12 Juli 2023

Ini Penyebab Sakit Kepala pada Bayi, Moms Perlu Catat!

Cari tahu juga tanda dan gejalanya yuk Moms!

1. Pilek dan Sinus

Penyebab yang paling umum terjadi adalah karena pilek dan sinus. Pilek dan sinus meski hanya gejala ringan tetap saja bisa membuat bayi sakit kepala.

Hal ini dikarenakan saluran pernafasan yang terganggu sehingga oksigen tidak bisa tersalurkan dengan baik ke seluruh tubuh.

Dampaknya tubuh bayi akan kekurangan oksigen sehingga kepala akan menjadi cepat pusing.

Belum lagi pilek juga bisa membuat suhu tubuh bayi tinggi sehingga meningkatkan risiko pusing.

Jadi sebaiknya saat Moms melihat hidung anak berair atau menunjukkan gejala-gejala pilek dan sinus, sebaiknya langsung segera dibawa ke dokter.

2. Aroma yang Menyengat

Parfum (shutterstock.com)
Foto: Parfum (shutterstock.com)

Selain karena pilek dan sinus, penyebab sakit kepala pada bayi juga bisa dikarenakan adanya bau menyengat yang sangat kuat sehingga menusuk indera penciumannya.

Bau yang menyengat yang tercium akan membuat bayi merasa pusing hingga sakit kepala.

Bau menyengat bisa berupa wangi parfum, makanan, hingga pengharum ruangan.

Ketika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda pusing, coba Moms perhatikan udara di sekitarnya.

Apakah ada bau yang menyengat atau tidak? Jika ada, maka segera jauhi sumber bau tersebut.

Baca Juga: Kapan Bayi Bisa Duduk? Ini Jawabannya, Beserta Tips untuk Melatih Bayi Belajar Duduk

3. Tumbuh Gigi

Sakit kepala juga terjadi pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Saat bayi tumbuh gigi, akan terjadi peradangan pada area dalam mulut.

Peradangan inilah yang menimbulkan rasa sakit hingga menjalar ke bagian kepala dan menyebabkan sakit kepala.

Untuk cara mengatasinya, Moms harus memberikan obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter.

4. Kurang Tidur

Bayi Tidur Sambil Tengkurap
Foto: Bayi Tidur Sambil Tengkurap (Babysleepsupport.com.au)

Penyebab sakit kepala pada bayi yang lainnya adalah karena kurang tidur. Kebutuhan tidur bayi berbeda-beda tergantung usianya.

Pada usia bayi yang baru lahir atau 0-3 bulan membutuhkan jam tidur 14-17 jam per hari.

Pada bayi usia 4-11 bulan membutuhkan waktu tidur antara 12-15 jam per hari.

Lalu, pada bayi berusia 1-2 tahun membutuhkan jam tidur 11-14 jam per hari.

Semakin bertambah usia bayi, maka semakin berkurang waktu tidurnya.

Jika waktu tidur tidak cukup, maka bayi akan merasa pusing sehingga mengakibatkan rasa sakit kepala.

Siapa bilang bayi tidak bisa stres? Bayi bisa mengalami stres hingga menjadi sakit kepala.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb