24 Agustus 2022

10 Bahan Pengganti Santan, Lebih Sehat!

SImak alternatifnya berikut ini ya, Moms

Seberapa penting Moms mengetahui bahan-bahan pengganti santan? Memang tidak dapat diragukan, kalau makanan bersantan itu memiliki rasa yang gurih dan sangat nikmat untuk disantap.

Sebut saja beberapa makanan bersantan yang populer di Indonesia, seperti opor ayam, sayur lodeh, gulai, kari, soto Medan, rendang, dan lainnya. Semua makanan bersantan tersebut memang sangat lezat.

Namun, perlu dipahami bahwa mengonsumsi makanan bersantan secara berlebihan dapat berbahaya untuk kesehatan.

Untuk itu, pahami bahan pengganti santan yang bisa menjadi pilihan Moms saat memasak, ya. Berikut ini ulasannya!

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Tips Menyelamatkan Diri dari Gempa dan Tsunami Saat Berlibur

Bahan Pengganti Santan

Ada banyak bahan-bahan pengganti santan yang tidak akan mengurangi kelezatan dari makanan. Hal ini penting untuk dipahami, sebab konsumsi santan berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan.

Di dalam santan terkandung kalori yang cukup tinggi, di mana 93 persen kalori tersebut datang dari lemak, termasuk lemak jenuh yang dikenal sebagai trigliserida (MCTs).

Satu cangkir santan sudah mengandung 90 persen dari total kebutuhan lemak jenuh dalam satu hari. Dengan kandungan tersebut, ada bahaya mengonsumsi makanan bersantan berlebihan.

Nah, berikut ini bahan-bahan pengganti santan yang dapat Moms pilih, yaitu:

1. Susu Kedelai

Susu Kedelai.jpg
Foto: Susu Kedelai.jpg

Foto Bahan Pengganti Santan (Orami Photo Stock)

Susu kedelai (soy milk) dinilai menjadi salah satu alternatif terbaik pengganti santan.

Susu kedelai memiliki nilai gizi yang tinggi, sebanding dengan susu sapi. Dibandingkan susu nabati lainnya, susu kedelai mengandung lebih banyak protein, kaya akan sumber serat, dan menjadi lemak yang baik untuk tubuh.

Manfaat susu kedelai lainnya, yaitu antikanker. Susu kedelai juga mengandung fitonutrien yang dikenal sebagai isoflavon, yang telah terbukti memiliki sifat antikanker.

Sebuah penelitian Trends in Biosciences, menunjukkan isoflavon memiliki banyak manfaat kesehatan antara lain penurunan kolesterol, meredakan gejala menopause, pencegahan osteoporosis dan pengurangan risiko kanker tertentu (kanker prostat dan kanker payudara).

Apabila saat ini Moms mengikuti pola makan vegan, maka Moms bisa memilih susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium dan sebaiknya tanpa pemanis.

Namun, perlu dipahami bahwa susu kedelai akan lebih encer dari santan dan mungkin ini menjadi kesulitan tersendiri bagi Moms yang sedang memasak makanan.

Jadi, cara untuk menyiasatinya adalah perbandingan 1:1. Moms dapat menambahkan sedikit tepung jagung untuk mengentalkan adonannya. Atau, Moms dapat menambahkan sari kelapa ke dalam santan.

Terpenting adalah tidak memasukkan santan terlalu banyak ke dalam adonan, sehingga nilai gizinya akan jauh lebih tinggi.

2. Susu Segar

Pengganti santan berikutnya, yaitu susu segar (fresh milk). Susu segar ini bisa berasal dari susu sapi atau susu kambing etawa yang dapat menggantikan fungsi dari santan.

Lemak susu dapat membantu meningkatkan kadar high-density lipoprotein (HDL). Kandungan ini membantu mencegah penyakit jantung dan stroke. Selain itu, susu merupakan sumber kalium yang baik. Mineral ini membantu menyeimbangkan tekanan darah

Nah, apabila Moms ingin membuat makanan dan minuman penutup, maka susu segar menjadi pilihan yang tepat.

Namun, perlu dipahami, susu segar memiliki kandungan laktosa yang cukup tinggi, sehingga tidak cocok dikonsumsi untuk mereka yang memiliki intoleransi laktosa.

Beberapa gejala orang yang mengalami intoleransi laktosa, yaitu sakit perut, perut kembung, mual, dan diare.

Gejala-gejala dapat dirasakan antara 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi susu atau makanan yang mengandung susu.

Jadi, apabila Moms dan anggota keluarga memiliki intoleransi laktosa atau alergi susu, pertimbangkan pengganti santan lainnya, ya.

Selain susu segar, susu evaporasi juga dapat menjadi pilihan pengganti santan. Susu evaporasi adalah olahan susu segar yang kadar airnya sudah dihilangkan 60 persen. Susu evaporasi ini cenderung tawar rasanya, namun tetap terasa gurih dan creamy.

Baca Juga: Cara Mencegah Ruam Popok pada Bayi, Penting untuk Diperhatikan!

3. Susu Almond

Susu Almond
Foto: Susu Almond

Foto Susu Almond (Orami Photo Stock)

Susu almond juga dapat menjadi pengganti santan yang akan menjadi pelengkap masakan Moms.

Susu almond terbuat dari kacang almond dan air, tetapi dapat mengandung bahan lain tergantung jenisnya.

Pastikan memilih susu almond tanpa pemanis atau unsweetened. Susu almond jauh lebih rendah lemak, serta memiliki lebih tinggi kandungan kalsium dan kalium.

Susu almond merupakan minuman yang rendah kalori, sehingga kita tidak perlu khawatir berat badan akan bertambah jika banyak mengonsumsinya.

Baik susu almond dan santan adalah alternatif bebas laktosa untuk susu sapi dan dapat digunakan dalam memasak dan memanggang berbagai jenis makanan yang lezat.

Tidak hanya itu, rasa kacang almond yang manis membuatnya menjadi pengganti yang baik untuk makanan penutup, smoothie, dan sereal.

Nah, susu almond ini memiliki konsistensi yang lebih tipis. Cara menyiasatinya, Moms dapat mencampurkannya dengan tepung maizena agar lebih kental.

4. Susu Mete

Susu kacang mete atau cashew milk dapat menjadi pengganti santan yang juga memiliki nilai gizi cukup tinggi.

Susu mete memiliki tekstur yang lebih halus dan lebih lembut daripada susu kacang lainnya dan meniru konsistensi susu sapi. Rasanya yang gurih juga tak kalah lezat dari santan.

Susu mete secara alami rendah kalori dan protein tetapi mengemas lebih banyak lemak daripada kebanyakan susu nabati.

Sebagai alternatif lainnya, Moms juga bisa menggunakan krim mete, yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi dan sehalus santan. Moms dapat menukar susu mete dengan rasio 1:1 saat mengolah makanan.

Baca Juga: 10 Salep Gatal Paling Ampuh untuk Alergi, Bisa Dibeli di Apotek

5. Yoghurt

Yoghurt.jpg
Foto: Yoghurt.jpg

Foto Yogurt (Orami Photo Stock)

Tahukah Moms bahwa yoghurt bisa menjadi pilihan pengganti santan? Nah, sebaiknya pilih plain yogurt atau greek yogurt, ya.

Yoghurt adalah olahan susu yang memiliki cita rasa asam, tapi teksturnya creamy.

Dilihat dari sisi kesehatan, yoghurt juga memiliki banyak manfaat. Yoghurt yang dibuat dengan cara di fermentasi ini menghasilkan bakteri baik bernama probiotik.

Probiotik ini bermanfaat bagi usus karena membantu mengatur sistem pencernaan dan mengurangi gas, diare, sembelit, dan perut kembung.

Untuk itulah, yoghurt dapat menjadi pilihan pengganti santan untuk mengolah makanan. Namun, yoghurt memiliki rasa yang cenderung asam, sehingga perhatikan cara mengolah makanan yang tepat agar tidak merusak rasanya.

Trik agar tekstur yoghurt mirip dengan santan kelapa adalah mencampurkannya dengan air.

6. Susu Gandum

Susu gandum bisa digunakan sebagai bahan pangan pengganti santan yang menyehatkan.

Kandungan lemak dalam susu gandum termasuk sedang. Susu gandum secara alami mengandung zat beta glucan, yaitu serat yang memberikan efek busa pada beberapa minuman seperti kopi.

Susu gandum memiliki karakteristik tak dapat mengental, akan tetapi masih bisa dimasak pada suhu yang tinggi.

7. Kemiri

kemiri
Foto: kemiri (Orami Photo Stock)

Foto Kemiri (Orami Photo Stock)

Kemiri memiliki kekentalan yang hampir menyerupai santan kelapa, sehingga cocok sebagai pengganti santan kelapa yang rendah kolesterol.

Melansir International Journal of Energy Research, manfaat kemiri juga dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Secara rasa, kemiri punya rasa gurih yang hampir mendekati santan kelapa.

Cara menjadikan kemiri sebagai pengganti santan kelapa cukup mudah, yaitu sangrai kemiri, lalu haluskan, dan masukkan pada makanan seperti penggunaan santan pada umumnya.

Baca Juga: Kapan Waktu Menyiram Tanaman Terbaik? Yuk Cari Tahu, Moms!

8. Tahu Sutra

Tahu yang terkenal di kalangan vegan ini juga bisa dijadikan sebagai pengganti santan kelapa.

Berasal dari susu kedelai, tahu sutra memiliki tekstur yang lebih lembut. Tahu sutra cocok dijadikan pengganti santan karena memiliki kandungan air yang cukup tinggi.

Selain itu, tahu sutra juga memiliki kandungan protein cukup tinggi. Ada sekitar 5 gram protein di setiap 100 gram tahu sutra.

Cara menjadikan tahu sutra untuk menggantikan santan sangat sederhana, Moms haluskan tahu sutra hingga lembut. Kemudian campur dengan dengan susu kedelai perbandingan 1:1.

9. Krim

whipped cream
Foto: whipped cream

Foto Krim (Orami Photo Stock)

Krim merupakan salah satu bahan yang bisa digunakan sebagai bahan pengganti santan.

Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu jenis krim yang akan digunakan untuk menggantikan santan. Pasalnya, ada beberapa resep yang menggunakan santan cair dan lainnya memerlukan santan kental.

Jika Moms membutuhkan santan cair, gunakan single cream. Sedangkan jika membutuhkan santan kental, gunakan whipped cream.

10. Spiced Milk

Spiced milk atau susu dengan rempah-rempah juga bisa menjadi alternatif pengganti santan dalam masakan hangat, seperti sup.

Moms bisa membuat spiced milk homemade dengan cara mencampurkan susu dengan rempah, seperti kayu manis dan pala.

Aduk sampai susu mengental. Gunakan tambahan bubuk kari atau cabai untuk spiced milk dengan rasa gurih. Namun pastikan untuk selalu mengaduk spiced milk dalam masakan agar tidak cepat gosong ya Moms.

Baca Juga: Mengenal Imunoterapi: Persiapan, Cara Kerja, Jenis, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Nah itu dia Moms pengganti santan yang bisa dijadikan pilihan. Semoga membantu ya!

  • https://www.researchgate.net/publication/348757935_Candlenut_oil_review_on_oil_properties_and_future_liquid_biofuel_prospects
  • https://www.researchgate.net/publication/307436295_The_Benefits_of_Consuming_Soya_milk-_A_Review
  • https://thedaringkitchen.com/coconut-milk-substitute/
  • https://www.healthline.com/nutrition/coconut-milk-substitute

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.