17 Mei 2024

Ukuran Detak Jantung Normal dari Anak hingga Dewasa

Penting untuk mendeteksi kesehatan jantung

Detak jantung normal yang stabil dan teratur merupakan cerminan dari fungsi jantung yang sehat.

Ini menjadi parameter kunci dalam mengevaluasi kesehatan kardiovaskular kita.

Saat detak jantung berada dalam kisaran normal, berarti jantung berfungsi efisien dalam memompa darah, sehingga memastikan organ-organ kita mendapatkan pasokan darah yang cukup.

Selain itu, detak jantung yang stabil juga dapat menunjukkan adanya keseimbangan hormon dan sistem saraf otonom yang berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Kenali Patch Test, Prosedur Medis untuk Cek Alergi

Detak Jantung Normal dan Pengukurannya

Ilustrasi Detak Jantung Normal
Foto: Ilustrasi Detak Jantung Normal (Pexels.com)

Penting untuk mengetahui berapa ukuran detak jantung normal guna waspada terhadap kondisi kesehatan.

"Detak jantung didefinisikan sebagai debaran yang dikeluarkan oleh jantung dan merupakan akibat dari adanya aliran darah melalui jantung.

Dalam satu 1 sesi pengukuran, denyut jantung dihitung setiap 1 menit," jelas dr. Sinthya Dhewi Dokter Umum RS Pondok Indah.

Detak jantung normal mengacu pada tingkat detak jantung yang dianggap sehat dan normal untuk orang dewasa dalam keadaan istirahat.

Detak jantung normal diukur dalam jumlah denyut per menit atau beats per minute (bpm).

Baca Juga: Mengetahui pH Vagina dan Cara Menjaga Keseimbangannya

Bagian Tubuh untuk Mengukur Detak Jantung

Berikut adalah beberapa lokasi umum di mana detak jantung bisa diukur:

  • Pergelangan tangan: denyut nadi pada arteri radial di bagian dalam pergelangan tangan, di bawah ibu jari.
  • Leher: arteri karotis di leher, tepat di bawah rahang atau di samping tenggorokan.
  • Dada

Cara Mengukur Detak Jantung

Mengukur Detak Jantung
Foto: Mengukur Detak Jantung (Freepik.com/gpointstudio)

Pengukuran detak jantung dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya:

1. Menggunakan Denyut Nadi

Tempatkan dua jari (biasanya jari telunjuk dan jari tengah) pada pergelangan tangan, leher (arteri karotis), atau di bagian bawah dada (arteri radial) untuk merasakan denyut nadi.

Hitung denyut nadi selama 60 detik (atau hitung selama 15 detik dan kalikan dengan 4) untuk mendapatkan detak jantung per menit.

2. Menggunakan Alat Pengukur Detak Jantung (Heart Rate Monitor)

Alat ini dapat dipasang pada pergelangan tangan, dada, atau ponsel pintar, dan akan secara otomatis menghitung detak jantung Moms.

Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Denyut Jantung

Olahraga Lari
Foto: Olahraga Lari (Orami Photo Stock)

Setiap individu dapat memiliki varian detak jantung normal yang sedikit berbeda.

Apa saja yang memengaruhinya?

1. Aktivitas Fisik

Detak jantung cenderung meningkat saat Moms bergerak atau berolahraga.

Semakin intensitas dan durasi aktivitas fisik, semakin cepat detak jantung Moms akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi oleh otot dan organ tubuh.

2. Tingkat Kebugaran Fisik

Individu yang memiliki tingkat kebugaran fisik yang lebih tinggi biasanya memiliki detak jantung istirahat yang lebih rendah.

Jantung yang lebih kuat dan efisien dapat memompa lebih banyak darah dalam satu denyut, sehingga memungkinkan jantung berdetak lebih sedikit dalam satu menit.

3. Usia

Detak jantung cenderung lebih cepat pada anak-anak dan remaja, dan kemudian cenderung menurun secara bertahap seiring pertambahan usia.

Pada orang tua, detak jantung istirahat biasanya lebih lambat.

4. Emosi

Perasaan emosi seperti stres, kecemasan, atau ketakutan dapat meningkatkan detak jantung.

Respon "fight-or-flight" dari sistem saraf menyebabkan peningkatan denyut jantung untuk meningkatkan aliran darah ke otot dan meningkatkan reaksi tubuh terhadap situasi stres.

5. Suhu Lingkungan

Detak jantung dapat meningkat dalam suhu lingkungan yang panas atau di bawah paparan sinar matahari yang kuat karena tubuh berusaha untuk menjaga suhu tubuh yang stabil.

6. Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi medis dapat mempengaruhi detak jantung, seperti anemia, hipertiroidisme, hipotiroidisme, infeksi, atau gangguan jantung seperti aritmia.

7. Obat-obatan

Beberapa obat-obatan, seperti stimulan, dekongestan, atau beta blocker, dapat memengaruhi detak jantung dan menyebabkan peningkatan atau penurunan denyut nadi.

Baca Juga: Ini Kandungan Nutrisi dan Manfaat Jantung Pisang untuk Kesehatan

Detak Jantung saat Olahraga pada Orang Dewasa

Saat olahraga, detak jantung cenderung meningkat sebagai respons alami dari tubuh.

Ini karena saat kita berolahraga, otot membutuhkan lebih banyak energi, dan jantung berusaha untuk memompa lebih banyak darah untuk mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Detak jantung selama olahraga dapat bervariasi tergantung pada jenis olahraga yang dilakukan, intensitasnya, dan tingkat kebugaran fisik.

Beberapa olahraga seperti lari, berenang, atau bersepeda mungkin menyebabkan detak jantung lebih tinggi dibandingkan dengan olahraga yang lebih ringan seperti berjalan santai.

Saat sedang berolahraga, mungkin kita bingung apakah olahraga yang dijalankan terlalu berat atau normal.

The American Heart Association menyarankan untuk berolahraga berdasarkan target heart rate zone yang mengacu pada detak jantung aman berdasarkan usia.

Untuk mengetahui apakah olahraga sudah tepat sasaran, Moms dapat mengacu pada tabel Target Heart Rate berikut yang sudah disetujui oleh dr. Sinthya Dhewi.

Simak tabelnya berikut ini, ya Moms!

Detak Jantung Normal saat Olahraga
Foto: Detak Jantung Normal saat Olahraga (Orami Photo Stock)

Detak Jantung Normal Berdasarkan Usia

Berikut detak jantung normal pada anak-anak menurut dr. Sinthya Dhewi.

  • Neonatus: 100–160 detak jantung per menit.
  • 0–5 Bulan: 90–150 detak jantung per menit.
  • 6–12 Bulan: 80–140 detak jantung per menit.
  • 1–3 Tahun: 80–130 detak jantung per menit.
  • 3–5 Tahun: 80–120 detak jantung per menit.
  • 6–10 Tahun: 70–110 detak jantung per menit.
  • 11–14 Tahun: 60–105 detak jantung per menit.
  • ≥ 15 Tahun: 60–100 detak jantung per menit.

Dari data tersebut berarti detak jantung normal orang dewasa hingga lansia berkisar 60–100 detak jantung per menit, ya.

Denyut jantung ini diukur ketika dalam kondisi istirahat.

"Detak jantung tidak normal terjadi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb