04 April 2022

Gastrucid untuk Gangguan Pencernaan, Ini Fungsi, Dosis, dan Efek Samping

Gunakan sesuai anjuran dan resep dokter, ya!

Gastrucid adalah obat yang diperjual belikan bebas dan dapat dikonsumsi tanpa resep dokter.

Gastrucid tersedia dalam bentuk sirup atau tablet yang dapat dikunyah atau dibiarkan larut perlahan di dalam mulut.

Obat ini dapat dikonsumsi kapan saja, termasuk saat perut kosong, di antara waktu makan, dan sebelum tidur.

Penggunaan tidak disarankan lebih dari 2 minggu, karena akan mengganggu fungsi normal organ lambung.

Untuk lebih jelasnya terkait dosis dan penggunaan gastrucid, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Obat Tuzalos: Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Fungsi Obat Gastrucid

5 Cara Mudah Menjinakkan Perut Kembung.jpg
Foto: 5 Cara Mudah Menjinakkan Perut Kembung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti pada ulasan sebelumnya, gastrucid adalah obat yang digunakan untuk mengatasi sejumlah masalah pencernaan.

Obat ini dapat mengatasi sejumlah gangguan pencernaan, seperti kembung, maag, dispepsia, gastritis, tukak usus duabelas jari, dan tukak lambung.

Gastrucid mengandung beberapa zat aktif di dalamnya, seperti:

  • Aluminium hydroxide 325 miligram
  • Dimethylpolysiloxane 50 miligram
  • Magnesium hydroxide 325 miligram

Sejumlah zat aktif tersebut mampu mengurangi kembung dan kebiasaan buang angin.

Dosis Penggunaan Gastrucid

Dosis penggunaan obat pada penderita akan berbeda, tergantung pada gangguan kesehatan yang dialami.

Jika mendapatkan obat dari resep dokter, patuhi anjuran pemakaian yang disarankan.

Jika membeli bebas di apotik, jangan lupa membaca label kemasan terlebih dulu sebelum mengonsumsinya.

Jangan mengurangi atau melebihi dosis yang sudah ditetapkan.

Seberapa banyak obat yang dikonsumsi akan tergantung pada kekuatan obat.

Sedangkan terkait dengan jam dan lama waktu konsumsi akan tergantung pada gangguan kesehatan yang dialami.

Ini dosis penggunaan gastrucid:

  • Dewasa : 1-2 tablet per hari
  • Anak 6-12 tahun : ½-1 tablet per hari

Penggunaan obat dilakukan saat perut kosong, yaitu diantara waktu makan dan sebelum tidur.

Baca Juga: Nalgestan: Ketahui Dosis yang Tepat serta Efek Samping Obat Flu yang Satu Ini

Cara Tepat Penggunaan Obat

Penggunaan tablet kunyah disarankan untuk menghaluskannya terlebih dulu sebelum menelannya.

Hal tersebut memungkinkan obat untuk bekerja lebih cepat dan mampu mengatasi gangguan pencernaan yang dialami.

Sedangkan untuk menggunakan gastrucid dalam bentuk cair, takaran harus diukur berdasarkan sendok yang sudah tersedia.

Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir kelebihan atau kekurangan dosis konsumsi.

Saat mengonsumsi obat, disarankan menghindari makanan dan minuman yang mampu meningkatkan gas dalam perut.

Saat makan, kunyah makanan secara perlahan sampai benar-benar halus.

Jangan mengonsumsi minuman bersoda dan berkarbonasi, serta hindari merokok sebelum makan.

Perhatian sebelum Menggunakan Gastrucid

Risiko efek samping penggunaan obat harus diperhatikan.

Obat baru bisa dikonsumsi jika manfaatnya dinilai lebih tinggi ketimbang efek sampingnya.

Berikut ini hal yang yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan gastrucid:

Alergi

Sebelum mengonsumsi obat, beri tahu dokter jika pernah mengalami reaksi alergi terhadap obat ini atau obat lain dengan kandungan yang sama.

Beritahu dokter jika memiliki jenis alergi lain, seperti alergi makanan tertentu, zat pewarna, zat pengawet, atau bulu hewan peliharaan.

Baca Juga: Alergi Obat pada Anak, Yuk Kenali Gejala, Cara Mengatasi, dan Jenisnya!

Anak-Anak

Penggunaannya pada anak-anak sudah teruji dan dinilai efektif.

Dalam dosis yang tepat, penggunaan gastrucid tidak akan menimbulkan sejumlah masalah efek samping.

Geriatrik

Hingga kini belum ada penelitian yang dipelajari secara khusus terkait dengan penggunaan gastrucid oleh lansia.

Belum diketahui apakah obat bekerja efektif pada lansia seperti orang dewasa.

Sejauh ini, tidak ada informasi spesifik yang membandingkan penggunaan obat pada lansia dengan kelompok usia lainnya.

Interaksi Obat

Jika ingin menggunakan obat bersamaan dengan jenis lainnya, pastikan untuk memberitahu dokter terlebih dulu.

Beritahu juga jika tengah mengonsumsi obat medis lainnya atau obat herbal.

Pasalnya, bisa saja penggunaan obat sebelumnya berinteraksi dengan gastrucid dan memicu sejumlah gangguan kesehatan.

Jika tengah mengonsumsi obat jenis lain, dokter mungkin mengganti obat atau melakukan tindakan pencegahan lain.

Interaksi Lainnya

Sama seperti penggunaan obat jenis lainnya, gastrucid tidak boleh digunakan pada waktu makan.

Ketika sedang mengonsumsi, hindari sejumlah makanan dan minuman yang disarankan.

Hindari merokok dan konsumsi alkohol selama menggunakan obat, karena keduanya meningkatkan risiko efek samping obat.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Maag pada Anak, Jangan Sembarangan, Moms!

Efek Samping Gastrucid

diare kehamilan - pixabay (2).jpg
Foto: diare kehamilan - pixabay (2).jpg (Pixabay.com)

Foto: Pixabay

Obat ini jarang menimbulkan efek samping setelah pemakaian.

Pada beberapa pengguna, ini efek samping yang bisa saja terjadi:

  • Kandungan dimethylpolysiloxane dapat memicu penurunan tekstur tinja atau diare.
  • Kandungan magnesium hydroxide dapat memicu diare dan mengganggu penyerapan asam folat serta zat besi.
  • Kandungan aluminium hydroxide dapat memicu konstipasi.
  • Beberapa pengguna mengeluhkan BAB keras dan terkadang kram perut.

Baca Juga: Catat Manfaat, Dosis, dan Efek Samping Obat Phenytoin

Itulah serba-serbi terkait penggunaan gastrucid.

Pastikan untuk mengonsumsi sesuai anjuran dan dosis tepat penggunaan, ya!

Moms juga disarankan mematuhi sejumlah peraturan yang sudah disebutkan untuk meminimalisir risiko efek samping penggunaan.

  • https://www.medicinenet.com/simethicone/article.htm#what_else_should_i_know_about_simethicone
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/gastrucid/
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/simethicone-oral-route/before-using/drg-20068838
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-341-8265/simethicone-oral/simethicone-oral/details

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.