11 April 2022

5 Manfaat Minyak Serai yang Jarang Diketahui, Tidak Hanya untuk Usir Nyamuk, Lho Moms!

Ketahui juga bagaimana cara penggunaan minyak ini

Apa yang terlintas di benak Moms saat disebutkan minyak serai? Ada yang memilihnya sebagai minyak esensial untuk menyegarkan ruangan, namun ada juga yang memilihnya untuk mengusir serangga di rumah.

Keduanya memang dapat menjadi kegunaan dari minyak serai. Ini adalah minyak esensial yang dibuat dari penyulingan tanaman rumput Asia dalam genus Cymbopogon.

Rumput harum ini mendapatkan namanya dari kata Perancis yang berarti "lemon balm", karena aroma bunganya yang seperti jeruk.

Baca Juga: 5 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kecantikan

Mengenal Minyak Serai

Mengenal Minyak Serai
Foto: Mengenal Minyak Serai

Foto: Orami Photo Stock

Seperti banyak minyak esensial lainnya, minyak serai juga memiliki manfaat tertentu, dan telah digunakan di banyak negara seperti Tiongkok dan Indonesia selama berabad-abad untuk mengobati ruam, infeksi, dan kondisi kesehatan lainnya.

Saat ini, minyak ini mungkin paling dikenal sebagai penolak serangga alami, tetapi kegunaan dan manfaatnya lebih dari sekadar itu.

Minyak serai sendiri adalah jenis minyak esensial yang banyak digunakan dalam aromaterapi.

Bersumber dari berbagai spesies Cymbopogon (serai), minyak serai telah terdaftar sebagai pengusir serangga di Amerika Serikat sejak tahun 1948, dikutip US Environmental Protection Agency (EPA).

Senyawa aromatik di dalamnya juga biasanya dimasukkan ke dalam sabun, losion, lilin, dupa, hingga parfum.

Minyak ini juga tersedia secara luas secara online, di toko makanan alami, dan toko yang mengkhususkan diri dalam produk aromaterapi dan kesehatan.

Minyak ini juga tidak diatur oleh Food and Drug Administration (FDA) AS dan tidak harus memenuhi standar kemurnian apa pun.

Oleh karenanya, kualitasnya pun dapat bervariasi dari satu merek ke merek yang lainnya. Selama berabad-abad, serai telah digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk:

  • Sebagai pengusir serangga.
  • Sebagai agen anti-jamur.
  • Mengobati infeksi parasit.
  • Mempercepat penyembuhan luka.
  • Meningkatkan suasana hati atau melawan kelelahan.
  • Digunakan dalam parfum, atau sebagai aditif rasa dalam makanan.

Baca Juga: Manfaat Minyak Kelapa bagi Bayi

Manfaat Minyak Serai secara Ilmiah

Manfaat Minyak Serai secara Ilmiah
Foto: Manfaat Minyak Serai secara Ilmiah (Orami Photo Stock)

Foto: medicalnewstoday.com

Ternyata, ada beberapa bukti bahwa minyak serai memiliki manfaat kesehatan tertentu. Yuk, cek di sini!

1. Melindungi dari Nyamuk

Sebuah studi di jurnal Tropical Medicine and International Health tahun 2011, dari 11 studi, dilihat efektivitas serai dalam mencegah gigitan nyamuk.

Disimpulkan bahwa menggunakan minyak serai bersama dengan vanilin yang ditemukan dalam biji vanili dapat memberikan perlindungan dari nyamuk hingga 3 jam.

Studi ini juga menemukan bahwa DEET memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang jauh lebih lama daripada hanya minyak serai saja.

Studi di Journal of Parasitology Research tahun 2015, membandingkan kemampuan DEET, minyak serai, dan minyak adas untuk mengusir nyamuk.

Para peneliti menemukan bahwa DEET memiliki peringkat perlindungan lebih dari 90% persen selama 6 jam.

Minyak serai dan adas memiliki peringkat perlindungan masing-masing sekitar 57% dan 47%, setelah hanya 2 jam.

2. Agen Anti-jamur

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa minyak serai memiliki sifat anti-jamur tertentu yang dapat membantu melemahkan atau menghancurkan jenis jamur tertentu, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Salah satunya studi tahun 2013 di jurnal Applied Microbiology and Biotechnology yang mengevaluasi aktivitas antijamur minyak serai terhadap strain jamur yang dikenal sebagai Aspergillus niger.

Jamur umum ini diduga menyebabkan infeksi paru-paru dan sinus pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Hasilnya, minyak serai memiliki kemampuan untuk menghancurkan dinding sel jamur dan membunuh organisme di dalam sel yang dapat menyebabkan infeksi.

Hal ini mendorong para peneliti untuk menyarankan penggunaan minyak serai yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai fungisida yang aman dan ramah lingkungan.

Studi sebelumnya melihat aktivitas antibakteri dan antijamur dari sepuluh minyak esensial dan menemukan bahwa minyak serai efektif melawan semua 12 jamur yang diuji.

Baca Juga: 14 Manfaat Asam Jawa, Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Hingga Membuat Wajah Glowing!

3. Penyembuhan Luka

Minyak serai juga memiliki potensi untuk mempercepat penyembuhan luka. Ini mungkin sangat penting bagi penderita diabetes, karena luka cenderung sembuh lebih lambat dengan kondisi ini.

Dalam studi pada hewan tahun 2016 di jurnal Front Pharmacology, para peneliti melihat efek minyak serai pada penyembuhan luka yang terinfeksi Candida pada model tikus diabetes.

Hasilnya tercatat bahwa minyak serai memiliki efek anti-jamur dan anti-inflamasi.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa kombinasi dari dua faktor ini akan menyebabkan penyembuhan luka yang lebih cepat.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Studi di jurnal Nutrients tahun 2012 pada tikus yang menghirup minyak serai ternyata bedampak pada berat badan.

Mereka terlihat dapat menurunkan keinginan makan, menurunkan kolesterol, dan memperlambat penambahan berat badan.

5. Memberi Efek Fisiologis dari Inhalasi

Studi di International Journal of Aromatherapy tahun 2001, menyelidiki efek menghirup minyak esensial serai, lavender, dan rosemary.

Lavender ditemukan memiliki efek relaksasi dan rosemary ditemukan memiliki efek stimulasi pada otak.

Minyak serai di sisi lain, memiliki efek yang lebih kompleks. Para penulis menyarankan bahwa efeknya dapat bervariasi pada setiap individu.

Baca Juga: 15 Manfaat Minyak Argan, Melembapkan Kulit Hingga Menyembuhkan Stretch Mark

Cara Penggunaan Minyak Serai

Cara Penggunaan Minyak Serai
Foto: Cara Penggunaan Minyak Serai

Foto: thelist.com

Moms dapat menggunakan minyak serai dengan berbagai cara. Misalnya:

1. Menggunakan Aplikasi Semprotan

Minyak serai mungkin baik untuk menyegarkan ruangan atau dioleskan pada kulit sebagai pengusir serangga.

Jika Moms ingin membuat semprotan minyak serai, Moms bisa menambahkan minyak ini ke dalam air dalam botol semprot kaca.

National Association for Holistic Aromatherapy (NAHA) merekomendasikan 10 hingga 15 tetes per ons air.

Minyak ini tidak larut dalam air, jadi pertimbangkan untuk menambahkan zat pendispersi seperti solubol ke dalam larutan. Setelah itu kocok botol dengan baik sebelum menyemprot.

2. Diffuser

Diffuser dapat digunakan untuk menyebarkan aroma ke seluruh ruangan.

Seperti aplikasi semprotan, Moms mungkin ingin menggunakan metode ini untuk mengusir serangga atau menambahkan aroma yang menyenangkan ke dalam ruangan.

Setiap alat diffuser biasanya memiliki cara penggunan tersendiri.

Untuk menggunakan minyak serai dengan aman di dalam diffuser, pastikan untuk mengikuti instruksi produk dengan hati-hati.

Baca Juga: 13+ Manfaat Daun Ubi Jalar untuk Kesehatan dan Ibu Hamil, Bisa Tingkatkan Kadar Hemoglobin Juga!

3. Minyak Pijat dan Krim

Minyak serai juga dapat ditambahkan ke minyak lain dan krim untuk aplikasi topikal serta menjadi minyak pijat.

Menggunakan minyak ini dengan cara tersebut dapat membantu membunuh kuman dan jamur pada kulit, serta mempercepat penyembuhan luka.

Selalu encerkan minyak esensial dalam minyak tambahan lainnya sebelum dioleskan ke kulit. Ada beberapa cara untuk membuatnya:

  • Untuk membuat minyak pijat

Encerkan minyak serai dalam minyak tambahan seperti minyak jojoba atau minyak kelapa.

NAHA merekomendasikan menambahkan 15 tetes minyak esensial per ons minyak tambahan untuk pengenceran 2,5%.

Untuk kulit sensitif, Moms mungkin ingin menggunakan larutan 1% (6 tetes per ons minyak tambahan).

  • Untuk membuat krim atau losion

Encerkan minyak serai dalam krim atau losion tanpa pewangi. NAHA merekomendasikan penggunaan pengenceran 1 - 2,5% untuk kulit normal (6 hingga 15 tetes per ons), dan pengenceran 0,5 - 1% untuk kulit sensitif (3 hingga 6 tetes per ons).

Moms lebih suka menggunakan minyak serai dengan cara apa? Share di kolom komentar ya!

  • https://www.verywellhealth.com/citronella-what-you-should-know-about-it-88777
  • https://www.healthline.com/health/citronella-oil
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21481108/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4617422/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23081773
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4928018/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4377886/
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0962456201800473
  • https://naha.org/explore-aromatherapy/about-aromatherapy/methods-of-application/
  • https://www3.epa.gov/pesticides/chem_search/reg_actions/reregistration/fs_PC-021901_1-Feb-97.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.