04 Maret 2022

Osteosarcoma (Kanker Tulang): Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Apakah Si Kecil termasuk anak yang berisiko mengalami kanker tulang?

Kanker tulang bisa saja menyerang siapapun tanpa memandang usia. Salah satu jenis yang patut diwaspadai adalah osteosarcoma.

Dinilai jenis kanker tulang yang sangat langka, tapi paling umum terjadi pada anak-anak.

Seperti apa penyebab dan gejala yang dirasakan dari kanker yang menyerang tulang ini? Simak penjelasannya lebih lanjut!

Gejala Umum Osteosarcoma

osteosarcoma gejala.jpg
Foto: osteosarcoma gejala.jpg (Medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stocks

Biasanya, ini menyerang di ujung tulang yang panjang, seperti bagian bawah tulang paha (femur), atas tulang kering yang besar (tibia), serta tulang lengan atas (humerus).

Melansir dalam Kids Health, gejala dari kanker tulang osteosarcoma meliputi:

  • Sakit hilang timbul dan menetap di area tertentu
  • Nyeri makin parah saat berkegiatan atau di malam hari
  • Bengkak atau terdapat benjolan di area tumor
  • Tulang patah atau retak tanpa penyebab
  • Kulit kemerahan dan bengkak

Osteosarcoma pada anak di bawah umur 3 tahun sangat langka.

Namun, menurut situs web Children with Cancer UK, jumlah kasusnya meningkat seiring usia dan 2/3 terjadi pada kelompok 10-14 tahun.

Penyebab pastinya belum diketahui, tapi kemungkinan disebabkan oleh perubahan DNA sel.

Dalam kebanyakan kasus, perubahan DNA tersebut tidak diwariskan dari orang tua kepada anak-anak, melainkan terjadi secara kebetulan.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Kanker Ovarium

Penyebab Osteosarcoma

Gejala Osteosarcoma pada Anak.jpg
Foto: Gejala Osteosarcoma pada Anak.jpg

Foto: familydoctor.org

Pada osteosarcoma, sel-sel kanker menghasilkan sel-sel tulang (osteoid) yang belum matang.

Seperti diketahui sebelumnya, tidak jelas apa yang dapat menyebabkan kanker tulang ini.

Namun, para ahli memperkirakan bahwa perubahan sel dalam tubuh cukup berperan dalam memicu sel kanker tumbuh.

Menurut situs web Children’s Hospital St. Louis, faktor-faktor berikut meningkatkan risiko terkena osteosarcoma:

  • Riwayat sindrom kanker genetik langka
  • Menjalani terapi radiasi atau kemoterapi
  • Berusia 10-30 tahun
  • Ras Afrika-Amerika
  • Menderita penyakit tulang tertentu

Biasanya ditemukan massa atau tumor pada sel tulang dengan bentuk tidak begitu jelas. Kemudian, menyerang dan merusak jaringan tubuh yang sehat.

Kanker dapat menyebar ke seluruh tubuh atau dikenal dengan metastasis.

Baca Juga: Dinilai Jorok, Ternyata Makan dengan Tangan Memiliki Segudang Manfaat, lho!

Tipe-Tipe Osteosarcoma

Tipe-tipe Osteosarcoma pada Anak.jpg
Foto: Tipe-tipe Osteosarcoma pada Anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Berdasarkan kecepatan kanker berkembang, osteosarcoma dibagi menjadi tingkat rendah, sedang, dan tinggi.

Osteosarcoma pada anak kebanyakan berada di tingkat tinggi (high-grade) atau kanker berkembang dengan cepat.

Kanker tulang ini juga dikelompokkan menjadi stadium 1A, 1B, 2A, 2B, atau 3 tergantung ukurannya dan penyebaran ke bagian tubuh lain.

Stadium dari kanker inilah yang menentukan perawatan yang diambil oleh pasien.

Angka kesembuhan untuk kanker tulang pada anak meningkat beberapa tahun terakhir menjadi 65%.

Hal ini terjadi berkat inovasi terbaru dalam teknologi perawatan, salah satunya penggunaan kemoterapi multiagen.

Bagaimanapun apabila terlambat diagnosis, osteosarcoma merupakan salah satu penyakit yang memiliki angka penyembuhan terendah.

Baca Juga: Nyeri Tumit, Ketahui Beragam Penyebab dan Pilihan Pengobatannya

Komplikasi Osteosarcoma

Mengenal-Osteosarcoma,-Kanker-Tulang-pada-Anak-Hero.jpg
Foto: Mengenal-Osteosarcoma,-Kanker-Tulang-pada-Anak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Terlepas ini bisa disembuhkan, tak menutup kemungkinan bisa menimbulkan masalah lain atau komplikasi.

Melansir dalam Mayo Clinic, berikut beberapa kemungkinan komplikasi akibat kanker tulang, antara lain:

1. Metastasis

Kanker yang menyebar ke bagian tubuh lain dikenal dengan metastasis.

Osteosarcoma dapat menyebar dari tempat asalnya ke area lain secara tidak terkontrol. Inilah yang membuat pengobatan dan pemulihan menjadi lebih sulit.

Sering ditemukan kasus kanker tulang ini menyebar ke paru-paru dan tulang lainnya.

2. Amputasi

Karena termasuk kanker yang menyerang telang, terkadang operasi amputasi pun diperlukan.

Pembedahan untuk menghilangkan tumor terkadang harus menyelamatkan anggota tubuh. Salah satunya dengan metode amputasi.

Komplikasi ini membuat pasien harus beradaptasi dengan anggota tubuh yang diselamatkan.

3. Efek Samping Pengobatan

Efek samping pengobatan jangka panjang pun menjadi komplkasi dari kanker tulang.

Kemoterapi agresif yang diperlukan untuk mengendalikan osteosarcoma dapat menyebabkan efek samping yang cukup terasa.

Biasanaya para dokter akan memberikan perawatan lanjutan untuk meredakan efek samping tersebut.

Baca Juga: 9 Cara Merawat Telinga, Jangan Gunakan Cotton Buds!

Cara Mengatasi Osteosarcoma

Faktor Risiko Osteosarcoma pada Anak.jpg
Foto: Faktor Risiko Osteosarcoma pada Anak.jpg

Foto: pexels.com

Kanker tulang yang bisa menyerang orang dewasa dan anak-anak perlu menjalani pengobatan.

Beberapa cara dalam mengatasi osteosarcoma yakni seperti:

1. Operasi

Operasi diperlukan apabila kanker termasuk stadium yang masih awal dan belum menyebar.

Selama operasi, tumor dan beberapa jaringan sehat di sekitarnya akan diangkat dari tulang yang dimaksud.

Dalam kebanyakan kasus yang melibatkan lengan atau kaki, pembedahan dapat dilakukan tanpa amputasi.

Prosedur ini dapat dilakukan pada mereka yang kankernya belum menyebar di luar tempat asalnya.

Terkadang, implan buatan digunakan untuk menggantikan tulang yang telah diangkat selama operasi.

2. Kemoterapi

osteosarcoma dan kemoterapi.jpg
Foto: osteosarcoma dan kemoterapi.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stocks

Ini adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel kanker.

Kemoterapi dapat diberikan untuk mengecilkan tumor dan membunuh sel kanker yang berkembang di dalam tubuh.

Pemberian kemoterapi ini bisa dilakukan sebelum atau setelah operasi. Hal ini dilihat dari tingkat keparahan stadium kanker tulang tersebut.

3. Radioterapi

Tak hanya itu, mengatasi osteosarcoma bisa dengan terapi radiasi atau radioterapi.

Ini diperlukan apabila daerah tulang tidak memungkinkan untuk pembedahan atau operasi.

Terdapat 2 jenis radioterapi yang umum dipilih, yakni ekstrnal dan internal.

Jenis eksternal menggunakan mesin yang mengarahkan sinar radiasi ke area tubuh yang bersifat kanker. Sedangkan, internal dilakukan dengan memasukkan jarum berisi zat tertentu.

Baca Juga: Mengenal Abses Perianal pada Anus, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya

4. Terapi Target

radioterapi.jpg
Foto: radioterapi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Terapi bertarget adalah penggunaan obat-obatan yang memblokir protein tertentu yang penting bagi sel kanker.

Obat-obatan ini biasanya tidak membahayakan sel sehat seperti halnya kemoterapi atau radiasi.

Jenis obat yang dipakai biasanya meliputi:

  • Inhibitor kinase
  • Mamalia inhibitor rapamycin
  • Antibodi monoklonal

Efek samping pemberian obat-obatan ini akan berbeda pada setiap individu.

5. Rotationplasty

Prosedur ini digunakan pada tumor femur distal, yang merupakan area kaki tepat di atas lutut.

Cara kerjanya yakni mengangkat tumor dan diperlukan mngamputasi kaki sebagian.

Ini mengubah bentuk dan struktur lutut pada individu. Biasanya, diperlukan beberapa bulan lamanya untuk menyesuaikan fungsi lutut kaki tersebut.

Di samping itu, pengobatan lain seperti pembekuan kanker pun menjadi pilihan untuk mengatasi osteosarcoma.

Itulah serba-serbi penting terkait kanker tulang jenis osteosarcoma. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan apabila mulai merasakan salah satu gejalanya ya, Moms.

Sumber

  • https://kidshealth.org/en/parents/cancer-osteosarcoma.html
  • https://www.childrenwithcancer.org.uk/childhood-cancer-info/cancer-types/osteosarcoma/
  • https://www.stlouischildrens.org/conditions-treatments/osteosarcoma
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/osteosarcoma/symptoms-causes/syc-20351052#:~:text=Osteosarcoma%20is%20a%20type%20of,soft%20tissue%20outside%20the%20bone.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.