12 Juni 2024

2 Contoh Teks Khutbah Idul Adha, tentang Haji dan Kurban

Umumnya berisi hikmah pelaksanaan kurban dan ibadah haji

Selepas salat Idul Adha, jamaah akan mendengarkan bacaan teks khutbah Idul Adha yang disampaikan oleh imam atau mubaligh.

Ada banyak hikmah yang bisa diambil dari khutbah tersebut, bahkan jika dihayati tentu akan sangat membekas di hati.

Karena sama-sama memiliki khutbah, beberapa orang mungkin masih menyangka bahwa khutbah Idul Adha sama dengan khutbah Jumat.

Padahal, ada beberapa perbedaan, lho!

Hukum khutbah Jumat adalah wajib, sedangkan khutbah Idul Adha atau Idul Fitri hukumnya sunah.

Buat Dads yang sedang dapat giliran membacakan teks khutbah Idul Adha, bisa menyimak inspirasi bacaannya berikut ini.

Baca Juga: 5 Resep Rendang Daging Sapi Empuk untuk Idul Adha!

Perbedaan Khutbah Idul Adha dan Khutbah Jumat

Salat
Foto: Salat

Sebelum memahami contoh teks khutbah Idul Adha, penting juga untuk memahami perbedaan khutbah Idul Adha dengan khutbah Jumat.

Pelaksanaan khutbah Idul Adha memang tidak jauh berbeda dengan khutbah Jumat.

Hanya saja, ada sedikit perbedaan teknis antara khutbah Jumat dengan khutbah Idul Adha. Seperti:

  • Khutbah Idul Adha dilakukan setelah salat Idul Adha. Sementara salat Jumat dilaksanakan setelah khutbah Jumat.
  • Khutbah Jumat didahului oleh azan, sementara salat dan khutbah Idul Adha tidak didahului dengan azan dan iqamah.
  • Khatib pada khutbah Idul Adha dianjurkan melafalkan takbir sebanyak 9 kali pada khutbah pertama, dan 7 kali pada khutbah kedua. Sementara dalam khutbah Jumat tidak disunahkan takbir.
  • Duduk di antara dua khutbah termasuk rukun dalam khutbah Jumat, hukumnya wajib. Sementara dalam khutbah Idul Adha, ulama memiliki perbedaan pendapat. Ada yang mengatakan sunah, ada juga yang berpendapat khutbah Idul Adha itu hanya satu kali.

Baca Juga: 8 Resep Gulai Kambing Empuk, untuk Persiapan Idul Adha!

Contoh Teks Khutbah Idul Adha tentang Kedermawanan

Pria Muslim Sholat
Foto: Pria Muslim Sholat (Istockphoto.com)

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْد

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانِ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلِ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Jamaah salat Idul Adha rahimakumullah. 

Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT di pagi yang penuh berkah ini.

Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan kesetiaan dan pengabdian kepada Sang Pencipta, menunjukkan bahwa cinta kepada Allah tak terhenti meski dihadapkan pada ujian dan cobaan.

Ujian adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan keimanan kita.

Ketika seseorang sudah mengucapkan dua kalimat syahadat, secara otomatis dan harus disadari juga bahwa dia sudah siap menerima ujian yang akan diberikan oleh Allah, sebagaimana firman Allah:

أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Artinya: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?” (Qs. al-Ankabut: 2).

Ujian yang diberikan Allah tidak untuk melemahkan, tapi untuk mengukur sejauh mana keimanan dan cinta kita kepada-Nya.

Sikap bijak dalam menghadapi ujian adalah mengambil hikmah sebagai pelajaran untuk meningkatkan kehidupan.

Spiritualitas seseorang tercermin dalam hubungannya dengan orang lain sehari-hari.

Islam mengajarkan ibadah tidak hanya secara vertikal kepada Allah, tetapi juga dimensi sosial seperti infak, zakat, dan qurban.

Contohnya, pada Idul Fitri, umat Islam diperintahkan untuk memberikan zakat fitrah kepada yang berhak.

Di hari raya Idul Adha, daging qurban tidak hanya untuk mereka yang berkurban, tapi juga untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan dan fakir.

Sebagaimana firman Allah saw:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

Artinya: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak.

Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.” (Qs. al-Hajj: 28).

Ayat tersebut mengajarkan bahwa rezeki yang diberikan Allah tidak hanya untuk dinikmati sendiri, tapi juga untuk dibagikan kepada yang membutuhkan.

Islam mendorong kita untuk menjadi dermawan dan peduli terhadap sesama, terutama saat melihat saudara kita dalam kesulitan.

Kita harus menghormati dan membantu orang-orang di sekitar kita, memperhatikan kebutuhan mereka, dan saling membantu dalam kesulitan.

Allahu akbar, allahu akbar, allahu akbar. Jamaah salat Idul Adha rahimakumullah.

Penting untuk dipahami oleh semuanya, bahwa jika kita berbuat baik pada orang lain, maka sejatinya kebaikan itu akan kembali pada diri kita, begitu pula sebaliknya, sebagaimana firman Allah swt: 

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا

Artinya: "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,...” (Qs. al-Isra’: 7) 

Akhir khutbah, semoga kita semua diberikan kesembuhan dan kesehatan, diberi kekuatan untuk selalu beribadah.

Kita juga patut berdoa semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai ujian yang menimpa kepada kita semua. 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَذِكْرِ اْلحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Baca Juga: 45 Twibbon Idul Adha 2024, Gratis dan Mudah Dipasang!

Untuk lebih memahami isinya, berikut contoh teks Idul Adha singkat sekitar 8 menit yang dilansir NU...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.