17 April 2022

Mengenal Perbedaan Otak Kanan dan Kiri Serta Fakta Menarik Lainnya

Yuk, ketahui secara mendetail perbedaan otak kanan dan kiri berikut ini!

Sudah sejak lama orang tahu bahwa otak kanan dan otak kiri memiliki pekerjaan yang berbeda. Selain itu, banyak juga yang meyakini bahwa ada perbedaan otak kanan dan kiri yang sangat mendasar.

Bahkan disebutkan juga bahwa salah satu sisi juga bisa menjadi lebih dominan dan kemudian mempengaruhi kepribadian.

Orang-orang yang disebut memiliki otak kiri yang lebih unggul biasanya digambarkan dengan keterampilan matematika dan logika yang kuat.

Sementara itu, mereka yang memiliki otak kanan yang lebih unggul diduga lebih kreatif.

Dengan popularitas gagasan ini, Moms mungkin terkejut mengetahui bahwa gagasan ini hanyalah salah satu dari banyak mitos tentang otak.

Memang ada perbedaan otak kanan dan kiri, namun nyatanya ini tidak sampai memengaruhi kepribadian seseorang.

Baca Juga: Kanker Otak, Ketahui Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Gambaran Umum Mengenai Otak Manusia

Perbedaan otak kanan dan kiri-2
Foto: Perbedaan otak kanan dan kiri-2

Foto: terapimotivasidiri.files.wordpress.com

Aktivitas otak seseorang dapat bervariasi, tergantung pada apa yang mereka lakukan. Otak adalah organ yang kompleks dan bekerja sangat keras.

Organ ini terdiri dari 100 miliar neuron atau sel otak tetapi beratnya hanya 1,3 kg saja. Ini adalah organ yang membutuhkan banyak energi.

Meski beratnya hanya sekitar 2 persen dari berat badan total seseorang, tetapi otak menggunakan 20 persen dari energi tubuh.

Sisi kiri dan kanan otak dihubungkan oleh sejumlah besar serabut saraf. Dalam otak yang sehat, kedua belah pihak berkomunikasi satu sama lain.

Namun, kedua belah pihak tidak harus berkomunikasi. Jika seseorang mengalami cedera yang memisahkan kedua belahan otak, mereka masih dapat berfungsi secara relatif normal.

Perbedaan Otak Kanan dan Kiri

Perbedaan otak kanan dan kiri
Foto: Perbedaan otak kanan dan kiri

Foto: marketeers.com

Menurut mitos yang memahami bahwa ada perbedaan otak kanan dan kiri, setiap orang memiliki satu sisi otak yang dominan dan menentukan kepribadian, pikiran, dan perilakunya.

Jika Moms kebanyakan bersikap sangat analitis dan metodis dalam pemikiran, dikatakan bahwa otak kirinya lebih dominan.

Sementara jika Moms cenderung lebih kreatif atau artistik, otak kanan yang dianggap lebih dominan.

Teori ini didasarkan pada fakta bahwa kedua belahan otak berfungsi secara berbeda.

Ini pertama kali terungkap pada 1960-an oleh Roger W. Sperry. Temuan ini pun membuat ia dianugerahi hadiah nobel.

Otak kiri lebih verbal, analitis, dan teratur daripada otak kanan sehingga kadang-kadang disebut otak digital.

Ia lebih baik dalam hal-hal seperti membaca, menulis, dan berhitung. Menurut penelitian Roger, otak kiri juga terhubung dengan:

  • Logika
  • Pengurutan
  • Berpikir linier
  • Matematika
  • Fakta
  • Berpikir dengan kata-kata

Sementara itu, otak kanan lebih visual dan intuitif. Kadang-kadang disebut sebagai otak analog.

Ia memiliki cara berpikir yang lebih kreatif dan kurang terorganisir. Penelitian Roger menunjukkan bahwa otak kanan juga terhubung dengan:

  • Imajinasi
  • Pemikiran holistik
  • Intuisi
  • Seni
  • Irama
  • Isyarat nonverbal
  • Visualisasi perasaan
  • Melamun

Baca Juga: Kebiasaan Buruk yang Harus dijauhkan untuk Mendukung Perkembangan Otak Si Kecil Lebih Optimal

Moms tahu bahwa ada perbedaan otak kanan dan kiri yang sangat mendasar.

Namun, apakah itu berarti bahwa Moms memiliki otak yang dominan seperti halnya memiliki tangan yang dominan?

Sebuah tim ahli saraf berangkat untuk menguji premis ini dan kemudian dipublikasikan di PLOS One.

Setelah dianalisis dua tahun, mereka tidak menemukan bukti bahwa teori ini benar.

Pencitraan resonansi magnetik dari 1.000 orang mengungkapkan bahwa otak manusia sebenarnya tidak menyukai satu sisi di atas yang lain.

Jaringan di satu sisi umumnya tidak lebih kuat dari jaringan di sisi lain.

Kedua belahan otak diikat bersama oleh kumpulan serabut saraf, menciptakan jalur informasi.

Meskipun kedua sisi berfungsi berbeda, mereka bekerja bersama dan saling melengkapi. Jadi Moms tidak hanya menggunakan satu sisi otak pada satu waktu.

Apakah Moms melakukan fungsi logis atau kreatif, Moms akan menerima masukan dari kedua sisi otak.

Misalnya, otak kiri dikreditkan dengan bahasa, tetapi otak kanan membantu Moms memahami konteks dan nada.

Otak kiri menangani persamaan matematika, tetapi otak kanan membantu dengan perbandingan dan perkiraan kasar.

Ciri-ciri kepribadian umum, preferensi individu, atau gaya belajar tidak diterjemahkan ke dalam gagasan bahwa Moms berotak kiri atau berotak kanan.

Namun, itu adalah fakta bahwa kedua sisi otak berbeda, dan area tertentu di otak memang memiliki spesialisasi.

Selain itu, area yang tepat dari beberapa fungsi dapat sedikit berbeda setiap orang.

Baca Juga: 6 Manfaat Menggambar Bagi Perkembangan Otak Anak Untuk Persiapan Sekolah

Mengenal Masing-Masing Fungsi Otak

Perbedaan Otak kanan dan kiri
Foto: Perbedaan Otak kanan dan kiri

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun karakter yang berdasarkan perbedaan otak kanan dan kiri tidak benar, nyatanya tetap ada beberapa perbedaan dalam apa yang dilakukan belahan otak kiri dan kanan.

Perbedaan otak kanan dan kiri dapat dilihat dari segi fungsinya, antara lain:

1. Emosi

Bagian ini didominasi oleh otak kanan, baik pada manusia maupun pada primata non-manusia. Emosi diekspresikan dan dikenali orang lain oleh otak kanan.

2. Bahasa

Mengutip penelitian dari Nature Review: Neuroscience, otak kiri lebih aktif dalam produksi ucapan daripada otak kanan.

Pada kebanyakan orang, dua area bahasa utama, yang dikenal sebagai area Broca dan area Wernicke, ditemukan di belahan otak kiri.

3. Bahasa Isyarat

Bahasa berbasis visual juga merupakan domain otak kiri. Orang yang tuli menunjukkan aktivitas otak seperti bicara saat menonton bahasa isyarat.

4. Penggunaan Sisi

Orang kidal dan tidak kidal nyatanya menggunakan otak kiri dan kanan secara berbeda.

Misalnya, orang kidal menggunakan otak kanannya untuk tugas-tugas manual dan sebaliknya.

Penggunaan sisi ini adalah bawaan, dan bahkan dapat dideteksi saat bayi berada di dalam rahim.

Beberapa bayi lebih suka mengisap jempol kiri atau kanannya sejak usia kehamilan 15 minggu.

5. Perhatian

Kedua belahan otak juga berbeda dalam hal apa yang mereka perhatikan.

Sisi kiri otak lebih terlibat dengan perhatian ke dunia internal sementara sisi kanan lebih tertarik untuk memperhatikan dunia luar.

Baca Juga: Hubungan Kesehatan Saluran Cerna, Otak, dan Emosional Pada Tumbuh Kembang Anak

Tips agar Otak Tetap Tajam

Perbedaan Otak kanan dan kiri
Foto: Perbedaan Otak kanan dan kiri

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Alzheimer's Association, menjaga otak tetap aktif dapat membantu meningkatkan vitalitas dan mungkin menghasilkan sel-sel otak baru.

Mereka juga menyarankan bahwa kurangnya stimulasi mental dapat meningkatkan risiko terkena penyakit Alzheimer.

Berikut adalah beberapa tips untuk menjaga otak tetap terstimulasi:

  • Luangkan waktu setiap hari untuk membaca, menulis, atau keduanya.
  • Jangan berhenti belajar. Ikuti kelas, menghadiri kuliah, atau mencoba memperoleh keterampilan baru.
  • Atasi teka-teki silang dan teka-teki sudoku yang menantang.
  • Mainkan permainan memori, permainan papan, permainan kartu, atau permainan video.
  • Lakukan hobi baru yang mengharuskan Moms untuk fokus.

Selain latihan berpikir, otak akan mendapat manfaat dari latihan fisik yang baik.

Hanya 120 menit latihan aerobik seminggu dapat membantu meningkatkan pembelajaran dan memori verbal.

Hindari juga junk food dan pastikan untuk mendapatkan semua nutrisi penting yang Moms butuhkan melalui diet atau suplemen makanan.

Selain itu, tentu saja, pastikan Moms tidur nyenyak setiap malam.

Baca Juga: 7 Olahraga Ringan yang Berguna untuk Stimulasi Otak Anak

Tips untuk Meningkatkan Kreativitas

Perbedaan Otak kanan dan kiri
Foto: Perbedaan Otak kanan dan kiri

Foto: Orami Photo Stock

Kini Moms sudah paham perbedaan otak kanan dan kiri. Sementara itu, jika Moms mencoba untuk memelihara sisi kreatif, berikut adalah beberapa tipsnya:

  • Coba baca dan dengarkan ide-ide kreatif orang lain. Moms mungkin menemukan benih ide yang dapat dikembangkan, atau membebaskan imajinasi sendiri.
  • Mencoba sesuatu yang baru seperti memainkan alat musik, menggambar, atau mendongeng. Hobi yang menenangkan dapat membantu pikiran mengembara ke hal-hal yang baru.
  • Coba lihat ke dalam diri, karena ini dapat membantu Moms mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang diri sendiri dan apa yang membuat Moms tergerak.
  • Keluar dari zona nyaman dan hancurkan pola yang biasa Moms ikuti. Lakukan perjalanan ke tempat yang belum pernah Moms kunjungi. Benamkan diri dalam budaya lain. Ikuti kursus dalam mata pelajaran yang belum pernah Moms pelajari sebelumnya.

Selamat mencoba!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/17431404/
  • https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0071275
  • http://www.alz.org/we_can_help_stay_mentally_active.asp
  • https://www.healthline.com/health/left-brain-vs-right-brain#staying-sharp
  • https://www.verywellmind.com/left-brain-vs-right-brain-2795005
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321037#does-hemispheric-dominance-differ-between-people
  • https://www.health.harvard.edu/blog/right-brainleft-brain-right-2017082512222

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.