Kesehatan

28 Juli 2021

Panduan Isoman untuk Moms dan Si Kecil, Penting untuk Konsumsi Air Mineral yang Cukup!

Tubuh tetap terhidrasi salah satu kunci untuk pulih dari COVID-19
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Istilah isolasi mandiri atau yang dikenal juga dengan 'isoman' sepertinya sudah tak asing lagi saat pandemi COVID-19. Isoman ini diperuntukkan bagi mereka yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan gejala ringan.

Tak hanya lansia ataupun dewasa, anak-anak pun berisiko terpapar COVID-19.

Karena semakin tinggi angka positif COVID-19, IDAI mengeluarkan panduan isolasi mandiri (isoman) untuk anak-anak dan keluarga.

Lantas gejala dan kriteria apa saja yang dianjurkan untuk melakukan isoman di rumah? Yuk cari tahu!

Baca Juga: 7 Sentra Pendaftaran Vaksin COVID-19 Usia 18+ Melalui Aplikasi Online dan Caranya, Segera Daftar!

Syarat Isoman di Rumah untuk Moms dan Si Kecil

4 Cara Mengukur Suhu Tubuh Anak Saat Isoman

Foto: Orami Photo Stocks

Moms, sebelum melakukan isoman, perlu tahu kriteria yang termasuk dalam gejala ringan.

Adapun kriteria ini tertulis dalam "Buku Diary Panduan Isolasi Mandiri Anak dengan COVID-19" yang diterbitkan pada 30 Juni 2021.

Berikut syarat panduan isoman untuk Moms dan Si Kecil, antara lain:

1. Cek Suhu Tubuh

Demam menjadi salah satu gejala bahwa ada 'benda asing' yang menyerang tubuh.

Ini juga merupakan gejala fisik yang umum terjadi akibat COVID-19.

Nah lantas berapa suhu badan yang dikatakan demam pada Si Kecil?

Mengutip Kids Health, ada sejumlah cara dalam mengecek suhu tubuh anak, antara lain:

  • Termometer mulut: suhu mencapai 37,8°C
  • Termometer rektal: suhu mencapai 38°C
  • Termometer ketiak: suhu mencapai 37,2 °C

Karena demam dapat naik dan turun, Si Kecil mungkin akan merasa kedinginan saat suhu tubuh mulai naik.

Nah ketika suhu mulai turun, ia ditandai dengan keringat yang mulai bercucuran.

2. Mengalami Gejala Ringan

Selain demam, adapun gejala lain yang perlu dipantau sebagai syarat isolasi mandiri Moms dan Si Kecil.

Nah beberapa syarat untuk ibu dan anak isoman di rumah antara lan:

  • Tidak bergejala/asimtomatik
  • Gejala ringan (batuk, pilek, demam, diare, muntah dan ruam-ruam)
  • Anak aktif (bisa makan dan minum)
  • Pemeriksaan suhu tubuh 2 kali sehari (pagi dan malam)

Diperlukan juga lingkungan rumah yang memiliki ventilasi baik dalam syarat isolasi mandiri menurut IDAI.

3. Memantau Gejala atau Keluhan

Moms, isoman di rumah biasanya dilakukan selama minimal 14 hari atau anjuran dari dokter yang merawat.

Dalam waktu isolasi ini orang tua atau pengasuh harus selalu memantau gejala Moms dan Si Kecil yang terinfeksi COVID-19.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai dan perlu dibawa ke rumah sakit ketika mengalami kondisi seperti:

  • Anak banyak tidur
  • Napas cepat
  • Ada cekungan di dada dan hidung kembang kempis
  • Saturasi oksigen <95 persen
  • Mata merah, ruam, leher bengkak
  • Demam lebih dari 7 hari
  • Kejang
  • Tidak bisa makan dan minum
  • Mata cekung
  • Frekuensi BAK berkurang

Terjadi penurunan kesadaran juga menjadi salah satu tanda bahwa Si Kecil perlu segera dibawa ke rumah sakit, lho!

Baca Juga: Cari Tahu Manfaat Mineral untuk Tubuh Ibu Hamil dan Perkembangan Janin

4. Periksa Saturasi Oksigen

Selain itu, pemeriksaan saturasi oksigen juga diperlukan ketika Moms dan Si Kecil melakukan isoman.

Pembacaan “SpO2” pada pulse oximeter menunjukkan persentase oksigen dalam darah seseorang

Mengutip Mayo Clinic, tingkat normal oksigen biasanya 95% atau lebih tinggi.

Ketika saturasi oksigen di bawah angka normal, disarankan untuk segera mendapat perawatan di rumah sakit.

Tips Isolasi Mandiri di Rumah

makanan-sehat-untuk-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah mengetahui syarat isoman untuk Moms dan Si Kecil, ketahui tips isolasi di rumah, yuk!

Adapun tips ini direkomendasikan IDAI agar pemulihan berangsur dengan baik.

Beberapa tips isolasi mandiri di rumah yang bisa diikuti antara lain:

1. Konsumsi Makanan Sehat

Ketika menjalani isolasi mandiri, asupan perlu diperhatikan dalam mempercepat pemulihan.

World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur.

Pilihlah makanan yang mengandung sumber lemak yang sehat, seperti ikan dan kacang-kacangan.

Kurangi makanan yang mengandun garam, gula serta camilan instan.

Terutama untuk anak dengan usia di bawah 2 tahun, garam dan gula tidak dianjurkan untuk diberikan ya, Moms.

2. Meningkatkan Suplemen Kesehatan

Selain mengonsumsi makanan sehat, suplemen kesehatan juga perlu untuk tubuh.

Ini berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh melawan COVID-19.

Suplemen yang dibutuhkan ketika isoman di rumah antara lain

Dosis vitamin C:

  • 1-3 tahun: max 400mg/hari
  • 4-8 tahun: max 600mg/hari
  • 9-13 tahun: max 1200mg/hari
  • 14-18 tahun: max 1800mg/hari

Dosis Vitamin D3

  • <3 tahun: 400 U/hari
  • Anak: 1000 U/ hari
  • Remaja: 2000 U/hari
  • Remaja obesitas: 5000 U/hari

Zink: 20mg/hari (selama 14 hari)

Obat-obatan yang diresepkan oleh dokter juga perlu dikonsumsi sebagai asupan selama isoman di rumah.

Baca Juga: Suplemen Vitamin untuk Bayi, Perlukah?

3. Tetap Memberikan ASI

Kasus bayi lahir yang terinfeksi COVID-19 ternyata cukup banyak di Indonesia.

Dalam hal ini, ada aturan mengenai panduan isolasi mandiri untuk bayi yang lahir dengan positif COVID-19.

Salah satunya yakni tetap dapat memberikan ASI perah sebagai asupan nutrisi bayi.

Bayi sehat dari ibu suspek COVID-19 dapat dirawat gabung dan menyusu langsung dengan mematuhi protokol pencegahan secara tepat.

4. Perbanyak Minum Air Mineral

Tubuh yang terhidrasi sangat penting untuk kesehatan yang optimal.

Minum air mineral sebagai pengganti minuman manis adalah cara sederhana untuk membatasi asupan gula dan kalori berlebih.

Tentunya, air mineral juga dipastikan bersih dan aman dikonsumsi ya Moms!

Pentingnya Konsumsi Air Mineral untuk Daya Tahan Tubuh saat Isoman

berapa gelas air mineral untuk anak anak perhari bagaimana membuat anak suka minum hero

Foto: Orami Photo Stocks

Kandungan nutrisi air mineral sangat bervariasi, tetapi biasanya memiliki kandungan mineral yang tinggi seperti:

  • Kalsium karbonat
  • Magnesium sulfat
  • Kalium
  • Sodium sulfat

Adapun kandungan ini memiliki ragam manfaat untuk kesehatan tubuh saat isoman.

Tubuh yang terhidrasi dapat mencegah kita dalam perburukan gejala akibat COVID-19.

Dehidrasi dapat mempengaruhi sel paru-paru dalam tubuh.

Mengutip Emporewed Health Insititute bahwa dehidrasi kronis dapat meningkatkan risiko kebocoran cairan seluler ke paru-paru, serta kesulitan dalam mengangkut cairan itu keluar dari paru-paru.

Dalam kasus COVID-19, ini dapat menyebabkan peningkatan risiko gangguan pernapasan akut dan berpotensi kematian.

Sehingga sangat penting untuk menjaga tubuh selalu terhidrasi dengan baik selama isoman ya, Moms!

Baca Juga: 9 Cara Menjaga Kesehatan Ginjal, Mulai dari Minum Air Putih Hingga Hindari Rokok

Seberapa Banyak Takaran Air Mineral yang Dibutuhkan?

tips isoman

Foto: Orami Photo Stocks

Jika sedang demam, tubuh akan kehilangan cairan melalui kulit dalam upaya untuk menurunkan suhu tubuh.

Maka dari itu, penting bagi Moms dan Si Kecil untuk mengosumsi air mineral sesuai dengan takaran yang dianjurkan.

Tentunya kebutuhan ini tiap orang berbeda-beda. Melansir Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, untuk orang dewasa setidaknya membutuhkan 8 gelas atau 2 liter per hari.

Lalu jika mengutip IDAI, kebutuhan cairan pada Si Kecil antara lain diklasifikasikan berdasarkan umur:

  • Usia 0-6 bulan: 700mL/hari
  • Usia 7-12 bulan: 800mL/hari
  • Usia 1-3 tahun: 1300 mL/hari
  • Usia 4-8 tahun: 1700mL/hari
  • Usia 9-13 tahun: 2400mL/hari (laki-laki) dan 2100mL/hari (perempuan)
  • Usia 14-18 tahun: 3300 mL/hari (laki – laki) dan 2300 mL/hari (perempuan)

Penting untuk diperhatikan, pilihlah air mineral yang mengandung mineral alami dan selalu bersih serta aman dengan menggunakan galon selalu baru di rumah untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga. Terutama saat sedang menjalani isolasi mandiri.

Tapi bagaimana jika Moms kesulitan mengajak Si Kecil untuk minum air mineral? Tenang Moms, tips berikut ini bisa dicoba.

Adapun sejumlah tips yang bisa Moms lakukan, antara lain:

  • Menyediakan cangkir atau botol minum khusus dengan karakter animasi kesukaannya.
  • Menggunakan botol minum yang mudah digunakan oleh Si Kecil.
  • Memberikan contoh yang baik, yaitu rajin minum air putih, karena anak selalu menjadikan orang tua sebagai panutan.
  • Menambahkan potongan buah segar ke dalam air mineral.
  • Selalu berikan penjelasan pentingnya minum air mineral.

Dengan melakukan hal ini secara rutin, Si Kecil akan terbiasa untuk selalu minum air mineral.

Le Minerale, Air mineral yang Bersih dan Aman untuk Keluarga

Foto: Le Minerale

Tubuh yang terhidrasi dengan benar dapat mencegah perburukan gejala akibat COVID-19.

Le Minerale adalah salah satu produk air mineral yang aman dan bersih dikonsumsi selagi isoman untuk Moms dan Si Kecil.

Air mineral yang terfilter dan kaya mineral alami ini, kini hadir dengan keunggulan lebih menarik.

Salah satu keunggulan air mineral Le Minerale adalah galon selalu baru dan bukan cuci ulang, sehingga sudah pasti lebih terjamin kehigienisannya.

Untuk kemasan terbarunya, kini hadir dengan warna galon yang transparan dan bening. Moms dapat dengan mudah melihat kerjenihan air dari luar.

Baca Juga: POGI Rekomendasikan Vaksin COVID-19 untuk Ibu Hamil, Cek Persyaratannya!

Menariknya, Galon Le Minerale dilengkapi dengan tutup ulir anti rembes yang memudahkan pengguna untuk memakainya karena anti tumpah. Tutupnya juga rapat dan kedap udara sehingga bebas dari kontaminasi virus serta bakteri di udara.

Selain kualitas air yang memiliki kandungan mineral alami, Galon Le Minerale yang selalu baru memiliki bahan dasar plastik PET yang sangat mudah didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

Galon juga lebih fleksibel untuk dipakai saat isoman di rumah. Bisa diletakkan di dispenser bagian atas, bawah, menggunakan pompa elektrik ataupun manual.

Le Minerale kemasan galon sudah terjamin bersih dan aman untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga, terlebih saat sedang melakukan isolasi mandiri.

Jadi, pastikan Moms dan Si Kecil selalu menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan minum air mineral alami yang bersih dan aman seperti Le Minerale ya!

(ADV)

  • https://kidshealth.org/en/parents/fever.html
  • https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/buku-diary-panduan-isolasi-mandiri-anak-dengan-covid-19
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/hypoxemia/basics/definition/sym-20050930
  • https://www.who.int/campaigns/connecting-the-world-to-combat-coronavirus/healthyathome/healthyathome---healthy-diet
  • https://empoweredhealthinstitute.com/can-staying-hydrated-help-fight-covid/
  • https://www.nutritioncare.org/uploadedFiles/Documents/Guidelines_and_Clinical_Resources/COVID19/COVID19%20Patient_Nutrition%20Quick%20Facts.pdf
  • http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infograpihc-p2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/page/14/berapa-takaran-normal-air-agar-tidak-kekurangan-cairan-dalam-tubuh
  • https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kebutuhan-air-pada-anak

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait