09 April 2024

Fungsi Endometrium Wanita, Ini Jenis Penyakit yang Mengintai

Yuk, perluas wawasan tentang organ reproduksi kita, Moms!

Di dalam sistem reproduksi wanita, terdapat berbagai organ penting untuk proses pembuahan. Salah satunya adalah fungsi endometrium.

Seringkali dianggap serupa, nyatanya endometrium dan endometriosis adalah 2 hal yang berbeda, lho.

Tak hanya sebagai alat reproduksi, berbagai penyakit pun bisa mengintai organ ini, Moms.

Mari ketahui bersama peran dan fungsi endrometrium pada tubuh wanita!

Apa Itu Endometrium?

Ilustrasi Endometrium (Freepik.com)
Foto: Ilustrasi Endometrium (Freepik.com)

Moms mungkin sudah familiar dengan istilah endometriosis, bukan? Ini adalah salah satu kondisi yang membuat perempuan susah hamil.

Sistem reproduksi wanita terbagi dalam beberapa lapisan dalam rahim. Rahim sendiri terdiri dari tiga lapisan, yaitu:

  • Perimetrium (lapisan terluar)
  • Miometrium (lapisan tengah)
  • Endometrium (lapisan dalam)

Sementara itu, endometrium adalah lapisan di dalam rahim yang memiliki berbagai fungsi.

Setiap bulan, endometrium akan menebal dan memperbaharui dirinya sendiri, serta mempersiapkan untuk kehamilan.

Jika kehamilan tidak terjadi, endometrium akan meluruh dalam proses yang dikenal sebagai menstruasi.

Endometrium sebagian besar terdiri dari jaringan mukosa yang terbagi dalam:

1. Lapisan Pertama

Dikenal dengan sebutan stratum basalis, ini menempel pada lapisan jaringan otot polos rahim yang disebut miometrium.

Lapisan ini berfungsi sebagai 'jangkar' untuk endometrium menetap di dalam rahim dan tidak berubah.

2. Lapisan Kedua

Melansir jurnal dalam Frontiers, lapisan kedua endometrium bersifat dinamis.

Organ reproduksi ini akan mengalami perubahan sebagai respons dari naik dan turunnya kadar estrogen.

Lapisan kedua ini sering disebut sebagai fungsionalis. Lapisan ini juga memiliki peran penting saat pembuahan atau kehamilan terjadi.

Baca Juga: Bentuk Penis Kecil, Apakah Berdampak pada Kesuburan?

Fungsi Endometrium dalam Proses Kehamilan

Endometrium dalam Kehamilan
Foto: Endometrium dalam Kehamilan (Healthline.com)

Ovulasi adalah masa pelepasan sel telur dari tuba fallopi. Pada masa ini, organ dalam reproduksi wanita akan mengalami perubahan spesifik.

Setiap bulan, rahim mempersiapkan tubuh Moms menyambut kehamilan. Ketika mendekati fase ovulasi, endometrium akan menebal.

Akibatnya, lapisan yang menebal ini akan siap menerima sel telur yang telah dibuahi.

Setelah itu, pembuahan akan terjadi apabila embrio berhasil melekat pada endometrium.

Proses ini disebut implantasi. Tak jarang, sebagian wanita mengalami perdarahan implantasi sebagai bagian dari tanda-tanda kehamilan.

Studi PLoS ONE menjelaskan bahwa fungsi endometrium tidak berhenti pada proses pertumbuhan embrio saja, lho.

Sepanjang kehamilan, turut membantu pembentukan plasenta yang akan menyuplai nutrisi pada janin.

Baca Juga: Mengenal Skrotum, Bagian Sistem Reproduksi Pria yang Bertugas Melindungi Testis

Jenis-Jenis Gangguan Endometrium

Penting untuk mengetahui berbagai gangguan yang bisa dialami wanita, khususnya pada endometrium.

Terkadang muncul kelainan sehingga mempersulit terjadinya kehamilan.

Berikut beberapa contoh masalah pada endometrium yang dapat menghambat proses pembuahan:

1. Ukuran Terlalu Tipis

Peran Endometrium
Foto: Peran Endometrium (Firstcry.parenting.com)

Endometrium yang tebal dan subur diperlukan agar implantasi atau kehamilan dapat terjadi.

Umumnya, memiliki ukuran ketebalan sekitar 8-13 milimeter.

Meskipun demikian, sejumlah wanita mengalami ukuran yang tak normal dalam endometrium.

Ukuran menjadi terlalu tipis bila ketebalannya di bawah 7 milimeter. Bila endometrium terlalu tipis, implantasi tidak akan berjalan optimal.

Embrio akan kekurangan nutrisi sehingga kehamilan tidak dapat berlanjut. Akibatnya muncul risiko keguguran.

2. Hiperplasia Endometrium

Melansir dalam Cleveland Clinic, hiperplasia endometrium adalah penebalan dinding rahim.

Masalah ini terjadi manakala dinding dalam rahim tumbuh secara berlebihan. Para ahli menduga, penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon.

Terjadi ketika kadar estrogen meningkat, namun tidak diimbangi oleh peningkatan kadar progesteron.

Gejala yang terlihat dari kondisi ini yakni meliputi:

Baca Juga: 10 Tips Mudah Perawatan Kulit Bayi Baru Lahir, Bantu Cegah Iritasi Kulit!

Karenanya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter apabila mulai mengalami kondisi demikian.

3. Gangguan Hormon

Gangguan atau ketidakseimbangan hormon bisa terjadi sewaktu-waktu. Seringnya, menerpa wanita berbadan gemuk (obesitas) atau menderita PCOS.

Kadar estrogen pada perempuan dengan salah satu kondisi tersebut biasanya tidak seimbang dengan hormon progesteron.

Ketika endometrium tak memiliki hormon yang stabil, akan menyulitkan mengalami pembuahan.

Pertumbuhan tidak normal di dalam rahim dikenal dengan istilah endometriosis.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb