Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
16 September 2022

Serba-Serbi Detak Jantung Normal, Mulai dari Anak-Anak hingga Lansia

Detak jantung tidak normal bisa disebabkan karena kelainan jantung
Serba-Serbi Detak Jantung Normal, Mulai dari Anak-Anak hingga Lansia

Detak jantung normal setiap orang berbeda-beda dan dipengaruhi oleh beberapa kondisi kesehatan, hingga kegiatan yang sedang dilakukan.

Orang yang sedang berolahraga tentu memiliki detak jantung yang berbeda dengan orang yang sedang tidur.

Namun, apa itu detak jantung?

Detak jantung atau denyut nadi menunjukkan berapa kali jantung berdegup.

Untuk lebih memahaminya, yuk cek informasi seputar detak jantung normal di sini!

Baca Juga: Detak Jantung Janin Normal dan Cara Menjaga Kesehatan Jantung Bayi, Catat!

Apa Itu Detak Jantung Normal?

Ilustrasi Detak Jantung Normal

Foto: Ilustrasi Detak Jantung Normal (Pexels.com)

Seperti yang sudah disinggung di atas, detak jantung setiap orang berbeda-beda.

Jadi, penting untuk mengetahui detak jantung normal guna waspada terhadap kondisi kesehatan.

"Detak jantung didefinisikan sebagai debaran yang dikeluarkan oleh jantung dan merupakan akibat dari adanya aliran darah melalui jantung.

Dalam satu kali sesi pengukuran, denyut jantung dihitung setiap satu menit," jelas dr. Sinthya Dhewi Dokter Umum RS Pondok Indah.

Denyut nadi normal untuk orang dewasa adalah antara 60 dan 100 denyut per menit.

Hal ini senada dengan penjelasan dr. Sinthya Dhewi.

"Denyut jantung normal pada orang dewasa dalam kondisi istirahat adalah 60 – 100 kali per menit," jelasnya.

Sementara, detak jantung adalah berapa kali jantung berdetak dalam 1 menit.

Maka, detak jantung tidak akan selalu sama.

Baca Juga: 4 Aktivitas yang Akan Membuat Jantung Si Kecil Semakin Sehat

Kapan Detak Jantung Dapat Diukur?

Detak jantung dapat diukur ketika beristirahat dan bersantai yang disebut sebagai detak jantung istirahat.

Denyut jantung bisa dideteksi atau dipantai di nadi pergelangan tangan, siku bagian dalam, leher bagian samping, atau punggung telapak kaki.

Frekuensi denyut jantung dapat berubah-ubah.

Hal tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, berikut faktor yang memengaruhi denyut jantung menurut dr. Sinthya Dhewi.

Nah, jika orang dewasa denyut jantung 60 sampai 100 denyut per menit (bpm), untuk anak-anak akan lebih tinggi dari orang dewasa, tapi tergantung dari usia anak.

Baca Juga: Makan Sebelum Olahraga vs Setelah Olahraga, Lebih Baik Mana?

Detak Jantung Normal dari Usia dan Saat Olahraga

Detak jantung bisa menandakan masalah kesehatan tertentu, terutama masalah kesehatan jantung.

Jadi, untuk mengetahui apakah detak jantung masuk ke dalam kategori normal, berikut ini penjelasannya:

1. Detak Jantung Normal saat Olahraga

Detak Jantung Normal saat Olahraga

Foto: Detak Jantung Normal saat Olahraga (Orami Photo Stock)

Saat sedang berolahraga, apakah sering bingung apakah olahraga yang dijalankan terlalu berat atau normal, bukan?

The American Heart Association menyarankan untuk berolahraga berdasarkan target heart rate zone yang mengacu pada detak jantung aman berdasarkan usia.

Untuk mengetahui apakah olahraga sudah tepat sasaran, Moms dapat mengacu pada tabel Target Heart Rate berikut yang sudah disetujui oleh dr. Sinthya Dhewi.

Simak tabelnya di atas, ya Moms!

2. Detak Jantung Normal Anak-Anak

Berikut detak jantung normal pada anak-anak menurut dr. Sinthya Dhewi.

  • Neonatus: 100 – 160 detak jantung per menit
  • 0 - 5 Bulan: 90 – 150 detak jantung per menit
  • 6 - 12 Bulan: 80 – 140 detak jantung per menit
  • 1 - 3 Tahun: 80 – 130 detak jantung per menit
  • 3 - 5 Tahun: 80 – 120 detak jantung per menit
  • 6 - 10 Tahun: 70 – 110 detak jantung per menit
  • 11 - 14 Tahun: 60 – 105 detak jantung per menit
  • ≥ 15 Tahun: 60 – 100 detak jantung per menit.

Maka, detak jantung normal orang dewasa hingga lansia berkisar 60 – 100 detak jantung per menit, ya.

Denyut jantung ini diukur ketika dalam kondisi istirahat.

Cara Menjaga Detak Jantung Normal

Detak jantung normal tentunya juga menjadi tanda bahwa tubuh dalam kondisi sehat, bukan?

Menurut dr. Sinthya Dhewi ada beberapa strategi untuk menjaga sekaligus menjadi upaya untuk mendapatkan detak jantung normal, berikut ini beberapa langkahnya.

1. Rutin Berolahraga

Ilustrasi Olahraga

Foto: Ilustrasi Olahraga (Pexels.com)

Olahraga dapat memperkuat seluruh otot tubuh, termasuk otot jantung.

Terlebih olahraga tidak hanya menyehatkan jantung tapi juga secara keseluruhan.

2. Tidak Merokok atau Menggunakan Tembakau

Merokok, baik aktif maupun pasif, dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit.

Hal tersebut menyebabkan jantung harus bekerja keras dan menyebabkan naiknya detak jantung.

3. Mengonsumsi Makanan Sehat

Makanan sehat seperti ikan, buah-buahan, sayur, dan sumber nutrisi lainnya baik untuk kesehatan jantung.

4. Pertahankan Berat Badan Ideal

Berat badan yang berlebih akan membuat kerja jantung menjadi lebih berat, sehingga detak jantung bisa menjadi lebih cepat.

Mempertahankan atau menurunkan berat badan sampai batas ideal, membantu kerja jantung.

Baca Juga: 23 Makanan Sehat untuk Jantung, Ada Buah, Sayuran, dan Kacang-kacangan!

5. Kelola Stres dengan Baik

Jika stres tidak dikelola dengan baik, otak akan mengirimkan hormon adrenalin dan kortisol ke darah.

Hal ini akan berefek pada jantung yang berdetak lebih cepat.

6. Melakukan Medical Check Up Secara Rutin

Kelainan detak jantung dapat diketahui lebih dini melalui medical check up dan jika ditemukan kelainan, maka dapat diobati dengan cepat.

Penyebab Detak Jantung Tidak Normal

Ilustrasi Detak Jantung

Foto: Ilustrasi Detak Jantung (Pexels.com)

"Detak jantung tidak normal terjadi ketika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur iramanya.

Hal ini disebut juga sebagai aritmia," kata dr. Sinthya Dhewi.

Penyebab dari detak jantung tidak normal dibagi menjadi 3 kelompok, berikut di antaranya:

Kelainan dari Jantung

Baca Juga: 9 Manfaat Ketumbar untuk Jantung dan Kesehatan

Faktor di Luar Jantung

Gaya hidup

Terakhir, dr. Sinthya Dhewi mengatakan jika sudah menerapkan gaya hidup sehat dan masih mengalami detak jantung tidak normal, sebaiknya berkunjung ke dokter.

"Sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat," tutup dr. Sinthya Dhewi.

Itulah informasi tentang detak jantung normal.

Semoga membantu, ya Moms!

  • https://www.healthline.com/health/dangerous-heart-rate#diagnosis
  • https://www.heart.org/en/healthy-living/fitness/fitness-basics/target-heart-rates
  • https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/the-facts-about-high-blood-pressure/all-about-heart-rate-pulse