13 Maret 2024

Ketentuan Hukum Puasa Ramadan dalam Al-Qur'an, Disimak Ya!

Dilakukan setiap satu tahun sekali, bagaimana hukum puasa Ramadan?

Hukum puasa Ramadan tentu harus diketahui oleh umat Muslim.

Dalam Islam, puasa termasuk dalah salah satu rukun Islam. Bukan hanya berlaku selama bulan Ramadan, tapi juga ada beberapa puasa sunah lainnya.

Sebagai sebuah penegasan, Islam juga telah menjatuhkan hukum puasa Ramadan.

Puasa yang disebut dengan shaum dalam Islam merupakan salah satu ibadah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Shaum atau puasa adalah menahan diri dari dua syahwat yaitu perut dan kemaluan, serta dari segala yang memasuki tenggorokan mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Bukan hanya mendapatkan pahala, saat menjalankan puasa seseorang juga akan mendapatkan manfaat kesehatan.

Mengenai hal ini, Journal Academy of Nutrition and Dietetics mencatat, puasa Ramadan dikaitkan dengan perubahan signifikan dalam komposisi tubuh, asupan makanan, dan pola tidur yang merupakan indikasi positif dari segi kesehatan.

Yuk, simak ulasan hukum puasa Ramadan selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Bagaimana Hukum Ziarah Saat Puasa? Simak Jawabannya!

Hukum Puasa

Dalam menjalankan aturan, tentunya ada hukum yang mendasari semua ibadah yang dilakukan dalam Islam.

Ditinjau dari hukumnya, secara umum puasa dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:

  • Puasa wajib, seperti puasa Ramadan, puasa kifarah, puasa qadla, serta puasa nazar.
  • Puasa sunah, seperti puasa enam hari Syawal, puasa Arafah, puasa Tasu’a dan Asyura, puasa ayyamul bidh, puasa senin kamis, puasa Daud, dan sebagainya.
  • Puasa makruh, seperti mengkhususkan bulan Rajab untuk berpuasa, atau mengkhususkan hari Jum’at untuk berpuasa.
  • Puasa haram, seperti puasa pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha dan puasa pada hari tasyrik.

Hukum Puasa Ramadan

Ilustrasi Puasa
Foto: Ilustrasi Puasa (Freepik.com/odua)

Berikut ini ketentuan mengenai hukum puasa Ramadan.

1. Wajib Bagi yang Beriman

Khusus untuk hukum puasa Ramadan, dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS Al Baqarah : 183).

Hal ini dapat dilihat pula pada pertanyaan seorang Arab Badui kepada Nabi SAW.

Orang Badui ini datang menemui Nabi SAW dalam keadaan berambut kusut, kemudian dia berkata kepada beliau: “Beritahukan aku mengenai puasa yang Allah wajibkan padaku.”

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:

“(Puasa yang wajib bagimu adalah) puasa Ramadan. Jika engkau menghendaki untuk melakukan puasa sunah (maka lakukanlah),” (HR. Bukhari).

2. Wajib Mengganti Puasa atau Bayar Fidyah bagi yang Tidak Puasa

Hukum puasa Ramadan ini tidak gugur bagi orang yang telah dibebani syariat, kecuali jika ada ‘udzur (halangan).

Di antara ‘udzur ini adalah orang yang sedang bepergian jauh (safar), sedang sakit, orang yang sudah berumur lanjut (tua renta) dan khusus bagi perempuan apabila sedang dalam keadaan haid, nifas, hamil atau menyusui.

Allah SWT menjelaskan: “Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.

Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,” (QS. Al Baqarah: 185).

Baca Juga: Kapan Batas Mandi Junub Ketika Puasa? Ini Penjelasannya!

3. Golongan yang Boleh Tidak Puasa Ramadan

Orang-orang yang tidak memenuhi syarat wajib puasa dibolehkan untuk tidak puasa Ramadan.

Golongan ini memungkinkan hilangnya kemampuan puasa dan Islam tidak memaksakan mereka yang tidak mampu untuk berpuasa.

Golongan tersebut antara lain:

  • Musafir
  • Orang sakit
  • Orang jompo
  • Wanita hamil
  • Wanita menyusui
  • Anak yang belum balig
  • Perempuan haid dan nifas

Terdapat ketentuan untuk mengganti puasa atau membayar fidyah bagi mereka yang disebutkan di atas, kecuali anak yang belum balig.

Hukum Puasa Ramadan bagi Lansia

Pasangan Lansia
Foto: Pasangan Lansia (Freepik.com/pressfoto)

Orang tua dengan kemampuan fungsi anggota tubuh yang menurun dan mengalami kesulitan untuk menjalani ibadah puasa Ramadan bisa mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa.

Melansir NU Online, lansia yang tidak mampu berpuasa wajib menggantinya dengan membayar fidyah berupa memberikan makanan sebanyak satu mud atau setara dengan 7 ons kepada orang miskin.

Satu mud itu berlaku untuk satu kali puasa yang ia tinggalkan.

Ini ditegaskan langsung oleh Allah swt dalam Al-Qur'an:

وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيِنٍ

Artinya: "Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin,” (QS. Al-Baqarah: 184).

Syarat Wajib Puasa

Perempuan Muslim
Foto: Perempuan Muslim (Freepik.com/freepik)

Selain hukum puasa Ramadan, ada juga syarat wajibnya puasa.

Dikutip NU Online, syarat wajib puasa adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan ibadah puasa.

Seseorang yang tidak memenuhi syarat ini, maka tidak ada kewajiban baginya untuk menjalankan ibadah puasa.

Adapun syarat seseorang diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadan, adalah:

1. Muslim atau Muslimah

Hukum puasa Ramadan adalah wajib untuk muslim dan muslimah.

Hal ini karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, hanya orang muslim yang akan dicatatkan pahala jika menjalankannya dan diberi dosa apabila ditinggalkan.

Mengingat hukum puasa Ramadan adalah wajib, maka semua orang Islam wajib menjalankannya kecuali ada udzur tertentu.

Hal ini dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:

“Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW: ‘Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadan’.” (HR Bukhari Muslim).

Baca Juga: 7+ Keutamaan Sahur Sebelum Puasa, Bisa Tambah Energi!

Hukum puasa Ramadan adalah wajib untuk yang sudah balig. Ini menjadi syarat kedua seseorang...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb