06 Desember 2019

Manfaat Vitamin D Selama Kehamilan, Simak di Sini!

Cari tahu makanan sumber vitamin D sekaligus manfaatnya

Yuk, Moms, simak manfaat vitamin D selama kehamilan.

Selama masa kehamilan, tubuh Moms membutuhkan vitamin D untuk mempertahankan kadar kalsium dan fosfor yang tepat.

Vitamin D dapat membantu membangun tulang dan gigi bayi dalam kandungan Moms.

Ibu hamil perlu memastikan mendapat cukup vitamin D yang disarankan selama kehamilan, demi diri sendiri dan perkembangan bayi yang sehat.

Kali ini Orami sudah merangkum hal-hal yang perlu Moms ketahui mengenai vitamin D, dilansir dari babycenter.com dan laman American Pregnancy. Simak sama-sama, yuk!

Apa Itu Vitamin D?

01 - sumber medicalnewstoday.jpg
Foto: 01 - sumber medicalnewstoday.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Vitamin D adalah vitamin steroid dari sekelompok prohormon yang larut dalam lemak.

Senyawa yang paling signifikan untuk perkembangan manusia adalah D2 dan D3.

Manfaat vitamin D dalam kehamilan dan kesejahteraan bayi di antaranya mendukung perkembangan tulang yang sehat.

Hati-hati lho Moms, kekurangan asupan vitamin D ada kaitannya dengan pre-eklampsia.

Baca Juga: Haruskah Ibu Menyusui Mengonsumsi Vitamin Prenatal?

Manfaat Vitamin D

02 - sumber ostelin.jpg
Foto: 02 - sumber ostelin.jpg

Foto: ostelin.com

Vitamin D bermanfaat bagi kesehatan pribadi Moms, terutama selama kehamilan.

Selain menjamin kesehatan tulang, vitamin D juga berperan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Manfaat vitamin D selama kehamilan di antaranya diperlukan untuk penyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor.

Banyak penelitian menemukan hubungan antara kadar vitamin D serum rendah dan peningkatan risiko berbagai penyakit.

Seperti, kanker, penyakit autoimun, penyakit neurologis, resistensi insulin, dan penyakit kardiovaskular.

Apa yang Terjadi Jika Kekurangan Vitamin D?

03 - sumber insidercom.jpg
Foto: 03 - sumber insidercom.jpg

Foto: insider.com

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pertumbuhan tulang yang tidak normal, patah tulang, atau rakhitis pada bayi yang baru lahir.

Beberapa studi bahkan menghubungkan kekurangan vitamin D dengan risiko komplikasi kehamilan yang lebih tinggi. Seperti diabetes kehamilan, preeklampsia, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah.

Gejala kekurangan vitamin D bisa jadi tidak kentara.

Namun bisa saja termasuk otot pegal, lemah, nyeri tulang, dan tulang lunak, yang dapat menyebabkan patah tulang.

Moms juga dapat mengalami kekurangan vitamin D tanpa gejala apa pun. Dan jika itu terjadi saat sedang hamil, bayi Moms juga bisa terkena efeknya.

Baca Juga: Tak Cuma Vitamin A, Ini 4 Nutrisi Mata yang Kita Butuhkan Setiap Hari

Seberapa Banyak Vitamin D untuk Ibu Hamil?

04 - sumber uscnews.jpg
Foto: 04 - sumber uscnews.jpg

Foto: uscnews.com

Dosis vitamin D bagi ibu hamil masih jadi perdebatan. Institute of Medicine saat ini merekomendasikan bahwa semua wanita, baik yang sedang hamil atau menyusui, mendapatkan 600 unit internasional (IU) vitamin D atau 15 mikrogram (mcg) setiap hari.

Tetapi banyak ahli percaya bahwa 600 IU hampir tidak cukup.

Linus Pauling Institute, misalnya, merekomendasikan semua orang dewasa mengonsumsi 2.000 IU suplemen vitamin D setiap hari. The Endocrine Society mengatakan 600 IU mungkin cukup.

Tetapi beberapa orang, termasuk wanita hamil dan menyusui, mungkin membutuhkan 1.500 hingga 2.000 IU vitamin D.

Darimana Bisa Dapat Manfaat Vitamin D?

05 - sumber memome.jpg
Foto: 05 - sumber memome.jpg

Foto: memome.com

Minyak hati ikan, ikan berlemak, keju, dan telur semuanya mengandung vitamin D. Termasuk semua jenis susu.

Sumber vitamin D terbaik ada pada ikan salmon, jus jeruk, susu rendah lemak, kuning telur, dan sereal. Paparan sinar matahari pagi juga bisa memberi manfaat vitamin D saat kehamilan.

Baca Juga: Begini Dosis Vitamin C untuk Ibu Hamil yang Aman dan Cocok

Perlukah Mengonsumsi Suplemen Vitamin D?

06 - suplemen - sumber medscape.jpg
Foto: 06 - suplemen - sumber medscape.jpg

Foto: medscape.com

Tergantung. Suplemen vitamin D mengurangi risiko bayi lahir dengan berat badan kecil. Selain itu, meningkatkan kadar kalsium dan pertumbuhan dalam 12 bulan pertama kehidupan bayi.

“Selain itu, kami menemukan bahwa dosis rendah suplementasi vitamin D (hingga 2.000 IU per hari) mengurangi risiko kematian janin atau neonatal. Tetapi dosis yang lebih tinggi (lebih dari 2.000 IU per hari) tidak mengurangi risiko kematian perinatal dan bayi kecil untuk usia kehamilan,’’ kata penulis senior Dr. Shu Qin Wei dari University of Montreal, Kanada.

Itulah poin penting yang harus Moms ketahui mengenai vitamin D.

Jika khawatir tidak mendapatkan cukup vitamin D, Moms bisa tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan atau dokter.

Jika dokter menyarankan suplemen, cari jenis yang berlabel vitamin D3, atau cholecalciferol, yang merupakan bentuk paling efektif.

Nah, itulah penjelasan manfaat vitamin D selama kehamilan. Jadi, jangan lupa lengkapi kebutuhan buah hati, ya.

(CIL/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.