Kesehatan Umum

28 Juli 2021

Cyclist's Palsy: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi

Mengenal cyclist's palsy, penyakit yang sering dialami pecinta sepeda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bersepeda merupakan olahraga yang belakangan ini memiliki banyak penggemar, baik di Indonesia dan luar negeri. Salah satu masalah yang sering dialami oleh Moms yang suka bersepeda adalah cedera tangan yang menyebabkan mati rasa dan kesemutan. Kondisi ini sering disebut sebagai cyclist's palsy.

Journal of Neurological Science menjelaskan cyclist's palsy adalah sindrom kompresi distal saraf ulnaris yang dapat berkembang setelah bersepeda dalam waktu lama.

Kondisi ini adalah cedera titik kontak stang yang melibatkan iritasi, kompresi, dan penyumbatan parsial selanjutnya dari saraf ulna di kanal Guyons -sisi jari kelingking pergelangan tangan.

Kata palsy digunakan karena dalam beberapa kasus masalah ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada tangan Moms.

Baca juga: 4 Manfaat Bersepeda untuk Kesehatan Anak

Penyebab Cyclist's Palsy

penyebab Cyclist Palsy

Foto: freepik.com

Cyclist's palsy dapat disebabkan oleh getaran yang berlebihan dari tanah melalui sepeda, menyebabkan pukulan berulang pada pangkal telapak tangan dan/atau jumlah berat badan yang dipindahkan melalui tangan ke setang.

Masalah ini dapat menjadi lebih buruk ketika pergelangan tangan dipegang untuk waktu yang lama dalam posisi statis yang diperpanjang, ini menempatkan peregangan (traksi) pada saraf saat sedang dikompres. Kondisi ini paling umum dialami oleh pengendara sepeda jarak jauh.

Baca juga: Ini Kelebihan dan Kekurangan Balancing Bike dan Sepeda dengan Roda Bantu, Pilih Mana?

Gejala Cyclist's Palsy

gejala Cyclist Palsy

Foto: freepik.com

Penyumbatan saraf ulna dapat menyebabkan perubahan sensorik di sisi jari kelingking tangan. Saat hal ini terjadi, Moms mungkin akan mengalami mati rasa dan kesemutan.

Moms juga mungkin mengalami rasa sakit, kelemahan, kram dan kecanggungan. Dalam kasus yang lebih lanjut, deformitas cakar tangan dapat terlihat.

Perubahan kekuatan dan gerakan biasanya kurang terlihat daripada perubahan sensorik, oleh karena itu sering diabaikan dan terus berputar (terus menekan saraf), sampai gejala yang lebih melemahkan berkembang.

Karena sering diabaikan, banyak sekali Moms yang mengalami kondisi yang sangat parah saat terkena masalah ini. Jadi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli ya Moms. Agar kondisinya tidak semakin parah.

Baca juga: Bersepeda saat Pandemi, Ini Aturannya Menurut Dokter

Cara Mengatasi Cyclist's Palsy

Cara mengatasi Cyclist Palsy

Foto: freepik.com

Kompresi pada saraf ulna perlu dihilangkan atau diminimalkan agar terjadi penyembuhan. Ketika gejalanya ringan, sebaiknya Moms mulai memperbaiki postur tubuh saat bersepeda. Karena hal ini dapat meminimalisir terjadinya cyclist's palsy pada Moms.

Jika hal ini juga tidak memperbaiki kondisi Moms, sebaimknya berhenti bersepeda untuk sesaat hingga kondisi mulai membaik.

Di masa beristirahat sebaiknya Moms mulai berkonsultasi dengan fisioterapis atau dokter spesialis olahraga. Semakin cepat mendapat penanganan, kondisi ini juga akan semakin cepat kondisi Moms akan pulih

Nantinya, fisioterapis Moms mungkin akan memberikan perawatan termasuk beberapa perawatan anti-inflamasi. Selain itu, latihan pada kekuatan inti dan batang tubuh, ditambah latihan khusus untuk memperkuat otot tangan dan saraf dapat membantu pemulihan.

Selain itu, pemeriksaan lanjutan pada punggung dan leher juga mungkin diperlukan. Hal ini dapat mengurangi komplikasi yang terjadi pada otot Moms.

Baca juga: 5 Manfaat Bersepeda Bagi Wanita

Cara Mencegah Cyclist's Palsy

cara mencegah Cyclist Palsy

Foto: freepik.com

Ada banyak penyesuaian postur dan sepeda sederhana yang dapat Moms lakukan untuk mencegah terjadinya atau terulangnya cyclist's palsy.

Setidaknya ada tiga posisi berbeda untuk dipegang tangan pada setang, dan berpindah secara teratur di antara posisi ini akan meningkatkan aliran darah ke saraf dan mengubah tekanan.

Secara sadar mencoba untuk mengendurkan cengkeraman, hindari pegangan keras dan tubuh bagian atas. Selain itu, pastikan ada sedikit tikungan di siku saat berkendara akan membantu mendistribusikan penyerapan benturan dan guncangan dari permukaan jalan ke seluruh anggota tubuh bagian atas.

Sarung tangan empuk dan setang juga dapat membantu dalam hal ini. Jauhkan beban sebanyak mungkin dari lengan, yang dapat dilakukan dengan meningkatkan kekuatan inti dan menyesuaikan sepeda untuk memastikan setang Moms tidak terlalu rendah atau kursi tidak terlalu tinggi dan miring ke depan.

Latihan pengembangan kekuatan inti yang baik adalah mengayuh sepeda stasioner dengan tangan dari sepeda, sambil menjaga bagasi tetap pada posisinya. Semoga cara di atas mampu mencegah terjadinya cyclist's palsy.

British Jornal of Sport Medicine menjelaskan pengendara sepeda sangat rentan terhadap cedera tungkai bawah, tetapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi cedera pada tangan.

Baca juga: Manfaat Bersepeda untuk Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasannya!

Bersepeda akan semakin menyenangkan jika dilakukan dengan postur tubuh ya benar ya Moms. Selain itu, risiko cyclist's palsy juga akan berkurang. Semoga penjelasan di atas bermanfaat ya.

  • https://www.220triathlon.com/training/injuries/cyclist-palsy-what-it-is-and-how-to-treat-it/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait