mengiritasi otot dada (yang membantu pernapasan) ketika menarik dan mengeluarkan napas.

Nyeri ujung bahu ini sangat berbeda dengan nyeri ketika stres.

Saat stres, bahu akan terasa lebih kaku dan bisa menjalar ke punggung serta leher. 

Sedangkan nyeri pada ujung bahu sebagai ciri-ciri kehamilan ektopik sangatlah khas.

Bila mengalaminya, Moms mungkin merasakan rasa sakit yang aneh yang belum pernah dirasakan sebelumnya. 

4. Muka Pucat

Penurunan kadar HB di dalam tubuh bisa menyebabkan wajah dan tubuh ibu hamil menjadi pucat sebab sel darah merah di dalam tubuh mengalami penurunan.

Agar kadar HB tidak semakin rendah diperlukan transfusi darah buat ibu yang mengalami gejala kehamilan ektopik terganggu.

5. Gangguan pada Pencernaan atau Kandung Kemih

Pada kehamilan yang normal, wanita akan mengalami perubahan pada sistem kerja kandung kemih serta pencernaan.

Namun bila ada gangguan yang tidak wajar, kamu perlu berhati-hati.

Di bawah ini adalah ciri-ciri kehamilan ektopik terganggu yang bisa dilihat dari gangguan pencernaan atau kandung kemih, di antaranya adalah:

  • Diare
  • Muntah-muntah
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat buang air besar
  • Rasa sakit yang tajam pada vagina

Baca Juga: Mengenal Radang Amandel, Kondisi Infeksi di Tenggorokan yang Kerap Menyerang Anak-anak

Penyebab Kehamilan Etopik Terganggu

top img kehamilan ektopik

Foto: top img kehamilan ektopik

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan ektopik terganggu tidak terjadi begitu saja.

Ketidaknormalan ini disebabkan karena beberapa faktor yang berasa dari luar maupun dari dalam diri seorang wanita.

Beberapa hal yang berpotensi menyebabkan kehamilan ektopik terganggu adalah sebagai berikut:

1. Faktor Genetik

Jika seorang wanita mempunyai riwayat keluarga yang pernah mengalami kehamilan ektopik terganggu, kemungkinan besar jenis kehamilan ini bisa terjadi dalam diri mereka.

Faktor genetik yang satu ini akan sangat sulit dicegah maupun dihindari karena sifat-sifat gen tersebut sudah tertanam permanen dalam kromosom.

2. Ketidakseimbangan Hormon Dalam Tubuh Wanita

Melansir Journal of Research in Medical Sciences, hormon reproduksi dalam tubuh wanita yang produksinya tidak seimbang juga bisa menyebabkan kehamilan ektopik terganggu.

Sebab, dengan tidak seimbangnya hormon, proses reproduksi juga terganggu sehingga telur yang berhasil dibuahi tidak bisa menempel di dinding rahim.

3. Menggunakan Alat Kontrasepsi Spiral

Alat kontrasepsi spiral mempunyai risiko yang sangat besar.

Hal ini dikarenakan ala tersebut langsung dimasukkan ke dalam mulut rahim.

Jika alat tersebut mengalami pergeseran di dalam, bisa melukai dinding rahim dan menyebabkan adanya kehamilan ektopik tersebut.

4. Merokok

Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang sangat tidak baik untuk kehamilan.

Selain menyebabkan janin tidak bisa berkembang, hal ini juga sangat mungkin menyebabkan kehamilan di luar kandungan atau yang biasa disebut dengan kehamilan ektopik.

Oleh sebab itu, Moms harus menghindari rokok agar kehamilan dan organ reproduksi mereka tetap sehat.

5. Organ Reproduksi Tidak Berkembang Normal

Jika beberapa organ reproduksi yang mendukung jalannya kehamilan seperti halnya rahim, tuba fallopi, dan uterus tidak berkembang normal, kehamilan ektopik pun akan sangat mudah terjadi.

Juga, biasanya gangguan pada organ tersebut diakibatkan oleh proses operasi pada bagian sekitar pinggul wanita yang mengalami masalah.

Baca Juga: 8 Jenis Lensa Kacamata, Tak Hanya Minus, Plus, dan Silinder Saja, Lho!

Faktor Risiko Kehamilan Ektopik Terganggu

kehamilan-ektopik

Foto: kehamilan-ektopik

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak faktor risiko Moms mengalami kehamilan ektopik terganggu:

  • Mengidap penyakit radang panggul

Kondisi ini bisa akibat infeksi klamidia yang menular melalui hubungan seksual.

Ini menyebabkan kerusakan saluran telur (tuba falopi).

  • Memiliki endometriosis tuba

Kondisi ini meningkatkan risiko luka dan perlengketan di saluran telur (tuba falopi).

  • Pernah mengalami pembedahan di bagian perut

Misalnya, operasi usus buntu atau operasi sesar.

  • Hamil melalui program bayi tabung

Moms harus memeriksa dimana embrio ditanamkan.

  • Merokok

Sekitar 11 persen kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) disebabkan rokok.

  • Sudah pernah mengalami kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)

Pada perempuan yang memiliki riwayat ini, risikonya meningkat dari 1: 100 menjadi 1: 10 orang.

  • Hamil pada usia kurang subur (sudah cukup tua)

Sebenarnya, kelainan kehamilan ini bisa terjadi pada wanita yang telah aktif melakukan hubungan intim dengan pasangan.

Meski begitu, memang benar jika kehamilan pada usia 35 tahun atau lebih akan meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini.

Baca Juga: 6 Wisata Sungai Aare, Lokasi Wisata di Swiss dengan Sejuta Keindahan

Diagnosis Kehamilan Ektopik Terganggu

kehamilan ektopik terganggu

Foto: kehamilan ektopik terganggu

Foto: Orami Photo Stock

Dokter melakukan pemeriksaan daerah panggul dan perut untuk memastikan adanya perdarahan pada daerah sekitar yang diakibatkan pecahnya hasil pembuahan.

Beberapa pemeriksaan penunjang berikut diperlukan untuk memastikan diagnosis kehamilan ektopik:

  • Tes kehamilan

Dokter dapat meminta tes kehamilan dari darah berupa kadar hCG untuk memastikan pengidap benar-benar hamil.

  • USG

Dilakukan untuk melihat adanya kantong kehamilan pada lokasi-lokasi tertentu seperti di saluran indung telur.

USG dapat dilakukan melalui vagina (USG transvagina) atau dapat melalui dinding perut (USG abdomen).

  • Darah rutin

Tes darah rutin dapat dilakukan untuk melihat apakah pengidap mengalami anemia yang diakibatkan oleh perdarahan dari pecahnya kantung kehamilan.

Dokter dapat merencanakan pemberian transfusi dari hasil tes darah rutin.

Cara Mengobati Kehamilan Ektopik Terganggu

kehamilan ektopik terganggu

Foto: kehamilan ektopik terganggu (Shutter Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Penanganan kehamilan ektopik terganggu dilakukan dengan operasi atas pertimbangan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. 

Oleh karena kehamilan ektopik dapat mengancam nyawa, maka deteksi dini dan keputusan untuk mengakhiri kehamilan disesuaikan dengan prosedur yang disarankan oleh pihak rumah sakit.

Pengobatan kehamilan ektopik dapat dilakukan dengan cara berikut.

1. Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan methotrexate untuk pasien, untuk menghentikan pertumbuhan dan perkembangan janin.

Pemberian methotrexate dianjurkan pada kehamilan ektopik terganggu yang telah terdeteksi sejak dini dan tanpa perdarahan tidak stabil.

Dokter akan memberikannya dalam bentuk injeksi (disuntikkan).

Sebelum Moms mengonsumsi metotreksat, dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar hCG dan fungsi organ tertentu.

Biasanya, dokter hanya memberikan satu dosis dari obat ini.

Namun jika kadar hCG belum berkurang signifikan setelah pemberian dosis pertama, dosis metotreksat selanjutnya dapat diberikan.

Efek samping methotrexate mirip dengan gejala keguguran, yaitu kram serta perdarahan yang mengandung jaringan.

Jika gejela-gejala ini muncul, operasi lebih lanjut jarang diperlukan.

2. Operasi

Untuk kehamilan yang sudah berusia lebih dari beberapa minggu, operasi adalah tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripada obat-obatan

Apabila memungkinkan, akan dilakukan operasi pembedahan ke dalam bagian dalam rongga perut dan panggul.

Setiap perawatan memiliki manfaat dan risikonya masing-masing.

Dokter mungkin akan menyesuaikan perawatan berdasarkan gejala dan hasil tes yang sudah dilakukan.

Baca Juga: 8 Pantangan Makanan untuk Sakit Tumit, Hindari Yuk Moms!

Cara Mencegah Kehamilan Ektopik Terganggu

begini cara mencegah kehamilan ektopik 02

Foto: begini cara mencegah kehamilan ektopik 02

Foto: Orami Photo Stock

Pada dasarnya tidak ada hal yang pasti dapat mencegah kehamilan ektopik terganggu, tapi ini ada cara untuk mengurangi risikonya antara lain:

  • Berhenti merokok

Wanita yang merokok akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami kehamilan ektopik.

  • Berhubungan seksual secara aman, misalnya dengan menggunakan kondom

Hal ini dapat mengurangi risiko kehamilan ektopik dan melindungi seseorang dari penyakit menular seksual.

  • Deteksi dini dengan memeriksakan diri ke dokter

Risiko kehamilan ektopik memang tidak bisa dihindari 100 persen.

Namun, Moms dapat mengurangi komplikasi dengan melakukan deteksi dini.

Jika Moms memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya, konsultasikan dengan dokter sebaiknya ditingkatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Baca Juga: Filosofi Warna Merah Muda dan Maroon, Melambangkan Euforia serta Meningkatkan Adrenalin

Kapan Boleh Mencoba Hamil Lagi?

kehamilan ektopik terganggu

Foto: kehamilan ektopik terganggu (womensvoice.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sebetulnya tidak ada bukti cukup yang bisa menentukan harus menunggu seberapa lama untuk mencoba lagi setelah mengalami kehamilan ektopik.

Mengutip dari The Ectopic Pregnancy Trust, para ahli kandungan menyarankan untuk mencoba hamil kembali setelah 3 bulan atau sekitar 2 sampai 3 kali masa mentruasi Moms lewat.

Hal ini bukan tanpa tujuan. Pasalnya, menunggu selama 3 bulan berfungsi untuk mengembalikan siklus haid yang normal sebelum memulai mencoba hamil kembali.

Beberapa laporan yang menunjukkan seseorang bisa sukses hamil lagi setelah 18 bulan pasca-kehamilan ektopik dengan tingkat kesuksesan 65 persen.

Penelitian lain Case Reports in Women's Health, juga melaporkan bahwa 85 persen wanita bisa hamil lagi bila memberikan jeda waktu selama 2 tahun setelah kehamilan ektopik.

Baca Juga: Review Popok Goon Pants oleh Moms Orami, Fiturnya Lengkap dan Tidak Menyebabkan Ruam!

Itu dia Moms penjelasan mengenai kehamilan ektopik terganggu, apakah Moms pernah mengalami kondisi tersebut?

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5885999/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4268192/
  • https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ectopic-pregnancy
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ectopic-pregnancy/symptoms-causes
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/ectopic-pregnancy