Kesehatan

23 September 2021

Cari Tahu 6 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Anak dan Ibu Hamil

Bisa menyerang siapapun, bahkan anak-anak dan ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Sering merasa lemas, sakit kepala, jantung berdebar, sulit berkonsentrasi, sampai kulit pucat, bisa jadi tanda-tanda anemia. Ternyata, jenis anemia sangat banyak lho, Moms.

Melansir WebMD, ada lebih dari 400 jenis anemia dan dibagi menjadi tiga kelompok:

  • Anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah.
  • Anemia yang disebabkan oleh penurunan atau produksi sel darah merah yang salah.
  • Anemia yang disebabkan oleh kerusakan sel darah merah

Dari banyaknya jenis tersebut, ada beberapa jenis anemia yang umum dialamioleh ibu hamil, bahkan anak-anak.

Karena penanganannya berbeda-beda, yuk kenali satu persatu jenis anemia!

Jenis Anemia pada Anak-Anak

Jenis-jenis anemia 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah, yaitu sel darah yang berfungsi mengantarkan oksigen ke seluruh organ tubuh.

Kondisi kekurangan suplai oksigen dapat mengganggu fungsi organ tubuh.

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan anak terkena anemia, yaitu:

  • Kelainan genetik, misalnya pada penyakit thalasemia dan anemia sel sabit
  • Kekurangan gizi atau nutrisi tertentu, seperti kekurangan zat besi atau vitamin (asam folat dan vitamin B12)
  • Penyakit tertentu, seperti penyakit autoimun, gangguan sumsum tulang, anemia hemolitik, hipotiroidisme, dan gagal ginjal
  • Infeksi kronis
  • Efek samping obat-obatan atau paparan bahan kimia tertentu
  • Cedera atau luka berat
  • Kanker, seperti kanker darah (leukemia)

Baca Juga: Kenali Makanan Yang Boleh Dikonsumsi Maupun Dihindari Penderita Hipertensi

Melansir American Family Physician Journal, ada beberapa jenis anemia yang bisa terjadi pada anak-anak, antara lain:

1. Anemia Defisiensi Besi

Jenis anemia ini disebabkan oleh tidak adanya zat besi yang cukup dalam darah.

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin. Ini adalah penyebab paling umum dari anemia.

2. Anemia Megaloblastik

Jenis anemia megaloblastik terjadi ketika sel darah merah terlalu besar karena kekurangan asam folat atau vitamin B-12.

Salah satu jenis anemia megaloblastik adalah anemia pernisiosa. Pada tipe ini, ada masalah dalam menyerap vitamin B-12, penting untuk membuat sel darah merah.

3. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah kondisi anemia yang muncul saat sel darah merah dihancurkan.

Ada banyak penyebab yang berbeda, seperti infeksi serius atau obat-obatan tertentu.

Bagi yang diturunkan, pada umumnya karena defisiensi glukosa 6 fosfat dehidrogenase, dan thalasemia.

Sementara jika didapat biasanya karena gangguan sistem imun, zat kimia sampai transfusi darah yang tidak cocok.

4. Anemia Sel Sabit

Ini adalah jenis hemoglobinopati, jenis anemia yang diturunkan dengan sel darah merah berbentuk tidak normal.

Sel-sel ini mati terlalu cepat sehingga tubuh tidak pernah memiliki sel darah merah yang cukup.

Bentuk sel darah ini juga membuatnya lebih kaku dan lengket sehingga bisa menghalangi aliran darah.

Gejala-gejalanya hampir sama dengan anemia pada umumnya.

Tapi ada jenis anemia ini, biasanya akan disertai rasa sakit mendadak di seluruh tubuh. Ini disebut sickle cell crisis atau krisis sel sabit.

5. Anemia Cooley (Talasemia).

Kondisi ini adalah jenis anemia turunan lainnya dengan sel darah merah abnormal.

6. Anemia Aplastik

Jenis anemia disebabkan karena adanya kegagalan sumsum tulang untuk membuat sel darah.

Hal ini berakibat pada adanya sejumlah masalah pada jantung termasuk infeksi, perdarahan yang tidak terkontrol, hingga gagal jantung.

Penyebabnya bisa karena keturunan, infeksi, penyakit autoimun, efek samping terapi radiasi kanker sampai paparan zat beracun.

Baca Juga: Ketahui Gejala dan Langkah Mencegah Anemia Pada Anak

Sebelum kondisinya parah, anak-anak yang mengalami anemia akan menunjukkan beberapa tanda dan gejala berikut:

  • Sering terlihat lemas atau lelah
  • Kurang mau bermain atau berinteraksi dengan orang di sekitarnya
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan
  • Mata menguning
  • Sering mengeluh sakit kepala, pusing, atau nyeri di tulang atau bagian tubuh tertentu
  • Jantung berdebar
  • Sesak napas
  • Sering terkena infeksi
  • Luka yang sulit sembuh

Jenis Anemia pada Ibu Hamil

jenis anemia

Foto: Orami Photo Stock

Tubuh perlu membuat lebih banyak darah selama kehamilan.

Sehingga membutuhkan lebih banyak zat besi dan vitamin untuk menghasilkan protein dalam sel darah merah yang disebut hemoglobin.

Protein ini berfungsi untuk mengangkut oksigen ke sel-sel lain dalam tubuh.

Melansir WebMD, banyak ibu hamil kekurangan jumlah zat besi yang diperlukan selama trimester kedua dan ketiga.

Akibatnya, anemia sering terjadi selama kehamilan.

Jika anemia menjadi parah selama kehamilan, bayi yang sedang berkembang mungkin berisiko anemia saat bayi.

Orang dengan anemia juga memiliki risiko lebih tinggi melahirkan prematur atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah.

Berikut ini adalah jenis anemia ibu hamil yang dilansir dari berbagai sumber. Disimak yuk, Moms!

1. Anemia Pernisiosa

Vitamin B12 sangat penting bagi tubuh untuk dapat memperbanyak sel darah merah.

Moms bisa memperolehnya dalam produk hewani, seperti telur, daging, ikan, dan susu. Tersedia juga dalam suplemen makanan dan obat resep.

Sereal sarapan yang diperkaya dan ragi nutrisi yang diperkaya juga merupakan sumber vitamin B12 yang baik.

Jenis anemia pernisiosa adalah bentuk anemia yang terkait dengan defisiensi vitamin B12.

Melansir Annals of The New York Academy of Sciences Journal, jenis anemia ini dapat mencegah penyerapan vitamin B12, bahkan jika seseorang mengonsumsi vitamin dalam jumlah yang cukup.

Baca Juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

2. Anemia Defisiensi Folat

Selama kehamilan, Moms membutuhkan jumlah folat yang lebih tinggi, yang merupakan vitamin B yang larut dalam air, karena folat diperlukan untuk perkembangan janin.

Kekurangan folat dapat mempengaruhi pertumbuhan normal dan pembelahan sel pada plasenta dan janin, yang dapat menyebabkan kelainan kelahiran.

Jika Momstidak memiliki cukup folat sebelum dan selama kehamilan mereka, akan beresiko bayi mengalami masalah otak dan sumsum tulang belakang, yang disebut cacat tabung saraf.

Penelitian yang dilansir Medical News Today juga menunjukkan hubungan antara kekurangan folat dan berat badan lahir rendah dan kelahiran prematur.

3. Anemia Defisiensi Besi

Kebutuhan zat besi seseorang meningkat secara signifikan selama kehamilan karena zat besi penting untuk:

  • memenuhi kebutuhan janin dan plasenta
  • meningkatkan produksi sel darah merah yang lebih tinggi
  • mencegah kehilangan zat besi selama persalinan

Anemia defisiensi besi adalah jenis anemia yang paling umum di antara ibu hamil.

Melansir Mayo Clinic, memperkirakan bahwa lebih dari 40% orang di dunia mengalami anemia selama kehamilan.

Jika seseorang tidak menerima pengobatan, jenis anemia defisiensi besi dapat memiliki efek yang signifikan pada kesehatan ibu dan janin.

Alhasil, kehamilan dengan jenis anemia defisiensi besi dapat menyebabkan:

  • berat badan lahir rendah
  • lahir prematur
  • preeklamsia
  • perdarahan postpartum

Baca Juga: Yuk, Berikan 9 Makanan Kaya Zat Besi Ini untuk Anak

Nah, dengan mengenali penyebab dan gejala dari berbagai jenis anemia yang ternyata cukup beragam, kita bisa mulai berupaya hidup lebih sehat ya Moms.

  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/in-depth/anemia-during-pregnancy/art-20114455
  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/a/anemia-in-pregnancy.html#:~:text=Four%20kinds%20of%20anemia%20can,have%20a%20low%20birth%20weight.
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/anemia-in-pregnancy#symptoms
  • https://www.webmd.com/baby/guide/anemia-in-pregnancy#1
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/10818399/
  • https://www.aafp.org/afp/2016/0215/p270.html
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26926814/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15698-anemia-in-newborns
  • https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions---pediatrics/a/anemia-in-children.html
  • https://www.webmd.com/a-to-z-guides/understanding-anemia-basics#:~:text=There%20are%20more%20than%20400,destruction%20of%20red%20blood%20cells
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait