Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perilaku Balita | Sep 28, 2018

Mengenal 4 Tipe Pola Asuh Orang Tua dan Pengaruhnya pada Balita

Bagikan


Mengenal 4 Tipe Pola Asuh Orang Tua dan Pengaruhnya pada Balita

Ketika menjadi orang tua baru, Moms dan suami tentu memiliki cara dan gaya sendiri saat mengasuh Si Kecil. Selain pengetahuan, pola pengasuhan tersebut tentu juga dipengaruhi pengalaman saat masih kecil dulu.

Tentu Moms masih ingat seperti apa orang tua mengasuh Moms saat masih anak-anak. Dan, apakah cara tersebut kembali Moms terapkan pada Si Kecil?

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pakar psikologi ternama seperti Diana Baumrind serta Maccoby dan Martin, pengaruh pola asuh pada anak cukup besar, mulai dari kualitas kesehatan hingga pembentukan pola pikir dan kepribadian dalam jangka panjang.

Terlepas dari gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, latar belakang budaya, maupun domisili, pada akhirnya setiap keluarga hanya menjalankan salah satu dari 4 tipe pola asuh orang tua.

Baca Juga : Stop! Orang Tua Jangan Lakukan 7 Hal yang Justru Meruntuhkan Harga Diri Balita Ini

Mari cari tahu lebih banyak tentang berbagai tipe pola asuh orang tua, agar bisa mendukung tumbuh kembang balita dengan lebih optimal. Sebab dari 4 pola asuh orang tua ini, ternyata membawa pengaruh pada perkembangan psikologis anak, lho.

1. Otoriter

Terlepas dari gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, latar belakang budaya, maupun domisili, pada akhirnya setiap keluarga hanya menjalankan salah satu dari 4 tipe pola asuh orang tua.

Foto: Romper.com

Ciri yang paling mudah dikenali dari pola asuh otoriter adalah diterapkannya aturan super ketat yang wajib diikuti oleh anak.

Selain itu, tipe pola asuh orang tua yang otoriter memiliki karakter umum sebagai berikut:

  • Menuntut anak untuk menuruti semua aturan tanpa kompromi.
  • Tidak mempertimbangkan pendapat dan perasaan anak.
  • Memiliki ekspektasi tinggi terhadap anak.

Hubungan orang tua dan anak dalam pola asuh otoriter cenderung dingin dan berjarak, dan lebih banyak menggunakan hukuman ketimbang strategi disiplin.

Hasil yang didapatkan dari pola asuh otoriter seringkali bertolak belakang dengan harapan orang tua.

Selain prestasi sekolah yang tidak terlalu baik, anak juga tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kepercayaan diri dan keterampilan sosial yang rendah.

Yang lebih mengejutkan, anak yang dibesarkan dalam pola asuh ini juga memiliki risiko lebih besar untuk penyalahgunaan narkoba, gangguan kesehatan mental, serta perilaku agresif.

Baca Juga : 5 Perilaku Orangtua yang Mengganggu Psikologi Anak

2. Permisif

Terlepas dari gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, latar belakang budaya, maupun domisili, pada akhirnya setiap keluarga hanya menjalankan salah satu dari 4 tipe pola asuh orang tua.

Foto: Verywellfamily.com

Dalam tipe pola asuh orang tua yang bersifat permisif alias serba boleh, orang tua bersikap sangat santai, bebas, dan mencoba menjadi teman bagi anaknya.

Beberapa karakter umum lain dari pola asuh permisif adalah:

  • Hanya memiliki sedikit aturan, yang juga dilaksanakan dengan sangat longgar.
  • Tetap memenuhi segala kebutuhan anak dan menganggap anak lebih tahu yang terbaik untuk dirinya.
  • Jarang memberikan hukuman.
  • Lebih banyak menuruti kemauan anak ketimbang memberikan panduan.

Karena jarang sekali diberikan batasan dan petunjuk mengenai pilihan yang baik, anak yang dibesarkan dalam pola asuh permisif cenderung lebih egois, impulsif, sulit diatur, dan kurang berempati.

Pengaruh pola asuh pada anak yang patut diwaspadai adalah meningkatnya risiko obesitas, gigi berlubang, dan gangguan kesehatan lain, karena tidak diajarkan pola makan dan gaya hidup yang baik.

Baca Juga : Benarkah Sering Membentak Anak Membuat Sel Otaknya Terputus?

3. Demokratis

Terlepas dari gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, latar belakang budaya, maupun domisili, pada akhirnya setiap keluarga hanya menjalankan salah satu dari 4 tipe pola asuh orang tua.

Foto: Focusonthefamily.ca

Pola asuh demokratis atau authoritative parenting bisa dikatakan sebagai kombinasi yang cukup pas antara tipe pola asuh permisif dan otoriter. Karakter dari tipe pola asuh orang tua ini adalah:

  • Hubungan yang positif dan hangat antara orang tua dan anak.
  • Ada aturan tegas yang harus diikuti anak, disertai penjelasan dibalik aturan tersebut.
  • Orang tua bisa bersikap tegas dalam menerapkan aturan dan memberikan konsekuensi, tapi tetap mempertimbangkan pendapat dan perasaan anak.

Berkat strategi disiplin yang positif, anak yang dibesarkan dalam pola asuh demokratis cenderung memiliki kemampuan berpikir kritis dan mengambil keputusan yang lebih baik.

Selain itu, mereka juga tumbuh menjadi pribadi bertanggung jawab yang tidak ragu dalam mengungkapkan pendapat mereka.

Baca Juga : 6 Kesalahan Pola Asuh Orang Tua yang Membuat Anak Jadi LGBT

4. Pengabaian

Terlepas dari gaya hidup, kondisi sosial ekonomi, latar belakang budaya, maupun domisili, pada akhirnya setiap keluarga hanya menjalankan salah satu dari 4 tipe pola asuh orang tua.

Foto: Aptparenting.com

Tidak sedikit juga orang tua yang abai dengan kebutuhan bahkan keberadaan anak mereka.

Beberapa karakter umum dari pola asuh pengabaian adalah:

  • Tidak memiliki aturan dan tidak ada hukuman.
  • Anak diharapkan untuk belajar dan memenuhi kebutuhannya sendiri.
  • Jarang ada komunikasi antara anak dan orang tua.

Pengabaian tidak selalu dilakukan dengan sengaja, tapi bisa juga karena orang tua memiliki gangguan kesehatan fisik atau mental, memiliki aktivitas yang sangat padat, sedang mengalami masalah berat dalam hidup, dan sebagainya.

Moms mungkin sudah bisa menduga, anak dibesarkan dalam pola asuh ini cenderung memiliki kepercayaan diri yang rendah dan prestasi sekolah yang kurang baik.

Dalam jangka panjang, anak juga cenderung mengalami gangguan perilaku serta gangguan kesehatan mental.

Berdasar penelitian ekstensif yang berlangsung selama 50 tahun lamanya, para pakar perkembangan anak di seluruh dunia sepakat bahwa tipe pola asuh orang tua demokratis adalah yang terbaik untuk tumbung kembang anak.

Baca Juga : 6 Karakter Orang Tua Masa Kini, yang Manakah Moms?

Setelah membaca tipe pola asuh orang tua diatas, manakah yang Moms jalankan saat ini?

(WA)

Sumber: parentingforbrain.com, netdoctor.co.uk, verywellfamily.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.