02 Juni 2024

15 Contoh Makanan Fungsional dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Ketahui pengertian, jenis, dan contoh serta manfaatnya berikut ini

Pernahkan Moms mendengar tentang makanan fungsional?

Nyatanya dalam beberapa tahun terakhir, makanan fungsional telah mendapatkan popularitas di kalangan pegiat gaya hidup sehat.

Istilah makanan fungsional juga dikenal sebagai nutraceuticals, yakni makanan fungsional yang sangat bergizi dan terkait dengan sejumlah manfaat kesehatan yang kuat.

Misalnya, mereka dapat melindungi terhadap penyakit, mencegah kekurangan nutrisi, dan mendorong pertumbuhan dan perkembangan yang tepat.

Jika Moms penasaran bagaimana asal usul makanan fungsional dan apa saja jenisnya, maka sebaiknya simak ulasannya berikut ini!

Baca Juga: 5 Makanan yang mengandung Kolagen, Sehat!

Pengertian Makanan Fungsional

Makanan Fungsional (Orami Photo Stock)
Foto: Makanan Fungsional (Orami Photo Stock)

Makanan fungsional adalah bahan makanan yang menawarkan manfaat kesehatan yang melebihi nilai gizi yang dikandungnya.

Beberapa jenis makanan tersebut mengandung bahan tambahan lain yang dirancang untuk meningkatkan kesehatan.

Mengutip British Medical Journal, konsep ini berasal dari Jepang pada 1980-an ketika lembaga pemerintah mulai menyetujui makanan dengan manfaat yang telah terbukti dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat umum.

Beberapa contoh termasuk makanan fungsional adalah makanan yang diperkaya dengan vitamin, mineral, probiotik, atau serat.

Bahan kaya nutrisi, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan biji-bijian juga sering dianggap sebagai makanan fungsional.

Oat, misalnya, mengandung sejenis serat yang disebut beta glucan, yang telah terbukti mengurangi peradangan, meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, dan meningkatkan kesehatan jantung.

Demikian pula, buah-buahan dan sayuran dikemas dengan antioksidan yang merupakan senyawa bermanfaat yang membantu melindungi dari penyakit.

Klaim kesehatan sering dibuat tentang makanan fungsional dan undang-undang juga dibuat untuk melindungi konsumen dari klaim yang menyesatkan.

Mengutip British Nutrition Foundation, klaim kesehatan adalah klaim yang dibuat pada makanan yang menyatakan, menyarankan atau menyiratkan bahwa ada hubungan antara manfaat kesehatan dan kategori makanan, makanan atau salah satu konstituennya.

Penting untuk menilai setiap makanan berdasarkan kemampuannya sendiri.

Secara khusus, sangat penting bahwa bukti ilmiah yang kuat ada untuk mendukung klaim yang dibuat.

Biasanya, ini akan mencakup bukti bahwa zat tersebut diserap atau mencapai tempat kerjanya.

Misalnya, konsumsi makanan dapat secara menguntungkan karena memengaruhi fungsi fisiologis pada manusia (misalnya tekanan darah) atau berdampak pada kesehatan (misalnya kolesterol darah).

Idealnya, efek ini berdampak langsung pada status kesehatan.

Jika ingin mencoba makanan fungsional, maka pilihlah dengan bijak.

Selain itu, perlu diingat bahwa meskipun makanan fungsional dapat membantu meningkatkan kesehatan, makanan tersebut tidak serta merta bisa menggantikan kebiasaan makan yang buruk.

Baca Juga: 29 Jenis Makanan Tinggi Kalori, Jangan Sampai Berlebihan!

Jenis Makanan Fungsional

Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, nutraceuticals umumnya dipisahkan menjadi dua kategori, yakni konvensional (tradisional) dan dimodifikasi (modern).

Berikut penjelasan keduanya:

1. Makanan Fungsional Tradisional

Makanan fungsional tradisional adalah makanan yang telah lama digunakan dalam budaya dan praktik makan tradisional suatu masyarakat, yang diketahui memiliki manfaat kesehatan tambahan selain nilai nutrisinya.

Biasanya, makanan ini menggunakan metode alami seperti fermentasi, pengeringan, atau penggunaan rempah-rempah dan herbal.

2. Makanan Fungsional Modern

Makanan fungsional modern adalah makanan atau produk yang telah dirancang atau diperkaya dengan zat gizi tambahan atau komponen bioaktif melalui proses teknologi dan penelitian ilmiah.

Produk ini sering kali dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik atau untuk memberikan manfaat kesehatan tertentu yang tidak selalu ditemukan dalam makanan tradisional.

Baca Juga: 11 Resep Tumis Kangkung, Sedap Disantap dengan Nasi Hangat!

Contoh Makanan Fungsional

Contoh Makanan Fungsional (Orami Photo Stock)
Foto: Contoh Makanan Fungsional (Orami Photo Stock)

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa makanan fungsional dibagi menjadi 2 kelompok, kini pahami lebih lanjut dengan mengetahui contohnya.

Contoh Makanan Fungsional Alami atau Tradisional

  1. Buah: beri, kiwi, pir, persik, apel, jeruk, pisang.
  2. Sayuran: brokoli, kembang kol, kangkung, bayam, zucchini.
  3. Kacang: almond, kacang mete, pistachio, kacang macadamia, kacang Brazil.
  4. Biji: biji chia, biji rami, biji labu.
  5. Kacang: kacang hitam, buncis, lentil.
  6. Serealia: oat, barley, soba, beras merah.
  7. Makanan Laut: salmon, sarden, teri, mackerel, ikan kod.
  8. Makanan Fermentasi: tempe, kombucha, kimchi, kefir, asinan kubis.
  9. Bumbu dan Rempah-rempah: kunyit, kayu manis, jahe, cabai rawit.
  10. Aneka teh seperti teh hijau, teh hitam, kopi juga jamu.

Contoh Makanan Fungsional Modern

Berikut adalah beberapa contoh makanan fungsional modern atau yang dimodifikasi:

  1. Yogurt probiotik
  2. Minuman berkolagen
  3. Susu yang diperkaya dengan kalsium dan vitamin D.
  4. Sereal dan granola yang diperkaya dengan zat besi, vitamin B, dan nutrisi lainnya.
  5. Smoothie superfood yang mengandung tambahan superfood seperti spirulina, chia seed, atau matcha untuk meningkatkan kandungan nutrisinya.

Baca Juga: 10 Resep MPASI Salmon, Baik untuk Kesehatan Otak!

Kriteria Makanan Fungsional

Kriteria makanan fungsional yang baik meliputi berbagai aspek yang memastikan bahwa makanan tersebut tidak hanya memberikan nutrisi dasar tetapi juga manfaat kesehatan tambahan yang signifikan.

Berikut adalah beberapa kriteria penting yang harus dipenuhi oleh makanan fungsional yang baik:

1. Kandungan Nutrisi yang Kaya

  • Komposisi Gizi Seimbang

Makanan fungsional harus memiliki kandungan nutrisi yang seimbang, termasuk protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

  • Serat Tinggi

Kandungan serat yang tinggi, baik serat larut maupun tidak larut, membantu pencernaan dan kesehatan usus.

2. Kandungan Zat Bioaktif

  • Antioksidan

Mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan polifenol yang dapat melawan radikal bebas dan mengurangi risiko penyakit kronis.

  • Fitokimia

Mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, karotenoid, dan isoflavon yang memiliki manfaat kesehatan tambahan.

Manfaat kesehatan harus didukung oleh penelitian ilmiah yang kuat dan teruji, menunjukkan efek...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.