31 Oktober 2022

Tadabbur Al-Quran, Sikap yang Harus Diteladani Umat Muslim

Ketahui manfaat taddabur bagi umat muslim.

Setiap umat muslim yang beriman kepada Allah SWT wajib tadabbur terhadap Al-Quran. Tadabbur adalah hal penting diterapkan saat hidup di dunia.

Dengan demikian, hidup diyakini jadi lebih tenang. 

Dalam surat An Nisa ayat 82, Allah SWT berfirman,
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا

Artinya: “Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami/mentadabburi) Al-Quran? Sekiranya (Al-Qur'an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.”

Pada ayat tersebut Allah SWT bertanya tentang apakah manusia mentadabburi Al-Quran.

Untuk tahu apa arti tadabbur, simak ulasan berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Tadabbur?

Tadabbur Membaca Al-Quran
Foto: Tadabbur Membaca Al-Quran (News.iium.edu.my)

Tadabbur adalah merenung secara menyeluruh untuk memahami makna dari suatu ungkapan secara mendalam.

Allah SWT menyukai orang-orang yang melakukan tadabbur dengan tujuan mencapai kebaikan.

Oleh sebab itu, pengetahuan akan tadabbur Al Quran diperlukan agar bisa menerapkan dan menjalani hidup yang lebih baik.

Secara harfiah, kata tadabbur (تدبر) berasal dari kata dubur (دبر), yang berarti “belakang” dan lawan dari kata qubul (قبل), yang berarti “depan.” 

Dubur al-syay’ (دبر الشيء) artinya bagian dari belakang sesuatu.

Sedangkan qubul al-Syay’ (قبل الشيء), artinya bagian dari depan sesuatu.

Dari kata dubur (دبر) terbentuk kata dabbara (دبر), yang berarti “memikirkan sesuatu yang ada di akhir (belakang) sesuatu.

Contohnya, dalam kalimat Tadabbartu al-amr (تدبرت الأمر), yang artinya memandang, dan memperhatikan sesuatu yang ada di belakang (di akhirnya).

Oleh sebab itu, makna kata tadabbur (تدبر) ini ditekankan pada sesuatu yang terdapat di akhirnya.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tadabbur (تدبر) adalah pemikiran komprehensif yang mampu mengantarkan seseorang kepada akhir petunjuk pada suatu kalimat.

Kata tadabbur dikaitkan dengan Al-Qur’an sehingga menjadi tadabbur Al-Qur’an (تدبر القرآن). 

Bila ditelisik lebih lanjut, arti tadabbur Al Quran adalah pemikiran yang komprehensif.

Dapat dimaknai juga pada pemikiran yang dapat mengantar manusia kepada akhir dari petunjuk di Al-Qur’an dan tujuan akhir yang ingin dicapai setelah membaca kitab suci tersebut.

Baca Juga: 10 Adab Membaca Alquran yang Baik Menurut Islam

Kata tadabbur (تدبر) dalam Al Quran juga terdapat dalam surat Muhammad ayat  24 yang berbunyi:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

Artinya: “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”

Dalam ayat ini, Allah menegaskan apakah mereka tidak memperhatikan, yaitu membaca, memikirkan, menghayati, dan mendalami pesan-pesan yang terdapat di dalam Al-Quran hingga dapat beriman kepada Allah. 

Di lain sisi, dipertanyakan apakah hati mereka semua sudah terkunci mati, sehingga tidak dapat berpikir lagi, menghayati, memahami dan mendalami apa yang terdapat di dalam Al-Quran.

Jadi, seseorang yang tidak melakukan tadabbur Al-Quran adalah orang-orang yang telah terkunci.

Sehingga, tidak dapat melihat, memahami, dan menghayati yang dipesankan oleh Al-Quran.

Hati mereka adalah hati yang mati.

Baca Juga: 9 Keutamaan Surah Al Kafirun, Sebanding Pahala Khatam Alquran

Bagaimana Menerapkan Tadabbur?

Mendatadabburi Al-Quran
Foto: Mendatadabburi Al-Quran (bincangsyariah.com)

Ahli Ilmu Al-Quran bernama Fawwaz Ahmad Zamraly mengatakan bahwa tadabbur Al-Quran adalah kegiatan membaca Al-Quran.

Ada tiga unsur penting dalam tadabbur Al-Quran:

  • Membaca Al-Quran dengan lidah
  • Memahami dengan akal pikiran apa yang dibaca
  • Menghayati dengan hati apa yang dibaca dan mengamalkannya dengan seluruh anggota tubuh terhadap apa yang dituntut oleh Al-Quran.

Fawwaz mengatakan, seorang mukmin yang memiliki akal sehat harus memahami, mendalami dan menghayati ketika membaca Al-Quran.

Kitab suci ini bagaikan cermin dan di dalam Al-Quran dapat dilihat mana yang hal baik dan yang tidak untuk dilakukan. 

Apabila suatu hal diminta ditinggalkan oleh Al-Quran, maka tinggalkan demi kebaikan.

Sementara itu, apa yang dicintai dan disukai oleh Allah, harus dilakukan sepenuh hati sembari mengharapkan ridha-Nya. 

Baca Juga: 12 Adab Makan dan Minum Menurut Anjuran Rasulullah SAW

Manfaat Taddabur

Manfaat Tadabbur
Foto: Manfaat Tadabbur (Freepik.com/rawpixel-com)

Tak hanya sebagai wujud iman kepada Allah, tadabbur Al-Quran juga punya manfaat tersendiri bagi yang menjalaninya. 

Dilansir dari laman Pondok Pesantren Hamalatul Al-Quran, berikut manfaat yang bisa didapatkan:

  • Menguatkan Iman

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, mentadaburi Al-Quran adalah kunci bagi berbagai ilmu.

Dengan demikian, seseorang dapat meraih kebaikan serta ilmu-ilmu (yang banyak) dan menambah iman di dalam hati.

  • Mensucikan Hati

Menurut Ibnu Hajar, mentadaburi Al-Quran adalah penawar bagi hati.

Apabila hati bersih, niscaya jiwa pun akan menjadi suci.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda:

إَنَّ الْقُلُوْبَ لَتَصدأ كَمَا يَصدأ الْحَدِيْد، قِيْلَ: وَمَا جِلَاؤُهَا؟ قَالَ: تِلَاوَةُ الْقُرْآن وَذِكْرُ الْمَوْتِ

Artinya“Hati manusia itu berkarat seperti halnya besi berkarat. “Lalu ditanyakan, apa obatnya? Rasulullah menjawab,: membaca Al-Quran dan ingat pada kematian”. (HR. Al Baihaqi no. 2014).

Baca Juga: Mengenal Tafakur, Cara Meningkatkan Kecintaan pada Allah SWT dengan Melihat Ciptaan-Nya, Masya Allah!

  • Khusyu’ dalam Tangisan

Dalam surat Al-Maidah ayat 83, Allah SWT berfirman:

وَإِذَا سَمِعُوا۟ مَآ أُنزِلَ إِلَى ٱلرَّسُولِ تَرَىٰٓ أَعْيُنَهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ مِمَّا عَرَفُوا۟ مِنَ ٱلْحَقِّۖ يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱكْتُبْنَا مَعَ ٱلشَّٰهِدِينَ

Artinya: “Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad), kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran) yang telah mereka ketahui (dari kitab-kitab mereka sendiri); seraya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad shallallaahu alaihi wa sallam).”

Imam Al-Gazali rahimahullah berkata, dianjurkan menangis saat membaca Al-Quran. 

Hal ini dapat terjadi ketika merasa rasa sedih dan takut di dalam hati saat merenungkan ayat-ayat Al-Quran.

Utamanya, saat membaca ayat peringatan, balasan, dan janji-janji. 

Baca Juga: 7+ Pintu Rezeki yang Tertulis dalam Alquran, Yuk Buka dan Raih Berkahnya!

  • Meneladani Akhlak Rasulullah

Setiap umat muslim wajib meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Hendaknya senantiasa mengamalkan isi, anjuran, dan perintah Al-Quran semaksimal mungkin.

  • Solusi Masalah Dalam Kehidupan 

Dalam surat Thaha ayat 2, Allah SWT berfirman:

مَاۤ اَنۡزَلۡـنَا عَلَيۡكَ الۡـقُرۡاٰنَ لِتَشۡقٰٓ

Artinya: “Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah” 

Hal ini wajib diyakini bahwa setiap manusia memiliki masalah.

Jika ingin keluar dari masalah, sebaiknya berdoa dan minta ampunan kepada Allah SWT. 

  • https://tafsiralquran.id/memahami-makna-tadabbur-al-quran-dan-implementasinya/
  • https://www.industry.co.id/read/100576/tadabbur-al-quran-makna-dalil-dan-caranya
  • https://hamalatulquran.com/lima-manfaat-mentadabburi-al-quran/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.