06 Juli 2023

Sleep Apnea: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sleep apnea dapat terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak

1. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup yang dimaksud ialah menjalani gaya hidup sehat.

Dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk memilih makanan yang menyehatkan jantung, membatasi asupan alkohol, dan mengurangi merokok.

Pengidap sleep apnea juga disarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur.

Hal ini bertujuan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan sehat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dapat mengurangi sleep apnea pada orang yang juga didiagnosis obesitas.

Selain itu, usahakan untuk membangun kebiasaan tidur yang sehat.

Dengan cara tidur selama waktu yang disarankan oleh Kemenkes RI berdasarkan usia di bawah ini.

  • Usia 0-1 bulan: 14-18 jam setiap hari.
  • Usia 1-18 bulan: 12-14 jam setiap hari.
  • Usia 3-6 tahun: 11-13 jam setiap hari.
  • Usia 6-12 tahun: 10 jam setiap hari.
  • Usia 12-18 tahun: 8-9 jam setiap hari.
  • Usia 18-40 tahun: 7-8 jam sehari.
  • Lansia-60 tahun ke atas: 6-7 jam sehari.

Baca Juga: Insomnia: Jenis, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

2. Alat Bantu Pernapasan

Alat bantu pernapasan, seperti mesin CPAP, adalah perawatan yang paling sering direkomendasikan untuk penderita sleep apnea.

Jika dokter telah meresepkan CPAP atau alat pernapasan lainnya, maka pastikan untuk melanjutkan perubahan gaya hidup sehat yang direkomendasikan dokter ya, Moms.

3. Corong untuk Membantu Pernapasan

Corong mulut atau peralatan oral, biasanya merupakan alat bantu napas lainnya yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penderita sleep apnea.

Ada dua jenis corong yang dapat berfungsi untuk membuka saluran napas bagian atas, yaitu:

  • Mandibular repositioning mouthpieces (Corong reposisi mandibula): alat yang menutupi gigi atas dan bawah, serta menahan rahang dalam posisi yang mencegahnya menghalangi jalan napas bagian atas.
  • Tongue retaining devices (Alat penahan lidah): corong yang bekerja untuk menahan lidah dalam posisi maju sehingga dapat mencegah lidah dari menghalangi jalan napas bagian atas.

Dokter mungkin akan meresepkan corong jika Moms hanya menderita sleep apnea ringan atau jika kondisi ini hanya terjadi saat tidur dalam posisi telentang.

Untuk mendapatkan corong untuk membantu pernapasan ini, dokter mungkin akan menyarankan Moms untuk mengunjungi dokter gigi atau ortodontis, sejenis dokter gigi yang berspesialisasi dalam mengoreksi masalah gigi atau rahang.

Spesialis ini akan memastikan bahwa alat oral disesuaikan dengan mulut dan rahang.

Baca Juga: 10+ Cara Mengatasi Insomnia agar Mendapatkan Tidur Berkualitas

4. Terapi Otot Mulut dan Wajah

Anak-anak dan orang dewasa dengan sleep apnea dapat memperoleh manfaat dari terapi otot mulut dan wajah atau yang dikenal sebagai terapi orofasial.

Melakukan terapi ini akan membantu memperbaiki posisi lidah dan memperkuat otot yang mengontrol bibir, lidah, langit-langit lunak, dinding faring lateral, dan wajah.

5. Operasi

Moms juga mungkin memerlukan operasi jika menderita sleep apnea obstruktif (OSA) parah yang tidak merespons alat pernapasan seperti mesin CPAP atau yang disebabkan oleh sumbatan pada saluran napas bagian atas, misalnya karena amandel yang besar.

Prosedur bedah yang mungkin dilakukan meliputi hal-hal berikut ini:

  • Tonsillectomyexternal link: operasi untuk mengangkat amandel, yang merupakan organ di bagian belakang tenggorokan.

Kemajuan rahang atas atau rahang bawah: operasi untuk menggerakkan rahang atas dan rahang bawah ke depan sehingga dapat memperbesar jalan napas bagian atas

  • Trakeostomi: operasi untuk membuat lubang melalui bagian depan leher ke dalam trakea atau batang tenggorokan. Sebuah tabung pernapasan, yang disebut tabung trach akan ditempatkan melalui lubang dan langsung ke tenggorokan untuk membantu bernapas.

Jika operasi dianggap sebagai pengobatan yang memungkinkan, bicarakan dengan dokter tentang berbagai jenis prosedur pembedahan, risiko dan manfaat prosedur, kemungkinan ketidaknyamanan, dan waktu pemulihan yang diperlukan.

Itu dia hal-hal penting yang perlu Moms ketahui tentang sleep apnea.

Semoga Moms dapat lebih waspada dan segeralah konsultasi dengan dokter apabila mengalami salah satu tanda sleep apnea.

Jangan sampai kondisi ini menyebabkan gangguan kesehatan yang lebih serius, ya.

  • https://www.sleepfoundation.org/sleep-apnea
  • https://www.sleepapnea.org/treat/childrens-sleep-apnea/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb