02 Juli 2018

Tak Hanya Pada Usia Lanjut, Bayi Juga Bisa Katarak

Katarak yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh kelainan genetik dan infeksi dari sel parasit

Satu lagi penyakit yang memiliki tingkat penderita yang cukup tinggi di Indonesia, katarak. Penyakit ini merupakan sebuah kerusakan pada lensa mata yang membuat pandangan menjadi keruh hingga cahaya tak dapat menembusnya.

Katarak bahkan ada yang tergolong ringan hingga keburaman total. Perkembangan katarak terkait pada usia penderita.

Biasanya perkembangan katarak berlangsung secara perlahan, yang dimulai dari kehilangan penglihatan hingga berpotensi membutakan jika katarak tersebut sudah terlalu tebal.

Namun ternyata, tak hanya pada usia lanjut, bayi juga bisa katarak, lho! Mari kita simak ulasannya.

Gejala dan Penyebab Katarak

shutterstock 524943673
Foto: shutterstock 524943673

Bertambahnya usia seseorang akan membuat protein yang membentuk lensa mata berubah, termasuk kandungan air di dalamnya. Hal Inilah yang membuat lensa mata yang bening, berubah menjadi keruh.

Tak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan katarak, di antaranya:

- Kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet

- Terpapar radiasi

- Efek sekunder dari diabetes, hipertensi dan usia lanjut,

- Faktor genetik juga bisa menjadi penyebab katarak

- Cedera pada mata atau trauma fisik

Pada umumnya, katarak tidak akan menyebabkan rasa sakit maupun iritasi. Gejala katarak dimulai dari pengelihatan yang buram, ketajaman pengelihatan berkurang, sensitivitas kontras juga hilang, sehingga warna bayangan dan penglihatan kurang jelas karena cahaya tersebar oleh katarak ke mata.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Balita

Katarak Dapat Menyerang Bayi

shutterstock 684981826
Foto: shutterstock 684981826

Pada umumnya memang katarak ditemukan pada orang dewasa khususnya orang lanjut usia, yakni saat penglihatan mereka tak lagi normal karena tertutup bercak-bercak.

Namun tahukah Moms, meskipun pada umumnya muncul pada orang lanjut usia, katarak juga ternyata juga dapat muncul pada Si Kecil di usia 3-6 bulan.

Kondisi ini dikenal dengan istilah katarak congenital dan katarak pada bayi usia 3 bulan-9 tahun dikenal dengan istilah katarak juvenile.

Katarak yang terjadi pada bayi dapat disebabkan oleh kelainan genetik dan infeksi dari sel parasit seperti toksoplasma, rubella hingga herpes. Sel parasit inilah yang menyerang pembentukan lensa saat Si Kecil masih dalam kandungan.

Parasit tersebut bisa muncul karena hewan peliharaan, makanan mentah atau setengah matang yang mengandung virus rubella. Tak hanya itu, ternyata katarak pada bayi juga dapat disebabkan gangguan metabolism tubuh Moms saat kehamilan.

Baca Juga: Dampak Buruk Terlalu Lama Lihat Gadget Pada Mata Anak

Cukup mudah mengenali apakah Si Kecil terjangkit katarak atau tidak, cukup dengan memperhatikan apakah matanya fokus saat Moms ajak bicara atau tidak.

Saat Moms merasa bahwa matanya tak dapat mengikuti gerak objek tertentu, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter.

Pada usianya, sebaiknya Si Kecil dengan katarak harus segera dioperasi guna menghindari penglihatannya yang akan semakin terganggu.

Usia bayi memang masih sangat kecil, namun pada usia dua bulan sudah memungkinkan untuk dilakukan operasi lho, Moms.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.