24 Mei 2024

Yuk, Cari Tahu Apa Sebab Khusus Terjadinya Perang Diponegoro

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia
Yuk, Cari Tahu Apa Sebab Khusus Terjadinya Perang Diponegoro

Foto: id.wikipedia.org

Pernahkah Moms cari tahu sebab khusus terjadinya Perang Diponegoro?

Perang Diponegoro merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia melawan penjajahan Belanda.

Perang ini berlangsung pada tahun 1825 hingga 1830

Dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, seorang tokoh kharismatik dari Kerajaan Yogyakarta.

Perang ini dipicu oleh beberapa faktor spesifik yang mencerminkan ketidakpuasan mendalam masyarakat Jawa terhadap pemerintahan kolonial.

Salah satu pemicu utamanya adalah kebijakan pemerintah kolonial yang merampas tanah rakyat untuk kepentingan pembangunan, yang terjadi di Tegalrejo, tanah leluhur Diponegoro.

Perampasan kekuasaan ini tidak hanya melukai harga diri Pangeran Diponegoro tetapi juga menghina warisan keluarganya.

Selain itu, penindasan ekonomi melalui pajak yang tinggi dan kerja paksa memperburuk penderitaan masyarakat.

Krisis ekonomi dan kelaparan yang melanda Pulau Jawa juga menambah ketidakpuasan masyarakat.

Diponegoro mempunyai pandangan keagamaan yang kuat dan memandang perlawanan tersebut sebagai perang suci untuk membebaskan Jawa dari pengaruh asing.

Konflik internal di lingkungan Keraton Yogyakarta yang membuat Diponegoro merasa diabaikan dalam perebutan takhta juga mendorongnya memimpin gerakan perlawanan.

Artikel ini akan membahas lebih detail penyebab spesifik yang melatarbelakangi terjadinya perang Diponegoro.

Baca Juga: Mengenal Semaphore, Kode Komunikasi Sejak Zaman Perang

Latar Belakang Pangeran Diponegoro

Sosok Pangeran Diponegoro (katadata.co.id)
Foto: Sosok Pangeran Diponegoro (katadata.co.id)

Pangeran Diponegoro, bernama asli Raden Mas Ontowiryo, lahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta.

Meski merupakan putra Sultan Hamengkubuwono III, ia tidak dinobatkan sebagai pewaris takhta karena ia bukan putra permaisuri.

Meski begitu, Diponegoro tetap memegang kedudukan terhormat di dalam keraton dan di kalangan masyarakat Jawa.

Ia menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di lingkungan istana, di mana ia menerima pendidikan yang sangat baik, termasuk ajaran agama dan nilai-nilai budaya Jawa.

Diponegoro dikenal sebagai sosok yang religius dan mempunyai kepekaan sosial yang tinggi.

Ia kerap menghabiskan waktu di Tegalrejo, hidup tenang jauh dari hiruk pikuk keraton.

Di sana ia belajar agama, berinteraksi langsung dengan masyarakat awam, serta memahami penderitaan dan keluh kesah mereka.

Pengalaman ini membentuk pandangannya tentang keadilan dan kewajiban pemimpin terhadap rakyatnya.

Selain itu, pengaruh spiritual dalam hidupnya sangat kuat.

Diponegoro berpendapat bahwa negara Jawa harus bebas dari pengaruh asing, terutama Belanda yang memerintah Kerajaan Yogyakarta saat itu.

Keyakinan tersebut diperkuat dengan pandangan bahwa perlawanan terhadap kolonialisme merupakan bagian dari perang suci, perjuangan suci membela agama dan tanah air.

Pertikaian di dalam istana juga berperan penting dalam membentuk karakter dan keputusan politik Diponegoro.

Sepeninggal Sultan Hamengkubuwono III, timbul persaingan antar pewaris takhta.

Merasa diabaikan dan tidak diakui haknya, Diponegoro semakin tidak puas dengan keadaan di istana.

Menurutnya, hal tersebut sudah tidak bisa diharapkan lagi untuk melindungi kepentingan rakyat.

Didorong oleh ketidakpuasan terhadap pemerintahan kolonial dan konflik internal, keluarga Diponegoro memutuskan untuk memimpin gerakan perlawanan yang kemudian dikenal dengan nama Perang Diponegoro.

Ini merupakan upaya besar-besaran untuk membebaskan tanah Jawa dari penindasan dan ketidakadilan.

Perang Diponegoro yang berlangsung pada tahun 1825 hingga 1830 bukan hanya disebabkan oleh...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.