Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
05 Agustus 2022

Fenaren, Obat Pereda Nyeri dan Efektif Mengatasi Peradangan

Mengandung bahan aktif diclofenac
Fenaren, Obat Pereda Nyeri dan Efektif Mengatasi Peradangan

Fenaren berfungsi untuk mengatasi kram saat menstruasi (dismenore) dan nyeri tubuh dalam intensitas ringan hingga sedang.

Obat ini juga bisa dikonsumsi pasca operasi guna menurunkan intensitas peradangan dan risiko efek samping setelah prosedur.

Di dalamnya mengandung bahan aktif berupa diclofenac. Ini termasuk ke dalam golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID).

Terkait dengan penggunaan dan efek samping setelahnya, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Kegunaan Obat Fenaren

kram perut

Foto: kram perut

Foto: Kram Perut (Orami Photo Stock)

Setiap tablet fenaren mengandung 50 miligram natrium diclofenac.

Melansir dari National Health Service UK, diclofenac adalah kandungan yang digunakan untuk menurunkan intensitas peradangan dan nyeri.

Kandungan tersebut juga efektif dalam mengatasi masalah pada sendi, otot dan tulang. Ini termasuk:

  • Arthritis rheumatoid
  • Osteoarthritis
  • Keseleo
  • Ketegangan pada otot dan ligamen
  • Sakit punggung
  • Sakit gigi
  • Migrain
  • Encok
  • Ankylosing spondylitis atau peradangan pada tulang belakang
  • Migrain akut
  • Asam urat
  • Nyeri akibat batu ginjal dan batu empedu

Dosis Penggunaan Fenaren

Dosis penggunaan fenaren disesuaikan berdasarkan penyakit yang dialami, intensitas keparahan gejala, dan kondisi kesehatan penderita.

Penggunaan tidak boleh diberikan pada anak yang masih berusia di bawah 1 tahun.

Pada anak berusia di atas 1 tahun, dosis langsung diberikan oleh dokter.

Untuk mengatasi nyeri dalam intensitas ringan hingga sedang pada orang dewasa, dosis umum penggunaan adalah 50 miligram 3 kali per hari.

Untuk mengatasi nyeri kronis, tubuh membutuhkan dosis lebih tinggi yaitu 75 hingga 250 miligram per hari.

Dosis penggunaan dapat ditingkatkan sesuai dengan indikasi gangguan yang dialami. Ini tergantung pada rekomendasi dari dokter.

Moms perlu memahami bahwa saat memilih obat, manfaat yang diperoleh harus lebih besar ketimbang risiko yang mungkin dialami pengguna.

Keamanan Penggunaan di Masa Kehamilan

Obat ini diklasifikasikan ke dalam kategori C. Ini menunjukkan efek samping pada janin setelah digunakan oleh ibu hamil.

Terkait dengan penggunaan obat selama masa kehamilan, fenaren boleh digunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Obat tidak boleh dikonsumsi selama trimester ketiga atau mendekati waktu persalinan.

Pasalnya, obat menunjukkan risiko pada janin manusia, seperti menyebabkan masalah serius hingga mengancam jiwa.

Baca juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Perhatian Sebelum Menggunakan Fenaren

Alergi - Istockphoto

Foto: Alergi - Istockphoto (Istockphoto)

Foto: Alergi (Istockphoto)

Fenaren adalah obat yang mengandung diclofenac.

Pada beberapa orang, kandungan tersebut tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena dapat memicu gangguan kesehatan.

Diperlukan kehati-hatian khusus bagi kelompok pengguna dengan kondisi berikut ini:

  • Pernah memiliki reaksi alergi terhadap kandungan diclofenac atau obat-obatan lainnya
  • Menderita alergi terhadap aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lainnya seperti ibuprofen atau naproxen
  • Pernah mengalami efek samping dari penggunaan NSAID, seperti mengi atau tanda-tanda asma, pilek, pembengkakan kulit (angioedema) atau ruam
  • Pernah mengalami sakit maag dan pendarahan di perut atau usus
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Menderita gagal jantung, penyakit hati, atau penyakit ginjal
  • Menderita penyakit Crohn atau kolitis ulserativa
  • Menderita lupus
  • Menderita gangguan pembekuan darah
  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau menyusui

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, fenaren juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Jangan menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut bagaimana tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.
  • Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Efek Samping Penggunaan Obat

muntah.jpg

Foto: muntah.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Muntah (Istockphoto)

Bahan aktif diclofenac dapat memicu efek samping setelah penggunaan. Ini tidak terjadi pada semua pengguna, tapi risikonya perlu diwaspadai.

Efek Samping Umum

Bicaralah dengan dokter jika efek samping ini mengganggu atau tidak kunjung membaik:

  • Mual dan muntah
  • Diare berkepanjangan
  • Pusing atau vertigo
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Ruam kulit dalam intensitas ringan

Efek Samping Serius

Efek samping serius jarang terjadi. Namun, dapat dialami pada dari 1 dari 1.000 orang.

Hubungi dokter segera jika Moms mengalami kondisi berikut:

  • Menemukan darah pada urine atau feses. Kondisi ini bisa jadi pertanda pendarahan di perut atau usus
  • Mengalami gangguan pencernaan parah, mulas, atau sakit perut. Kondisi ini menjadi pertanda maag atau peradangan di area perut atau usus
  • Menguningnya bagian putih mata dan kulit. Kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya masalah pada organ hati
  • Mengalami ruam yang menonjol, gatal, atau bengkak. Kondisi ini bisa menjadi pertanda gatal-gatal (urtikaria) atau edema (pembengkakan)
  • Mengalami sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan pada kaki atau pergelangan kaki. Kondisi ini bisa menjadi pertanda gagal jantung

Efek samping obat fenaren mungkin berbeda-beda pada setiap pasien. Jadi, tidak semua orang mengalami efek samping tersebut.

Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas.

Bila memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau apoteker.

  • https://www.nhs.uk/medicines/diclofenac/
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/diclofenac-oral-route/description/drg-20069748
  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689002.html