Rupa-rupa

15 Juli 2021

4 Ragam Rumah Adat Jakarta, Sudah Pernah Lihat yang Mana Saja?

Salah satunya rumah Si Doel Anak Sekolahan
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Sebagai ibukota negara, Jakarta identik dengan bangunan tinggi dengan arsitektur serba modern. Meski demikian, di beberapa tempat masih bisa dijumpai bangunan tradisional berupa rumah adat. Umumnya, rumah adat Jakarta adalah rumah adat Betawi, suku asli yang mendiami DKI Jakarta sejak dahulu.

Walaupun jumlahnya tidak banyak, rumah adat Jakarta masih bisa dilihat di area tertentu. Misalnya di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, ataupun di Anjungan Provinsi DKI Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Di Anjungan DKI Jakarta, TMII berdiri rumah adat Jakarta khas Betawi bernama Rumah Kebaya, sementara di Setu Babakan terdapat hampir semua jenis rumah adat Betawi. Selain Rumah Kebaya atau Rumah Bapang, juga ada Rumah Joglo, Rumah Gudang dan Rumah Panggung.

Ciri Khas dan Sisi Unik Rumah Adat Jakarta Khas Etnis Betawi

rumah adat Jakarta

Foto: Facebook.com

Rumah adat Jakarta khas Betawi terdiri atas empat macam, yaitu Rumah Kebaya, Rumah Gadang, Rumah Joglo dan Rumah Gudang. Ada yang arsitekturnya asli Betawi dan ada pula yang mendapatkan pengaruh dari luar.

Baca Juga: Mengapa Roti Buaya Selalu Ada di Pernikahan Betawi? Yuk Intip Sejarah dan Faktanya!

Ragam Jenis Rumah Adat Jakarta

Untuk lebih mengenal keunikan masing-masing rumah adat Jakarta, mari simak ulasannya berikut ini!

1. Rumah Kebaya

rumah adat Jakarta

Foto: Facebook.com/JakartaTourism/

Salah satu rumah adat Jakarta khas Betawi yang punya ciri khas cukup unik adalah Rumah Kebaya, atau dikenal juga dengan sebutan Rumah Bapang. Tampilan rumah ini bisa dilihat dari rumah keluarga Doel dalam sinetron Si Doel Anak Sekolah, serial TV yang diperankan Rano Karno, Alm. Benyamin Sueb, Agatha Cornelia, dan Maudy Kusnaedi.

Disebut Rumah Kebaya karena mempunyai atap yang menyerupai pelana yang dilipat. Kalau dilihat dari samping, lipatan-lipatan itu tampak seperti kebaya, yang merupakan pakaian tradisional Betaw,i yang hingga kini masih sering dipakai.

Ciri lain dari rumah adat ini yaitu memiliki teras rumah yang luas. Area teras ini berkonsep semi terbuka, dan menjadi tempat untuk menjamu tamu. Selain itu, di sana terdapat bale tempat santai pemilik rumah.

Lantai rumah kebaya biasanya lebih tinggi dari permukaan tanah. Di area masuk ke teras terdapat tangga, kurang lebih jumlahnya tiga anak tangga.

Umumnya rumah kebaya dibangun di atas halaman yang luas, lalu bagian terluar diberi pagar. Bangunannya terbuat dari kayu yang diberi ukiran khas Betawi, dan bagian dinding dibuat dari panel-panel yang dapat dibuka dan digeser ke tepinya, agar memberi kesan yang luas

Selain teras, rumah ini terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur dan dapur. Dulunya, masyarakat Betawi sering membuat sumur di bagian depan dan di bagian samping dijadikan sebagai tempat pemakaman.

2. Rumah Gudang

rumah adat Jakarta

Foto: Setubabakanbetawi.com

Dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau rumah adat Jakarta khas Betawi ini berdiri di atas tanah yang berbentuk persegi panjang, dengan rumah memanjang dari depan ke belakang. Atapnya berbentuk pelana dengan struktur yang tersusun dari kerangka kuda-kuda. Selain itu, atap rumah Betawi tipe gudang juga memiliki perisai yang ditambahkan jurai, dan di bagian muka rumah terdapat atap kecil.

Struktur rumah gudang berangka kayu atau bambu, dan bagian lantai berupa tanah yang ditekel atau disemen. Ciri khasnya juga terletak pada lisplang yang dibuat dari material kayu papan yang diukir dengan ornamen segitiga berjajar, sangat khas Betawi.

Bagian tengah rumah tersebut digunakan sebagai ruang tinggal, yang di dalamnya terdiri atas kamar tidur, ruang makan, dapur dan kamar mandi. Setiap ruangan dibatasi dengan dinding kayu tertutup.

Adapun dinding bagian depan rumah ini bisa dibongkar pasang yang berguna jika pemilik membutuhkan ruangan luas untuk hajatan ataupun mengadakan perayaan lain.

Tampak dari luar, rumah gudang memiliki beberapa jendela sebagai ventilasi udara dan teras yang terbuka dikelilingi pagar.

3. Rumah Joglo

rumah adat Jakarta

Foto: Yuksinau.id

Seperti namanya, rumah ini mendapat pengaruh kuat dari arsitektur rumah tradisional Jawa, makanya terlihat seperti rumah joglo di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Bentuk atapnya menyerupai limas menjulang pada bagian tengah yang kemudian menjadi semakin landai di bagian depan, belakang, dan kedua sisi kiri serta kanannya.

Meski ada kemiripan, namun dilihat dari struktur dan tata ruang, rumah joglo Betawi sangat berbeda dengan rumah joglo Jawa. Rumah joglo Betawi dibangun dengan struktur kuda-kuda, dan tidak memiliki tiang penopang atap untuk membagi ruang bagian dalam.

Pada rumah joglo Betawi, pembagian kamar atau ruangan dalam rumah juga tidak ditentukan dengan tiang penyangga atau yang dikenal dengan sebutan Soko Guru di rumah joglo Jawa Tengah.

Material yang digunakan untuk membangun rumah adat ini, memanfaatkan bahan dari alam seperti kayu jati, serabut untuk atap, dan juga anyaman dari bambu untuk membuat tembok bagian dalam.

Rumah joglo Betawi umumnya dibangun oleh tokoh masyarakat atau tetua kampung yang pada masa lalu disebut bebongkot, makanya rumah ini disebut rumah bebongkot. Mereka sering menggunakannya untuk menampung masyarakat pada saat-saat tertentu, seperti acara kampung ataupun lebaran. Di depan rumah kadang ditambahkan dengan bangunan segi empat tanpa dinding yang disebut blandongan agar bisa memuat lebih banyak orang.

Baca Juga: Selain Joglo, Inilah 7 Rumah Adat Jawa Timur Lainnya

4. Rumah Panggung

rumah adat Jakarta

Foto: Facebook.com/enjoyjakarta

Pernah mendengar tentang kisah Si Pitung, 'Robin Hood' Betawi? Rumah adat Jakarta ini adalah model rumah yang pernah ditinggali Si Pitung. Bentuknya seperti rumah panggung suku Bugis yang ada di Sulawesi Selatan.

Sesuai namanya, rumah panggung memiliki bentuk seperti panggung dan berkolong tinggi, di mana lantai tidak menempel pada tanah. Sementara bagian atap bisa berbentuk bapang, joglo dan lainnya.

Ragam rumah ini, umumnya dibangun oleh mereka yang tinggal di kawasan pesisir, untuk melindungi dari air laut yang kerap pasang dan banjir. Bagian depan, terdapat anak tangga berada dengan model menyamping, disebut Balaksuji yang diyakini dapat menolak bala. Balaksuji juga merupakan tempat penyucian diri sebelum masuk ke dalam rumah.

Rumah panggung Betawi berbentuk L dan memiliki tata ruang yang sederhana. Material rumah sebagian besar adalah kayu, dengan pondasi terbuat dari kayu besar yang menancap dalam ke tanah.

Meski berbentuk panggung, tidak seperti bentuk rumah adat Betawi lainnya yang menapak di tanah, namun rumah ini memiliki corak khas Betawi dengan ukiran dan motif geometris seperti belah ketupat, titik, setengah lingkaran dan pola siklus atau bunga matahar. Selain mempecantik rumah, motif ini juga digunakan sebagai ventilasi rumah.

Baca Juga: 16 Makanan Khas Betawi yang Terkenal Akan Kelezatannya!

Demikian ragam rumah adat Jakarta khas Betawi beserta ciri dan keunikannya masing-masing. Bagaimana, menarik, kan Moms?

Meski tiap rumah adat Betawi memiliki bentuk dan karakter yang berbeda, namun punya persamaan yang signifikan, lho. Setiap rumah memiliki ruang sosialisasi, pada bagian luar dan bagian dalam rumah, karena masyarakat Betawi memang sangat suka bersosialisasi.

Nah, kalau ingin melihat rumah adat Jakarta ini secara langsung, Moms bisa mengajak si kecil melihat rumah kebaya Taman Mini Indonesia Indah, rumah joglo dan rumah gudang di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan, serta rumah si Pitung di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

  • http://www.setubabakanbetawi.com/
  • https://media.neliti.com
  • https://www.researchgate.net

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait