14 Januari 2022

Sambut Hari Kanker Anak Sedunia, 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua

Bukan hanya memberikan perhatian pada anak tetapi juga pada diri sendiri

Hari Kanker Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 15 Februari sebagai bentuk dukungan terhadap anak-anak penderita kanker di dunia.

Ini juga merupakan upaya sosialisasi tentang:

Faktor risiko kanker pada orang dewasa umumnya berhubungan dengan perilaku dan gaya hidup.

Sementara pada anak-anak maupun bayi, faktor risiko dan penyebab kanker belum diketahui secara pasti.

Oleh karena itu orang tua, masyarakat, dan tenaga kesehatan memiliki peran penting dengan mengenali tanda-tanda dan gejala kanker pada anak.

Sehingga, kemungkinan untuk penanganan segera dan tingkat kesembuhan menjadi jauh lebih besar.

Berikut ini Orami sudah menyiapkan informasi khusus dalam menyambut Hari Kanker Anak Sedunia. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: Ketahui Penyebab Kanker Darah pada Anak dan Cara Mengatasinya

Hari Kanker Anak Sedunia

world children cancer day.jpg
Foto: world children cancer day.jpg

Foto: cancer.net

Hari Kanker Anak Sedunia digunakan sebagai sarana untuk mengajak seluruh masyarakat agar memiliki perhatian besar terhadap penyakit kanker, khususnya pada anak.

Berikut ini informasi lengkapnya, Moms.

1. Sejarah Terbentuknya

Hari Kanker Anak Sedunia atau International Childhood Cancer Day (ICCD) pertama kali ditetapkan pada tahun 2002.

ICCD mendapat dukungan langsung dari organisasi kesehatan dunia atau WHO.

Kemudian, Majelis Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tahun 2011 mengeluarkan deklarasi politik tentang penyakit berbahaya.

PBB mengakui adanya 4 penyakit penyebab kematian terbesar pada orang dewasa maupun anak-anak, salah satunya kanker.

Melansir Pan American Health Organization, kanker adalah penyebab utama kematian anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

Setiap tahun, lebih dari 400.000 anak didiagnosis menderita kanker secara global. Nah, inilah yang menjadi dasar diadakannya Hari Kanker Anak Sedunia.

2. Jenis Kanker yang Sering Menyerang Anak-Anak

Dikutip dari Perhimpunan Dokter Umum Indonesia, terdapat 6 jenis kanker yang sering menyerang anak-anak, yaitu:

  • Leukemia
  • Retinoblastoma
  • Osteosarkoma
  • Neuroblastoma
  • Limfoma Maligna
  • Karsinoma Nasofaring

Meskipun kanker pada anak hanya menyumbang 3-5% dari semua kasus kanker, akan tetapi membutuhkan pendekatan khusus dalam penanganannya.

Pasalnya, kanker pada anak sering terdeteksi secara tiba-tiba tanpa ada gejala signifikan.

Sedangkan fasilitias kesehatan yang bisa menangani kejadian tersebut masih relatif sedikit.

Baca Juga: Selain Marcella Zalianty, Anak Artis-artis Ini Juga Menderita Kanker dan Tumor

3. Target WHO Mengakhiri Kanker Anak di Seluruh Dunia

Beriringan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui Hari Kanker Anak Sedunia, WHO juga terus bergerak mengakhiri penderitaan pada anak-anak di dunia.

Target Sasaran Inisiatif Kanker Anak Global WHO adalah untuk membantu anak-anak melawan kanker dan mencapai setidaknya 60% kelangsungan hidup.

Diproyeksikan, ini akan dicapai untuk semua anak yang didiagnosis dengan kanker di seluruh dunia pada tahun 2030.

4. Cara Mengikuti Kampanye Hari Anak Sedunia

Tidak harus berperan besar untuk ikut dalam kampanye ini.

Moms bahkan cukup memahami dan tahu bagaimana kanker bisa menjadi penyebab kematian anak-anak di dunia.

Namun, Moms yang ingin terlibat lebih lanjut juga bisa mendonasikan sebagian penghasilan ke yayasan-yayasan kanker anak.

Bisa juga membagikan informasi septar kanker anak melalui media sosial dengan tagar #throughyourhands.

Baca Juga: Mengenal Osteosarcoma, Kanker Tulang pada Anak

Lakukan Ini bila Buah Hati Mengidap Kanker

hari kanker anak.jpg
Foto: hari kanker anak.jpg

Foto: healthychildren.org

Bukanlah hal yang mudah bagi anak maupun orang tua saat harus menghadapi kanker yang diderita.

Selain tentunya pengobatan, akan banyak upaya lain yang harus dilakukan orang tua untuk membuat anak tetap merasa bahagia dan sembuh.

Inilah 5 hal yang harus dilakukan orang tua ketika anak menderita kanker.

1. Menenangkan Diri

Saat anak divonis menderita kanker, ada beberapa hal yang mungkin dirasakan orang tua dan anak-anak, seperti:

Untuk menghadapi beberapa perasaan seperti itu, tentunya Moms tidak bisa tinggal diam dan membiarkannya.

Cobalah untuk mencari komunitas, sehingga Moms dapat bertukar pikiran dan pengalaman.

Bukan hanya itu, tak masalah juga untuk pergi ke psikolog agar Moms mengetahui langkah apa yang dapat membuat diri lebih tenang.

2. Mencoba Memberi Pengertian pada Anak

Mereka mungkin masih terlalu kecil untuk memahami apa itu kanker yang sedang mereka alami.

Meski dinilai masih sulit memahaminya, Moms tak boleh menutupi apa pun dari anak-anak.

Cobalah memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah mereka mengerti.

Beritahu bahwa mereka membutuhkan pengobatan, seperti kemoterapi untuk membuat mereka kembali sehat.

Jangan gunakan bahasa yang sulit mereka pahami, atau hanya akan menimbulkan ketakutan.

Baca Juga: Deteksi Kanker Kulit pada Anak, Ini Cara dan Pencegahannya!

3. Yakinkan Bahwa Moms Akan Selalu Mendampingi

Kebanyakan anak-anak akan merasa takut, terlebih jika mereka harus menghadapi dokter dan rumah sakit.

Jangan salahkan keadaan, karena usia mereka memang masih sewajarnya pada tahap yang takut bahkan orang dewasa sekalipun mungkin merasakan takut.

Hal yang harus Moms lakukan adalah meyakinkan bahwa mereka akan baik-baik saja serta Moms akan selalu ada untuk menemani.

4. Merawat Diri Sendiri

Salah satu cara untuk menjadi orang tua yang baik bukan hanya memberikan perhatian pada anak tetapi juga pada diri sendiri.

Moms harus tetap merawat diri dan beristirahat dengan benar. Jangan biarkan anak-anak melihat kondisi orang tua yang mungkin lelah dalam merawat sang anak.

Mereka yang belum mengerti akan merasa bahwa penyakitnya adalah penyebab Moms menjadi susah.

5. Belajar tentang Perawatan

Moms, jangan lupa untuk belajar bagaimana cara mengelola stres dan syok yang baik.

Saat Si Kecil didiagnosis, dokter akan memberikan banyak informasi mengenai jenis kanker yang diderita, perawatan, dan berbagai pilihan yang Moms dan Si Kecil bisa pilih.

Banyak orang tua akan merasa kewalahan dengan informasi dan bertanya-tanya bagaimana cara melakukan semuanya.

Untuk itu, belajarlah untuk tenang dan jangan lupa untuk selalu berdoa agar diberi kekuatan.

Baca Juga: 6 Artis yang Selamat dari Kanker Payudara

Itu dia Moms informasi seputar Hari Kanker Anak Sedunia serta tips bagi orang tua dengan anak yang didiagnosis mengidap kanker.

Menghadapi kanker memang tidak mudah. Moms memerlukan kekuatan yang luar biasa untuk menghadapinya.

Namun, banyak cara yang dapat Moms lakukan untuk membuat hidup tetap penuh harapan dan menyenangkan.

Semangat terus, Moms!

  • https://www.pdui-pusat.org/detailpost/hari-kanker-anak-sedunia-15-februari-2020
  • https://www.yoaifoundation.org/news-and-event-detail-35-press-rilis-hari-kanker-anak-internasional-2020-lang-id.html
  • https://internationalchildhoodcancerday.org/
  • https://siop-online.org/international-childhood-cancer-day/
  • https://worldchildcancer.org/international-childhood-cancer-day-2021/
  • https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/cancer/Pages/Childhood-Cancer-Coping-With-the-Diagnosis.aspx
  • https://www.paho.org/en/campaigns/international-childhood-cancer-day

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb