Pernikahan & Seks

22 Oktober 2021

Mengenal Oedipus Complex, Kondisi Psikologis Anak yang Tertarik pada Ibu Kandung

Kondisi ini sangat kontroversial sejak pertama kali istilahnya diperkenalkan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Oedipus complex adalah kecenderungan pria tertarik kepada wanita yang usianya jauh lebih tua, khususnya ibu kandung.

Dalam hal ini, anak laki-laki cenderung akan cemburu terhadap ayah mereka, lho Moms.

Istilah ini diambil dari mitos Yunani yang bercerita tentang Oedipus Rex, seorang raja Thebes yang tanpa diketahui dirinya telah membunuh ayah kandungnya sendiri yang bernama Laios, dan menikahi ibunya.

Lantas, nama tersebut digunakan oleh Sigmund Freud yang merupakan bapak psikologi analisis dari Austria untuk menamakan Oedipus Complex pada akhir 1800-an.

Dalam ilmu psikologi, istilah ini masih kontroversial, karena ada yang menganggapnya normal dan ada pula yang tidak.

Berikut ini penjelasan mengenai oedipus complex yang sudah dirangkum oleh Orami. Jangan lupa disimak ya, Moms!

Baca Juga: 4 Risiko Kesehatan Anak dari Hubungan Inses

Tahap Perkembangan Psikoseksual Anak

oedipus complex.jpg

Foto: pinterest.com

Sebelum membahas kelainan psikologis ini, Moms harus tahu dulu perkembangan psikoseksual seorang anak.

Dilansir melalui Healthline, teori Freud menjelaskan terkait perkembangan psikoseksual pada masa kanak-kanak terjadi secara bertahap.

Menurut Freud, tahapan perkembangan psikoseksual meliputi:

1. Lisan

Tahap ini terjadi antara bayi dan 18 bulan. Ini melibatkan fiksasi pada mulut dan kesenangan mengisap, menjilat, mengunyah, dan menggigit.

2. Anal

Tahap ini terjadi antara usia 18 bulan dan 3 tahun. Pada fase ini, perkembangan akan berfokus pada kenikmatan saat buang air besar dan mulai menjalani kebiasaan toilet training yang sehat.

3. Falik

Tahap ini berlangsung dari usia 3-5 tahun.

Ini diyakini sebagai tahap paling penting dalam perkembangan psikoseksual di mana anak laki-laki dan perempuan mengembangkan ketertarikan mereka pada orang tua lawan jenis.

Baca Juga: Mengenal Sapioseksual, Ketertarikan Seks Terhadap Orang Cerdas

4. Latensi

Tahap ini terjadi antara usia 5-12 tahun atau pubertas, di mana seorang anak mengembangkan perasaan yang sehat untuk lawan jenis.

5. Alat Kelamin

Tahap ini terjadi dari usia 12 tahun hingga dewasa. Pematangan minat seksual yang sehat terjadi selama waktu ini karena semua tahap lainnya terintegrasi ke dalam pikiran.

Tahap ini juga memungkinkan perasaan dan perilaku seksual yang sehat. Pada tahap ini, anak mulai merasakan hasrat seksual ke lawan jenis yang dianggap menarik.

Menurut Freud, 5 tahun pertama kehidupan sangat penting dalam pembentukan dan perkembangan kepribadian seseorang saat dewasa.

Selama waktu ini, dia percaya kita mengembangkan kemampuan untuk mengendalikan dan mengarahkan hasrat seksual ke dalam perilaku yang dapat diterima secara sosial.

Jenis Oedipus Complex

kata-kata-ibu-untuk-anak-laki-lakinya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan teorinya, oedipus complex memainkan peran penting dalam tahap phallic, yang terjadi antara usia sekitar 3-6 tahun.

Pada tahap ini, libido anak terfokus pada alat kelamin. Pada tahap falik inilah oedipus complex dapat terbentuk, Moms.

Selain itu, Freud memaparkan terdapat 2 jenis oedipus complex, yaitu:

  • Positif: gairah seksual tanpa sadar terhadap orang tua yang berlawanan jenis dan kebencian terhadap orang tua sesama jenis
  • Negatif: gairah seksual tanpa sadar terhadap orang tua yang sesama jenis dan kebencian terhadap orang tua yang berlawanan jenis

Baca Juga: 3 Tips Penting Memilih Bra untuk Anak Perempuan yang Baru Puber

Tanda-Tanda Oedipus Complex

oedipus complex (2).jpg

Foto: istock.com

Tanda-tanda oedipus complex tidak selalu mengacu pada hal-hal yang bersifat seksual, sehingga terkadang sulit dipastikan apakah seorang anak mengalami oedipus complex atau tidak.

Secara umum, tanda bahwa anak laki-laki mengalami oedipus complex adalah:

  • Bersikap posesif terhadap ibunya
  • Tidak membiarkan ayahnya menyentuh ibu
  • Bersikeras tidur di antara orang tua dan lebih senang jika ayah tidak tidur bersama ibu
  • Berharap ayah bepergian dalam waktu lama atau tidak berada di dekat ibu
  • Anak menyatakan ingin menikahi salah satu orangtuanya saat dia besar nanti

Menurut Freud, seorang anak harus mampu mengatasi konflik di setiap tahapan perkembangan seksual untuk dapat mengembangkan hasrat dan perilaku seksual yang normal.

Ketika konflik selama tahap falik tidak bisa terselesaikan dengan baik, kecenderungan perilaku seksual yang menyimpang dapat berkembang dan menetap.

Hal ini menyebabkan anak laki-laki menjadi terlalu terpaku kepada ibunya dan anak perempuan bisa saja menjadi terlalu terikat pada ayahnya.

Padahal, anak semestinya memiliki keterikatan yang seimbang dengan masing-masing orang tua.

Saat anak memasuki usia dewasa, hal tersebut dapat menyebabkan mereka memilih pasangan yang menyerupai orang tua mereka.

Inilah yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa oedipus complex juga dapat diartikan sebagai pria muda yang menyukai wanita dengan usia jauh lebih tua atau seusia dengan ibu mereka.

Baca Juga: Ketahui Child Grooming, Modus Baru dalam Pelecehan Seksual Anak

Bagaimana Cara Mengatasinya?

oedipus complex (3).jpg

Foto: shutterstock.com

Pada setiap tahap dalam teori perkembangan psikoseksual Freud, anak dengan oedipus complex harus menjalani terapi agar dapat membentuk kepribadian dewasa yang sehat.

Jadi bagaimana cara anak mengatasi oedipus complex?

1. Peran Ayah Sangat Penting

Melansir The Journal of Psychotherapy Practice and Research, pertama adalah bagaimana peran ayah untuk turut mengambil hati anak, sehingga menyadarkan bentuk cinta yang seimbang pada kedua orang tua.

Pada masa "perawatan" ini, anak akan merasakan ada yang disebut dengan "primal id" dan "realistic ego" yang saling bertentangan.

Primal id anak mendorongnya untuk menyingkirkan ayah, namun realistic ego tahu bahwa sang ayah lebih kuat dan justru dirinyalah yang dapat tersingkirkan.

2. Proses Identifikasi

Freud menjelaskan, pada saat pergolakan tersebut, sang anak akan mengalami "castration anxiety", yaitu rasa takut akan dikebiri oleh orangtua bila ketahuan menyukai orangtuanya.

Di sinilah, "identifikasi" terjadi. Sang anak menekan rasa nafsu dan rivalitas terhadap orangtua sesama jenis hingga dorongan untuk mengingkirkan ayah hilang.

Sebaliknya, anak akan mencoba meniru sang orangtua dan menjadikannya teladan dalam hidup.

Selain itu, "super-ego" pun ikut terbentuk, menjadi otoritas moral agar sang anak tidak mengambil keputusan yang salah.

Baca Juga: Simak Fakta Anak Ke 5, Mulai dari Karakter, Sifat dan Kepribadiannya!

Bagi Freud, oedipus complex adalah salah satu yang terjadi dalam 5 tahap psikoseksual menuju kematangan seksual seseorang.

3. Cara Mengikapi yang Tepat

Oleh karena itu, menyikapi oedipus complex dengan tepat amat penting agar anak tidak jatuh ke "lubang yang salah".

Freud memaparkan bahwa jika seorang anak (baik laki-laki atau perempuan) tidak berhasil menyelesaikan tahap oedipus complex, maka sang anak bisa mengembangkan "ketergantungan" yang tidak sehat terhadap orangtua mereka.

Hal itulah yang menyebabkan mereka memilih pasangan yang lebih tua karena citra orangtua mereka sudah terpatri secara seksual.

Baca Juga: 5 Jenis Fetish Seks Aneh yang Ada di Dunia, Sudah Tahu?

Itu dia Moms informasi seputar oedipus complex. Kondisi psikoseksual ini sendiri merupakan konsep yang masih diperdebatkan.

Jika Moms memiliki pertanyaan lebih lanjut tentang perilaku, tumbuh kembang, atau perkembangan seksual anak, cobalah berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

  • https://www.verywellmind.com/what-is-an-oedipal-complex-2795403
  • https://www.britannica.com/science/Oedipus-complex
  • https://www.healthline.com/health/parenting/kids-and-nudity
  • https://media.neliti.com/media/publications/82867-ID-kemunculan-oedipus-complex-dan-konsekuen.pdf
  • https://flo.health/being-a-mom/your-baby/growth-and-development/oedipus-complex
  • https://www.oxfordreference.com/view/10.1093/oi/authority.20110803100246932
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3330618/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait