31 Oktober 2022

Kenali Stroke Iskemik, Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak

Kenali fakta seputar stroke iskemik berikut ini!

Stroke iskemik adalah jenis stroke yang disebabkan oleh gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak.

Kondisi tersebut menyebabkan suplai oksigen dan nutrisi ke otak menjadi terganggu.

Apakah stroke ini masuk dalam kondisi berbahaya? Jawabannya, iya.

Kondisi ini merupakan gawat darurat, jika tidak segera ditangani, menyebabkan kematian sel-sel otak hanya dalam hitungan menit saja.

Jenis Penyakit Stroke

Dilansir dari National Library of Medicine, penyakit stroke dibagi menjadi dua jenis, pertama stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Stroke hemoragik disebabkan oleh pecah pembuluh darah di otak, sementara iskemik disebabkan oleh penyumbatan yang membuat darah tersumbat di bagian otak.

Stroke ini dikenal dengan nama stroke infark, yang merupakan salah satu jenis stroke yang sangat umum dialami oleh penderita stroke.

Baca Juga: Ketahui Pertolongan Pertama saat Stroke

Penyebab, Faktor Risiko dan Gejala Stroke Iskemik

Penyebab stroke iskemik
Foto: Penyebab stroke iskemik (iStockphoto.com)

Penyebab utama dari stroke iskemik adalah aterosklerosis yang menyebabkan dua jenis gumpalan darah.

Gumpalan darah tersebut yaitu:

  • Trombosis yang merupakan gumpalan darah di salah satu pembuluh darah arteri yang mengalirkan darah ke otak. Gumpalan bukan berasal dari pembuluh darah lain.
  • Emboli yang merupakan pembentukan gumpalan darah di organ lain, seperti jantung atau steri besar di leher dan dada.

Baca Juga: Apa Stroke pada Anak Bisa Berulang? Waspadai Bahayanya!

Seseorang yang menderita stroke iskemik yang seseorang dengan ciri-ciri, seperti:

  • Telah berusia di atas 55 tahun
  • Mengalami hipertensi
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Mengalami gangguan aritmia (irama jantung)
  • Menderita diabetes
  • Memiliki kebiasaan merokok yang berat
  • Pernah menjalankan terapi hormon
  • Memiliki riwayat serangan jantung
  • Kadar kolesterol tinggi
  • Jarang berolahraga atau melakukan aktivitas fisik
  • Mengalami obesitas atau kegendutan
  • Seseorang yang mengalami kecanduan alkohol dan menggunakan narkoba

Seseorang yang memiliki ciri-ciri di atas merupakan seseorang yang memiliki faktor risiko tinggi terkena penyakit satu ini.

Sebelum melakukan pencegahan, ketahui gejala umum yang akan dialami akibat stroke iskemik, yaitu:

  • Bagian lengan atau tungkai akan sulit di angkat, penyebabnya biasanya lemas atau mati rasa.
  • Salah satu sisi wajah akan turun akibat otot wajah yang melemah.
  • Akan mengalami gangguan bicara atau sulit mengalami perkataan orang lain.
  • Sering mengalami linglung, pusing atau sakit kepala berat
  • Mengalami gangguan penglihatan pada salah satu bagian mata atau kedua mata.
  • Mengalami gangguan keseimbangan dan gerak tubuh.

Baca Juga: Mengenal Transient Ischemic Attack, Stroke yang Bisa Menyerang Anak

Cara Pengobatan Stroke Iskemik

Proses fisioterapi untuk penderita stroke
Foto: Proses fisioterapi untuk penderita stroke (iStockphoto.com)

Untuk mendapatkan pengobatan, tentu penderita harus melakukan diagnosis terlebih dahulu oleh dokter.

Biasanya, dokter akan menelusuri riwayat kesehatan pasien ketika awal gejala muncul.

Selanjutnya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan saraf secara menyeluruh.

Tekanan dara merupakan hal yang paling awal akan diperiksa.

Selanjutnya, dilansir dari Mayo Clinic, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:

  • Dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui kadar gula darah, tanda-tanda infeksi dan proses pembekuan darah terjadi seberapa cepat.
  • Dokter akan melakukan CT scan bagian kepala, untuk memeriksa kerusakan otak, pendarahan otak, tumur hingga ganggunan kesehatan lainnya.
  • MRI scan juga akan dilakukan, untuk mendeteksi tanda-tanda pendarahan dan sel-sel rusak yang disebabkan oleh stroke iskemik.
  • Dokter akan melakukan USG karotis, untuk mendeteksi aterosklerosis di bagian arteri besar leher.
  • Dokter akan melakukan elektrokardiografi untuk mengetahui irama jantung dan mendeteksi penyakit yang ada pada jantung.
  • Ekokardiografi dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi sumber gumpalan darah di jantung yang menjadi penyebab emboli.

Setelah dokter melakukan diagnosis, dokter akan mencari tahu cara pengobatan yang tepat.

Namun, pasien stroke iskemik diwajibkan rawat inap agar pengobatan berjalan maksimal.

Pengobatan bertujuan untuk mengembalikan aliran darah ke otak sehingga bisa sembuh kembali.

Adapun beberapa pengobatan yang biasa diberikan, yaitu:

1. Suntik rtPA

Pengobatan pertama yaitu dengan memberikan suntikan rtPA (recombinant tissue plasminogen activator).

Suntikan ini diberikan melalui infus dalam waktu 3-4.5 jam setelah gejala pertama muncul.

Metode pemberian obat ini dilakukan dengan mengembalikan aliran darah menuju otak yang sebelumnya tersumbat.

2. Obat Antikoagulan

Metode pengobatan kedua yaitu dengan memberikan obat antikoagulan.

Obat yang biasa diberikan seperti obat warfarin.

Obat ini diberikan pada pasien stroke iskemik dengan gangguan irama jantung.

Pemberian obat ini berfungsi untuk mencegah pembekuan darah sehingga darah dapat mengalir kembali.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Tubuh Terkena Heat Stroke, Pernah Mengalaminya?

3. Obat Jenis Lain

Terdapat juga pemberian obat jenis lain yang dilakukan oleh dokter, seperti obat antihipertensi, di antaranya yaitu obat penghambat beta, obat penurun kolesterol (rosuvastatin).

Obat-obatan di atas diberikan dengan tujuan untuk menjaga tekanan darah agar normal kembali dan mencegah perkembangan aterosklerosis.

4. Operasi Endarterektomi Karotis

Umumnya, penderita stroke iskemik mengalami gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah ke otak yang berasal dari arteri karotis.

Operasi endarterektomi karotis dilakukan untuk bertujuan menghilangkan plak lemak di pembuluh darah tersebut.

5. Operasi Trombektomi

Tindakan pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter selanjutnya yaitu melakukan tindakan operasi trombektomi.

Terutama jika pengobatan yang dilakukan tidak efektif.

Operasi ini dapat dilakukan hingga 24 jam setelah gejala pertama muncul.

Selain beberapa pengobatan dan tindakan yang dilakukan di atas, dokter juga menyarankan untuk melakukan perawatan jangka panjang, agar pasien bisa benar-benar pulih.

Pemulihan yang dilakukan biasanya seperti terapi pascastroke dengan beberapa terapi yang dilakukan.

Adapun terapi yang biasa dilakukan untuk pasien stroke iskemik yaitu:

  • Fisioterapi dengan melakukan latihan sederhana, untuk jangka pendek berlatih mengambil benda. Jangka panjang terapi berdiri dan berjalan.
  • Terapi bicara untuk merangsang kemampuan bicara yang rusak akibat stroke.
  • Terapi okupasi yang bertujuan melatih pasien menggunakna peralatan untk melancarkan gerakan.

Baca Juga: Mumpung Masih Muda, Yuk Kenali Tanda Awal Stroke

Dari penjelasan terkait stroke iskemik di atas, kini telah mengetahui dengan lengkap mulai dari penyebab, gejala dan cara mengobatinya.

Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan Moms terkait kesehatan secara umum, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499997/
  • https://www.mayoclinic.org/ischemic-stroke/img-20009031#

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.