Scroll untuk melanjutkan membaca

TRIMESTER 3
26 Maret 2022

Cari Tahu Soal Forceps, Bantuan Saat Proses Melahirkan Normal Terhambat

Umumnya dilakukan saat persalinan telah berlangsung lama atau saat ibu sudah terlalu lelah untuk mengejan
Cari Tahu Soal Forceps, Bantuan Saat Proses Melahirkan Normal Terhambat

Foto: Orami Photo Stocks

Bagaimanapun cara melahirkan yang Moms jalani, tentu saja tidak terbebas sepenuhnya dari hambatan di tengah persalinan. Saat melahirkan normal, dokter mungkin akan butuh forceps.

Dalam membantu sebuah proses persalinan, ada kalanya dokter atau bidan akan menggunakan alat forceps.

Ini merupakan alat seperti sepasang sendok besar atau penjepit salad ke kepala bayi untuk membantu membimbing bayi keluar dari jalan lahir.

Ini biasanya dilakukan selama kontraksi saat ibu mengejan.

Dokter biasanya akan merekomendasikan penggunaan forsep saat tahap kedua persalinan.

Terutama jika proses melahirkan tidak berkembang atau keselamatan bayi bergantung pada persalinan yang harus dilakukan segera.

Ini juga dapat membantu Moms untuk segera mendorong bayi keluar. Karena Moms yang kelelahan, justru membahayakan bayi jika terlalu lama tersangkut di vagina atau bibir rahim.

Lalu, bagaimana proses melahirkan menggunakan metode forceps ini? Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Moms, Inilah Hal yang Harus Diperhatikan Saat Kembali Hamil Setelah Operasi Caesar

Mengapa Dokter Menggunakan Metode Forceps?

forceps

Foto: forceps (Orami Photo Stocks)

Foto: shutterstock.com

Ketika dokter atau bidan memutuskan untuk menggunakan metode forceps dalam persalinan normal, tentu hal ini melalui banyak pertimbangan.

Selain mencegah bayi terlalu lama atau membantu Moms yang sudah kelelahan, dilansir melalui Mayo Clinic, berikut ini adalah alasan mengapa akhirnya metode forceps digunakan:

1. Persalinan Tidak Mengalami Kemajuan

Saat Moms sudah mengejan, tetapi persalinan tidak mengalami kemajuan

Persalinan dianggap berkepanjangan jika Moms belum membuat kemajuan setelah jangka waktu tertentu.

2. Masalah pada Detak Jantung Bayi

Detak jantung bayi menunjukkan adanya masalah.

Jika Moms sudah mengejan, bayi telah berada di jalan lahir, namun masih belum dapat keluar, dokter akan khawatir tentang perubahan detak jantung bayi.

Sehingga persalinan segera mungkin diperlukan. Dalam kasus seperti itu, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan forceps.

3. Moms Memiliki Masalah Kesehatan

Jika Moms memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, dokter umumnya akan membatasi waktu Moms untuk mengejan.

Lalu, dokter atau bidan kemudian akan membantu sisanya dengan forceps.

Dokter atau bidan akan sangat berhati-hati terhadap penggunaan metode forceps jika terdapat kondisi:

  • Kelainan tulang seperti osteogenesis imperfecta, atau kelainan pendarahan, seperti hemofilia
  • Kepala bayi belum bergerak melewati titik tengah jalan lahir
  • Posisi kepala bayi tidak diketahui
  • Bahu atau lengan bayi mendahului keluar melalui jalan lahir
  • Bayi mungkin tidak dapat masuk melalui panggul karena ukurannya terlalu besar atau ukuran panggul terlalu kecil

Baca Juga: Bayi Kuning Saat Baru Lahir? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Cara Kerja Metode Forceps

Forceps

Foto: Forceps (Orami Photo Stocks)

Foto: amvi.com

Metode forceps tidak benar-benar menarik bayi keluar, tetapi membantu mengarahkan bayi saat Moms mendorongnya agar tidak terlalu kelelahan.

Sebelum menggunakan forceps, dokter akan memberikan anestesi epidural atau spinal pada ibu hamil dan memasang kateter urine untuk mengosongkan kandung kemih ibu.

Agar mempermudah proses persalinan, dokter juga akan melakukan prosedur episiotomi.

Ini merupakan prosedur dengan membuat sayatan di jalan lahir untuk memudahkan proses mengeluarkan bayi dengan bantuan forceps.

Selayaknya saat melahirkan normal, Moms juga harus berada dalam posisi berbaring dengan kedua kaki terbuka lebar sesaat sebelum penggunaan forceps.

Melansir UTSouthwestern Medical Center, dokter akan menggeser satu setengah di sepanjang satu sisi kepala bayi dan mengulanginya di sisi lain, sehingga alat forceps bertemu dengan wajah bayi.

Selama kontraksi berikutnya, dokter akan meminta Moms untuk mendorong dan mulai menggunakan forceps untuk membantu mengarahkan kepala bayi keluar.

Namun terkadang, melahirkan dengan bantuan forceps tidak selalu berhasil dengan baik.

Sebagai alternatifnya, dokter mungkin menyarankan penggunaan alat bantu persalinan berupa vakum ekstraktor.

Akan tetapi, jika cara tersebut juga tidak membuahkan hasil, operasi caesar bisa menjadi pilihan terakhir.

Baca Juga: 5 Persiapan Mental Menghadapi Proses Kelahiran Caesar

Risiko Menggunakan Metode Forceps

forceps

Foto: forceps (Orami Photo Stocks)

Foto: shutterstock.com

Metode forceps adalah cara yang aman untuk membantu proses melahirkan bayi, tetapi ada beberapa risiko yang harus Moms dan keluarga pahami.

Maka sebelum melakukan metode ini, dokter akan menjelaskan beberapa risikonya, seperti:

1. Risiko untuk Moms

Melansir National Health Service, ada beberapa kemungkinan risiko yang dialami Moms jika menggunakan metode forceps ketika melalui persalinan.

  • Robeknya vagina atau episiotomi
  • Robekan vagina derajat 3 atau 4
  • Inkontinensia urin (kencing bocor) tidak biasa terjadi setelah melahirkan
  • Inkontinensia anal (kentut yang tidak disengaja atau BAB tidak terkontrol)

Baca Juga: Efektifkah Hypnobirthing Menjelang Persalinan? Simak Penjelasannya di Sini

2. Risiko untuk Bayi

Risiko yang mungkin dialami Si Kecil setelah melalui forceps adalah:

  • Tanda di kepala bayi akibat capitan forceps yang biasanya akan hilang dalam waktu 48 jam
  • Memar di kepala bayi (cephalohaematoma)
  • Luka kecil di wajah atau kulit kepala bayi
  • Menguningnya kulit dan mata bayi

Baca Juga: Ini Teknik Pernapasan yang Benar Agar Bisa Melahirkan Normal

Tips Usai Persalinan dengan Forceps

forceps

Foto: forceps

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mempercepat proses pemulihan setelah persalinan normal dengan bantuan forceps, Moms bisa melakukan beberapa tips berikut ini:

  • Berikan kompres hangat atau dingin pada bagian tubuh yang terasa nyeri
  • Duduklah secara perlahan dan hati-hati. Jika tempat duduk terasa keras, gunakan alas bantal yang empuk untuk duduk
  • Hindari mengejan terlalu keras saat buang air besar, karena dapat memberikan tekanan pada luka sehingga akan terasa nyeri
  • Lakukan senam Kegel untuk melatih otot-otot dasar panggul dan membantu proses pemulihan
  • Minum cukup air putih dan perbanyak asupan serat

Selain beberapa tips di atas, Moms juga bisa menggunakan pengobatan herbal, seperti mengoleskan minyak lavender ke area tubuh yang terluka akibat proses persalinan.

Penelitian menyebutkan bahwa minyak lavender memiliki efek antiradang dan antibakteri yang bisa mempercepat penyembuhan luka.

Namun, konsultasikan dulu ke dokter sebelum menggunakannya.

Baca Juga: Bisa Dipakai Setelah Melahirkan, 1 dari 5 Tips Cerdas Membeli Baju Hamil

Itu dia Moms informasi seputar metode forceps untuk membantu persalinan.

  • https://primayahospital.com/kebidanan-dan-kandungan/persiapan-melahirkan-dengan-bantuan-forceps/
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/forceps-delivery/about/pac-20394207
  • https://www.nhs.uk/pregnancy/labour-and-birth/what-happens/forceps-or-vacuum-delivery/
  • https://utswmed.org/medblog/forceps-vacuum-delivery/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3704058/
  • https://www2.hse.ie/wellbeing/child-health/assisted-vaginal-birth/forceps-delivery.html
  • https://www.tommys.org/pregnancy-information/giving-birth/forceps-or-vacuum-delivery-assisted-birth'
  • https://emedicine.medscape.com/article/263603-overview