15 Mei 2019

Mengenal Gejala Gatal pada Bayi

Cacingan juga dapat menimbulkan gejala gatal berlebihan, terutama saat malam hari

Bayi gatal merupakan kondisi yang cukup umum ditemui. Kulit bayi sangat tipis, sensitif dan rentan terhadap iritasi menjadi penyebabnya. Beberapa masalah kulit, memiliki gejala gatal yang berbeda-beda.

Bahkan, ada pula gejala gatal pada bayi yang sebenarnya tidak terjadi di bagian kulit, tetapi di dalam bagian tubuh bayi.

Untuk itu, yuk kenali gejala-gejala apa saja yang membuat bayi gatal agar dapat memberikan perawatan yang tepat pada Si kecil.

1. Ruam Popok

Ruam Popok.jpg
Foto: Ruam Popok.jpg

Foto: bepanthen.co.uk

Meski sudah menjaga kebersihan pantat bayi, ruam popok yang sering membuat bayi gatal masih dapat terjadi. Ruam popok merupakan suatu bentuk peradangan kulit yang menimbulkan kemerahan dan bintik-bintik seperti jerawat atau luka seperti melepuh.

Biasanya terlihat pada bagian pantat bayi, lipatan paha, paha dan sekitar alat kelamin bayi. Pada beberapa kasus, ruam popok juga memperlihatkan gejala gatal, sehingga tidak jarang membuat bayi rewel. Terutama saat bagian ruam popoknya tersentuh saat waktu mengganti popok.

“Ruam popok dapat berkembang mulai dari minggu pertama kehidupan bayi. Namun periode yang paling sering adalah pada bayi antara usia 9-12 bulan” ungkap John Mersch, MD, FAAP, seperti dikutip dari medicinenet.com.

Baca Juga: Bolehkah Memandikan Bayi yang Sedang Ruam dan Gatal-gatal?

2. Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik .jpg
Foto: Dermatitis Atopik .jpg

Foto: thebump.com

Dermatitis atopik atau yang biasa dikenal dengan eczema merupakan ruam kulit yang menghasilkan kekeringan, kemerahan, kerak atau retak di kulit, dan membuat bayi gatal. Dalam beberapa kasus, cairan bening juga bisa keluar dari bagian kulit yang terpapar eczema.

Kondisi kulit yang menimbulkan gejala gatal ini termasuk dalam tahap kronis dan kompleks. Semua kemungkinan, baik faktor keturunan maupun lingkungan bisa berperan dalam munculnya eczema yang membuat bayi gatal.

“Biasanya, kulit harus bertindak sebagai penghalang iritasi lingkungan, seperti debu, serbuk sari dan bulu binatang. Tapi ketika bayi menderita eczema, maka kulitnya bertindak seperti saringan yang membiarkan iritasi masuk ke tubuhnya,” ungkap dokter kulit Adnan Nasir, MD dari Universitas North Carolina, Chapel Hill sekaligus penulis Eczema-Free for Life, seperti dikutip dari parents.com.

Untuk memberikan penanganan yang tepat sesuai tingkat eczema yang dialami bayi gatal, Moms bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan yang tepat untuk menenangkan kondisi kulitnya.

3. Dermatitis Kontak

Mengenali Gejala Gatal Pada Bayi.jpg
Foto: Mengenali Gejala Gatal Pada Bayi.jpg

Foto: dermasleeves.com.au

Ini merupakan reaksi kulit yang disebabkan oleh kontak langsung kulit dengan zat alergi atau iritasi. Berbagai macam zat dapat menyebabkan reaksi yang membuat bayi gatal ini, termasuk produk kimia, deterjen, dan tanaman tertentu.

Kondisi kulit ini cukup umum muncul sebagai ruam kemerahan dan gejala gatal dengan kulit terlihat melepuh. Saat kulit mulai menunjukkan gejala ini setelah kontak dengan pemicu alergi, perawatan nonmedis bisa dilakukan, dengan segera membersihkan kulit yang terpapar menggunakan sabun dan air keran.

Cara ini akan membantu membersihkan zat yang menyebabkan gejala kulit bayi gatal.

Baca Juga: Ini Cara dan Obat Alami untuk Mengatasi Biang Keringat pada Bayi

4. Infeksi Cacing Kremi

Infeksi Cacing Kremi .jpg
Foto: Infeksi Cacing Kremi .jpg

Foto: singaporeschild.com.sg

Jika Si Kecil mengeluh tentang gejala gatal pada bagian pantatnya, terutama di sekitar rektum, namun Moms tidak melihat adanya ruam kulit, maka bisa jadi itu adalah pertanda ia mengalami infeksi cacing kremi atau pinworm.

Cacing ini tumbuh di dinding usus dan pada malam hari, cacing kremi ini akan melakukan perjalanan ke rektum untuk bertelur, menghasilkan gejala gatal berlebih.

Bayi gatal di bagian rektum akan terjadi terutama pada malam hari, sehingga akan mengganggu kualitas tidur Si Kecil. Infeksi cacing kremi dapat mudah diobati dengan pemberian obat, sesuai rekomendasi dokter anak.

Itulah beberapa gejala gatal yang umum terjadi pada bayi. Kini Moms bisa mengetahui kemungkinan penyebab bayi gatal dan melakukan perawatan yang tepat agar kondisi kesehatan bayi kembali baik, terbebas dari gejala gatal.

(GS)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.