Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
29 September 2022

Ingin Membayar Fidyah? Simak Aturan dan Informasi Lainnya di Sini!

Berapa besar fidyah yang harus dibayarkan?
Ingin Membayar Fidyah? Simak Aturan dan Informasi Lainnya di Sini!

Saat bulan Ramadan, umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Namun, bagi yang tidak mampu melaksanakannya, harus membayar fidyah.

Ada beberapa golongan yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, seperti halnya ibu hamil dan menyusui.

Karena kondisi fisiknya, ibu hamil dan menyusui kerap kali tidak mampu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan lancar.

Golongan tersebut diperbolehkan untuk mengqada puasa di bulan lainnya atau membayar fidyah.

Namun, tak hanya itu, ada beberapa orang yang perlu untuk membayar fidiah.

Lantas, bagaimana cara membayarnya? Yuk, ketahui bersama, Moms!

Baca Juga: Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa? Ini Jawabannya Menurut Hadis Nabi Muhammad SAW

Mengenal Fidyah dalam Islam

Mengenal-Fidyah-Hutang-Puasa.jpg

Foto: Mengenal-Fidyah-Hutang-Puasa.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam bahasa Arab fidyah berasal dari kata dasar fadaa, yang artinya mengganti atau menebus.

Atau umumnya dikenal juga dengan sebutan fidiah, ini adalah sejumlah harta benda dalam kadar tertentu yang wajib diberikan pada fakir miskin.

Secara singkat, fidyah adalah sebagai ganti suatu ibadah yang ditinggalkan.

Hal ini tertulis pada firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah yang berbunyi:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Artinya:

“Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184)

Menurut Badan Amil Zakat Nasional, berikut golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa dan dapat membayar fidiah, antara lain:

  • Orang tua dengan usia lanjut yang tidak lagi mampu untuk berpuasa
  • Seseorang dengan penyakit parah yang tidak kunjung sembuh
  • Ibu hamil atau menyusui yang memiliki kondisi kesehatan yang tidak memadai menurut rekomendasi dokter
  • Orang yang menunda kewajiban mengqada puasa Ramadan tanpa uzur syar’i hingga Ramadan tahun berikutnya

Fidyah wajib dilakukan untuk mengganti ibadah puasa dengan membayar sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk setiap orangnya.

Nantinya, makanan itu disumbangkan kepada orang yang membutuhkan.

Namun, tidak semua ibu hamil dan menyusui membayar fidyah ya, Moms. Ada yang cukup mengganti utang puasanya saja.

Sementara, sebagian lainnya harus membayar puasa dan juga fidyah.

Baca Juga: Penting, Ini 15 Persiapan Puasa Ramadan dari Segi Spiritual dan Kesehatan

Aturan Jumlah Membayar Fidyah

aturan membayar fidyah

Foto: aturan membayar fidyah (https://unchealthcare.org/)

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menghitung besaran fidyah, ada bermacam-macam bentuk berdasarkan pendapat ulama.

Berikut beberapa aturan dalam membayar fidyah atau pengganti puasa dalam bentuk bahan makanan:

1. Satu Mud

Mengutip dari Rumah Zakat, besarnya fidyah itu adalah satu mud atau setara dengan mud Nabi Muhammad SAW.

Setiap satu mud digunakan untuk membayar satu hari puasa yang ditinggalkan.

Mud adalah seukuran telapak tangan manusia untuk memuat atau menampung bahan makanan.

Misalnya memberikan segenggam beras, gandum, kurma, dan lainnya.

Jika diukur dengan ukuran zaman sekarang, kira-kira akan menjadi 0.675 Kg atau 0.688 liter, atau ¾ liter beras untuk satu hari puasa.

2. Dua Mud

Ada cara lain untuk membayar seberapa besar jumlah untuk fidyah.

Hal ini merujuk pendapat Abu Hanifah yakni dengan membayar setengah mud atau 2 mud yang setara dengan ukuran mud Rasulullah SAW.

Misalnya dengan memberikan menu makan siang dan malam pada satu orang yang membutuhkan.

Jika diukur, berat makanan tersebut yakni 1,5 kg dari makanan pokok. Jumlah bayaran fidyah ini disebutkan dalam fatwa Lajnah Daimah yang berbunyi:

“Apabila dokter memutuskan bahwa penyakit yang diderita seseorang tidak bisa diharapkan kesembuhannya, maka ia boleh tidak berpuasa.

Mereka wajib memberi makan 1 orang miskin untuk setiap harinya sejumlah setengah sha dari makanan pokok suatu negeri seperti kurma atau yang lainnya.

Jika mereka telah memberi makan seorang miskin sejumlah hari-hari yang ditinggalkan, maka itu telah mencukupi”.

Baca Juga: 11+ Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan, Masya Allah!

3. Uang atau Dana

Mengutip Zakat Foundation, membayar fidyah juga bisa dilakukan dengan memberikan dana atau uang.

Adapun besaran jumlah uang yang dibayarkan setara dan disesuaikan dengan makanan pokok.

Jika dilihat dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, besaran fidyah adalah bahan pangan sejumlah 6 ons beras.

Bahan pangan ini dapat diganti dengan uang senilai bahan pangan tersebut.

Lalu, pembayaran fidyah dapat dilakukan sekaligus (sesuai jumlah hari puasa yang dilewatkan) atau setiap hari setiap meninggalkan puasa.

Namun perlu diketahui, para sahabat Rasululalh SAW lebih mengutamakan untuk membayar fidyah dengan makanan pokok dibandingkan dengan besaran uang ya, Moms.

Waktu Membayar Fidyah Puasa

aturan membayar fidyah

Foto: aturan membayar fidyah

Foto: pixabay.com

Fidyah ini dapat dibayarkan di muka sejak awal Ramadan atau dibayar belakangan. Waktu terbaik membayar fidyah adalah ketika memasuki malam hari saat bulan puasa.

Perlu diketahui bahwa seseorang tidak dianjurkan untuk mempercepat membayar fidyah sebelum waktunya.

Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani menjelaskan:

(ولا يجوز) للهرم والزمن ومسن اشتدت مشقة الصوم علیه وللحامل والمرضع (تعجيل المد قبل رمضان) بل لا يجوز تعجیل فدية يوم قبل دخول ليلته، كما لا يجوز تعجيل الزكاة لعامين. (ويجوز) التعجيل (بعد فجر كل يوم) من رمضان، بل يجوز بعد غروب الشمس في ليلة كل يوم بل يندب في أول ليلة

Artinya:

“Tidak boleh bagi orang sangat tua, orang pincang, orang berumur yang mengalami kesulitan untuk berpuasa, ibu hamil dan ibu menyusui, mempercepat penunaian fidyah satu mud sebelum Ramadan."

"Bahkan tidak boleh mempercepat fidyah untuk hari tertentu sebelum memasuki malamnya, sebagaimana tidak boleh mempercepat penunaian zakat untuk masa dua tahun."

"Boleh mempercepat fidyah setelah terbitnya fajar pada masing-masing hari dari bulan Ramadan, bahkan boleh mempercepat fidyah setelah terbenamnya matahari di waktu malam untuk setiap harinya, bahkan sunah ditunaikan di permulaan malam”. (Syekh Nawawi al-Bantani, Qut al-Habib al-Gharib, hal. 223).  

Menurut Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah yang merujuk pada pendapat ulama Mazhab Hanafiyah, menuliskan bahwa ibu hamil atau menyusui yang tidak berpuasa secara penuh, wajib menggantinya dengan membayar fidyah sejumlah hari ia tidak berpuasa.

Jika sudah, maka selanjutnya ia tidak perlu mengganti puasa tersebut pada hari lain setelah bulan Ramadan.

Baca Juga: Ini 17 Amalan Bulan Ramadan yang Dicontohkan oleh Rasul

Nah, setelah penjelas di atas, Moms dapat memberikan fidyah melalui berbagai cara.

Jadi, apakah Moms lebih memilih untuk membayar utang puasa dengan uang atau bahan makanan?

  • https://baznas.go.id/fidyah
  • https://tarjih.or.id/wanita-menyusui-yang-tidak-berpuasa-wajib-qadha-atau-fidyah-2/
  • https://www.rumahzakat.org/l/bayarfidyah/
  • https://www.zakat.org/what-is-meant-by-fidyah-for-making-up-missed-ramadan-fasts