Kesehatan

13 Juni 2021

Nomophobia, Rasa Takut Berlebihan Ketika Jauh dari Ponsel

Mengupas lebih dalam tentang nomophobia atau kecanduan terhadap ponsel
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, apakah masih asing dengan istilah nomophobia? Fobia ini ditandai dengan ketergantungan atau adiksi terhadap smartphone atau ponsel yang dimiliki.

Nomophobia, atau NO MObile PHone PhoBIA digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi psikologi ketika seseorang begitu takut terlepas dari konektivitas ponsel.

Di era kemajuan teknologi seperti sekarang, memang tidak dapat dipungkiri bahwa peranan ponsel begitu penting, ya, Moms. Sebagian besar anak-anak juga sudah memiliki ponsel pribadinya masing-masing.

Smartphone tidak lagi hanya untuk menelepon atau mengirim pesan. Melalui internet, ponsel bisa digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain secara virtual, tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Berbagai informasi juga bisa didapatkan dengan mudah dan instan.

Lantas, dalam kondisi seperti apa seseorang dikatakan memiliki nomophobia? Lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini, ya.

Baca Juga: Punya Fobia Ketinggian? Jangan Kunjungi 6 Tempat Ini Ya!

Asal Mula Nomophobia

Asal Mula Nomophobia

Foto: Orami Photo Stock

Nomophobia sudah diberikan label sebagai fobia untuk hal yang spesifik dan dicantumkan ke dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV. Jadi, dapat dikatakan nomophobia bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Ada hal yang perlu dipahami tentang asal mula terciptanya istilah nomophobia ini. Dilansir dari Journal of Family Medicine and Primary Care, istilah nomophobia pertama kali diciptakan berdasarkan studi yang dikembangkan oleh United Kingdom (UK) Post Office dan YouGov di tahun 2008.

Tujuan dari studi ini untuk melakukan evaluasi tentang kemungkinan terjadinya gangguan kecemasan akibat penggunaan ponsel yang berlebihan. Hasil dari studi ini tentunya cukup mengejutkan.

Disebutkan, hampir 53 persen orang Inggris yang menggunakan ponsel akan merasa khawatir ketika mereka kehilangan ponsel, kehabisan baterai atau pulsa, atau sekadar tidak menemukan jaringan pada ponselnya.

Studi ini juga mengungkapkan, sekitar 58 persen pria dan 47 persen wanita menderita kecemasan ponsel, dan 9 persen dari mereka merasa tegang ketika ponselnya dinonaktifkan.

Sebanyak 55 persen dari peserta studi tersebut mengungkapkan, mereka merasa khawatir jika tidak dapat menjaga konektivitas dengan orang-orang terdekat.

Baca Juga: Seram! Ini yang Dialami Otak dan Tubuh Jika Terlalu Sering Main Ponsel

Maka dari itu, nomophobia juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental lainnya, seperti fobia sosial atau kecemasan sosial, serta gangguan panik. Ada studi lainnya yang juga mengungkapkan tentang nomophobia.

Studi yang dilakukan di antara mahasiswa sarjana di sebuah layanan kesehatan, menemukan bahwa dari 547 laki-laki, 23 persen dari siswa dicap sebagai nomophobia. Sementara itu, 64 persen siswa berisiko mengembangkan nomophobia.

Hampir 77 persen siswa memeriksa ponsel mereka lebih dari 35 kali per hari. Studi lainnya menunjukkan, lebih dari 50 persen penderita nomophobia tidak pernah mematikan ponsel mereka.

Beberapa studi di atas menunjukkan bahwa nomophobia benar-benar terjadi dan merupakan kondisi yang perlu diperhatikan.

Tentunya Moms sering melihat atau justru mengalami sendiri, ketika terlalu sibuk dengan ponsel dan justru mengabaikan keluarga yang ada di dekat kita.

Komunikasi secara langsung adalah interaksi paling baik yang harus dilakukan oleh manusia. Sebab, sejatinya manusia adalah makhluk sosial. Jadi, Moms sebaiknya harus mencegah terjadinya nomophobia sebelum terlambat.

Baca Juga: Perlukah Memantau Smartphone Pasangan?

Gejala Nomophobia yang Harus Dipahami

Gejala Nomophobia yang Harus Dipahami

Foto: Orami Photo Stock

Cara agar Moms dapat mencegah terjadinya nomophobia, maka harus mengerti tentang tanda-tanda yang dialami seseorang dengan nomophobia.

Pernahkah Moms terus-menerus mengecek ponsel sepanjang waktu? Pernahkah Moms merasa tidak sabar ketika muncul notifikasi pada ponsel? Atau pernahkah Moms merasa sangat cemas ketika lupa membawa ponsel ketika harus beraktivitas di luar ruangan?

Hati-hati, beberapa tanda tersebut dapat menjadi gejala awal dari nomophobia. Waspada apabila Moms mengalami beberapa hal ini ketika tidak memegang ponsel:

Gejala-gejala di atas mengindikasikan seseorang memiliki nomophobia. Tentunya, nomophobia dapat ditentukan dari diagnosis yang jelas.

Menurut Indian Journal of Psychiatry, ketika seseorang menghabiskan lebih banyak waktu bermain ponsel, sangat ketakutan ketika baterai lemah, merasa cemas ketika kehilangan headset, tidur bersama ponsel, dan terlalu sering membuka layar ponsel, juga dapat menjadi gejala dari nomophobia.

Namun, perlu diketahui ada beberapa faktor psikologis yang terlibat ketika seseorang menggunakan ponsel secara berlebihan. Misalnya, nilai diri yang rendah dan kepribadian yang ekstrovert.

Nomophobia tidak hanya mengganggu kesehatan mental, tapi

juga dapat memengaruhi kesehatan fisik.

Jika efeknya dibiarkan begitu saja, tentunya akan membahayakan diri sendiri. Simak ulasan berikutnya untuk mengetahui pengaruh fobia ini bagi kesehatan kita.

Baca Juga: 6 Manfaat Mendengarkan Musik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Efek dari Nomophobia yang Perlu Diwaspadai

Efek dari Nomophobia yang Perlu Diwaspadai.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Terdapat pengaruh yang signifikan ketika seseorang memiliki nomophobia, terhadap kesehatan mental, fisik, bahkan dengan hubungan sosialnya.

Menurut Profesor Gail Kinman dari University of Bedfordshire, di Inggris Raya, efek dari nomophobia ini hampir serupa dengan kecanduan lainnya.

“Nomophobia akan membuat seseorang menjadi sibuk dengan ponselnya dan menggunakan ponsel ketika mereka sedang cemas, kesepian, dan depresi. Hal ini akan membuat mereka semakin ketergantungan pada ponsel, yang akhirnya akan berpengaruh pada kesehatan mental,” ungkap Prof. Kinman.

Ia juga mengungkapkan, nomophobia tidak hanya memengaruhi pikiran, namun juga hubungan sosial. Hal ini terjadi di mana seseorang hadir secara fisik, tetapi tidak ada secara psikis.

Ketergantungan ponsel juga akan mengganggu produktivitas kerja, karena akan sangat mudah kehilangan fokus dan mengganggu konsentrasi. Jika dibiarkan, tingkat stres yang tinggi dapat terjadi.

Efek nomophobia juga akan memengaruhi masalah fisik, seperti nyeri pada leher, siku, dan tangan akibat penggunaan ponsel secara terus-menerus.

Efek lainnya yang mungkin masih diabaikan, yaitu tekanan ekonomi karena penggunaan paket data dan pulsa yang berlebihan serta harganya sangat mahal.

Tingkat stres yang tinggi akan menjadi pengaruh paling besar dari nomophobia. Hal ini akan menyebabkan kualitas hidup Moms menjadi menurun, kesehatan terganggu, dan tentunya organ tubuh dapat terganggu fungsinya.

Jika Moms mengalami gejala yang mengarah pada nomophobia, segera minta bantuan ahli profesional. Dengan demikian, Moms akan mendapatkan penanganan yang tepat dan lebih terfokus.

Baca Juga: 16 Ciri-ciri Orang Depresi yang Harus Diwaspadai

Cara Mengatasi Nomophobia

Cara Mengatasi Nomophobia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seseorang yang sudah terdiagnosis mengalami nomophobia akan mendapatkan beberapa penanganan. Sejauh ini, penanganan memang masih sangat terbatas karena nomophobia masih relatif baru.

Namun, beberapa penanganan ini dapat dilakukan dan menunjukkan hasil yang signifikan, di antaranya:

  • Terapi perilaku kognitif yang berguna untuk mengalihkan fokus dari kecanduan teknologi. Melalui terapi ini, seseorang akan disarankan untuk fokus melakukan perilaku lainnya, seperti berkebun, melukis, memasak, menjahit, dan lainnya, selain menggunakan ponsel.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu juga berpengaruh. Mengonsumsi obat tranylcypromine dan clonazepam cukup berhasil digunakan untuk mengobati nomophobia. Obat-obatan seperti benzodiazepin dan antidepresan (dalam dosis normal) terkadang digunakan dalam kasus yang parah untuk mengontrol gejala yang ada.

Itulah hal penting yang perlu dipahami tentang nomophobia. Kita memang tidak akan bisa lepas dari teknologi yang terus berkembang.

Namun, tetap pertahankan interaksi sosial secara nyata, karena pada akhirnya, tetap itulah yang paling penting, ya, Moms.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6341932/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3962983/
  • https://www.psychiatryadvisor.com/home/topics/anxiety/nomophobia-the-modern-day-pathology/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6510111/#:~:text=The%20term%20NOMOPHOBIA%20or%20NO,detached%20from%20mobile%20phone%20connectivity.
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait