Rupa-rupa

3 Desember 2021

Proses Terjadinya Gunung Meletus yang Wajib Diketahui

Pengetahuan ini bisa menyelamatkan dari letusan gunung berapi yang hebat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Debora

Pernahkah Moms menjelaskan pada anak anak tentang proses terjadinya gunung meletus?

Anak-anak mungkin terkagum-kagum saat pertama kali melihat fenomena gunung meletus saat mempelajarinya di sekolah.

Namun, mereka juga perlu paham lebih detail mengenai proses terjadinya gunung meletus.

Mereka juga perlu memahami bahwa gunung meletus juga bisa menjadi bencana alam yang sangat berbahaya.

Jauh di dalam perut bumi, suhunya ternyata sangat panas sehingga beberapa batu perlahan akan meleleh.

Ini akhirnya menjadi zat yang mengalir tebal yang disebut magma.

Menurut U.S. Science for A Changing World, karena lebih ringan dari batuan padat di sekitarnya, magma ini naik dan terkumpul di ruang magma.

Akhirnya, beberapa magma juga mendorong melalui ventilasi dan celah ke permukaan bumi.

Inilah proses terjadinya gunung meletus dan magma yang telah meletus ini disebut lava.

Baca Juga: Jelajahi Wisata Guci Tegal yang Terletak di Kaki Gunung Slamet

Proses Terjadinya Gunung Meletus

proses terjadinya gunung meletus

Foto: psmag.com

Sebenarnya dalam proses terjadinya gunung meletus, ada beberapa tahapan yang dapat dijelaskan dan dipahami.

Pengetahuan ini juga penting untuk diketahui, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Apalagi Indonesia juga memiliki banyak gunung berapi, sehingga negara ini memang cukup sering terjadi bencana gunung meletus.

Oleh karena itu, dengan mempelajari proses terjadinya gunung meletus, Moms jadi lebih waspada agar sewaktu-waktu saat terjadinya aktivitas gunung berapi.

Moms juga dapat mengetahui tahapannya dan tetap siaga untuk menyelamatkan diri.

Nah, berikut ini adalah 3 tahapan dalam proses terjadinya gunung meletus:

1. Endapan Magma di Perut Bumi

Dalam proses terjadinya gunung meletus biasanya diawali dengan adanya endapan magma di perut bumi atau pada inti bumi yang sangat jauh di dalam lapisan tanah.

Magma ini adalah batuan cair yang berada pada perut bumi.

Mereka terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi.

2. Adanya Gas Bertekanan Tinggi

Proses terjadinya gunung meletus juga tidak bisa terlepas dari adanya gas yang bertekanan tinggi di dalam perut bumi.

Suhu panas yang ada di dalam bumi ini mampu melelehkan batuan penyusun lapisan bumi.

Saat batu-batuan tersebut meleleh maka akan dihasilkan gas yang kemudian akan bercampur dengan magma.

Magma ini kemudian akan terbentuk di kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi.

Baca Juga: Hal Yang Bisa Anda Pelajari dari Naik Gunung

3. Magma Didorong Gas Bertekanan Tinggi

Proses terjadinya gunung meletus ini akibat adanya magma yang telah terdorong oleh gas yang bertekanan tinggi.

Magma yang mengandung gas ini kemudian akan terdorong sedikit demi sedikit ke permukaan bumi.

Nah, magma yang mengandung gas berada dalam kondisi dibawah tekanan batuan-batuan berat yang berada di sekitarnya.

Tekanan ini yang menyebabkan magma meletus atau yang disebut erupsi gunung berapi atau gunung meletus.

Baca Juga: Aneka Kegiatan Menarik di Wisata Gunung Pancar, Ketahui!

Jenis-Jenis Letusan Gunung Berapi

proses terjadinya gunung meletus

Foto: wallpaperaccess.com

Namun, beberapa letusan gunung berapi ada yang bersifat eksplosif dan yang lainnya tidak.

Daya ledak suatu letusan ini akan sangat tergantung pada komposisi magma.

Berikut ini jenis letusan gunung berapi:

Magma tipis dan berair

Jika magma tipis dan berair, gas bisa keluar dengan mudah dari dalam perut bumi.

Saat magma jenis ini meletus, ia akan mengalir keluar dari gunung berapi.

Contohnya adalah letusan di gunung berapi Hawaii.

Aliran lavanya jarang membunuh orang karena mereka bergerak cukup lambat sehingga orang bisa menyelamatkan diri mereka terlebih dahulu.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Film Bencana Alam yang Seru dan Menegangkan

Magma kental dan lengket

Jika magma kental dan lengket, gas tidak bisa keluar dengan mudah.

Tekanan menumpuk sampai gas keluar dengan keras dan meledak.
Dalam jenis letusan ini, magma meledak ke udara dan pecah berkeping-keping yang disebut tephra.

Tephra ini dapat berkisar dalam ukuran dari partikel kecil abu hingga batu besar seukuran rumah.

Baca Juga: 9+ Fakta Gunung Sepikul, Wisata 'Tersembunyi' di Jawa Tengah

Letusan gunung berapi yang eksplosif bisa berbahaya dan mematikan.

Mereka dapat meledakkan awan tephra panas dari sisi atau puncak gunung berapi.

Awan berapi ini kemudian akan menuruni lereng gunung dan menghancurkan hampir semua yang ada di jalurnya.

Abu yang meletus ke langit juga akan jatuh kembali ke bumi seperti butiran salju.

Jika cukup tebal, selimut abu dapat membuat tanaman, hewan, dan manusia mati karenanya.

Ketika bahan vulkanik panas bercampur dengan air dari sungai atau salju dan es yang mencair, terbentuklah aliran lumpur.

Semburan lumpur atau banjir lahar dingin ini bisa mengubur seluruh komunitas yang terletak di dekat gunung berapi yang meletus.

  • https://www.usgs.gov/faqs/how-do-volcanoes-erupt?qt-news_science_products=0#qt-news_science_products
  • https://www.merdeka.com/jatim/3-proses-terjadinya-gunung-meletus-beserta-contohnya-menambah-wawasan-kln.html
  • https://www.kompas.com/skola/read/2020/04/29/093903369/proses-meletusnya-gunung-berapi?page=all
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait