Kesehatan

1 Oktober 2021

Obat Alergi Antihistamin: Penggunaan, Dosis, Aturan Pakai, dan Efek Samping

Pastikan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mengatasi ruam kulit akibat reaksi alergi bisa dengan berbagai cara, salah satunya dengan minum antihistamin.

Obat ini paling sering digunakan untuk mereka yang mengalami reaksi alergi terhadap serbuk sari dan alergen lainnya.

Meski mudah dijumpai di apotek, penggunaan obat ini tak boleh sembarang, lho.

Yuk, ketahui manfaat, dosis, cara pakai dan efek samping obat alergi satu ini. Simak, Moms!

Penggunaan Antihistamin

Analgesik,-Dekongestan,-Antihistamin,-Ini-Arti-Istilah-Obat-Untuk-Anak-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Antihistamin adalah golongan obat yang biasa digunakan untuk mengobati gejala alergi.

Alergi ditandai dengan beberapa gejala umum seperti:

Melansir Cleveland Clinic, alergi terjadi disebabkan tubuh terlalu banyak memproduksi histamin, senyawa yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh.

Histamin adalah senyawa kimia yang dikeluarkan tubuh untuk melawan infeksi virus, bakteri, atau benda 'asing'.

Nah, penggunaan antihistamin ini yakni untuk memblokir zat histamin yang dibuat oleh tubuh.

Tak hanya untuk mengobati alergi, antihistamin juga biasa dipakai untuk mengatasi kondisi gangguan pencernaan, flu, kecemasan, dan banyak lagi.

Obat golongan antihistamin pun dikategorikan menjadi 2 macam, yakni generasi 1 dan generasi 2.

Berikut beberapa obat-obatan umum alergi generasi 1 yang termasuk di dalamnya, seperti:

  • Chlorpheniramine
  • Cyproheptadine
  • Triprolidine
  • Hydroxyzine
  • Ketotifen
  • Mebhydrolin
  • Promethazine
  • Dimethindene maleate

Sedangkan obat-obat antihistamin generasi 2 adalah:

  • Desloratadine
  • Fexofenadine
  • Levocetirizine
  • Cetirizine
  • Terfenadine
  • Loratadine

Lantas, apa perbedaan dari kedua jenis ini? Perbedaanya yakni efek samping dari obat generasi 1 lebih menyebabkan rasa kantuk, Moms.

Baca Juga: 15 Manfaat Brokoli untuk Kesehatan dan Ibu Hamil, Salah Satunya Mencegah Risiko Cacat Janin!

Dosis Obat Alergi

antihistamin untuk atasi alergi

Foto: Orami Photo Stocks

Penggunaan obat ini pun perlu disesuaikan dengan gejala yang dirasakan. Tentu ini juga perlu diagnosis dari dokter yang menangani, ya.

Dosis setiap jenis obat antihistamin akan berbeda setiap merek, begitu juga cara penggunaannya.

Melansir MedlinePlus, dosis dan penggunaan umum yang biasa menjadi acuan untuk mengurangi gejala alergi, meliputi:

  • Diminum setiap hari untuk mengurangi gejala alergi.
  • Diminium hanya ketika terjadi gejala.
  • Dikonsumsi sebelum mengalami gejala alergi.

Bagi sejumlah orang dengan alergi, gejala yang dirasakan biasanya akan mulai muncul sekitar jam 4-6 pagi.

Minum antihistamin sebelum tidur dapat mengurangi gejala alergi yang berlebihan di pagi harinya.

Untuk kerja obat alergi ini biasanya akan bertahan sekitar 4-6 jam. Ada pula sejumlah obat yang bertahan 12-24 jam.

Beberapa obat antihistamin juga dikombinasikan dengan dekongestan, obat yang mengatasi saluran hidung tersumbat.

Karena ini termasuk jenis obat minum, sebaiknya hindari minum dalam keadaan perut kosong. Moms bisa mengonsumsinya bersamaan dengan makanan.

Pastikan minum air putih yang banyak setelahnya agar obat dicerna dengan baik oleh tubuh.

Jika obat yang dikonsumsi dalam bentuk cair, lebih berhati-hati dalam menakar dosis obat. Gunakan sendok takar yang sesuai agar dosis yang dikonsumsi benar dan tepat.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Dermatitis Atopik dan Seboroik, Yuk!

Efek Samping Antihistamin

Efek Samping Antihistamin.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap obat jenis apapun memiliki efek samping, begitu juga pada antihistamin.

Apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan setelah mengonsumsinya? Sebagian besar obat alergi jenis ini menyebabkan rasa kantuk.

Meski begitu, adapun beberapa efek samping lain yang mungkin dirasakan, termasuk:

  • Mulut terasa kering
  • Pusing
  • Mual dan muntah
  • Kegelisahan atau rasa cemas
  • Kesulitan buang air kecil atau tidak bisa buang air kecil
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan

Hindari mengonsumsi antihistamin ketika sedang mengemudi atau ingin beraktivitas. Hal ini karena rasa kantuknya cukup mengganggu.

Siapa pun yang menggunakan antihistamin atau obat apa pun harus memeriksa aturan pakai pada kemasan produk, ya.

Peringatan Sebelum Konsumsi Obat

Sebelum mencoba obat alergi ini, ada baiknya untuk kenali beberapa peringatan penting.

Hal ini untuk menghindari risiko overdosis dan salah penggunaan.

Jika seseorang overdosis akibat antihistamin, efek samping yang dirasakan yakni kejang dan gangguan pada jantung.

Sebelum mengonsumsi antihistamin, beri tahu dokter jika memiliki riwayat penyakit seperti:

Selain itu, berikut beberapa peringatan lain dalam menggunakan obat antihistamin:

1. Ibu Hamil

bolehkah-ibu-hamil-minum-antihistamin.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu aturan penting obat antihistamin yakni penggunaan untuk ibu hamil.

Melansir Mayo Clinic, obat antihistamin tidak dianjurkan untuk dikonsumsi pada minggu pertama kehamilan.

Hal ini karena berisiko untuk memicu terjadinya cacat lahir dan masalah lain pada janin.

Sebelum mengonsumsinya, pastikan telah mendapat anjuran dan konsultasi dari dokter kandungan masing-masing, ya.

2. Fase Menyusui

Aturan lain untuk ibu menyusui juga tak kalah penting.

Efek samping dari antihistamin pun bisa dirasakan Si Kecil yang masih dalam fase menyusui. Hal ini karena senyawa obat ini akan tercampur dalam kualitas ASI.

Hindari minum obat alergi ini ketika menyusui untuk menghindari efek samping seperti perubahaan mood atau bayi menjadi mudah rewel.

Obat-obatan ini juga cenderung mengurangi sekresi tubuh. Artinya, ada kemungkinan produksi ASI akan berkurang pada beberapa ibu menyusui.

Belum diketahui apakah cetirizine, desloratadine, atau loratadine akan menyebabkan efek samping yang sama.

3. Anak-Anak

Obat Antihistamin pada Anak -3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Hati-hati jika ingin memberikan antihistamin pada anak-anak.

Penggunaan tiap jenis obat antihistamin akan berbeda-beda dan disesuaikan dengan usia.

Melansir Datapharm Medicines, hindari memberikan obat dengan kandungan antihistamin, apabila:

  • Anak berusia di bawah 1 tahun.
  • Jika anak memiliki riwayat asma.
  • Alergi terhadap salah satu bahan yang sejenis dengan antihistamin.
  • Jika anak menggunakan inhibitor monoamine oksidase (untuk depresi) dan meminumnya dalam 14 hari terakhir.

Apabila ragu, segera tanyakan pada dokter terkait untuk membantu Moms menentukan dosis dan penggunaan obat untuk Si Kecil.

Baca Juga: Konsumsi 17+ Obat Kuat Alami Ini Agar Suami Kuat di Ranjang

4. Konsumsi Obat Lain

Hindari juga mengonsumsi obat antihistamin golongan pertama dengan zat alkohol atau minuman beralkohol. Ini berisiko memperparah efek kantuk.

Penting juga untuk memberitahu dokter apabila ingin minum obat alergi ini bersama dengan obat-obatan lainnya, termasuk produk herbal.

Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping yang membahayakan, Moms.

Nah, sekarang sudah lebih kenal dengan manfaat, efek samping, dosis dan aturan pakai obat antihistamin bukan? Tentu, informasi ini bukan pengganti konsultasi medis, ya.

Selalu pastikan Moms dan Si Kecil mendapat konsultasi dokter setiap mengonsumsi obat-obatan jenis apa pun.

Segera dapatkan perawatan lanjutan jika gejala yang dirasakan tak kunjung membaik.

  • https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/21223-antihistamines
  • https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000549.htm
  • https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/antihistamine-oral-route-parenteral-route-rectal-route/before-using/drg-20070373
  • https://www.medicines.org.uk/emc/product/3866/pil#gref
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait