Kesehatan Umum

1 Desember 2021

3 Larangan setelah Bekam dan Hal-Hal yang Perlu Diketahui

Harus dipatuhi agar manfaat bekam bisa maksimal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Widya Citra Andini

Apakah Moms menyukai terapi bekam? Tahukah bahwa ada beberapa larangan setelah bekam yang perlu dihindari?

Bekam adalah terapi tradisional asal Tiongkok dan Timur Tengah yang digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi. Terapi ini dilakukan dengan menempatkan cangkir pada titik-titik tertentu di kulit.

Kemudian, cangkir yang ditempelkan tersebut akan menarik kulit hingga muncul bekas bulatan kemerahan.

Baca juga: Ini Syarat Donor Darah yang Harus Dipenuhi, Tidak Boleh Sembarangan!

Bekam bisa kering dan juga basah. Bekam basah dilakukan dengan menusuk kulit sebelum memulai penyedotan, untuk menghilangkan sebagian darah selama prosedur.

Sementara bekam kering tidak dilakukan penusukan untuk mengeluarkan darah. Melainkan langsung menggunakan cangkir.

Berbagai Larangan setelah Bekam yang Perlu Dipahami

Ada beberapa larangan setelah bekam yang perlu dipatuhi, yaitu:

1. Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu

Kopi Bengkulu (Kaboompics .com).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Konsumsi makanan dan minuman tertentu merupakan salah satu larangan setelah bekam.

Makanan dan minuman yang dimaksud adalah yang mengandung kafein, alkohol, makanan dan minuman manis, susu, dan daging olahan.

Berbagai makanan dan minuman tersebut dapat memperlambat kemampuan tubuh untuk memproses pengobatan.

Jadi, selama 4-6 jam setelah bekam, usahakan untuk menghindari dulu makanan dan minuman tersebut ,ya.

2. Paparan Panas

Sauna dan Demensia - 1 (freepik).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mandi air panas dan sauna juga merupakan larangan setelah bekam. Sebab, selama beberapa hari setelah terapi, kulit akan lebih sensitif terhadap suhu. Terutama pada area kulit tempat cangkir diletakkan.

Jadi, berikan waktu pada kulit untuk pulih. Jika memungkinkan, mandilah dengan air yang disaring, untuk menghindari masuknya kembali bahan kimia yang tidak perlu ke kulit.

3. Latihan yang Intens

Seberapa-Efektif-Olahraga-TRX-untuk-Turunkan-Berat-Badan-.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah menjalani terapi bekam, hindari juga aktivitas berat atau latihan yang intens selama beberapa hari.

Untuk mempercepat pemulihan, perbanyaklah istirahat.

Baca juga: Pahami Jenis dan Fungsi Melakukan Tes Darah untuk Kesehatan

Manfaat Menjalani Terapi Bekam

terapi bekam.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada dasarnya, larangan setelah bekam dibuat dengan tujuan untuk memaksimalkan manfaat dari terapi ini.

Lantas, apa saja sih manfaat dari terapi bekam? Beberapa penelitian mencoba mengungkapkan hal ini.

Salah satunya adalah studi pada 2012 di jurnal PLOS One. Para peneliti mengklaim bahwa terapi bekam bekerja dengan menciptakan hiperemia atau hemostasis di sekitar kulit.

Artinya, terapi ini dapat meningkatkan atau menurunkan aliran darah seseorang di bawah cangkir.

Bekam juga memiliki kaitan dengan titik akupunktur pada tubuh. Banyak dokter menganggap terapi bekam sebagai terapi pelengkap.

Namun, sebenarnya belum ada penelitian yang benar-benar cukup untuk membuktikan keefektifan terapi ini.

Para ilmuwan telah menghubungkan terapi bekam dengan berbagai manfaat kesehatan.

Namun, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah itu efektif sebagai pengobatan.

Selain mengetahui apa saja larangan setelah bekam, Moms juga perlu tahu manfaat apa saja yang ditawarkan terapi ini.

Dari berbagai penelitian yang ada, berikut ini beberapa klaim manfaat terapi bekam untuk kesehatan:

1. Meredakan Nyeri

Orang sering menyebut terapi bekam sebagai bentuk pereda nyeri.

Namun, meski ada beberapa bukti keefektifannya, para ilmuwan perlu melakukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.

Salah satunya studi pada 2011 di jurnal Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.

Para peneliti menemukan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa bekam dapat mengurangi rasa sakit, seperti sakit punggung.

Selain itu, terapi ini juga diklaim bermanfaat untuk mengatasi nyeri leher. Namun, masih butuh penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

Baca juga: 5 Terapi Totok Saraf di Rumah, Yuk Coba Moms!

2. Mengatasi Kondisi Kulit

Selain meredakan nyeri, terapi bekam juga diklaim bermanfaat untuk mengatasi beberapa kondisi kulit, seperti herpes zoster dan jerawat.

Namun, belum ada studi dan penelitian yang memadai untuk membuktikan efektivitas terapi ini terhadap kondisi kulit tersebut.

3. Membantu Pemulihan setelah Olahraga

Sebuah makalah studi pada 2018 di Journal of Alternative and Complementary Medicine mencatat bahwa atlet profesional sering memanfaatkan terapi bekam.

Tujuannya adalah untuk membantu pemulihan setelah olahraga.

Namun, penelitian ini tidak menemukan bukti yang konsisten. Terutama untuk menunjukkan bahwa terapi ini efektif untuk apa pun yang berhubungan dengan pemulihan olahraga.

Risiko Efek Samping Terapi Bekam

manfaat bekam-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah membahas larangan setelah bekam dan klaim manfaat yang ditawarkan, mari bahas risiko efek sampingnya.

Meski banyak klaim manfaat yang ditawarkan, terapi bekam juga memiliki risiko efek samping, yaitu:

Jika Moms memiliki kondisi kulit seperti eksim atau psoriasis, bekam dapat memperburuk area di mana terapis menaruh cangkir.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin mengalami perdarahan internal yang lebih signifikan atau anemia. Hal ini jika terapis mengambil terlalu banyak darah selama bekam basah.

Selain itu, risiko efek samping lain yang juga dapat muncul akibat terapi bekam adalah:

Baca juga: 6 Fakta Seputar Qusthul Hindi, Obat Herbal Sejuta Manfaat

Jika Moms mengalami salah satu dari efek samping tersebut setelah terapi bekam, segera temui dokter.

Beberapa orang mungkin memiliki kondisi kesehatan, seperti masalah pembekuan darah, yang membuat bekam kurang ideal.

Rekomendasi Pola Makan setelah Bekam

Untuk mendapatkan manfaat bekam yang diinginkan, Moms harus mematuhi larangan setelah bekam.

Selain itu, penting juga untuk memerhatikan asupan nutrisi dari pola makan.

Berikut ini beberapa nutrisi yang perlu dipenuhi setelah menjalani terapi bekam:

1. Vitamin B

manfaat bayam untuk mengurangi stres oksidatif

Foto: Orami Photo Stock

Tubuh membutuhkan vitamin B, yang penting untuk fungsi vital dalam tubuh, seperti produksi energi dan pembuatan sel darah merah.

Vitamin B12 bekerja mirip dengan vitamin B9, juga dikenal sebagai asam folat.

Dalam membuat sel darah merah, vitamin ini memungkinkan zat besi berfungsi lebih baik di dalam tubuh.

Adapun vitamin B6, berkontribusi pada pemecahan protein menjadi asam amino, dan pembuatan sel darah merah dalam tubuh.

Vitamin B6 dapat ditemukan dalam kentang, pisang, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, telur, dan bayam.

Vitamin B9 dapat ditemukan dalam hati, sereal, daun hijau seperti bayam, kubis, asparagus, jus jeruk, dan nasi.

2. Zat Besi

ikan makarel

Foto: Orami Photo Stock

Selain menghindari larangan setelah bekam, penting juga untuk memenuhi asupan zat besi dari makanan.

Ini dapat mengatasi kekurangan darah dan berperan penting dalam pembuatan sel darah merah.

Ketika kadar zat besi dalam darah menurun, kemampuan tubuh untuk memproduksi sel darah merah pun ikut menurun.

Ini dapat menyebabkan kekurangan darah, sehingga harus dipenuhi dari makanan kaya zat besi, seperti:

  • Produk hewani, seperti unggas, kalkun, dan hati.
  • Makanan laut, termasuk ikan, kerang, dan tiram.
  • Sayuran, seperti sayuran hijau, brokoli, kacang manis, kubis, tauge, tomat, jagung, bit, dan kacang hijau.

3. Tembaga

Kacang Almond (www.thedailymeal.com).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Nutrisi lain yang juga dibutuhkan tubuh setelah bekam adalah tembaga. Tembaga diperlukan tubuh untuk:

  • Menjaga kesehatan sel darah merah.
  • Membantu kerja enzim yang berfungsi untuk pembekuan darah.
  • Peningkatan elastisitas pembuluh darah yang dikelilingi oleh jaringan ikat.
  • Mempertahankan tingkat tekanan darah yang stabil.
  • Membantu tubuh menyerap zat besi yang dibutuhkan sel untuk tetap hidup.

Baca juga: 5 Jenis Madu dan Kandungannya yang Baik untuk Kesehatan, Wajib Tahu!

Manfaat tersebut bisa diperoleh dari mengonsumsi makanan seperti hati sapi, kacang almond dan lentil, cokelat hitam, aprikot kering, dan asparagus.

Itulah pembahasan mengenai larangan setelah bekam, dan hal lain yang perlu diketahui mengenai terapi ini.

Semoga informasi tersebut bermanfaat ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3289625/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3136528/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29185802/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324817
  • https://www.cuppingforhealth.co.uk/before-and-aftercare1
  • https://www.medican-health.com/eating-after-cupping/
  • https://resolution.health/2020/03/01/cupping-after-care-what-to-do-after-cupping-and-what-to-avoid/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait