14 Februari 2022

Dosis Norit untuk Anak, Ketahui Aturan Minum dan Efek Sampingnya

Moms wajib tahu dosis atau aturan minum norit yang tepat untuk anak

Norit sudah menjadi obat yang umum digunakan ketika mengalami masalah gangguan pencernaan, termasuk untuk anak. Namun, perlu diperhatikan aturan minumnya dan dosis norit untuk anak yang tepat.

Pengobatan menggunakan norit memang sering dianggap efektif dalam mengatasi masalah pencernaan seperti diare. Norit merupakan jenis obat arang aktif yang terbuat dari gambut, batu bara, kayu, tempurung kelapa, dan petroleum atau minyak bumi.

Dari bahan-bahan tersebut kemudian diaktifkan secara kimia yang dicampur dengan asam atau dikukus dengan uap atau gas pada temperatur yang tinggi.

Hal tersebut menjadikan pengobatan menggunakan Norit yang walaupun dalam jumlah banyak tidak berbahaya, bahkan untuk anak-anak sekalipun.

Ini adalah bubuk hitam halus yang tidak berbau, dan tanpa rasa, yang digunakan untuk pengobatan.

Arang aktif, atau yang juga dikenal sebagai karbon aktif, digunakan untuk menyerap berbagai kandungan obat, serta bahan kimia lainnya dalam tubuh dengan cara mengikat kandungan bahan kimia tersebut dan melekat ke arang aktif.

Umumnya, Norit digunakan untuk mengobati beberapa jenis keracunan bahan kimia atau overdosis obat, dan juga dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif dalam mengatasi gangguan sistem pencernaan, seperti diare.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Dia 7 Makanan Penyebab Diare

Dosis Norit untuk Anak

norit untuk anak
Foto: norit untuk anak

Foto: Freepik.com

Ketahui aturan minum norit agar manfaatnya maksimal dan terhindar dari efek samping. Berikut dosis norit untuk anak yang mengalami diare atau keracunan makanan:

  • Usia 1 - 12 tahun: 25 - 50 gram
  • Remaja dan dewasa: 25 - 100 gram

Atau untuk dewasa dosisnya adalah 3 -4 kapsul sekali minum. Maksimal konsumsi 12 kapsul sehari. Untuk anak-anak bisa diberikan setengah dari dosis tersebut atau konsultasikan dengan dokter terlebih dulu.

Fungsi Obat Norit

norit
Foto: norit

Foto: researchgate.net

Berikut ini fungsi, serta kegunaan obat norit, yaitu:

1. Mengatasi Gangguan Pencernaan

Norit atau arang aktif memiliki manfaat dalam membantu mengatasi perut kembung hingga diare.

Sebuah penelitian kecil yang diterbitkan di National Library of Medicine, menunjukkan bahwa norit atau arang aktif dapat membantu mengurangi jumlah gas yang diproduksi oleh usus besar.

Studi lainnya yang diterbitkan di Gastroenterology & Hepatology juga menjelaskan bahwa suplemen yang mengandung arang aktif secara signifikan dapat mengurangi sembelit dan kembung.

2. Membantu Penyaringan Zat-Zat pada Ginjal

Pada pasien yang menderita penyakit ginjal, tubuh akan mengalami kesulitan menyaring sejumlah zat-zat racun dalam tubuh.

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan di Saudi Journal of Kidney Diseases and Transplantation, menjelaskan bahwa arang aktif dapat membantu menghilangkan zat-zat racun tersebut dengan membantu proses penyaringannya.

Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Karena itu, bagi penderita gangguan ginjal, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum meminum obat norit.

Baca Juga: 5+ Obat Panas Dalam Alami, Yuk Coba!

Interaksi Obat Norit

Dosis-Parasetamol-Balita-Berlebihan,-Ini-Bahayanya-Hero.jpg
Foto: Dosis-Parasetamol-Balita-Berlebihan,-Ini-Bahayanya-Hero.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Adanya interaksi obat dapat berdampak pada penurunan kualitas dan mencegah penyerapan obat dalam mengatasi penyakit, juga bahkan dapat mengalami efek samping yang cukup serius.

Maka dari itu, saat diresepkan menggunakan norit, pastikan dokter juga mengetahui apakah sedang mengonsumsi jenis obat lainnya, guna menghindari interaksi obat terjadi.

Berikut beberapa jenis obat yang sebaiknya dihindari penggunaannya bersamaan dengan norit, meliputi:

  • Parasetamol (obat untuk mengatasi sakit kepala, nyeri, dan demam)
  • Digoksin (obat yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi jantung)
  • Teofilin (obat yang digunakan untuk mengobati penyakit pernapasan, seperti emfisema, asma, PPOK, bronkitis, dan sebagainya)
  • Antidepresan trisiklik (obat untuk meredakan gejala depresi, distimia, atau bipolar)
  • Metotreksat (Obat ini dipakai untuk menangani leukemia, kanker payudara, limfoma, osteosarkoma, penyakit autoimun, kanker paru-paru, aborsi secara medis, dan kehamilan ektopik.
  • Multivitamin
  • Leflunomide (obat yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis atau psoriasis arthritis)
  • Ipecac (obat yang digunakan untuk menangani pasien dengan gejala keracunan)

Selain dari obat-obatan, interaksi makanan dan norit juga perlu diperhatikan.

Interaksi makanan dengan norit, dapat terjadi pada makanan dan minuman tertentu, seperti susu, selai jeruk, dan sirup cokelat.

Makanan dan minuman tersebut dapat membuat norit atau arang aktif menjadi kurang efektif.

Baca Juga: Bayi Sembelit? Yuk Coba 8 Obat Alami Ini!

Efek Samping Obat Norit

muntah
Foto: muntah

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun jarang yang mengalami efek samping saat mengonsumsi obat norit, namun pada beberapa orang dapat berisiko mengalami efek samping yang sangat parah, hingga mematikan.

Segera beri tahu dokter atau dapatkan bantuan medis jika mengalami salah satu dari tanda atau gejala berikut yang merupakan efek samping mengonsumsi obat norit.

1. Reaksi Alergi

Adapun tanda-tanda reaksi alergi yang biasanya terjadi, yaitu:

  • ruam
  • gatal-gatal
  • kulit merah
  • terjadi pembengkakan
  • kulit melepuh
  • kulit mengelupas dengan atau tanpa demam;
  • mengi
  • sesak di dada atau tenggorokan
  • kesulitan bernapas, menelan, atau berbicara
  • suara serak yang tidak biasa
  • pembengkakan pada mulut, wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

2. Sembelit dan Feses Berwarna Gelap

Mengonsumsi norit memiliki risiko mengalami sembelit. Selain itu juga dapat menyebabkan warna feses menjadi lebih gelap. Ini disebabkan oleh senyawa-senyawa yang mengandung racun, keluar bersama dengan feses.

3. Masalah Kesehatan Lainnya

Norit juga dapat menimbulkan permasalahan lainnya dalam tubuh, seperti mual, muntah, perut terasa tidak nyaman, diare, hingga buang air besar yang tidak tertahankan yang dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada anal.

Jika salah satu efek samping dari efek samping tersebut sangat mengganggu hingga pada tingkat yang serius, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Baca Juga: Diare Akut, Kapan Harus Datangi Dokter?

Cara Penyimpanan Obat Norit

Tips untuk penyimpanan obat norit yaitu dengan menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Tetap simpan dalam kemasan aslinya agar terlindungi dari kelembaban.

Obat ini tidak memerlukan suhu penyimpanan secara khusus. Jangan gunakan jika tanggal penggunaan telah lewat (kedaluwarsa) yang tertera pada kemasan.

Perhatikan Peringatan dalam Mengonsumsi

5 Konsultasi Dokter.jpg
Foto: 5 Konsultasi Dokter.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Ketika hendak minum obat norit, ikuti semua petunjuk pada label dan kemasan produk. Saat melakukan konsultasi terkait obat, beri tahu dokter tentang semua kondisi medis, alergi, dan jenis-jenis obat yang sedang dikonsumsi.

Jangan gunakan produk ini tanpa saran medis untuk mengobati keracunan.

Arang aktif atau norit dapat menyebabkan masalah yang lebih serius jika digunakan untuk mengobati keracunan yang disebabkan oleh bahan kimia tertentu, seperti terpentin, alkali, asam kuat, minyak tanah, bensin, pengencer cat, dan cairan pembersih.

Tanyakan juga kepada dokter, apakah aman bagi untuk menggunakan obat norit, jika pernah mengalami:

  • pencernaan yang lambat
  • penyumbatan di saluran pencernaan (usus atau perut).

Baca Juga: Heparin: Fungsi, Dosis, hingga Efek Sampingnya

Itu dia informasi terkait fungsi, interaksi obat, efek samping, serta dosis norit untuk anak yang perlu Moms ketahui.

Harap selalu diingat, bahwa penggunaan obat ini harus dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna menghindari efek sampingnya.

  • https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/activated-charcoal-uses-risks
  • https://www.drugs.com/dosage/charcoal.html#Usual_Pediatric_Dose_for_Gastrointestinal_Decontamination
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3521259/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5350578/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/20061701/
  • https://www.researchgate.net/figure/Activated-carbon-Norit-left-above-and-below-4Pd-C-H-middle-above-10Pd-C-H-right_fig3_259891649
  • https://www.sjkdt.org/article.asp?issn=1319-2442;year=2010;volume=21;issue=1;spage=102;epage=104;aulast=Musso#\
  • https://www.goodrx.com/well-being/supplements-herbs/what-is-activated-charcoal-detox-medication-interactions
  • https://mri.cts-mrp.eu/Human/Downloads/NL_H_0109_002_FinalPL_2of2.pdf
  • https://www.drugs.com/mtm/activated-charcoal.html#warnings
  • https://www.who.int/selection_medicines/committees/subcommittee/2/charcoal_rev.pdf
  • https://www.drugs.com/uk/norit-200mg-leaflet.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.