26 November 2022

Edukasi Anak, Kenali Proses Terjadinya Bunyi, Seru!

Bunyi dapat terdengar jika memenuhi tiga syarat

Moms, tahukah bagaimana proses terjadinya bunyi?

Bunyi adalah salah satu jenis energi yang dihasilkan oleh getaran.

Namun, dalam proses terjadinya bunyi, harus ada tiga syarat yang harus dipenuhi, yakni sumber bunyi, medium penghantar, dan pendengar.

Jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, bunyi tidak akan bisa terdengar.

Tak hanya itu, bunyi juga merupakan gelombang longitudinal yang arah getarannya sama dengan arah rambat.

Bunyi bisa merambat melalui beberapa media perantara, yakni zat cair, udara, dan benda padat.

Jika Moms ingin tahu proses terjadinya bunyi sebagai edukasi anak, simak ulasan berikut ini untuk mengetahui jawabannya!

Baca Juga: Proses Terjadinya Petir di Langit yang Bisa Menewaskan Manusia

Begini Proses Terjadinya Bunyi

proses terjadinya bunyi
Foto: proses terjadinya bunyi

Seperti yang dikutip dari Science World Society, saat sebuah benda bergetar, maka ia menyebabkan pergerakan molekul udara di sekitarnya.

Molekul-molekul ini kemudian menabrak molekul yang ada di dekatnya sehingga menyebabkan mereka bergetar juga.

Kemudian, akan terjadi lebih banyak tabrakan molekul udara di dekatnya.

Gerakan "reaksi berantai" ini, yang disebut dengan gelombang suara, dan ia terus berlangsung hingga molekul kehabisan energi.

Akibatnya, ada serangkaian tumbukan molekul saat gelombang suara melewati udara.

Akan tetapi, molekul udara itu sendiri tidak bergerak bersama gelombang.

Karena terganggu, setiap molekul hanya bergerak menjauh dari titik istirahat tetapi akhirnya kembali ke titik itu.

Di sisi lain, bunyi tidak akan bisa merambat pada ruang hampa.

Sebab, di dalam ruangan itu tidak memiliki medium untuk gelombang bunyi bisa merambat.

Hal ini bisa dilihat dari bel di ruang hampa.

Moms bisa melihat bahwa bel tersebut dapat bergetar, akan tetapi mereka tidak bisa terdengar karena di sekitarnya tidak ada medium untuk merambatkan getaran ke telinga manusia.

Baca Juga: 5+ Cara Menghilangkan Astraphobia, Ketakutan Terhadap Suara Petir

Benda yang bergetar tersebut contohnya adalah pita suara manusia, harmonika yang ditiup, gendang yang ditabuh, gitar yang dipetik, dan lainnya.

Getaran tersebut akan menimbulkan gelombang bunyi di udara, dan jika semakin kuat benda bergetar, maka akan semakin kuat pula bunyi yang dihasilkan.

Sebaliknya, semakin lemah benda bergetar, maka semakin lemah juga bunyi yang ditimbulkan oleh benda tersebut.

Saat di udara, bunyi yang ada di udara ini akan ditangkap oleh daun telinga.

Kemudian, bunyi ini masuk ke dalam liang telinga dan mengenai gendang telinga hingga akhirnya bergetar.

Getaran ini diteruskan ke tulang martil, tulang landasan, tulang sanggurdi dan bergerak menuju rumah siput.

Getaran ini kemudian akan membuat rumah siput bergetar dan sel rambut melengkung.

Selanjutnya, saraf auditori akan mengirim sinyal ke otak.

Lalu, otak akan menerjemahkan sinyal tersebut sebagai bunyi.

Baca Juga: Mitos Burung Perkutut Bunyi Malam Hari, Tanda Datangnya Kesialan

Syarat Terjadinya Bunyi

Syarat Terjadinya Bunyi.jpg
Foto: Syarat Terjadinya Bunyi.jpg

Seperti dijelaskan pada bagian awal, bunyi hanya bisa terjadi jika ia memenuhi beberapa syarat.

Berikut ini adalah syarat dalam proses terjadinya bunyi:

1. Sumber Bunyi

Syarat dalam proses terjadinya bunyi yang pertama adalah adanya sumber bunyi atau sumber getaran yang menghasilkan gelombang suara.

Dalam hal ini, bunyi akan sampai pada pendengarnya dengan cara merambat melalui media perantara .

2. Media Penghantar

Media penghantar bunyi ini bisa banyak jenisnya dan ia biasanya berupa udara, zat cair, hingga benda padat.

Bunyi yang merambat lewat benda padat dan zat cair biasanya terdengar lebih jelas jika dibandingkan dengan bunyi yang merambat melalui udara.

Namun, udara memegang peranan penting dalam keberadaan bunyi.

Manusia bisa berkomunikasi menggunakan bahasa verbal dengan mudah di bumi berkat adanya udara.

Sementara itu di luar angkasa, komunikasi sulit dilakukan secara langsung.

Sebab, tidak ada udara sebagai media rambat gelombang bunyi.

Tak hanya itu, bunyi yang merambat melalui benda cair bisa diketahui dari suara lumba-lumba yang tertangkap radar kapal selam.

Sedangkan bunyi yang merambat lewat benda padat bisa diketahui dari suara kereta api dari jarak jauh yang bisa terdengar saat telinga ditempelkan di rel kereta api.

3. Pendengar

Syarat bunyi yang terakhir adalah adanya pendengar.

Dalam hal ini, keberadaan pendengar atau orang lain akan dibutuhkan untuk bisa mendengarkan bunyi dan membuktikan sendiri bunyi tersebut.

Baca Juga: 5 Penyebab Telinga Bunyi Dug Dug, Bisa Jadi Karena Kotoran yang Menumpuk!

Berbagai Kosakata dalam Proses Terjadinya Bunyi

Proses Terjadinya Bunyi
Foto: Proses Terjadinya Bunyi

Ada berbagai kosakata yang mungkin Moms perlu tahu yang berkaitan dengan proses terjadinya bunyi berikut ini:

1. Amplifikasi

Proses meningkatkan atau membuat lebih kuat.

2. Kompresi

Proses meremas bersama-sama atau membuatnya menjadi lebih dekat.

3. Frekuensi

Ukuran jumlah getaran per detik.

Baca Juga: 8 Alat Musik yang Tergolong sebagai Alat Musik Idiophone, Wajib Tahu!

4. Hertz

Satuan metrik untuk frekuensi (1 Hertz (Hz) = 1 getaran per detik).

5. Gelombang Longitudinal

Gelombang dengan partikel yang bergetar dalam arah yang sama dengan arah rambat gelombang.

6. Medium

Bahan (padat, cair atau gas) yang digunakan atau dilalui.

7. Molekul

Partikel yang tersusun dari atom-atom tertentu.

8. Instrumen Perkusi

Setiap objek musik yang menghasilkan suara ketika dipukul dengan alat, diguncang, digosok, atau digores, atau dengan tindakan lain yang menyebabkan objek bergetar secara berirama.

9. Pitch

Kualitas nada sebenarnya di balik suara, seperti G tajam; definisi subjektif suara sebagai nada tinggi atau rendah.

10. Rarefaction

Proses menyebar terpisah, atau dekompresi.

11. Resonansi

Kecenderungan suatu benda untuk bergetar pada ukuran gelombang maksimum (amplitudo) pada frekuensi tertentu.

12. Ketegangan

Gaya tegangan pengencangan yang terkait dengan meregangkan suatu benda.

13. Nada

Kualitas suara (misalnya kusam, lemah, kuat).

14. Gelombang Transversal

Gelombang dengan partikel yang bergetar tegak lurus terhadap arah rambat gelombang; jenis atau gelombang ini tidak dihasilkan di udara, seperti gelombang suara longitudinal.

15. Getaran

Gerakan berulang dari suatu objek di sekitar titik istirahatnya; tulang punggung suara.

Itulah penjelasan tentang proses terjadinya bunyi sebagai edukasi anak. Semoga bermanfaat, ya, Moms!

  • https://kumparan.com/berita-hari-ini/pengertian-jenis-jenis-dan-proses-terjadinya-bunyi-1vvZWZbSGif/full
  • https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/28/094013269/proses-bunyi-hingga-terdengar-oleh-telinga-jawaban-soal-tvri
  • https://www.scienceworld.ca/resource/sound/
  • https://dosits.org/science/sound/how-are-sounds-made/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.