Kesehatan

15 Agustus 2021

Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan, Tak Terduga!

Banyak orang sudah mulai meninggalkan daging sapi, sebenarnya adakah manfaatnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Amelia Puteri

Dikenal sebagai bahan makanan yang bisa memberikan dampak buruk pada tubuh, apakah Moms tahu adanya manfaat daging sapi?

Ahli gizi Michael Joseph menerbitkan situs web Nutrition Advance di AS yang menyediakan informasi nutrisi dan kesehatan independen berbasis fakta yang didukung oleh studi dari setiap ulasan sebagai bukti.

Di halaman situs tersebut, kita diajak untuk melihat lebih dekat tentang manfaat daging sapi.

Satu atau dua generasi yang lalu, orang tua dan kakek nenek dari kita memandang daging sapi sebagai makanan yang bergizi dan tentu saja bermanfaat bagi kesehatan.

Akan tetapi, perkembangan teknologi dan informasi membawa kita pada perubahan pola hidup yang berbeda termasuk dari pilihan konsumsi makanan untuk sehari-hari.

Salah satunya adalah perbedaan pendapat antara apakah daging sapi menyehatkan atau justru sebaliknya membahayakan kesehatan.

Hal ini banyak datang dari kalangan vegan atau vegetarian yang tidak makan produk daging baik daging sapi dan ayam dalam bentuk apa pun.

Termasuk telur, produk susu, atau makanan olahan yang mengandung bahan tersebut.

Ini termasuk makanan dari bahan turunan hewani lainnya seperti gelatin yang berasal dari kolagen hewani.

Beberapa pandangan vegan yang lebih ekstrim di luar negeri bahkan menyerukan kepada pihak berwenang untuk menghilangkan daging dari persediaan makanan.

Padahal, ada alasan mengapa daging sapi menjadi bagian penting dari makanan sehari-hari. Bukan hanya karena rasanya yang lezat, tetapi ada juga manfaat daging sapi yang dikemas dengan vitamin dan nutrisi penting.

Australian Dietary Guidelines merekomendasikan makan daging merah yang mencakup daging seperti sapi, domba, sapi muda, dan kambing karena ini adalah sumber protein, zat besi, dan zink yang hebat.

Demikian pula, Cancer Council Australia mengakui bahwa daging merah tanpa lemak merupakan sumber penting zat besi, zink, vitamin B12, dan protein.

Lembaga ini merekomendasikan orang untuk mengonsumsi daging merah matang dalam jumlah sedang yaitu 65 hingga 100 gram sebanyak tiga atau empat kali dalam seminggu.

Baca Juga: Amankah Mengonsumsi Daging Asap Saat Hamil?

Manfaat Daging Sapi untuk Tubuh

manfaat daging sapi

Foto: Orami Photo Stock

Melihat berbagai rekomendasi tentang konsumsi daging sapi, jadi apa saja sebenarnya manfaat daging sapi selain sebagai sumber protein hewani?

1. Manfaat Daging Sapi untuk Meningkatkan Massa Otot

Ada banyak alasan mengapa seseorang harus berusaha untuk memastikan asupan protein yang cukup, dan membantu meningkatkan masa otot adalah salah satunya jawabannya.

Protein adalah bahan pembangun yang digunakan tubuh untuk memperbaiki dan memproduksi tulang, kulit, dan tulang rawan. Protein yang cukup, akan membantu seseorang untuk bergerak dan mempertahankan massa otot tanpa lemak.

Dari semua makronutrien, protein adalah yang paling mengenyangkan dan itu mencegah seseorang menginginkan makanan lain.

Mengutip Nutrition Data, manfaat daging sapi merupakan salah satu sumber protein terbesar dalam makanan manusia.

Misalnya, porsi 170g dari 80% daging sapi tanpa lemak akan menyediakan 46 gram protein. 

Jika Moms memilih daging sapi yang lebih sedikit lemak, maka kandungan proteinnya bisa menjadi lebih tinggi .

2. Manfaat Daging Sapi Mencegah Anemia

Anemia adalah kondisi yang umum dan ditandai dengan penurunan jumlah sel darah merah serta penurunan kemampuan darah untuk membawa oksigen.

Kekurangan zat besi adalah salah satu penyebab dari anemia. Gejala utamanya adalah letih, lemah dan lesu.

Manfaat daging sapi adalah sumber zat besi yang kaya terutama dalam bentuk zat besi heme.

Kandungan ini hanya ditemukan dalam makanan hewani, dalam jurnal Nutrition Bulletin disebutkan zat besi heme seringkali sangat rendah dalam makanan vegetarian dan terutama vegan.

Tubuh seseorang lebih mudah menyerap zat besi heme jauh daripada zat besi non-heme atau jenis zat besi dalam makanan nabati.

Jadi, daging tidak hanya mengandung zat besi yang hanya tersedia secara hayati, tetapi juga meningkatkan penyerapan zat besi non-heme dari makanan nabati.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daging sapi dapat meningkatkan penyerapan zat besi non-heme bahkan dalam makanan yang mengandung asam fitat, penghambat penyerapan zat besi.

American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa daging lebih efektif sebagai suplemen daripada tablet zat besi, didalam mempertahankan status zat besi pada wanita selama sedang berolahraga.

Oleh karena itu, makan daging merupakan salah satu cara terbaik untuk mencegah anemia defisiensi besi.

Ini penting untuk Moms dan seluruh keluarga yang lain, terutama Si Kecil yang sedang masa pertumbuhan.

3. Manfaat Daging Sapi untuk Meningkatkan Antibodi

Manfaat daging sapi selanjutnya adalah sebagai sumber zinc yang baik dan dibutuhkan tubuh untuk menyembuhkan jaringan yang rusak dan mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Anak-anak dan remaja juga membutuhkan zinc dalam jumlah yang seharusnya untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang.

Baca Juga: 4 Cara Menyimpan Daging Segar

4. Manfaat Daging Sapi yang Kaya Mineral

Jika Moms ingin meningkatkan asupan berbagai mineral, maka daging sapi adalah salah satu pilihan terbaik untuk dipertimbangkan.

Pertama-tama, daging sapi relatif padat nutrisi dalam mineral.

Di sini Moms bisa melihat kandungan mineral dari 80% daging sapi tanpa lemak pada setiap porsi atau 170 gr daging sapi, yaitu:

  • Kalsium 4 % RDI (Recommended Dietary Intake)
  • Tembaga 8 %
  • Zat Besi 26%
  • Magnesium 10%
  • Mangan 2%
  • Kalium 18%
  • Fosfor 38%
  • Selenium 52%
  • Seng 72%

Seperti informasi yang ditunjukan di atas, manfaat daging sapi menyediakan lebih dari setengah jumlah selenium dan seng dari apa yang direkomendasikan setiap harinya.

Banyak orang mengalami masalah defisiensi dengan beberapa mineral ini. Jadi, nilai gizi daging sapi dapat membantu melawan defisiensi zat besi, magnesium dan seng.

5. Manfaat Daging Sapi yang Mengandung Carnosine

Keuntungan lain dari konsumsi daging sapi adalah memberikan banyak karnosin.

Carnosine (beta-analyl-L-histidine) adalah senyawa yang dibuat dengan kombinasi asam amino alanine dan histidine.  Senyawa ini ditemukan di seluruh tubuh dan memiliki beberapa peran penting dalam kesehatan manusia.

Karena daging sapi adalah salah satu sumber karnosin tertinggi yaitu mengandung sekitar 50% lebih banyak daripada unggas, ini adalah manfaat daging sapi untuk kesehatan lainnya yang sangat baik bagi tubuh.

Apa fungsi carnosine? Untuk satu hal, carnosine memiliki sifat anti-glikosilasi.

Tepatnya, carnosine mengurangi bahaya dari proses yang disebut 'glikasi' yang melibatkan produk akhir glikasi lanjutan.

Glikasi sangat penting dalam proses penuaan yang secara progresif merusak tubuh, serta berpotensi menyebabkan aterosklerosis dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Selain itu, carnosine membantu meningkatkan sistem kekebalan dan mengurangi peradangan. Senyawa ini juga dianggap membantu mencegah peroksidasi lipid di dalam sel tubuh manusia.

6. Manfaat Daging Sapi yang Penuh Vitamin

Ada banyak nutrisi penting sebagai manfaat daging sapi yang ada dalam jumlah banyak yaitu rangkaian vitamin B. Selain itu, daging sapi juga mengandung sedikit vitamin E dan K.

Vitamin B12 (cobalamin) adalah nutrisi yang sangat penting dan ini hanya tersedia dari makanan hewani.

Vitamin ini juga memiliki banyak manfaat yang meliputi perbaikan kulit, suasana hati yang positif, tidur yang lebih nyenyak, dan regenerasi saraf.

Penting untuk disadari bahwa kekurangan vitamin B12 juga dapat meningkatkan risiko depresi dan masalah kesehatan mental.

Untungnya, dalam setiap porsi atau 170 gr daging sapi, tersedia hampir 100% dari jumlah B12 yang disarankan.

Mereka yang paling berisiko kekurangan B12 adalah vegetarian atau vegan dan kelompok ini harus melengkapi dengan vitamin.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta, Sering Makan Daging Merah Timbulkan Kanker Payudara?

Konsumsi Daging Sapi dan Penyakit Jantung

cara mengetahui jenis kelamin bayi lewat detak jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms sudah mengetahui ragam manfaat daging sapi. Lalu, bagaimana dengan efek sampingnya?

Penyakit jantung adalah penyebab kematian dini paling umum di dunia.

Beberapa istilah untuk berbagai kondisi yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah misalnya serangan jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Studi observasi tentang daging merah dan penyakit jantung memberikan hasil yang beragam.

Jurnal Circulation menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung berasal dari daging merah yang tidak diproses dan yang diproses.

Beberapa lainnya menunjukkan peningkatan risiko hanya untuk daging olahan dan yang lain melaporkan tidak ada hubungan yang signifikan sama sekali.

Namun, Moms harus tahu bahwa studi observasional tidak dapat membuktikan sebab dan akibat. Mereka hanya menunjukkan bahwa pemakan daging lebih atau kurang mungkin terkena penyakit tersebut.

Mungkin saja konsumsi daging hanyalah penanda perilaku tidak sehat. Akan tetapi, efek kesehatan negatif tidak disebabkan oleh daging itu sendiri.

Misalnya, banyak orang yang sadar kesehatan dan menghindari daging merah karena diklaim tidak sehat.

Selain itu, orang yang makan daging cenderung kelebihan berat badan dan cenderung tidak berolahraga atau makan banyak buah, sayuran, dan serat.

Baca Juga: 5 Resep MPASI Daging Sapi yang Cocok Untuk Bayi

Konsumsi Daging Sapi dan Lemak Jenuh

daging sapi dan lemak jenuh

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan hubungan antara konsumsi daging dan penyakit jantung.

Salah satu yang paling populer adalah hipotesis antara pola makan dan jantung, gagasan bahwa lemak jenuh meningkatkan risiko penyakit jantung dimana meningkatkan kadar kolesterol dalam darah seseorang.

Hipotesis antara diet-jantung cukup kontroversial dan buktinya beragam.

Tidak semua penelitian mengamati hubungan yang signifikan antara lemak jenuh dan penyakit jantung.

Namun, sebagian besar otoritas kesehatan menyarankan orang untuk membatasi asupan lemak jenuh,  termasuk lemak daging sapi.

Jika Moms khawatir tentang lemak jenuh, pertimbangkan untuk memilih daging tanpa lemak, yang telah terbukti memiliki efek positif pada kadar kolesterol.

Dalam konteks gaya hidup sehat, daging sapi yang memiliki efek buruk pada jantung adalah kemungkinan besar daging sapi tanpa lemak yang tidak diolah.

Bukan hanya tidak diolah, tetapi daging sapi tersebut juga dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Hingga saat ini masih belum jelas apakah konsumsi daging atau lemak jenuh dalam daging sapi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Beberapa studi mengamati adanya hubungan tersebut, tetapi yang lain tidak.

Baca Juga: Kolesterol Baik, Alasan Kenapa Kita Tak Perlu Selalu Takut akan Kolesterol

Konsumsi Daging Sapi dan Penyakit Kanker

Imunoterapi, pengobatan kanker paru-paru.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker paling umum di seluruh dunia.

European Journal of Cancer Prevention yang menghubungkan konsumsi daging yang tinggi dengan peningkatan risiko kanker usus besar, tetapi tidak semua studi menemukan hubungan yang signifikan.

Beberapa komponen daging merah telah dibahas memiliki kemungkinan sebagai kemungkinan penyebabnya:

  • Besi Heme

Jurnal Carcinogenesis menyebutkan bahwa zat besi heme mungkin bertanggung jawab atas efek penyebab kanker dari daging merah.

  • Amina Heterosiklik

Ini adalah zat penyebab kanker yang diproduksi saat daging terlalu matang.

  • Zat lain

Telah dikemukakan bahwa senyawa lain yang ditambahkan ke daging olahan dapat menyebabkan kanker.

Perlu Moms ketahui bahwa amina heterosiklik adalah kelompok zat karsinogenik yang terbentuk selama pemasakan protein hewani dengan suhu tinggi, terutama saat menggoreng dan memanggang.

Zat ini biasa ditemukan dalam daging, unggas, dan ikan yang terlalu matang.

Zat ini mungkin dapat menjelaskan hubungan antara daging merah dan kanker.

Sejumlah besar penelitian menunjukkan bahwa makan daging yang dimasak berlebih atau bersama dengan sumber makanan lain dari amina heterosiklik, dapat meningkatkan risiko berbagai kanker.

Baca Juga: 6 Resep Olahan Daging Sapi, Dijamin Moms Akan Ketagihan!

Konsumsi Daging Sapi dan Obesitas

obesitas memperburuk COVID-19-hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Obesity Reviews mengaitkan asupan tinggi daging merah dan olahan dengan obesitas. Ini termasuk tinjauan terhadap 39 studi yang datanya datang dari lebih 1,1 juta orang.

Namun, hasil dari studi individu sangat bervariasi.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti menemukan bahwa meskipun ada hubungan antara konsumsi daging merah yang sering dan obesitas.

Orang yang makan dalam jumlah terbesar juga mengonsumsi sekitar 700 lebih banyak kalori per hari daripada mereka yang makan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Jadi, peneliti sulit menyimpulkan apakah kelebihan berat badan adalah efek dari konsumsi daging sapi secara berlebih atau efek dari makanan lainnya.

Sekali lagi, penelitian ini bersifat observasi, sehingga tidak memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi secara teratur.

Itu dia Moms, ragam manfaat daging sapi serta efek samping dari konsumsinya.

  • https://advancenutrition.ie/advance-animal-nutrition-products-ireland/advance-beef-nutrition-products/advance-nutrition-beef-elite/
  • https://www.eatforhealth.gov.au/
  • https://wiki.cancer.org.au/policy/Position_statement_-_Meat_and_cancer_prevention?_ga=2.50591849.1153980182.1593127960-1313789132.1593127960
  • http://nutritiondata.self.com/facts/beef-products/6206/2
  • http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1467-3010.2005.00467.x/abstract.
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1442656
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20479151
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20495462
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19498009
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24815945
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait