14 April 2018

Mungkinkah Hamil dengan Satu Indung Telur?

Tinggal satu ovarium, bisakah hamil?

Banyak wanita memiliki masalah kesuburan dengan satu ovarium karena mereka berovulasi lebih sedikit. Masalah kehamilan satu indung telur dapat dihindari dengan melakukan beberapa langkah penting untuk meningkatkan peluang hamil. Memang, menurut pendapat para ahli, cukup sulit untuk hamil dengan satu indung telur, tetapi bukan berarti tidak mungkin, kan?

Mungkinkah Hamil dengan Satu Ovarium?

Agar wanita bisa hamil, ada tiga komponen penting yang harus ada:

  1. Sel sperma sehat, yang diproduksi oleh pria dan dimasukkan ke saluran reproduksi wanita
  2. Sel telur sehat, yang dilepaskan oleh salah satu ovarium setiap bulannya.
  3. Saluran tuba fallopi, yang menghubungkan rahim dengan ovarium dan memungkinkan sperma bergerak ke arah ovarium, sehingga terjadi pembuahan, dan bergerak ke bawah menuju rahim untuk implantasi.

 

Normalnya, seorang wanita memiliki dua ovarium (indung telur) yang dihubungkan oleh tuba fallopi ke kedua sisi rahim. Ovarium, secara bergiliran -- meski tidak dalam urutan tertentu -- melepaskan sel telur, sebuah proses yang dikenal sebagai ovulasi. Telur yang dilepaskan bergerak ke arah tuba fallopi dan masuk ke rahim. Jika ada sel sperma, maka akan membuahi sel telur di tuba fallopi, sebelum memasuki rahim.

Dari berbagai kasus serupa yang pernah ditangani Dr. M. Suryo Bawono, SpOG., beliau menyatakan bahwa kemungkinan besar wanita masih bisa hamil dengan satu ovarium. Selama wanita masih memiliki satu indung lain dan saluran indung telurnya masih berfungsi dengan baik, maka wanita dapat hamil kembali.

Meningkatkan Peluang Hamil dengan Satu Ovarium

Tindakan tepat yang harus dilakukan saat mencoba hamil adalah memeriksa apakah Moms mengalami menstruasi dan masalah fisik lainnya jika ingin hamil. Ikuti langkah-langkah berikut ini agar meningkatkan peluang hamil meski dengan satu ovarium:

  1. Kunjungi Dokter Spesialis

Atur jadwal kunjungan ke dokter spesialis dan periksakan diri. Dokter akan melakukan tes ultrasound (USG) dan tes darah untuk memastikan bahwa ovarium Moms melepaskan sel telur. Kemungkinan Moms akan melakukan serangkaian tes kesuburan lain untuk mengetahui kondisi fisik Moms.

  1. Ikuti Kalender Kesuburan

Coba gunakan kalender kesuburan. Kebanyakan wanita berovulasi pada waktu yang berbeda selama siklus haid, namun ada juga yang mengalami ovulasi pada suatu waktu antara hari ke-11 dan 21 dari siklus mereka. Hari pertama siklus mereka selalu merupakan hari pertama menstruasi.

  1. Periksa Tanda-tanda Ovulasi

Amatilah tanda-tanda ovulasi yang menghambat selama periode ini. Wanita sering mengalami perubahan lendir serviks, peningkatan suhu tubuh basal, atau hasil positif pada alat prediksi ovulasi sebelum mereka berovulasi.

Baca juga: 10 Tanda Saat Sedang Ovulasi

  1. Waktu Berhubungan Intim

Kesuburan wanita puncaknya terjadi sebelum, selama, dan setelah ovulasi. Jadi akan lebih bijak jika Moms melakukan hubungan intim pada waktu tersebut. Mintalah dokter memantau folikel Moms melalui ultrasound (USG) setiap minggu.

  1. Tes Kesuburan

Setelah melalui semua langkah yang diperlukan, lanjutkan ke tahap merencanakan kehamilan. Bagaimanapun, Moms harus menyadari fakta bahwa peluang sel telur dilepaskan dari satu ovarium dan mencapai tuba fallopi di sisi lainnya akan sangat tipis. Namun, dengan ketepatan waktu, Moms pasti bisa hamil.

  1. Alternatif Lain

Jika tidak ada lagi saluran tuba fallopi akibat tindakan bedah sebelumnya, dokter akan menyarankan IVF atau in vitro fertilization bagi wanita yang ingin hamil.

Sudahkah Moms melakukan tindakan yang tepat?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.