Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
23 Juni 2020

6 Konflik dalam Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai

Apabila tidak hati-hati, beberapa hal di bawah ini bisa jadi pemicu konflik rumah tangga, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang diwarnai dengan argumen, pertengkaran, dan konflik.

Bukan masalah yang menjadi fokusnya, namun bagaimana cara Moms dan Dads menyelesaikan masalah dan menjadi lebih mengenal satu sama lain lebih baik lagi.

Konflik Rumah Tangga

Beberapa orang akan memilih menghindar dari konflik rumah tangga dengan tidak membicarakan hal-hal yang kontradiktif dengan pasangan, walaupun sebenarnya dalam hati tidak setuju.

Namun, hal kecil yang diabaikan dapat menjadi konflik yang lebih besar di kemudian hari, hingga patut diwaspadai.

1. Uang

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 1.jpg

Foto: freepik.com

Salah satu pemicu konflik rumah tangga adalah ketika pasangan tidak menyetujui cara pasangannya mengelola keuangan.

Bukan hanya nominal yang dihabiskan oleh pasangan, akar permasalahannya bisa saja ketakutan dalam diri sendiri.

Misalnya ketakutan tidak dianggap penting dan tidak dihargai dalam mengambil keputusan dalam hidup pasangan, atau kekhawatiran akan keamanan finansial rumah tangga di masa depan.

Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah selalu transparan dengan pasangan dalam hal finansial untuk membangun kepercayaan dan perasaan saling menghargai.

Selain itu, memberi maupun mendengar pendapat dari pasangan secara positif juga sangat krusial sebagai pencegah konflik.

Baca Juga: Waspada ‘Selingkuh’ Keuangan di Rumah Tangga, Apa Maksudnya?

2. Media Sosial

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 2.jpg

Foto: freepik.com

Studi dari Universitas Maryland mendapati bahwa mahasiswa mendeskripsikan jauh dari media sosial sama seperti berhenti mengonsumsi obat-obatan dan alkohol, yaitu keinginan yang sulit dikontrol, cemas, dan gelisah.

Ketagihan bermain dengan media sosial dapat membuat waktu berkualitas untuk keluarga berkurang dan berdampak buruk untuk kualitas hubungan dalam keluarga.

Masalah lain yang dapat menjadi konflik rumah tangga adalah ketika melihat konten orang lain yang memamerkan kemesraan di media sosial.

Ada baiknya tidak membandingkan hubungan mereka dengan hubungan Moms dan Dads secara negatif.

3. Kurangnya Keintiman

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 3.jpg

Foto: freepik.com

Salah satu masalah rumah tangga yang melanda pasangan yang sudah lama menikah adalah berkurangnya kemesraan karena berbagai faktor, misalnya kesibukan, kurang percaya diri, atau selalu ada anak-anak.

Kurangnya keintiman dapat menandakan putusnya koneksi secara emosional di mana pasangan merasa tidak diinginkan.

Masalah semakin sulit dikomunikasikan karena Moms dan Dads dapat merasa malu untuk mengakui ketidaknyamanan dengan tubuh sendiri.

Namun, daripada terlalu banyak berpikir dan berharap orang lain bisa membaca pikiran, akan selalu lebih baik memberitahu pasangan apa yang kita rasakan.

Baca Juga: 7 Cara Mempererat Keintiman Hubungan Pernikahan, Bukan Hanya Seks!

4. Cara Mendidik Anak

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 4.jpg

Foto: freepik.com

Solusi untuk hampir seluruh konflik cara mendidik anak adalah mencapai kesepakatan bersama.

Jika tidak, topik tentang anak-anak bisa dengan mudah memicu perdebatan antara Moms dan Dads, sehingga menambah konflik rumah tangga.

Hindari berdebat di depan anak, lakukan diskusi secara privat agar mencapai kesepakatan dan menjadi satu suara di depan anak.

5. Pekerjaan

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 5.jpg

Foto: freepik.com

Pekerjaan dapat dengan mudah menjadi konflik rumah tangga karena sebagian besar waktu dalam sehari digunakan untuk bekerja.

Faktor lain seperti waktu kerja yang berbeda, atau beban kerja yang tinggi, dapat menyebabkan pasangan merasa kurang menghabiskan waktu berdua.

Solusi dari masalah ini adalah menyiapkan waktu khusus untuk pasangan dan keluarga sehingga tidak mengorbankan kualitas hubungan dan pekerjaan.

Baca Juga: Apakah Pisah Ranjang Jadi Solusi Konflik di Pernikahan?

6. Pekerjaan Rumah

Konflik Rumah Tangga yang Patut Diwaspadai 6.jpg

Foto: freepik.com

Terdengar sepele, namun hal ini tidak jarang menjadi keluhan dan bibit konflik rumah tangga, terutama bagi pihak wanita.

Bagi Moms dan Dads yang tidak menggunakan jasa asisten rumah tangga, secara umum pekerjaan merapikan dan membersihkan rumah akan dibebankan kepada Moms.

Ketika Moms merasa lelah secara fisik dan emosional, Moms akan merasa beban ini tidak adil dan dapat menjadi bahan argumen.

Solusi dari masalah ini adalah pembagian tugas yang dengan adil dan realistis.

Sebagai contoh, jika Dads dapat mencuci piring dan membereskan tempat tidur dua kali lebih cepat daripada Moms, kenapa tidak?

Di sisi lain, Moms mungkin lebih cepat menyetrika kemeja, menyusun laporan keuangan keluarga, atau mencuci pakaian.

Keretakan rumah tangga dapat dimulai dari hal-hal yang terlihat sepele di awal.

Kemampuan komunikasi dan keterbukaan pikiran dapat diuji ketika konflik rumah tangga terjadi.

Hal yang perlu diingat, membangun rumah tangga adalah pekerjaan tim yang akan semakin ringan bila diusahakan berdua.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait