07 Maret 2022

Nalgestan: Ketahui Dosis yang Tepat serta Efek Samping Obat Flu yang Satu Ini

Biasa digunakan pada penderita flu untuk redakan gejala seperti pilek dan bersin

Obat Nalgestan merupakan obat yang dijual bebas yang seringkali dikonsumsi untuk mengatasi pilek dan berbagai gejala lainnya.

Meskipun obat ini bisa mudah didapat, namun pada beberapa kondisi obat ini tidak dapat sembarangan untuk dikonsumsi.

Untuk informasi yang lebih jelas, simak selengkapnya pada artikel ini.

Baca Juga: Manfaat Obat Cilostazol untuk Mengatasi Nyeri dan Kram pada Kaki

Apa Itu Obat Nalgestan dan Apa Fungsinya?

Apa Itu Obat Nalgestan?
Foto: Apa Itu Obat Nalgestan?

Foto: Shopee.com

  • Produsen: Medifarma Laboratories
  • Pendaftar: Medifarma Laboratories
  • Bentuk Sediaan: Tablet
  • Golongan Obat: T
  • Kombinasi dengan: Phenylpropanolamine Hydrochloride dan Chlorpheniramine Maleate (CTM)

Nalgestan adalah obat berbentuk tablet yang berfungsi untuk meringankan bersin-bersin dan hidung tersumbat karena pilek.

Setiap tablet obat ini mengandung dua komposisi aktif dengan manfaat yang berbeda, yaitu Phenylpropanolamine Hydrochloride (15 mg) dan Chlorpheniramine Maleate atau CTM (2 mg).

Phenylpropanolamine memiliki fungsi sebagai dekongestan (pelega saluran napas) yang dipicu oleh alergi, demam, sinusitis, dan flu biasa. Mengonsumsi jenis obat ini dapat menyebabkan penurunan nafsu makan.

Sementara kandungan Chlorpheniramine Maleate (CTM), sebagai jenis obat antihistamin yang berfungsi meringankan gejala demam dan flu.

Baca Juga: Amfetamin, Obat Golongan Psikotropika yang Bantu Atasi ADHD

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis dan Aturan Pakai nalgestan
Foto: Dosis dan Aturan Pakai nalgestan

Foto: Unsplash.com

Obat Nalgestan dapat dibeli secara bebas, namun sebelum mengonsumsinya, terlebih dahulu harus memperhatikan penggunaan serta dosis yang disarankan dalam kemasan.

Tablet ini dapat dikonsumsi 1 tablet sebanyak 3 hingga 4 kali per hari, dan dapat diminum sebelum atau sesudah makan.

Moms bisa menemukan jenis obat ini di berbagai apotek.

Obat ini dapat dikonsumsi secara oral. Jangan menambah dosis atau mengonsumsi obat tidak sesuai dengan yang diinstruksikan oleh dokter.

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap terapi. Saat mengonsumsi tablet ini disarankan agar ditelan secara bulat-bulat, dan jangan menghancurkan tablet obat atau dikunyah.

Interaksi Obat

Interaksi Obat nalgestan
Foto: Interaksi Obat nalgestan

Foto: Unsplash.com

Seperti halnya obat-obatan lainnya, Nalgestan juga memiliki interaksi dengan obat-obatan atau minuman/makanan lain.

Berikut beberapa interaksi obat Nalgestan, antara lain:

  • Alkohol
  • Obat antipsikotik (Sulpiride, Fluphenazine, Chlorpromazine, Phenelzine )
  • Obat antidepresan (Bupropion dan Isocarboxazid)
  • Obat stimulan (Fendimetrazin)
  • Obat simpatomimetik (Phentermine)
  • Obat antiepilepsi (Fenitoin)
  • Obat penenang
  • Selegiline (untuk penyakit Parkinson)

Penggunaan obat-obatan di atas dapat mengubah efek dari obat Nalgestan, dan juga dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, sebelum mengonsumsi Nalgestan penting agar memberi tahu dokter jenis-jenis obat atau suplemen, dan makanan apa saja yang telah dikonsumsi untuk menghindari terjadinya interaksi obat.

Baca Juga: 7 Cara Menghitung Dosis Obat untuk Anak, Perlu Diperhatikan, Nih Moms!

Efek Samping Obat

Efek samping obat
Foto: Efek samping obat (Freepik.com)

Foto: Orami Photo Stock

Menurut penelitian di Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, efek samping dalam penggunaan obat common cold seperti Nalgestan adalah mengantuk, mulut kering, dan jantung berdebar.

Berikut beberapa efek samping yang tertera dalam kemasan obat Nalgestan:

  • Mengantuk
  • Gangguan pencernaan
  • Gangguan psikomotor
  • Takikardia (detak jantung di atas normal)
  • Aritmia (irama jantung terlalu cepat)
  • Mulut kering
  • Palpitasi (jantung berdegub kencang dan tidak teratur)
  • Retensi urine (susah buang air kecil)

Efek samping obat nalgestan dapat berbeda pada setiap orang.

Namun, jika mengalami beberapa efek samping dan terjadi dalam rentang waktu yang lama, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Baca Juga: Ini Manfaat dan Efek Samping Asam Askorbat atau Suplemen Vitamin C

Peringatan dan Perhatian

Beberapa kondisi, serta gaya hidup perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini.

Jika dokter merekomendasikan untuk mengonsumsi obat ini, beritahu kepadanya tentang kondisi penyakit lain yang sedang diderita.

Terutama untuk penderita bronkitis kronis, mengalami pembesaran kelenjar prostat, epilepsi, asma, dan kesulitan buang air kecil.

Selain itu, saat mengonsumsi ini sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol dan obat penenang, serta tidak mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Sebab mengonsumsi obat ini memiliki efek yang dapat menyebabkan rasa kantuk dan pusing sehingga tidak aman untuk orang yang akan mengemudi kendaraan atau mengoperasikan alat berat.

Berikut ini peringatan penting dalam konsumsi Nalgestan yang perlu diperhatikan:

1. Obat ini tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal efedrin, pseudoefedrin, fenilefrin).

2. Penderita tekanan darah tinggi berat, serta orang yang sedang mendapat terapi obat antidepresan tipe penghambat Monoamin Oksidase (MAO) juga tidak boleh diberikan obat ini.

3. Hati-hati dengan penggunaan bersamaan dengan obat lain yang menekan susunan saraf pusat.

4. Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, glaukoma (gangguan penglihatan), hipertrofi prostat (gangguan prostat), hipertiroid, retensi urine dan obesitas.

5. Tidak dianjurkan untuk anak di bawah usia 6 tahun, ibu hamil dan menyusui. Kecuali atas petunjuk dokter.

Baca Juga: Bio Nerve, Obat Alami Asal Malaysia yang Diklaim Bermanfaat untuk Tubuh

Penggunaan Obat untuk Ibu Hamil dan Menyusui

Penggunaan Obat nalgestan untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Foto: Penggunaan Obat nalgestan untuk Ibu Hamil dan Menyusui (Parenting.firstcry.com)

Foto: Orami Photo Stock

Khusus untuk Moms yang sedang hamil dan menyusui, penggunaan obat tablet ini tidak disarankan dan termasuk dalam peringatan dalam mengonsumsinya.

Kecuali jika memang diresepkan oleh dokter. Karena itu berkonsultasilah terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Biasanya, dokter akan memberikan resep obat Nalgestan jika manfaat yang didapatkan lebih besar dari efeknya.

Itu dia informasi terkait obat Nalgestan, mulai dari dosis hingga fungsinya. Jangan konsumi obat melebihi dosis yang dianjurkan, ya Moms.

Jika merasakan efek samping yang mengganggu, segera hentikan pemakaian dan jika dalam 3 hari gejala flu tidak berkurang, segera hubungi dokter.

  • https://www.drugs.com/mtm/chlorpheniramine.html#uses
  • https://www.gmedication.com/?s=nalgestan
  • https://www.mims.com/indonesia/drug/info/nalgestan?type=brief&lang=id
  • https://www.drugs.com/mtm/phenylpropanolamine.html#:~:text=Phenylpropanolamine%20is%20used%20to%20treat,%2Dthe%2Dcounter%20diet%20aids.
  • https://www.tabletwise.net/indonesia/nalgestan-tablet
  • https://pionas.pom.go.id/obat/nalgestan
  • https://media.neliti.com/media/publications/101800-ID-evaluasi-penggunaan-obat-commond-cold-pa.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.