24 Januari 2022

Kenali Penyakit Divertikulitis, Mulai dari Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Infeksi pada usus besar akibat pola makan kurang serat
Kenali Penyakit Divertikulitis, Mulai dari Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Foto: Orami Photo Stock

Rasa sakit di perut bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah divertikulitis, Moms.

Melansir Healthline, divertikulitis adalah kondisi yang dapat memengaruhi saluran pencernaan akibat infeksi pada divertikula.

Divertikula sendiri adalah kantung-kantung yang terbentuk di sepanjang saluran percernaan, terutama di usus besar (kolon).

Kondisi terbentuknya divertikula di dinding usus besar disebut dengan divertikulosis.

Divertikulosis bukanlah kondisi yang berbahaya dan pada sebagian besar kasus tidak disertai dengan gejala.

Berbeda dengan divertikulosis, divertikulitis biasanya disertai dengan gejala berupa sakit perut yang parah, mual, demam, dan perubahan kebiasaan buang air besar (BAB).

Yuk Moms, baca lebih lanjut untuk tahu seluk beluk divertikulitis!

Baca Juga: 6 Manfaat Buah Siwalan, Obat Tradisional untuk Masalah Pencernaan

Gejala Divertikulitis

Divertikulitis Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 2.jpg
Foto: Divertikulitis Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 2.jpg

Foto: scholastic.com

Dikutip dari situs Mayo Clinic, adanya divertikula sendiri seringkali tidak menimbulkan rasa sakit atau gejala tertentu.

Tapi, kondisi divertikulitis dapat menimbulkan gejala umum seperti:

  • Nyeri pada perut, yang bertambah parah sesaat setelah makan atau ketika bergerak
  • Sembelit, diare, atau keduanya
  • Perut kembung atau perut terasa dipenuhi gas
  • Tinja mengandung darah

Jika divertikula sudah mengalami peradangan atau infeksi, penderita dapat mengalami gejala divertikulitis, seperti:

  • Demam
  • Nyeri perut yang semakin parah dan berkelanjutan
  • Mual dan muntah
  • Tinja mengandung darah dan lendir
  • Perdarahan pada dubur

Salah satu gejala yang perlu Moms waspadai yaitu sakit perut. Sakit perut akibat divertikulitis biasanya terasa ringan dan lunak.

Meski terkesan sepele, kondisi ini justru menandakan usus besar (divertikulum) telah pecah dan membentuk abses.

Baca Juga: Mengenal Radang Usus, Cari Tahu Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

Penyebab Divertikulitis

Umbi Garut untuk Sakit Perut (post.healthline.com).jpg
Foto: Umbi Garut untuk Sakit Perut (post.healthline.com).jpg (Shutter Stock)

Foto: Theglobeandmail.com

Dilansir dari National Health Services, divertikulitis bermula dari terbentuknya divertikula, yaitu kantong kecil yang menggelembung ke arah luar dinding usus.

Divertikula paling sering terbentuk di kolon sigmoid yang ada di sisi kiri perut.

Nah, divertikulitis muncul saat divertikula membengkak, menjadi infeksi, atau pecah sehingga menimbulkan rasa sakit.

Perlu juga mengetahui faktor resiko apa saja yang bisa meningkatkan seseorang menderita divertikulitis, seperti:

1. Usia

Risiko terkena divertikulitis akan semakin tinggi seiring pertambahan usia.

2. Faktor Genetik

Genetik dipercaya berhubungan dengan terjadinya divertikulitis, dibuktikan dengan divertikulitis yang dialami orang Asia lebih dominan terjadi di sisi kanan.

Sedangkan diverkulitis yang dialami oleh orang Amerika Serikat lebih sering terjadi di sisi kiri perut.

3. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Penggunaan aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid secara rutin dapat meningkatkan risiko divertikulitis.

Baca Juga: 5 Manfaat Alga Merah untuk Kesehatan Jantung hingga Usus

4. Obesitas

Dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal, risiko diverkulitis lebih tinggi pada orang dengan berat badan berlebih.

5. Diet Rendah Serat

Selain meningkatkan risiko terbentuknya divertikula, terlalu sedikit mengonsumsi makanan berserat juga berisiko menimbulkan peradangan pada divertikula yang terbentuk.

6. Merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko dan komplikasi divertikulitis.

7. Kurang olahraga

Jarang berolahraga juga dapat meningkatkan risiko seseorang menderita divertikulitis.

Baca Juga: Obesitas pada Anak: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Cara Mengatasi Divertikulitis

Divertikulitis Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg
Foto: Divertikulitis Pada Anak Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya 3.jpg

Foto: mirror.co.uk

Divertikulitis ringan bisa diatasi dengan cukup istirahat, menambahkan lebih banyak serat ke dalam menu makan dan minum antibiotik.

Namun bila tidak segera ditangani, divertikulitis bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Munculnya abses yang dapat menyebabkan peradangan pada dinding dalam perut (peritonitis).
  • Luka pada area usus yang menyempit atau tersumbat.
  • Munculnya hubungan abnormal (fistula) dengan organ didekatnya.
  • Pendarahan.

Umumnya, divertikulitis perlu didiagnosis pada saat memasuki tahap akut. Pasalnya, sakit perut akibat kondisi ini dapat menandai sejumlah masalah pencernaan lainnya.

Setelah seseorang merasakan gejala seperti yang telah disebutkan di atas, hal pertama yang dilakukan oleh petugas kesehatan adalah memeriksa kondisi perut pasien.

Selanjutnya Dokter akan bertanya apakah penderita mengkonsumsi obat obatan tertentu.

Kemudian untuk pendarahan atau nyeri perut dilakukan juga pemeriksaan dubur.

Terdapat pula pemeriksaan lanjutan seperti :

  • Tes darah

Tes darah dilakukan untuk mendeteksi infeksi atau perdarahan di usus besar penderita.

Serta pemeriksaan fungsi hati untuk mencari tahu apakah nyeri perut disebabkan oleh gangguan hati atau tidak.

  • Tes urin

Tes urine dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab sakit perut yang diakibatkan oleh adanya infeksi di saluran kemih.

  • Tes kehamilan

Tes kehamilan dilakukan untuk memastikan bahwa sakit perut yang dialami penderita wanita bukan disebabkan oleh kehamilan.

  • Tes darah samar pada sampel tinja

Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah tinja penderita mengandung darah.

  • CT scan

CT scan dilakukan untuk mengetahui secara detail kantung-kantung yang mengalami peradangan atau infeksi dan memastikan diagnosis. Tes ini juga dapat menunjukkan tingkat keparahan divertikulitis.

Baca Juga: Moms, Ketahui Prosedur hingga Biaya Operasi Usus Buntu

Pengobatan divertikulitis ini akan disesuaikan dengan gejalanya. Bila gejala masih terbilang ringan, dokter akan menyarankan:

  • Mencukupi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengonsumsi makanan rendah serat saat nyeri perut masih dirasakan pengidap. Jika nyeri sudah mereda, makanan berserat dapat ditambahkan secara bertahap.
  • Memberikan obat pereda nyeri seperti paracetamol serta antibiotik untuk mengobati infeksi yang sedang berlangsung.

Pada divertikulitis dengan gejala yang parah, pengidap sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk penanganan yang lebih tepat, seperti:

1. Antibiotik

Antibiotik dapat diberikan pada kasus dengan derajat yang berat dan kecurigaan penyebab bakteri.

2. Pembedahan

Pada kasus berat, dengan adanya peritonitis (peradangan rongga perut), abses, dan fistula, diperlukan pembedahan untuk membersihkan rongga perut dan mengambil bagian usus yang abnormal.

Operasi bisa segera diperlukan pada kasus ketika usus berlubang, terdapat hubungan langsung dengan rongga perut, dan menyebabkan infeksi pada rongga perut.  

Operasi yang dilakukan biasanya adalah resesi usus pada bagian yang mengalami divertikulitis.

Prosedur operasi ini dapat disertai pemasangan kolostomi atau saluran buang sementara pada dinding perut.

Baca Juga: Mengenal Radang Usus, Cari Tahu Penyebab, Gejala, hingga Cara Mengatasinya

Langkah Pencegahan Divertikulitis

olahraga tabata
Foto: olahraga tabata (runtastic.com)

Foto: Orami Photo Stock

Berita baiknya, divertikulitis bisa dicegah dengan banyak minum air putih, rutin berolahraga dan bergerak aktif.

Jangan lupa, Moms juga harus memperbanyak asupan serat dari sayuran, buah, gandum utuh, dan kacang-kacangan.

Membatasi konsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak juga dikatakan dapat mengurangi resiko terjadinya divertikulitis dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Pola hidup sehat merupakan kunci utama kesehatan seseorang.

Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol, merokok, kurang istirahat atau sering begadang dapat meningkatkan resiko penyakit divertikulitis.

Segala yang masuk ke dalam tubuh akan diproses oleh tubuh, oleh sebab itu konsumsi yang baik untuk tubuh akan memberikan keuntungan bagi tubuh pula.

Baca Juga: Atasi Sembelit Hingga Baik untuk Diet, Ini Dia 17 Manfaat Lobak untuk Kesehatan

Bagaimana Moms, sudahkah menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah divertikulitis?

  • https://www.healthline.com/health/diverticulitis#treatment
  • https://www.healthline.com/health/diverticulitis-diet-list-of-foods-to-avoid
  • https://www.wjgnet.com/2150-5349/full/v7/i4/503.htm
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diverticulitis/symptoms-causes/syc-20371758
  • https://www.nhs.uk/conditions/diverticular-disease-and-diverticulitis/
  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/understanding-diverticulitis-symptoms
  • https://medlineplus.gov/diverticulosisanddiverticulitis.html
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/diverticulosis-diverticulitis

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.