10 Februari 2022

3 Manfaat Dana Pensiun, Wajib Dipersiapkan dengan Matang!

Jangan sampai menyesal di kemudian hari, ya!

Salah satu manfaat dana pensiun adalah menunjang kebutuhan hidup seseorang di masa tua ketika sudah tidak bisa bekerja.

Menilai manfaatnya yang besar, mempersiapkan dana pensiun perlu dilakukan dari jauh-jauh hari sejak masih produktif.

Semakin awal Moms mempersiapkannya, semakin banyak jumlah yang bisa didapatkan di masa depan.

Jangan khawatir jika ingin merencanakannya saat ini, karena dana pensiun sudah diatur dan UU nomor 11 tahun 1992.

Adanya Undang Undang tersebut membuat siapa pun dapat memiliki program pensiun, dengan nominal yang sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga: 5 Aplikasi Investasi untuk Pemula yang Aman dan Mudah Digunakan

Apa Saja Manfaat Dana Pensiun?

Ketika Suami Pensiun, Apa yang Harus Dilakukan 1.png
Foto: Ketika Suami Pensiun, Apa yang Harus Dilakukan 1.png

Foto: Orami Photo Stock

Manfaat dana pensiun paling mendasar adalah agar orang tua mandiri secara finansial perihal keuangan di masa tuanya.

Jangan sampai di masa pensiun, orang tua yang sudah tidak lagi memiliki sumber pendapatan, berujung selalu meminta pada anak atau sanak saudara.

Dengan dana pensiun, orang tua yang sudah tidak memiliki pendapatan tetap, akan mendapatkan uang setiap bulan untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Berikut ini berbagai manfaat dana pensiun:

1. Biaya Berobat di Hari Tua

Seiring berjalannya waktu, lansia rentan terserang penyakit karena daya tahan tubuh yang semakin melemah.

Mereka rentan menderita penyakit yang terjadi sebagai efek samping dari proses penuaan, seperti:

  • Penurunan pendengaran
  • Penurunan penglihatan
  • Penurunan pengecapan rasa
  • Penurunan koordinasi gerak
  • Gangguan keseimbangan

Nah, salah satu manfaat dana pensiun adalah meng-cover biaya medis di hari tua nanti.

Setiap tahun, biaya medis mengalami kenaikan sebanyak 11 persen.

Tidak terbayang berapa biaya yang dikeluarkan dalam 10-20 tahun mendatang.

2. Mencegah Lansia Jadi Orang Terlantar

Orang terlantar adalah seseorang yang mengalami kesulitan dalam hal sosial, ekonomi, atau psikologis.

Nah, manfaat dana pensiun selanjutnya adalah mencegah lansia menjadi orang terlantar di kemudian hari.

Ketika lansia berusia di atas 60 tahun dan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, hal tersebut bisa disebut terlantar.

Dalam kebanyakan kasus orang terlantar, hal tersebut biasanya terjadi karena faktor ekonomi dalam keluarga.

Jika Moms memiliki dana pensiun, hal satu ini tidak akan terjadi karena kehidupan di hari tua terjamin oleh dana tersebut.

3. Menunjang Kebutuhan Hidup Keluarga

Perihal umur, hal tersebut tidak seorang pun mengetahuinya kapan mereka akan berpulang.

Di Indonesia, rata-rata harapan hidup seseorang biasanya mencapai usia 71,5 tahun.

Jika saat ini Moms masih berusia 30 tahun, masih ada waktu 41,5 tahun untuk mempersiapkan dana pensiun.

Bukan hanya untuk Moms saja, tetapi juga untuk keluarga yang ditinggalkan.

Jika usia melebihi rata-rata usia 71,5 tahun, hal tersebut berarti kebutuhan juga semakin meningkat.

Hal pertama, tidak mungkin harga kebutuhan hidup dalam 40 tahun ke depan masih berada di angka yang sama dengan saat ini.

Kedua, jika berpulang dalam usia yang masih produktif, bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan dan masih membutuhkan banyak biaya?

Jika Moms yang ditinggalkan oleh Dads, bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya anak sekolah setelah ditinggalkan?

Mengingat banyak sekali risiko yang bisa saja terjadi, dibutuhkan perencanaan matang terhadap dana pensiun yang akan dipakai di waktu mendatang.

Baca juga: Praktis, Ini Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Hal yang Dibutuhkan untuk Membuat Dana Pensiun

Cara Menjaga Orang Tua yang Lansia di Rumah saat Pandemi Covid.jpg
Foto: Cara Menjaga Orang Tua yang Lansia di Rumah saat Pandemi Covid.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Berkaitan dengan urusan keuangan, Moms harus menghitung rasio antara investasi dan kekayaan bersih yang dimiliki.

Nilai perbandingan antara investasi dan kekayaan bersih adalah 50 persen atau lebih.

Jika sudah berada di angka tersebut, tandanya Moms sudah cukup sehat dalam hal investasi.

Semakin mendekati masa pensiun, nilai harus semakin tinggi karena risiko inflasi menjadi salah satu dampak yang tidak bisa dihindari.

Oleh karena itu, jika saat ini Moms dan Dads masih muda dan produktif, persiapkan dengan matang dan manfaatkan waktu yang ada untuk mengumpulkan aset.

Hal tersebut bukan hanya membuat masa tua menjadi lebih aman dan tentram, tetapi juga mencegah diri untuk menyusahkan sanak saudara.

Berikut ini beberapa hal yang harus dilakukan untuk mempersiapkan dana pensiun:

1. Mencatat Apa Saja Kebutuhan di Hari Tua

Langkah pertama dilakukan dengan mencatat apa saja kebutuhan di hari tua.

Berbagai kebutuhan pokok yang tidak bisa terlewatkan, seperti biaya transportasi, air, makan, listrik, perawatan rumah, dan cicilan.

Jika Moms dan Dads gemar berjalan-jalan, jangan lupa untuk merincikan biaya pengeluaran yang dialokasikan untuk hal tersebut.

Baca Juga: 3 Hal yang Harus Dilakukan ketika Suami Pensiun

2. Tentukan Kapan akan Pensiun

Langkah selanjutnya dilakukan dengan menentukan kapan akan pensiun.

Tentu tidak mau bukan jika di masa tua Moms dan Dads masih sibuk bekerja ke sana sini?

Zaman sekarang, semakin banyak orang yang memutuskan untuk pensiun di usia muda.

Agar hidup tetap nyaman setelah pensiun, dibutuhkan strategi keuangan yang matang.

Misalnya saja, Moms berusia 30 tahun dan ingin pensiun di usia 55 tahun.

Ada rentan waktu 25 tahun untuk berinvestasi mengumpulkan dana pensiun.

Jika dalam satu bulan saja Moms dan Dads bisa menyisihkan uang sebanyak Rp5,000.000,00, maka 25 tahun mendatang tabungan yang dikumpulkan sebanyak Rp 1.500.000.000,00.

Baca Juga: Mengenal Investasi Jangka Panjang: Jenis, Kelebihan, dan Kekurangan

Beberapa Jenis Dana Pensiun

Lebih Hemat Uang (pexels.com Breakingpic).jpg
Foto: Lebih Hemat Uang (pexels.com Breakingpic).jpg (pexels.com/Breakingpic)

Foto: pexels.com

Jangan bingung Moms, ini beberapa jenis dana pensiun:

1. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Jenis yang pertama ini adalah dana pensiun yang diberikan oleh orang atau badan yang memperkerjakan karyawan.

Dana pensiun ini diberikan bagi kepentingan sebagian atau seluruh karyawan sebagai pekerja.

Sebagai pemberi kerja berkewajiban memberikannya.

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Jenis yang kedua adalah dana pensiun yang dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa.

Baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari pemberian dana pensiun perusahaan boleh mengajukan dana pensiun ini.

Baca Juga: 12 Cara Memilih Asuransi Kesehatan Keluarga, Jangan Asal Pilih ya Moms!

3. Dana Pensiun Berdasarkan Keuntungan

Terakhir adalah dana pensiun berdasarkan keuntungan yang diberikan dari pemberi kerja berdasarkan keuntungan perusahaan.

Saat ini, ada beberapa instansi yang mewajibkan dana pensiun sesuai dengan Undang Undang yang berlaku, seperti:

  • BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja swasta.
  • PT Taspen (Persero) untuk pensiunan ASN.
  • PT Asabri (Persero) untuk para purnawirawan TNI dan Polri.

Setelah membaca penjelasan tersebut, apakah Moms dan Dads ingin merencanakan dana pensiun sejak dini?

  • https://www.manulife.co.id/id/artikel/dana-pensiun-apa-gunanya-dan-gimana-cara-mengumpulkannya.html
  • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/03/31/dana-pensiun
  • https://money.kompas.com/read/2021/03/25/090728326/pengertian-dana-pensiun-manfaat-fungsi-dan-jenisnya

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.