Kehamilan

30 Juni 2020

4 Penyebab Kalium Rendah dalam Kehamilan dan Perawatannya, Moms Perlu Tahu!

Mual dan muntah berlebih ternyata bisa menjadi salah satu penyebab kalium rendah dalam kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Dina Vionetta

Selama kehamilan, Moms harus sangat waspada tentang kesehatan dan tidak boleh mengabaikan kelemahan otot serta kelelahan yang biasa terjadi. Ini bisa jadi gejala awal hipokalemia atau kalium rendah dalam kehamilan.

Hipokalemia mengacu pada kadar kalium yang rendah dalam darah. Padahal, Oregon State University mengungkapkan kalium diperlukan untuk fungsi otot dan saraf serta membantu melepaskan energi dari apa yang Moms konsumsi. Kalium juga diperlukan untuk jantung dan pengaturan tekanan darah.

Baca Juga:Ini Manfaat Kalium untuk Ibu Hamil, Wajib Tahu!

Sesuai penelitian yang dilakukan pada wanita hamil yang sehat, konsentrasi rata-rata serum kalium ditemukan 5,65 milimol per liter (mmol / l).

Dilansir dari jurnal Zentralbl Gynakol, tingkat serum kalium adalah 4,25 mmol/l pada trimester pertama, 5,83 mmol/l pada trimester kedua, dan 5,95 mmol/l pada trimester ketiga, yang dianggap normal.

Jika kadar serum kalium Moms turun di bawah tingkat normal dalam fase kehamilan. Bisa jadi mengalami hipokalemia atau kalium rendah dalam kehamilan.

Penyebab Kalium Rendah Dalam Kehamilan

Ilustrasi ibu hamil kekurangan kalium

Foto: Orami Photo Stocks

Adapun penyebab kalium rendah dalam kehamilan bisa terjadi karena berikut ini:

Baca Juga: Ini Manfaat Kalium untuk Ibu Hamil, Wajib Tahu!

1. Mual dan Muntah yang Berlebihan

Moms, mual dan muntah yang berlebihan bisa menjadi penyebab kalium rendah dalam kehamilan. Karena adanya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit menghasilkan kehilangan kalium.

2. Penggunaan Diuretik untuk Obati Tekanan Darah Tinggi

Menurut artikel keluaran Harvard Health Publishing, pengunaan diuretik untuk pengobatan tekanan darah tinggi menyebabkan hilangnya cairan dan urin, sehingga kalium rendah selama kehamilan.

3. Penggunaan Antibiotik Tertentu

Antibiotik seperti gentamisin dan karbenisilin dapat menguras kadar kalium ibu hamil.

4. Peningkatan Produksi Aldosterone

Aldosteron memainkan peran kunci dalam mengatur tekanan darah selama kehamilan. SAGE Journals mengungkapkan peningkatan kadar aldosteron karena perubahan hormon selama kehamilan dapat menghasilkan ekskresi kalium.

Baca Juga:Catat, Ini Dia Bahayanya Jika Ibu Hamil Kurang Kalium

Perawatan Jika Ibu Hamil Terkena Hipokalemia

9 Keadaan yang Membuat Ibu Harus Konsultasi Kehamilan ke Dokter 02.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut US National Academy of Medicine, asupan yang cukup (AI) untuk kalium pada wanita hamil berkisar antara 2.500 dan 2.900mg tergantung pada usia mereka.

Moms dapat memenuhi persyaratan ini dengan mengonsumsi makanan seperti bit, sayuran hijau, ubi jalar panggang, bayam, jus tomat, yogurt tawar, jus jeruk, kacang merah, lentil, labu musim dingin, persik kering, air kelapa, ayam, dan salmon.

Selain itu, jangan lupa untuk melakukan sesi konsultasi kepada dokter kandungan atau ahli gizi untuk mendapatkan kalium yang tepat selama kehamilan.

Perawatan hipokalemia atau kalium rendah dalam kehamilan bervariasi dengan intensitasnya. Ini bisa berkisar dari asupan diet kalium, resep suplemen oral, hingga memulihkan kalium dengan pemberian intravena.

Perawatan ini pada dasarnya terkonsentrasi pada dua aspek yaitu pemulihan tingkat normal kalium dalam aliran darah dan meminimalkan kemungkinan kekurangan kalium lebih lanjut. Langkah-langkah yang diambil untuk mengembalikan kadar kalium dalam darah adalah:

  • Mengubah menu saat ini dengan makanan kaya kalium
  • Meningkatkan asupan elektrolit: Meningkatkan asupan elektrolit hingga 2.000 mg per hari akan membantu menjaga kadar kalium dengan meningkatnya volume darah
  • Suplemen kalium oral, hipokalemia ringan atau sedang (2,5 hingga 3,5 mili mol per liter) dapat diobati dengan terapi penggantian kalium oral. Suplemen kalium tersedia dalam berbagai bentuk seperti kapsul, tablet, bubuk dan cairan. Kalium oral diserap dengan cepat. Dosis tergantung pada kebutuhan
  • Pemberian intravena hanya jika kadar potasium kurang dari 2,5 mili mol per liter, diperlukan pengobatan yang lebih agresif seperti pemberian potasium intravena. Kalium bisa sangat mengiritasi pembuluh darah. Oleh karena itu, prosedur ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan ketat untuk menghindari iritasi jantung

Baca Juga:3 Makanan yang Mengandung Kalium bagi Ibu Hamil, Penting untuk Moms Ketahui

Ibu hamil perlu memeriksa kadar potasiumnya, dan penyebab semua gejala harus didiagnosis. Pengerahan tenaga fisik dan aktivitas berat harus dihindari.

Jika Moms telah didiagnosis memiliki kadar kalium yang rendah. Pemeriksaan rutin dan rutin pralahir adalah kunci untuk mengidentifikasi dan menangani masalah apa pun, jadi pastikan Moms tidak melewatkannya.

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait