Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
22 November 2022

Mengenal Penyebab Gempa Bumi di Indonesia, Waspada Moms!

Penyebab gempa bumi sangat beragam dan beberapa bisa menimbulkan tsunami
Mengenal Penyebab Gempa Bumi di Indonesia, Waspada Moms!

Gempa bumi adalah salah satu bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia. Penyebab gempa bumi sendiri cukup beragam, salah satunya pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik.

Apakah Moms masih ingat bagaimana gempa bumi pada Desember 2004 yang menyebabkan tsunami di Aceh? Empat belas negara terkena dampak gempa dan tsunami yang disebut sebagai gempa Sumatra-Andaman.

Dikutip dari Mercy Corps, ini adalah gempa bumi berkekuatan terbesar dalam sejarah Indonesia yang pernah terjadi.

Kekuatan gempa tersebut antara 9,1 dan 9,3 magnitudo dan mencapai IX pada skala intensitas Mercalli yang mengukur intensitas gempa berdasarkan efek yang diamati.

Secara global, gempa bumi Samudra Hindia 2004 merupakan terbesar ketiga yang tercatat dan memiliki durasi patahan terpanjang. Durasinya saat itu kurang lebih sekitar sepuluh menit.

Tentu saja ini bukan satu-satunya gempa bumi yang terjadi di Tanah Air.

Kali ini, Orami akan mencoba merangkum beberapa penyebab gempa bumi, termasuk mengapa bencana tersebut kerap terjadi di Indonesia.

Baca juga: 7 Rekomendasi Wisata Bumiayu, Banyak Wisata Alam Menarik!

Mengenai Gempa Bumi di Indonesia

penyebab gempa bumi

Foto: penyebab gempa bumi (Freepik.com/tawatchai07)

Gempa bumi dengan kekuatan 5,0 magnitudo atau lebih rendah terjadi hampir setiap hari di Indonesia.

Adapun gempa bumi lebih besar terjadi sekitar setahun sekali sepanjang sejarah bangsa. Gempa ini sering memicu tsunami atau banjir.

Faktanya, di Indonesia kerap terjadi gempa bumi dengan kekuatan paling ekstrem di dunia.

Pada kasus gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 9.0 magnitudo, kehancuran dapat terjadi dalam jangkauan hingga 1000 kilometer.

Dibandingkan dengan negara lain, gempa bumi terjadi di atas rata-rata, tetapi tidak terlalu sering.

World Data menunjukan bahwa sejak 1950, lebih dari 24.100 orang meninggal dari akibat langsung gempa bumi.

Sekitar 63 gempa bumi juga akhirnya menyebabkan tsunami, yang merenggut lebih banyak nyawa dan kerusakan.

Terdapat 136 gunung berapi di Indonesia dengan 61 di antaranya sudah meletus sejak 1900.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi terus memantau aktivitas gunung berapi ini.

Indonesia harus tetap dalam keadaan siaga bencana alam yang konstan, karena negara ini terkadang mengalami banyak bencana dalam satu tahun.

Infrastruktur dan ekonomi Indonesia juga mengalami dampak berkelanjutan dari sejarah panjang bencana alam besar.

Baca juga: Cek Perbedaan Sifat Fisika dan Kimia untuk Edukasi Anak

Penyebab Gempa Bumi

penyebab gempa bumi

Foto: penyebab gempa bumi (Freepik.com/wirestock)

Gempa bumi yang kuat dapat menyebabkan kerusakan besar pada bangunan serta memakan korban jiwa.

Kejadian gempa berlangsung secara mendadak dan belum ditemukan metode pendugaan secara akurat.

Dikutip dari Badan Penanggulangan Bencana Provinsi NTB, terdapat lima penyebab gempa bumi. Berikut ini perinciannya.

1. Aktivitas Tektonik

Gempa bumi tektonik terjadi karena pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak.

Kekuatannya berkisar dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar.

Gempa bumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di Bumi.

Faktanya, getaran gempa bumi tektonik yang kuat mampu menjalar ke seluruh bagian Bumi.

Gempa bumi tektonik disebabkan oleh pelepasan tenaga yang terjadi karena pergeseran lempengan pelat tektonik, layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba.

2. Tumbukan Meteor dan Asteroid

Penyebab gempa bumi yang kedua, yaitu tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke bumi.

Energi kinetik yang dilepaskan oleh tumbukan asteroid dapat menyebabkan pergerakan bumi dan pergerakan lempeng di seluruh bumi.

Akibatnya, gempa bumi besar dan gelombang pasang bisa terjadi. Namun, ini jarang terjadi.

Gangguan seismik melemahkan kerak bumi dan magma muncul ke permukaan serta gunung berapi besar dapat meletus.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Pencemaran Tanah Akibat Sampah Plastik

3. Runtuhan

Runtuhan adalah penyebab gempa bumi yang dipicu oleh manusia dan biasa terjadi pada area pertambagan.

Biasanya, gempa bumi ini terjadi jauh dari tepi lempeng tektonik.

Pertambangan menyumbang jumlah tertinggi gempa bumi yang disebabkan oleh manusia di seluruh dunia.

Pengangkatan material dari bumi dapat menyebabkan ketidakstabilan, sehingga menyebabkan keruntuhan yang tiba-tiba dan memicu gempa bumi.

4. Buatan

Salah satu penyebab gempa bumi yang tidak banyak diketahui, yaitu buatan atau aktivitas manusia.

Sebut saja ledakan dinamit, nuklir, atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

National Geographic menjelaskan, dari 29 situs proyek penelitian gempa bumi, teridentifikasi ledakan nuklir di 22 lokasi dan dua lokasi konstruksi yang menjadi penyebab gempa bumi.

Semua proyek antropogenik memengaruhi gaya yang bekerja di kerak bumi.

Misalnya dengan menambah atau menghilangkan massa, bumi merespons perubahan ini dan dalam beberapa kasus gempa bumi.

5. Vulkanik

Penyebab gempa bumi terakhir, yaitu vulkanik atau aktivitas magma yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus.

Apabila keaktifan gunung merapi ini makin tinggi akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi.

Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

Baca juga: Proses Terjadinya Gunung Meletus yang Wajib Diketahui

Penyebab Gempa Bumi di Indonesia

penyebab gempa bumi

Foto: penyebab gempa bumi (Freepik.com/azerbaijan-stockers)

Penyebab gempa bumi di Indonesia kerap terjadi akibat aktivitas tektonik. Hal ini karena posisi Indonesia yang rawan.

Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik yang dikenal dengan ring of fire.

Negara kita berada pada titik pertemuan lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.

Lempeng Indo-Australia bergerak relatif ke arah utara dan menyusup ke dalam lempeng Eurasia. Adapun lempeng Pasifik bergerak relatif ke arah barat.

Lempengan-lempengan kerak bumi berbenturan, menciptakan gempa bumi ketika lempeng-lempeng itu saling bergesekan. Sekitar 90% gempa bumi terjadi pada sepanjang ring of fire atau cincin api.

Jalur pertemuan ketiga lempeng ini berada di laut. Apabila terjadi gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal, akan berpotensi menimbulkan tsunami.

Tak heran, Indonesia juga sangat rawan dengan bencana tsunami.

Baca juga: Penyebab Banjir: Buang Sampah Sembarangan hingga Perubahan Iklim

Jadi, itulah beberapa penyebab gempa bumi secara umum dan penyebab gempa bumi yang kerap terjadi di Indonesia.

Belajar dari pengalaman kejadian gempa bumi dan tsunami sebelum-sebelumnya, sangat diperlukan berbagai upaya mitigasi bencana gempa bumi.

  • https://europe.mercycorps.org/en-gb/blog/quick-facts-indonesia-disasters
  • ​​https://www.worldvision.org/disaster-relief-news-stories/2018-indonesia-earthquake-facts
  • https://www.worlddata.info/asia/indonesia/earthquakes.php
  • https://www.nationalgeographic.com/science/article/human-induced-earthquakes-fracking-mining-video-spd
  • https://bpbd.ntbprov.go.id/pages/gempa-bumi
  • http://inatews2.bmkg.go.id/new/tentang_eq.php
  • https://news.sky.com/story/ring-of-fire-why-indonesia-has-so-many-earthquakes-11514214