Di atas 5 tahun

5 Juni 2020

4 Fakta Infeksi Kuku Pada Anak, Cari Tahu Disini!

Awas, kebiasaan menggigit kuku dan mengemut jari bisa jadi penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Tahukah Moms, kalau anak yang punya kebiasaan menggigit kuku punya resiko lebih besar terkena paronikia atau infeksi kuku pada anak? Walau tidak berbahaya, infeksi kuku bisa membuat kuku dan jari terasa sakit sehingga Si Kecil jadi sulit belajar dan beraktivitas.

Menurut American Academy of Family Physicians, infeksi kuku sebenarnya adalah jenis infeksi pada tangan yang paling sering ditemui, tapi dalam beberapa kasus juga bisa terjadi pada jemari kaki.

Fakta-fakta Infeksi Kuku pada Anak

Supaya lebih jelas, simak dulu berbagai fakta infeksi kuku pada anak berikut ini ya, Moms.

1. Bisa Disebabkan Kebiasaan Menggigit Kuku

4 Fakta Infeksi Kuku Pada Anak, Cari Tahu Disini 1.jpg

Foto: Babycenter.com

Infeksi kuku pada anak terjadi akibat bakteri atau jamur masuk ke dalam kulit di sekitar kuku yang sedang dalam keadaan luka, rusak, atau iritasi.

Pada pasien anak, infeksi kuku paling sering dipicu oleh kebiasaan mengemut jari atau menggigit kuku. Selain itu, resiko infeksi kuku juga bisa meningkat karena menggunting kuku terlalu pendek, menarik kulit di pinggiran kuku, atau trauma karena tertusuk benda.  

Baca Juga: Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

2. Diawali Dengan Jari Yang Membengkak

4 Fakta Infeksi Kuku Pada Anak, Cari Tahu Disini 2.jpg

Foto: Familydoctor.org

Mengutip penjelasan dari British Association of Dermatologists, infeksi kuku pada anak awalnya ditandai dengan gejala kulit memerah dan membengkak yang terasa sakit di sekitar kuku.

Selain itu, biasanya juga disertai dengan gejala lain seperti kulit di sekitar kuku terasa sakit saat disentuh, pembengkakan di bagian dasar atau sisi kuku, serta benjolan berisi nanah yang berwarna putih, kuning, atau kehijauan.

Baca Juga: Sebaiknya Seberapa Sering Memotong Kuku Anak?

3. Bisa Mengubah Bentuk Kuku

4 Fakta Infeksi Kuku Pada Anak, Cari Tahu Disini 3.jpg

Foto: Nicolekolenda.com

Sebenarnya ada dua jenis infeksi kuku pada anak, yaitu infeksi kuku akut yang terjadi secara mendadak dan tidak berlangsung lama dan infeksi kuku kronis yang tidak kunjung membaik atau terus berulang.

Infeksi kuku kronis yang tidak segera ditangani bisa membuat kutikel kuku menjadi rusak. Dalam jangka panjang, kuku menjadi tebal, keras, berubah bentuk, dan bahkan terpisah dari kulit.

Baca Juga: 4 Cara Tepat Mengajarkan Anak Menjaga Kesehatan Kuku

4. Bisa Disembuhkan Di Rumah

4 Fakta Infeksi Kuku Pada Anak, Cari Tahu Disini 4.jpg

Foto: Freepik.com

Berita baiknya, infeksi kuku pada anak bisa disembuhkan dengan melakukan perawatan sederhana di rumah.

Untuk infeksi kuku ringan yang belum menyebar, rendam jari yang terinfeksi di dalam air hangat dan sabun antiseptik selama 20 menit sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Jika tidak ada masalah, biasanya infeksi akan sembuh sendiri dalam beberapa hari.

Namun, Moms perlu segera memeriksakan Si Kecil jika infeksi kuku tidak kunjung sembuh setelah satu minggu, mulai muncul abses, atau infeksi menyebar ke area selain kuku.

Baca Juga: Cek! 5 Kondisi Kuku yang Menunjukkan Ada Penyakit di Tubuh

Infeksi kuku pada anak sebenarnya bisa dicegah kok, Moms. Selain dengan menghentikan kebiasaan menggigit kuku dan mengemut jari, juga dengan menjaga kebersihan tangan dan jari, tidak memotong kuku terlalu pendek, mengikis pinggiran kuku yang tajam, serta tidak melakukan apapun pada kutikel.

Bagaimana dengan Moms, sudahkah mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan tangan dan kuku yang baik pada Si Kecil?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait