Trimester 1

8 Mei 2021

Serba Serbi Posisi Bayi Melintang yang Harus Moms Ketahui

cari tahu cara merubah posisi bayi melintang di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Adeline Wahyu

Bayi bergerak dan berlekuk di dalam rahim selama kehamilan. Moms mungkin akan merasakan kepala bayi berada di bawah panggul pada suatu hari dan di dekat tulang rusuk pada hari berikutnya.

Kebanyakan bayi akan menetap dengan posisi kepala menunduk menjelang persalinan, namun jika hal tersebut tidak terjadi berarti bayi berada dalam posisi melintang.

Moms mungkin memperhatikan dokter memeriksa posisi bayi dari waktu ke waktu saat sedang melakukan pengecekan setiap bulannya. Ini dilakukan karena posisi bayi di dalam rahim akan memengaruhi persalinan di kemudian hari.

Baca Juga: 10 Doa Agar Bayi Sungsang Bisa Kembali ke Posisi Normal, Yuk Amalkan!

Robin Elise Weiss, PhD, MPH, seorang profesor, penulis, pendidik persalinan dan nifas, doula bersertifikat, dan konselor laktasi mengatakan, bayi akan berada pada beberapa posisi saat berada di dalam rahim.

“Kami berbicara tentang ke arah mana bayi menghadap. Jika bayi menghadap pantat Anda, mereka di anterior, tetapi jika mereka menghadap perut Anda, itu disebut posterior. Ini didasarkan pada posisi belakang kepala bayi Anda,” jelasnya.

Posisi bayi melintang adalah posisi kepala bayi di satu sisi tubuh ibu dan kaki di sisi lain, bukan kepala dekat dengan leher rahim atau dekat dengan jantung.

Posisi melintang ini lebih umum terjadi pada awal kehamilan, ketika bayi memiliki ruang untuk bergerak bebas.

Sangat sedikit yang berada dalam posisi bayi melintang ini pada saat menjelang kelahiran, menurut studi di National Library of Medicine.

Posisi Bayi Melintang

Posisi Bayi Melintang -1

Foto: Orami Photo Stock

Dokter atau bidan biasanya dapat mengetahui posisi bayi melintang dengan meletakkan tangannya di perut Moms dalam serangkaian gerakan yang dikenal sebagai Leopold's Maneuver.

“Mereka mungkin juga meminta dilakukan pemeriksaan ultrasonografi untuk memastikan posisi bayi,” kata Robin.

Biasanya, posisi bayi tidak menjadi perhatian sampai trimester terakhir kehamilan.

Pada tahap ini, dokter atau bidan dapat memeriksa posisi bayi di setiap kunjungan pemeriksaan. Sebagian besar bayi akan menunduk saat lahir.

Meski begitu, sekitar 3% sampai 4% bayi pada akhir kehamilan tidak berposisi menunduk saat lahir, dikutip dari American College of Obstetricians and Gynecologist.

Ada yang sungsang, yaitu kaki, lutut, atau bokong terlebih dahulu. Dan beberapa bayi dalam posisi melintang dalam rahim.

Bayi yang berada dalam posisi melintang tidak akan muat di panggul.

Baca Juga: Cara Mengubah Agar Posisi Kepala Bayi di Bawah, Jangan Sembarangan!

“Oleh karena itu, persalinan pervaginam tidak mungkin dilakukan dalam posisi ini. Operasi caesar mungkin diperlukan jika bayi tidak dapat diputar ke posisi semestinya,” tambahnya.

Ada beberapa faktor penyebab posisi bayi melintang. Salah satunya adalah karena ukuran atau bentuk rahim Moms.

Kadang-kadang, memiliki rahim bikornu, di mana rahim memiliki dua sisi, dapat berarti bahwa bayi lebih cocok di dalam ketika dalam posisi melintang menurut Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada.

Selain itu, ada hal lain yang menjadi penyebab posisi bayi melintang, seperti:

  • Rendahnya cairan ketuban. Ini akan menyebabkan sedikit ruang bagi bayi untuk bergerak, menundukkan kepala atau puncak. Meski begitu, itu tidak berarti bahwa tidak ada yang dapat Moms lakukan untuk membantu bayi berputar ke posisi yang lebih baik.
  • Struktur tubuh. Mungkin saja ada masalah struktur panggul yang menghalangi kepala bayi dan dapat mempengaruhi dalam setiap kehamilan.
  • Struktur rahim. Mungkin juga ada masalah struktur rahim atau fibroid dan kista yang menghalangi kepala bayi yang membuat Moms kesulitan sebelum melahirkan.
  • Polihidramnion. Memiliki terlalu banyak cairan ketuban di kemudian hari dapat membuat ruang pada bayi untuk terus bergerak saat seharusnya mulai menyentuh panggul. Kondisi ini terjadi hanya pada 1 hingga 2 persen kehamilan.
  • Kehamilan Kembar. Jika ada dua atau lebih bayi di dalam rahim, itu mungkin berarti bahwa satu atau lebih bayi sungsang atau melintang hanya karena ada lebih banyak persaingan untuk mendapatkan ruang, menurut International Journal of Gynecology and Obstetrics.
  • Masalah plasenta. Plasenta previa juga berhubungan dengan presentasi bokong atau posisi bayi melintang.

Baca Juga: 5 Risiko Komplikasi Bayi Sungsang Setelah Lahir, Kenali Segera!

Memperbaiki Posisi Bayi Melintang

mengatasi posisi bayi melintang

Foto: Orami Photo Stock

Ada latihan tertentu untuk memperbaiki posisi bayi melintang. Moms bisa mempertahankan posisi dengan alat semacam stagen, dan bahkan bantuan dari para profesional yang mungkin membantu membuat bayi dalam posisi menunduk ke jalan lahir sebelum dilahirkan.

Beberapa bayi lebih mudah berbalik daripada yang lain. Mungkin juga tergantung pada apakah Moms pernah memiliki bayi sebelumnya atau karena letak plasenta.

1. EVC

Kadang-kadang, dokter menyarankan External Cephalic Version (ECV) untuk membalikkan bayi dari luar, dilansir National Library of Medicine.

Bahkan, jika versi atau metode lain untuk membuat bayi yang berada dalam posisi melintang menjadi berbalik, beberapa bayi akan kembali ke posisi melintang atau sungsang .

Untuk memperbaiki posisi bayi melintang dengan ECV, biasanya akan dilakukan jika melebihi minggu ke 37 kehamilan.

Dokter mungkin ingin melakukan versi cephalic eksternal untuk membujuk bayi ke posisi yang lebih optimal.

Versi cephalic eksternal dilakukan saat dokter meletakkan tangan di perut Moms dan memberikan tekanan untuk membantu bayi berputar ke posisi kepala di bawah.

Prosedur ini mungkin terdengar intens, tetapi aman. Meski, tekanan dan gerakannya bisa jadi tidak nyaman dan tingkat keberhasilannya pun tidak 100 persen.

Misalnya, pada bayi sungsang, ini hanya bekerja sekitar 50 persen untuk memungkinkan persalinan pervaginam .

Ada beberapa kejadian di mana dokter mungkin memilih untuk tidak mencoba memindahkan bayi dengan cara ini, seperti jika plasenta berada di lokasi yang sulit.

Terlepas dari itu, penting untuk dicatat bahwa ketika prosedur ini dilakukan, itu dilakukan di tempat di mana operasi caesar darurat dapat tersedia jika diperlukan.

2. Inversi di Rumah

Moms mungkin pernah mendengar bahwa Moms dapat memperbaiki posisi bayi melintang yang lebih baik dan dapat dilakukan di rumah.

Namun, sebelum Moms mencoba metode ini, tanyakan kepada dokter atau bidan tentang rencana ini dan cari tahu jika ada alasan mengapa Moms tidak boleh melakukan hal-hal seperti inversi atau pose yoga tertentu.

Inversi adalah gerakan yang menempatkan kepala berada di bawah panggul.

Moms bisa mencoba pendekatan rutin dan jangan mencoba hal-hal ini sampai usia kehamilan Moms melebihi 32 minggu .

  • Inversi miring ke depan. Untuk melakukan gerakan ini, Moms akan berlutut dengan hati-hati di ujung sofa atau tempat tidur yang rendah. Kemudian perlahan-lahan turunkan tangan ke lantai di bawah dan sandarkan pada lengan bawah. Jangan sandarkan kepala di lantai. Lakukan 7 pengulangan selama 30 hingga 45 detik, dan beri jeda 15 menit.
  • Melintang sungsang. Untuk melakukan gerakan ini, Moms memerlukan papan panjang dan bantal besar. Sangga papan secara miring, sehingga bagian tengahnya bertumpu pada dudukan sofa dan bagian bawahnya ditopang oleh bantal. Kemudian posisikan diri di atas papan dengan kepala bertumpu pada bantal dan panggul menghadap ke tengah papan. Biarkan kaki Moms menggantung di kedua sisi. Lakukan 2 sampai 3 pengulangan selama 5 sampai 10 menit setiap pengulangan.

Baca Juga: Yuk, Lakukan 7 Gerakan Yoga untuk Mengatasi Posisi Bayi Sungsang Ini

3. Yoga

Latihan yoga juga melibatkan posisi yang dapat membalikkan tubuh bayi atau mengubah posisi bayi melintang.

“Cobalah inversi ringan, seperti Puppy Pose, untuk mendorong posisi yang baik dengan bayi transversal,” kata Susan Dayal, seorang instruktur yoga.

4. Perawatan Chiropractic

Ini adalah pilihan lain yang dapat membantu posisi bayi melintang dnegan memanipulasi jaringan lunak dan mendorong kepala bayi untuk masuk ke panggul.

Secara khusus, Moms mungkin ingin mencari ahli tulang yang terlatih dalam teknik Webster, karena mereka memiliki pengetahuan khusus tentang kehamilan dan masalah panggul.

5. Pijat

Beberapa teknik pijat perut dapat mengatur ulang posisi bayi melintang dari posisi menyamping ke posisi kepala di bawah.

Ini akan membantu bayi menjadi sejajar untuk persiapan persalinan agar berjalan lancar

6. Pulsatilla

Ini adalah terapi homeopati yang dikenal untuk membantu mengubah posisi bayi melintang yang berada dalam kondisi melintang dan sungsang.

Namun, hanya profesional yang mengetahui teknik yang tepat untuk melakukan pijatan ini.

Baca Juga: 10 Penyebab Bayi Sungsang, Moms Wajib Tahu!

Jenis Posisi Bayi Melintang

jenis posisi bayi melintang

Foto: Orami Photo Stock

Ada tiga gejala atau jenis posisi bayi melintang umum dapat yang diidentifikasi, yakni:

  • Presentasi Bahu Kiri. Ini adalah saat bahu kiri bayi menghadap jalan lahir. Yang membuat hal ini berbahaya adalah tali pusat mungkin turun dan meninggalkan jalan lahir sebelum bayi keluar, sehingga melahirkan normal tidak mungkin dilakukan pada posisi ini.
  • Presentasi Bahu Kanan. Saat bahu kanan bayi menghadap bagian bawah rahim, maka itu adalah presentasi bahu kanan. Kepala bayi dapat menghadap kedua sisi dalam posisi ini, dan posisinya perlu diubah, atau Moms harus melalui operasi caesar.
  • Presentasi Mundur. Jika posisi bayi telentang dengan kedua bahu tidak menghadap ke arah jalan lahir, maka itu adalah presentasi mundur. Posisi ini tidak memungkinkan persalinan untuk bergerak maju karena tidak mungkin bayi keluar dalam posisi ini.

Sebagian besar bayi menetap dalam posisi normal atau posisi kepala menunduk pada akhir trimester kedua atau awal trimester ketiga .

Biasanya antara 28 hingga 30 minggu. Namun, beberapa bayi juga bergerak setelah awal trimester ketiga, dan cenderung mengambil posisi normal pada minggu ke-31 atau ke-34.

Jika tidak mencapai posisi normal, bayi biasanya dapat tetap melintang sampai tahap terakhir.

Posisi melintang pada bayi tidak dianggap normal, oleh karena itu persalinan pervaginam tidak memungkinkan. Perawatan prenatal sangat penting di setiap tahap kehamilan untuk menilai posisi bayi.

Baca Juga: Melahirkan Normal dengan Posisi Bayi Sungsang, Bisakah?

Risiko Posisi Bayi Melintang

Risiko Posisi Bayi Melintang

Foto: Orami Photo Stock

Tidak mungkin untuk persalinan alami atau pervaginam bila posisi bayi melintang. Bersamaan dengan itu, mungkin ada risiko lain juga.

  • Suplai oksigen dan suplai darah berkurang: Posisi tersebut akan menurunkan aliran oksigen ke bayi yang bahkan bisa mengakibatkan kematian pada bayi. Ini membutuhkan persalinan segera melalui operasi caesar untuk memastikan bayi tetap bisa bertahan.
  • Ruptur uterus: Posisi samping bayi menunjukkan presentasi yang tidak normal, dan ada kemungkinan uterus akan pecah dan berbahaya untuk Moms dan bayi.
  • Tali pusat mengembang: Posisi melintang bayi dapat menyebabkan tali pusat jatuh ke jalan lahir. Ini sangat berisiko bagi bayi, karena itu dokter melakukan persalinan caesar untuk melahirkan bayi dengan selamat.
  • Menimbulkan infeksi: persalinan sesar, pecah ketuban, dan komplikasi akibat transversal dapat menyebabkan infeksi. Ini juga terjadi karena lamanya waktu persalinan.
  • Kompresi tali pusat: Peregangan dan pelintiran tali pusat dapat menekan janin saat berada dalam posisi melintang, yang berbahaya bagi bayi. Ini juga bisa mengurangi oksigen dan aliran darah ke janin.

Baca Juga: Efektifkah Hypnobirthing Menjelang Persalinan? Simak Penjelasannya di Sini

Bagaimana Jika Posisi Bayi Kembar yang Melintang?

posisi bayi melintang

Foto: Orami Photo Stock

Bagaimana jika posisi bayi melintang adalah kembar?

Jika kepala kembar bagian bawah Moms menunduk selama persalinan, Moms mungkin bisa melahirkan bayi kembar melalui vagina, bahkan jika salah satunya sungsang atau melintang.

Dalam kasus ini, dokter akan melahirkan kembaran dengan posisi kepala tertunduk terlebih dahulu.

Seringkali kembaran lainnya akan pindah ke posisinya, tetapi jika tidak, dokter dapat mencoba menggunakan versi cephalic eksternal sebelum melahirkan.

Jika ini tidak membawa bayi kembar kedua ke posisi yang lebih baik, dokter mungkin melakukan operasi caesar.

Jika kepala kembar bagian bawah tidak menghadap ke bawah selama persalinan, dokter mungkin menyarankan Moms untuk melahirkan keduanya melalui operasi caesar.

Baca Juga: 7 Kelebihan Bayi Sungsang Secara Medis dan Mitos, Sudah Tahu?

Walaupun jarang terjadi, bayi mungkin memutuskan untuk berbaring dengan posisi berbaring melintang karena berbagai alasan, termasuk hanya karena mereka paling nyaman di sana.

Ingatlah bahwa transversal belum tentu menjadi masalah sampai Moms mencapai akhir kehamilan. Jika masih dalam trimester pertama, kedua, atau awal ketiga, ada saatnya bayi bergerak.

Banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan saat mengetahui posisi bayi melintang. Kuncinya: jangan stres ya Moms.

Ikuti semua kunjungan perawatan prenatal rutin, terutama menjelang akhir kehamilan, agar bayi tetap sehat hingga lahir.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait